Home / Mafia / Obsesi Cinta Tuan Mafia / [6] Peringatan Keras!

Share

[6] Peringatan Keras!

Author: Kim Meili
last update publish date: 2026-05-01 06:57:03

Menerima hukuman? Mendengar ucapan itu tubuh Clara langsung menegang. Dia tahu ini bukanlah hal yang baik. Ethan pasti akan menyakitinya. Apalagi melihat sorot mata penuh amarah yang ditunjukkannya.

‘Apa aku benar-benar akan berakhir di sini sekarang?’ batin Clara.

Clara menelan saliva pelan. Kedua tangannya mengepal, meremas sprei dengan cukup kuat. Pandangannya tidak beralih sama sekali, terus berjaga-jaga kalau Ethan akan melakukan gerakan yang mencurigakan.

‘Aku tidak mau berakhir di sini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [7] Mau Menggodaku?

    Clara membuka mata secara perlahan, menatap langit yang sudah terlihat terang. Menyadari jika hari sudah pagi, Clara hanya bisa menghela nafas lirih. Perlahan, dia mulai turun dari ranjang dan melangkah ke arah jendela. Tangannya mencoba menutupi sinar matahari yang langsung mengenai wajah.“Matahari kali ini benar-benar cerah, Tapi sayangnya aku masih terkurung di sini,” ucap Clara lesu. Clara membuang nafas kasar. Sekarang tidak ada yang bisa dilakukan selain pasrah. Jangankan untuk melarikan diri. Untuk keluar dari kamar pun dia sudah tidak bisa lagi. Ethan benar-benar menguncinya di ruangan tersebut. “Padahal aku tidak seberharga itu sampai harus dikurung,” gerutu Clara. Rasanya Ethan benar-benar berlebihan. Suara keroncongan terdengar. Clara hanya bisa mengelus perutnya secara perlahan, berharap cacing-cacing di dalam bisa sedikit bersabar sampai datangnya makanan. Pasalnya, tidak mungkin Clara mengetuk pintu dan berteriak meminta makan. Yang ada bukannya mendapat makan, tetap

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [6] Peringatan Keras!

    Menerima hukuman? Mendengar ucapan itu tubuh Clara langsung menegang. Dia tahu ini bukanlah hal yang baik. Ethan pasti akan menyakitinya. Apalagi melihat sorot mata penuh amarah yang ditunjukkannya.‘Apa aku benar-benar akan berakhir di sini sekarang?’ batin Clara. Clara menelan saliva pelan. Kedua tangannya mengepal, meremas sprei dengan cukup kuat. Pandangannya tidak beralih sama sekali, terus berjaga-jaga kalau Ethan akan melakukan gerakan yang mencurigakan. ‘Aku tidak mau berakhir di sini. Aku harus selamat. Aku belum mau mati,’ batin Clara.“Kenapa diam saja, Clara? Tidak mau menjelaskan denganku?” tanya Ethan, menekan satu per satu kalimatnya. ‘Apalagi yang bisa aku jelaskan? Semua bahkan sudah terjadi cukup jelas. Alasan apapun tidak akan mungkin dipercaya,’ batin Clara.Melihat raut wajah Clara yang begitu cemas dan pucat, Ethan tersenyum sinis. Dia yang awalnya berada di atas tubuh Clara pun langsung menyingkir, turun dari ranjang dan merapikan pakaian. Sorot matanya melir

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [5] Gagal Melarikan Diri

    “Aku harus segera mencari jalan keluar. Aku tidak bisa terus berdiam diri di tempat ini.”Clara yang melihat kepergian Ethan langsung menyusuri rumah megah tersebut. Dia mencari-cari jalan keluar, berniat ingin meninggalkan tempat itu. Meskipun semalam tidak terjadi apapun, tetapi Clara tidak bisa menjamin hidupnya tetap tenang di tempat yang mengerikan itu. Ethan bisa Kapan saja mengamuk dan membunuhnya. “Aku tidak ingin berdiam diri dan menunggu kematianku,” gumam Clara.Clara mengamati sekitar. Tempat itu tidak seramai sebelumnya. Hanya ada beberapa pelayan yang sejak tadi berlalu-lalang, membersihkan rumah tersebut. Namun, Clara tetap bersikap biasa. Dia hanya berjalan-jalan saja sembari mengamati sekitar. Sebisa mungkin Clara tidak ingin menimbulkan kecurigaan.“Nona Clara.”Clara yang hendak menggeser pintu kaca di depannya langsung berhenti. Dia membalikkan tubuh, menatap asal suara. Di hadapannya sudah ada wanita paruh baya yang menatapnya dengan sorot mata lembut. Melihat i

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [4] Kedatangan Wanita Lama

    “Ethan, lama tidak bertemu.”Ethan yang mendengar sapaan itu pun langsung mengalihkan pandangan, menatap kasar suara dengan ekspresi datar. Tatapannya terkesan tajam dan juga menusuk. Tidak ada senyum dan keramahan sama sekali. Bahkan saat melihat siapa yang datang, dia malah mengalihkan pandangan. Namun, Sophie—teman masa kecil Ethan—seperti tidak mempedulikan reaksi pria itu. Dia memilih melangkahkan kaki, mengulas senyum lebar dan mendekat ke arah Ethan berada. Sampai dia berdiri tepat di sebelah pria itu, memegang pundak Ethan dan mengelus pelan. “Kamu tidak merindukanku?” tanya Sophie. Tatapannya tetap terkesan menggoda. Jemarinya juga tidak berhenti bergerak di pundak Ethan.Sayangnya, saat jemarinya hendak menyentuh dada pria itu, Ethan menghentikannya. Ethan menggenggam erat pergelangan tangan Sophie dan menatap ke arah wanita tersebut. Terlihat jelas kekesalan dari tatapannya. Sampai dia menyingkirkan dengan kasar dan membuang nafas berat.“Untuk apa kamu datang ke sini, So

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [3] Berniat Kabur

    “Aku harus pergi dari tempat ini.”Clara yang baru saja melihat kekejaman Ethan semakin dibuat ketakutan. Wajahnya memutar dengan raut wajah cemas. Kakinya terus melangkah, sembari mengamati sekitar. Rumah yang begitu besar itu membuat Clara sulit menemukan jalan keluarnya. “Kenapa waktu masuk ke rumah ini aku tidak melihat sekitar? Sekarang aku jadi bingung sendiri,” gerutu Clara. Dia terus melangkahkan kaki dan mengamati sekitar. Dia juga ingin memastikan kondisi sekeliling, tidak ingin anak buah pria itu mengetahui keberadaannya. Dalam hati Clara sekarang, dia hanya ingin segera keluar dan terbebas dari sarang yang begitu menakutkan. “Aku tidak bisa tinggal di sini. Kalau aku tinggal di sini bisa-bisa hidupku hancur. Bisa saja pria itu membunuhku,” gumam Clara. Sekelebat bayangan terlihat. Clara yang merasa terancam pun mulai bersembunyi di balik dinding dan menatap sekeliling. Ada beberapa pengawal yang saat itu berjaga, mengamati kondisi sekitar rumah. Melihat hal itu, nyali

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [2] Dia Membunuh?

    “Jangan!”Clara berteriak sekeras mungkin ketika Ethan terlihat sudah membuka satu persatu kancing pakaiannya. Pria itu menunjukkan bagian dada yang tidak tertutup sama sekali. Melihat tatapan tajam dari Ethan benar-benar membuat Clara merinding. Air matanya juga tidak berhenti mengalir. “Aku mohon jangan,” kata Clara dengan raut wajah memelas. Dia sedikit memundurkan tubuh, berusaha menghindari Ethan.Namun, bukan Ethan namanya kalau menuruti ucapan orang lain. Dia pun terus mendekat ke arah Clara yang masih berada di ranjang. Jaraknya memang cukup jauh, tetapi itu masih dalam jangkauan pria tersebut. Dia bahkan mengamati lekuk tubuh Clara yang tampak menggoda. Hingga dia melihat wanita itu membalikkan tubuh dan siap pergi. Tepat saat itu, Ethan meraih tangan Clara dan menariknya. “Tidak! Jangan!” teriak Clara dengan isak tangis yang masih terdengar. “Kamu mau kabur, hah?” Ethan menangkup pipi Clara dan mengapitnya dengan keras. Clara tidak bisa mengatakan apapun, tetapi dia teru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status