ログインTerima kasih
Maria membawa Aisyah ke kamarnya. Mereka duduk di sofa saling berhadapan.“Maaf, aku sudah menggantikan kamu di rumah ini,” ucap Maria memegang tangan Aisyah.“Terima kasih sudah menggantikan aku sehingga rumah ini tidak sepi dan kehilangan.” Aisyah tersenyum pada Maria.“Aku tidak pernah berpikir untuk kembali, tetapi takdir berkata lain sehingga Sean bisa mengenali kamu,” ucap Aisyah.“Ya. Entah bagaimana pria itu bisa mengetahui bahwa aku palsu?” gumam Maria di dalam hati.“Mungkin karena kalian memang berjodoh,” ucap Maria.“Mungkin.” Aisyah memperhatikan kamar Maria.“Malam sudah larut. Aku harus menghubungi Sean. Dia belum kembali.” Aisyah beranjak dari sofa.“Kenapa tidak tunggu di sini saja hingga dia datang?” tanya Maria.“Sean biasanya melakukan panggilan video dan aku harus membuka cadar. Dia juga tidak suka ada orang lain. Aku pergi dulu.” Aisyah keluar dari kamar Maria dan pergi ke kamarnya.“Aku ingin menghancurkan Aisyah. Memisahkannya dari Sean. Sejak kedatangannya, se
Sean benar-benar sibuk. Pria itu seakan tenang ketika Aisyah bersama keluarga Jordan karena ada Noah dan David yang dipastikan akan menjaga adik kandung mereka. Dia juga telah meninggalkan banyak pengawal yang berjaga sepanjang hari.“Sayang, aku masih bekerja. Apa kamu tidak masalah tetap di rumah Jordan?” Sean mengirim pesan kepada Aisyah. Pria itu melakukan perjalanan dinas. Dia benar-benar sibuk.“Tidak apa. Di rumah cukup ramai. Semua orang berkumpul,” balas Aisyah.“Tuan, apa Anda tidak menjemput Nyonya?” tanya Elio.“Biarkan dia menikmati waktu bersama keluarga kandung. Dari pada rindu keluarga di Kairo,” jawab Sean.“Anda benar, Tuan. Di sini Nyonya memiliki orang tua lengkap dan dua saudara yang menyanyangi Nyonya.” Elio.“Ya. Aku mau dia melupakan Kairo dan hanya mengingat Italia,” ucap Sean.Mobil menuju barat. Di mana matahari mulai tenggelam. Sean menyelesaikan banyak bisnis dalam satu hari. Dia memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.“Aku mau menghancurkan bisnis Vito. Jika b
David masih berada di perusahaan. Pria itu sedang rapat penting setelah terlepas dari ancaman Sean. Dia mulai bangkit kembali. “Aisyah.” David melihat pesan dari Leana yang mengatakan Aisyah pulang ke rumah mereka. “Rapat kita ditunda besok!” David beranjak dari kursi. “Apa?” Semua orang di dalam ruangan rapat terkejut karena David tidak pernah menghentikan rapat. Pria itu selalu menyelesaikan tugas tepat waktu. Apalagi mereka sedang proses penstabilan perusahaan. “Tuan David, ada apa?” tanya sekretarisnya. “Aku ada urusan keluar dan harus pulang.” David mengambil kunci mobil dan langsung meninggalkan perusahaan tanpa menunggu lagi. Pria itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik kesayangan yang telah lama hilang dan baru bertemu beberap kali saja. Ada rindu yang tidak bisa digantikan dengan yang lain. “Ada apa?” Sang sekretaris melihat David tergesa-gesa. “Ini pertama kalinya aku melihat Tuan David meninggalkan rapat.” Wanita itu cukup heran dengan sikap David. Tidak ada y
Sean pulang dini hari ketika Aisyah sedang salat tahajud. Wanita itu melihat mobil hitam masuk ke garasi.“Siang hari dia lebih banyak di rumah, tetapi di malamnya bekerja.” Aisyah sangat ingin bertanya tentang pekerjaan Sean.“Dia mengatakan memberiku uang halal,” ucap Aisyah duduk di tepi kasur. Dia menunggu sang suami yang tidak juga datang.“Kenapa belum ke kamar?” tanya Aisyah pada dirinya sendiri.“Apa dia tidak tidur di sini?” Aisyah gelisah karena sudah terbiasa tidur dalam pelukan suami. Pria yang selalu menempel padanya sepanjang hari.“Mungkin dia tidak akan datang.” Aisyah mematikan lampu dan merebahkan tubuh di kasur. Dia menarik selimut dan memeluk guling. Memejamkan mata dalam senyuman. Membiasakan diri ketika sang suami tidak di sisinya.Sean pergi ke kamarnya. Pria itu mandi dan berganti pakaian. Membuang baju, celana dan semua kain yang melekat di tubuhnya ke tempat sampah. Dia mengeringkan diri.“Aisyah.” Sean duduk di sofa. Dia terlihat berpikir sejenak.“Aku akan k
Setelah puas bercinta dengan sang istri. Sean izin pergi bekerja. Selama mencari Aisyah, dia hampir tidak peduli dengan bisnisnya. Beruntung, pria itu memiliki anak buah yang sangat setia padanya. “Sayang, apa malam ini aku boleh pergi?” tanya Sean bersimpuh di hadapan Aisyah.“Kemana?” tanya Aisyah menyentuh kedua pipi Sean.“Memeriksa gudang di ujung kota. Selama mencari kamu, aku hampir tidak bekerja sama sekali,” jelas Sean.“Maafkan aku, Sayang.” Aisyah terlihat sedih.“Tidak, Sayang. Ini bukan salah kamu.” Sean beranjak dari lantai dan memeluk Aisyah.“Ini salah pria gila yang menculik kamu dan memisahkan kita.” Suara Sean terdengar tertekan.“Baiklah. Aku tidak akan menyalahkan siapa pun. Pergilah. Ingat harus hati-hati.” Aisyah tersenyum cantik.“Terima kasih, Sayang.” Sean mengecup dahi dan bibir Aisyah.“Kamu harus tidur dan tidak usah menungguku karena lokasi gudang sangat jauh dari pusat kota sehingga aku butuh waktu yang lama untuk pergi dan pulang,” jelas Sean.“Ya.” Ais
WARNING!!!! 21++++++++Aisyah tersenyum menatap Sean yang khawatir berlebihkan. Pria itu benar-benar tidak percaya pada istrinya yang juga seorang dokter dan bisa memeriksa diri sendiri.“Dokter juga butuh perawatan,” ucap Sean.“Apa kamu tidak percaya dengan kemampuanku?” tanya Aisyah lembut.“Aku percaya, tetapi aku lebih percaya bahwa kamu akan menyembunyikan kenyataan karena tidak mau orang lain khawatir. Kamu hanya peduli pada orang lain, tetapi lupa pada diri sendiri, Aisyah.” Sean mencium tangan Aisyah.“Apa aku suka berbohong?” Aisyah mencubit hidung mancung Sean.“Tidak,” ucap Sean menarik leher Aisyah dan mencium bibir istrisny. Pria itu sudah sangat menahan diri dari sejak mereka bertemu setelah berpisah.“Karena kamu sehat, maka aku tidak akan menunda lagi.” Sean segera menggendong Aisyah dan membawa masuk ke dalam lift.“Menunda apa?” tanya Aisyah.“Aku sangat tersiksa karena kita tidak berjumpa,” ucap Sean melepaskan tubuh Aisyah di kasur.“Ini bukan tentang nafsu, Sayan
Noah benar-benar tidak peduli dengan acara pertukaran cincin antara Maria dan Sean. Dia duduk dan menonton video seorang wanita berhijab lengkap dengan cadar. Sang hijaber berkuda dan memanah dengan angka sempurna serta bermain pedang hingga menjadi pemenang.“Siapa wanita ini?” Noah yang memiliki b
Hari pertunangan tiba di dua negara berbeda. Khaled dan Aisyah di Kairo. Sean dan Maria di Italia.Jack mengambil acara keluarga yang tidak diketahui orang lain. Begitu tertutup dan rahasia dengan alasan keselamatan. Berbeda dengan keluarga Sawiris yang terbuka untuk umum. Mereka mengundang para pet
Maria cukup kecewa dengan sikap Sean yang terlalu dingin dan cuek padanya. Dia berharap pria itu hangat dan romantis. Apalagi hari itu adalah pertama kali bertemu setelah sepuluh tahun lamanya berpisah. Di mana mereka harus mencoba gaun pertunangan dan pengantin. Mengambil foto untuk dipajang.“Tuan
Sean melakukan pemeriksaan untuk memastikan semua luka di tubuhnya sudah sembuh. Pria itu tidak ingin lagi mengingat dokter muda yang telah mengobati lukanya.“Luka Anda sudah sembuh, Tuan. Oleskan salep agar tidak meninggalkan bekas,” ucap dokter.“Terima kasih.” Elio mengambil salep dari tangan do







