Share

Bab 95 Cantik

last update publish date: 2026-04-30 20:58:00
Sean benar-benar sibuk. Pria itu seakan tenang ketika Aisyah bersama keluarga Jordan karena ada Noah dan David yang dipastikan akan menjaga adik kandung mereka. Dia juga telah meninggalkan banyak pengawal yang berjaga sepanjang hari.

“Sayang, aku masih bekerja. Apa kamu tidak masalah tetap di rumah Jordan?” Sean mengirim pesan kepada Aisyah. Pria itu melakukan perjalanan dinas. Dia benar-benar sibuk.

“Tidak apa. Di rumah cukup ramai. Semua orang berkumpul,” balas Aisyah.

“Tuan, apa Anda tidak me
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka

| 21
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Lilyan
aisyah hrs menggunakan kemampuannya utk menghadapi maria yg jahat
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 132 Sibuk Sepanjang Hari

    Sean membawa Elio dan Leon ke ruang kerja. Pria itu ingin berbicara serius dan sedikit rahasia.“Ada apa, Sean?” tanya Leon curiga.“Ehem.” Sean melihat pada Elio dan mengibaskan tangannya.“Baik, Tuan.” Elio keluar dari ruang kerja.“Hm.” Leon memperhatikan Sean.“Leon, selama hamil. Apa aku masih bisa menyentuhnya?” tanya Sean gugup.“Hanya menyentuh atau mensetubuh?” Leon balik bertanya dengan menahan senyum.“Kamu pasti mengerti. Tidak usah pura-pura bodoh.” Sean menghempaskan tubuhnya di sofa.“Tergantung kondisi tubuh Aisyah. Jika dia dan janin kuat. Tentu tidak masalah, tetapi tetap harus hati-hati dan menahan diri. Jangan terlalu ganas seperti pengantin baru,” jelas Leon tersenyum.“Aku tahu. Sekarang aku sudah lebih lembut ketika menyentuh Aisyah.” Sean mengangguk.“Tapi sebaiknya kamu benar-benar menahan diri untuk tiga bulan pertama ini. Berapa usia kandungan Aisyah?” tanya Leon.“Aku tidak tahu. Aku akan bertanya padanya.” Sean beranjak dari sofa.“Aisyah tetap harus melaku

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 131 Kabar Gembira

    Aisyah tersenyum. Dia meletakkan kedua tangan di pundak Sean. Wanita itu menatap wajah penasaran suaminya.“Aku hamil,” ucap Aisyah.“Apa?” Mata Sean melotot. Pria itu terlihat bingung dan khawatir. Dia tidak bisa mengekpresikan dirinya. Ada rasa takut yang tidak bisa diungkapkan.“Sayang, aku hamil.” Aisyah mengulangi kalimatnya.“Sayang, apa kita akan punya anak?” Sean memegang perut Aisyah yang masih rata.“Ya.” Aisyah mengangguk dengan senyuman lebar.“Oh God. Thanks.” Sean beranjak dari lantai dan memeluk Aisyah. Dia mengusap perut istrinya.“Sayang, apa yang harus aku lakukan? Dan apa yang tidak boleh?” tanya Sean.“Terus, kamu. Kamu tidak boleh melakukan apa pun. Cukup istirahat dan makan. Oh, tidak aku harus mencari dokter kandungan, ahli gizi dan perawat. Aku akan menghubungi Leon.” Sean gelisah dan gugup. Dia beranjak dari tepi kasur dan mengeluarkan ponsel.“Sayang, tenangkan diri kamu.” Aisyah mengambil ponsel dari tangan Sean dan menarik pria itu untuk kembali duduk di tep

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 130 Dibuang

    Balas dendam Bianca masih berlanjut. Dia dibantu Varrel dan Vito memalsukan kepergian bulan madu sehingga tidak ada keluarga yang menghubungi Maria. Padahal wanita itu telah dipindahkan ke klinik yang jauh dari pusat kota. Wanita itu benar-benar diasingkan di tempat terpencil tanpa ada orang yang mengenalinya.“Kenapa sepi sekali?” Maria terbangun dari tidur panjang. Dia berada di dalam sebuah kamar perawatan. Matanya masih tertutup perban. Wanita itu masih dalam kondisi yang belum stabil.“Dokter. Perawat.” Maria memanggil semua orang, tetapi tidak ada jawaban. Ruangan itu benar-benar sunyi tanpa suara.“Tolong!” teriak Maria meraba-raba samping tempat tidur. Dia mencari bel panggilan perawat jaga.“Brak!” Gelas kaca jatuh ke lantai dan pecah.“Mama.” Maria menangis. Tidak ada yang datang merawatnya.“Nona, Anda harus tenang.” Seorang perawat masuk.“Saya akan menajga dan merawat Anda.” Perawat membantu Maria duduk. Dia membersihkan pecahan gelas dan membuang ke tempat sampah.“Sus. D

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 129 Balas Denda,

    Maria dibawa ke rumah sakit. Matanya diperban. Wajahnya memerah dan bengkak. Dia sangat kesakitan. Ada rasa pedih, perih dan ngilu di kepala, mata dan wajanya.“Varrel, di mana kamu?” tanya Maria.“Nona, Tuan Varrel sudah kembali setelah mengantar Anda,” ucap perawat.“Bagaimana keluargaku? Apa mereka telah diberitahu?” tangan Maria meraba-raba. Dia mencari perawat.“Saya tidak tahu, Nona. Tuan Varrel tidak bicara apa pun. Dia hanya meminta kami untuk menjaga dan merawat Anda,” jelas perawat.“Apa Varrel membawa ponselku? Tanya Maria lagi.“Tidak ada, Nona,” jawab perawat.“Tolong hubungi Varrel. Aku mau memberitahu keluargaku,” pinta Maria.“Baiklah. Apa Anda hapan nomor Tuan Varrel?” tanya perawat.“Tidak,” jawab Maria bingung.“Pergilah,” tegas seorang wanita dari pintu. Dia mengusir perawat yang bertugas menjaga dan merawat Maria.“Baik, Nona.” Perawat segera keluar dari kamar Maria.“Siapa kamu? Apa kamu tahu di mana Varrel?” tanya Maria menoleh ke arah suara. Dia tidak mengenali

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 128 Malam Pengantin

    Tamu undangan telah berpindah ke hotel untuk beristirahat karena masih ada pesta di malam hari. Mereka juga mendapatkan kamar mewah. Semua orang benar-benar menikmati kebahagiaan yang diberikan oleh Varrel. Pria itu memanjakan setiap tamu yang datang. Dia tidak mengecewakan. Walaupun pernikahan itu tanpa dasar cinta hanya jebakan untuk mendekati keluarga Aisyah.Pesta begitu liar. Para pria dan wanita menghabiskan malam dengan minum-minuman beraneka warna serta rasa. Lampu menjadi redup dan berkelip mengikuti alunan music. Para tetua telah meninggalkan jam malam untuk muda mudi.“Ahh! Aku benar-benar bahagia.” Maria merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia menatap langit kamar yang dihiasi lampu Kristal. Wanita itu mengambil ponsel dan memposting pesta mewahnya di semua aku media sosial.“Seluruh dunia harus tahu bahwa aku menikah dengan Varrel. Pria yang berkuasa dan pesta pernikahanku sangat mewah.” Maria terus tersenyum.Maria tidak lagi berhubungan dengan teman-teman yang telah mengh

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 127 Pesta Pernikahan

    Varrel tidak mencium bibir Maria. Dia hanya mengecup sekilas. Pria itu tidak benar tertarik pada istrinya yang bukan anak kandung Leana.“Kenapa?” tanya Maria di dalam hati. Dia kecewa karena tidak mendapatkan ciuman dari Vareel. Pria yang telah sah menjadi suaminya.“Aku menginginkan keturunan asli,” bisik Varrel melirik Aisyah yang duduk di samping Leana dan memeluk Maria.“Apa?” Maria terkejut. Tubuhnya dipeluk erat oleh Varrel.“Kamu hanya anak angkat dengan keturunan yang tidak jelas. Diambil dari panti asuhan dan menukar identikas dengan Bianka,” lanjut Varrel mengejutkan Maria.Maria terdiam dan membeku. Dia mengunci mulutnya. Wanita itu tidak menyangka bahwa Varrel mengetahui masa lalunya yang cukup kejam. Seorang adik yang membuat sang kakak buta sementara agar bisa masuk kek keluarga kaya.“Bagaimana dia bisa tahu tentang masa laluku?” tanya Maria di dalam hati. Dia menjadi gugup dan takut. Rahasia sepuluh tahun yang lalu telah dikuburnya dengan sangat dalam.“Tuan, Varrel. S

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 7 Makan Malam

    Kepulangan Sean masih dirahasiakan. David dan Noah pun tidak memberitahu keluarganya. Padahal dua bersaudara itu sudah tahu, tetapi mereka seakan sengaja menutupinya.“Kak!” Maria bersemangat menuruni tangga menuju ruang tengah.“Kak Noah. Kak David.” Maria memeluk dua pria tampan yang berdiri menun

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 6 Sean Costa Nostra

    Sean dirawat di rumah. Pria itu tidak teriasa berada di rumah sakit. Dia duduk di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada karena ada luka yang harus dijaga.“Permisi, Tuan. Kami akan mengganti perban.” Dokter dan perawat mengetuk pintu kamar Sean ditemani kepala asisten rumah tangga. Seorang pria

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 5 Keluarga Maria

    Jordan dan Leana duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Pasangan suami istri itu tampak gelisah.“Sayang, Sean akan segera pulang. Mereka akan bertemu di hari ulang tahun Maria yang kedua puluh.” Leana menatap Jordan. “Ya. Dia akan pulang, tetapi tidak tahu kapan? Maria akan berulang tahun bulan d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 4 Berpisah

    “Alhamdulilah.” Aisyah tersenyum melihat kedatangan para penyelamat. Dia berlari menuju tenda darurat.“Dia.” Sean mengikuti Aisyah dengan tubuh yang sakit.“Semuanya. Tim penyelamat datang.” Aisyah benar-benar bersemangat untuk menyampaikan kabar bahagia kepada semua orang yang masih selamat.“Syu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status