بيت / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 29 Menjadi Sandera

مشاركة

Bab 29 Menjadi Sandera

مؤلف: Fit Tree Fitri
last update تاريخ النشر: 2026-03-06 06:01:42
Fatma yang tidak mengerti apa-apa diculik oleh Sean dan dibawa dengan mudahnya ke Italia. Pria itu ingin mengetahui setiap pergerakan Aisyah melalui sang asisten. Dia tidak bisa menyusul ke Mekah karena bukan seorang muslim.

“Aku harus menunggu sebulan lagi.” Sean benar-benar kesal. Dia sedang memikirkan cara untuk meluapkan amarahnya.

“Setidaknya, aku sudah tahu bahwa Aisyah adalah Mariaku.” Sean tersenyum puas.

“Aku jatuh cinta padanya lagi dan lagi.” Sean memejamkan matanya. Dia terus membaya
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman kepada karya Akak. Semoga suka.

| 16
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Bentar lagi. Aisyah udah mau balik kok selesai umrah
goodnovel comment avatar
Lilyan
Aduuh msh lama lg ketemu sean ya
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih. Insyaallah pas liburan double update Yee.
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 124 Persiapan Pernikahan

    Pagi hari Sean membawa Aisyah sarapan di ruang makan. Dia tidak pergi ke perusahaan sehingga dapat menemani sang istri di rumah.“Sayang, apa tidak pergi ke kantor?” tanya Aisyah menyelesaikan sarapannya.“Beberapa hari ini aku tidak menemani kamu karena sibuk,” jawab Sean.“Jadi, hari ini aku akan tetap di rumah bersama kamu.” Sean tersenyum.“Jika banyak pekerjaan, aku tidak masalah di rumah atau mau aku temani di kantor?” Aisyah menatap Sean.“Tidak, Sayang. Di luar sana sangat bahaya. Jalanan akan menjadi medan perperangan,” jelas Sean.“Aku tidak mau kamu terluka,” lanjut pria itu.“Baiklah.” Aisyah tersenyum.Sean dan Aisyah beranjak dari kursi. Mereka berjalan bersama menuju taman samping ruang tengah. Keduanya menikmati suasana pagi yang tenang dan sejuk. Angin berhembus lembut menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Kupu-kupu tampak bertebangan bahagia menikmati harumnya bunga yang bermekaran.“Nyaman sekali.” Aisyah memperhatikan sekeliling. Dia sudah lama tidak menginjakk

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 123 Serangan

    Langit malam mulai diguyur hujan tipis ketika Sean mengendarai mobilnya pulang. Jalanan basah berkilau oleh lampu kota, namun ketenangan itu segera pecah. Dari persimpangan gelap, dua mobil hitam meluncur cepat, memotong jalannya. Rem Sean berdecit keras, mobilnya berhenti mendadak.Pintu mobil musuh terbuka serentak. Anak buah Barron keluar dengan langkah mantap, jas hitam mereka basah oleh hujan, senjata berkilat di bawah lampu jalan. Sean tetap tenang, matanya menyapu sekeliling mencari celah.“Turun, Sean! Malam ini kau tak akan lolos!” teriak salah satu dari mereka, suaranya menembus deru hujan.Sean membuka pintu, berdiri tegak meski tubuhnya basah kuyup. Pria itu tidak pernah melepaskan musuhnya. Apalagi tidak ada sang istri di dekatnya. Tangan kedua tangannya meraih pistol dari jas hitam.Benturan pertama terjadi cepat. Peluru menghantam bodi mobil, memercikkan api kecil. Sean membalas dengan tembakan terarah, membuat dua penyerang langsung terjatuh. Namun jumlah mereka terlalu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 122 Khawatir

    Sean pergi ke penjara. Dia harus memastikan bahwa Khaled masih hidup. Pria itu cukup khawatir dengan keadaan mantan tunangan istrinya.“Khaled,” sapa Sean melihat Khaled yang duduk di kursi. Pria itu sudah mendapatkan perawatan.“Kenapa kamu tidak membunuhku? Apa takut Aisyah akan marah?” Khaled hanya mengenakan celana dengan bertelanjang dada. Tubuhnya seksi dan terbentuk sempurna. Sejak mendapatkan keringanan hukuman dan makanan, Khaled fokus merawat diri dengan Latihan di dalam penjara.“Jika kamu tidak menculik Aisyah, maka tidak akan ada permusuhan ini,” ucap Sean tenang.“Aku hanya meniru kamu, Sean. Kamu yang menculik Aisyah di hari pernikahan kami. Pria mana yang rela?” Khaled menatap tajam pada Sean.“Aku akan mengirim kamu pulang ke Kairo dan jadilah saudara Aisyah. Hapus semua rasa cinta dan sayang kamu padanya.” Sean berlalu.“Sean!” teriak Khaled memegang pintu besi. Pria itu benar-benar marah. Cinta yang tersimpan dan terjaga sepuluh tahun dengan harapan bisa bersama sirn

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 121 Penghancur dan Penyelamat

    Setelah identitasnya Aisyah terungkap ke public bukan hanya Sean yang dicari, tetapi juga dirinya. Mereka berdua sama-sama dalam bahaya karena obsesi manusia yang ingin memiliki segalanya.“Apa aku akan terkurung lagi di menara kaca ini?” Aisyah berdiri di balkon. Dia memperhatikan sekeliling. Taman indah dan luas begitu tenang karena jauh dari jalan raya. Ruamh mewah itu berada di lahan pribadi yang tidak terganggu sama sekali.“Apa yang kamu pikirkan, Sayang.” Sean memeluk Aisyah dari belakang dan mencium leher yang terbuka dengan tidak lupa menyibak rambut yang sedikit basah. Istrinya tidak mengenakan hijab ketika berada di menara kaca. Itu adalah permintaan sang suami.“Sayang, maaf. Aku sudah membawa kamu dalam bahaya.” Aisyah memutar tubuh menghadap Sean.“Apa maksud kamu, Sayang? Aku memang selalu dalam bahaya sejak dilahirkan di dunia ini.” Sean meletakkan kedua tangannya di leher Aisyah. Dia melumat bibir merah tanpa ada lipstick. Wanita itu cantik alami dengan perawatan mahal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 120 Bukan Sean, tetapi Aisyah

    Aisyah dan Sean tiba di bandara internasional Italia. Pria itu benar-benar tidak ingin lagi kembali ke Amerika. Keluarganya telah mempertaruhkan nyawa sang istri sehingga dirinya menjadi benci dan memutuskan hubungan dengan semua anggota keluarganya.“Tuan Muda.” Paman Rome menyambut kedatangan Sean dan Aisyah. Pria itu cukup terkejut dengan kepulangan sang mafia yang mendadak.“Kami mau istirahat.” Sean membawa Aisyah ke menara kaca.Aisyah dan Sean masuk ke kamar. Mereka benar-benar lelah dan butuh istirahat. Sang istri harus ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada lagi racun di tubuhnya.Elio membawa sampel darah Aisyah ke laboratorium untuk diperiksa. Pria itu tidak lelah sama sekali. Dia terus bekerja untuk melindungi majikannya.“Bagaimana?” tanya Elio pada Leon.“Sudah tidak ada lagi racun,” jawab Leon.“Barron benar-benar gila. Dia membunuh banyak orang untuk bisa mendapatkan Nyonya Aisyah,” ucap Elio kesal.“Dia terobesesi pada dokter Aisyah karena pernah diselamatkan dari

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 119 Perlawanan

    Rahang Sean mengeras. Dia tidak akan pernah menyerahkan istrinya kepada siapa pun. Jika harus mati pria itu siap untuk mati bersama.“Serahkan Penawar!” Sean melepaskan pelukan dan menembaki kaki Barron. Dia dengan cepat merebut jarum dari tangan pria itu dan menancapkan di leher pemiliknya.“Aarrghh!” Barron berteriak kesakitan. Semua terdiam. Tidak ada pasukan yang berani bergerak.“Serahkah Penawar!” Sean menekankan pistol di leher Barron yang telah tertancap jarum beracun.“Tuan.” Edo terkejut melihat gerakan cepat Sean.“Lepaskan Tuan Barron!” Guilia mengarahkan pistol pada Aisyah.“Dorr!” Sean tanpa ragu menembaki tangan Guilia sehingga pistol dari jari-jarinya terlepas.“Berikan Penawar!” teriak Sean di telinga Barron. Dia kembali menekan pistol di leher Barron. “Sean!” Semua orang ketakutan dengan tindakan Sean yang dengan beraninya melukai Barron. Pria itu benar-benar tidak takut pada apa pun. Dia tidak akan menyerahkan istrinya kepada siapa pun. Walaupun telah menjadi mayat.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 97 Pelarian

    Aisyah berusaha menenangkan diri. Dia berharap suaminya baik-baik saja. Wanita itu menatap layar kaca yang menayangkan suasana kacau serta menegangkan. “Aisyah, kenapa belum tidur?” Noah mendekati Aisyah. “Kak, bawa perlengkapan medis. Kita pergi ke lokasi kecelakaan.” Aisyah memegang tangan Noah.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 96 Kecelakaan

    Maria membawa Aisyah ke kamarnya. Mereka duduk di sofa saling berhadapan.“Maaf, aku sudah menggantikan kamu di rumah ini,” ucap Maria memegang tangan Aisyah.“Terima kasih sudah menggantikan aku sehingga rumah ini tidak sepi dan kehilangan.” Aisyah tersenyum pada Maria.“Aku tidak pernah berpikir u

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 95 Cantik

    Sean benar-benar sibuk. Pria itu seakan tenang ketika Aisyah bersama keluarga Jordan karena ada Noah dan David yang dipastikan akan menjaga adik kandung mereka. Dia juga telah meninggalkan banyak pengawal yang berjaga sepanjang hari.“Sayang, aku masih bekerja. Apa kamu tidak masalah tetap di rumah

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 94 Keluarga Bahagia

    David masih berada di perusahaan. Pria itu sedang rapat penting setelah terlepas dari ancaman Sean. Dia mulai bangkit kembali. “Aisyah.” David melihat pesan dari Leana yang mengatakan Aisyah pulang ke rumah mereka. “Rapat kita ditunda besok!” David beranjak dari kursi. “Apa?” Semua orang di dalam

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status