Share

Bab 55.

last update publish date: 2025-12-26 23:39:50

Tangan Kaiden dengan sengaja menyelusup ke dalam baju Alina, menjepit kulitnya dengan kekuatan yang membuat Alina menahan napas.

Bibir Alina terkatup rapat, ia menggigit keras bibir bawahnya hingga rasa perih menyusup dan tetesan darah kecil mengalir turun.

Kaiden cepat menangkap tetesan itu, tanpa ragu ia menghisap darah itu, matanya menyala penuh ancaman dan kebanggaan yang mengerikan.

Saat bibir mereka terlepas, napas Kaiden masih berat, suaranya dingin dan mengerikan.

"Berani kamu mengu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 184. Penyesalan Vino.

    Bohong kalau Alina sampai tidak tersentuh dengan sikap Kaiden yang menyedihkan sekarang ini. Apalagi ucapan Kaiden seperti menyentuh sesuatu di dalam hatinya, yaitu tentang kesendirian karena telah ditinggalkan oleh keluarga yang dicintai. Padahal baru sebulan tidak melihat wajah pria itu, Alina merasa seperti sudah lama tak bertemu. Dengan hembusan napas kasar, ia pun berkata, "nanti malam aku akan menemanimu ... Mm, sebagai seorang teman." Setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba Alina menutup mulutnya. Kaiden bersusah payah untuk menyembunyikan rasa senangnya. Bagaimana pun juga, sekarang ia sudah memiliki ide untuk mendekati Alina. "Ya ... Terimakasih ... " sahut Kaiden sopan. Setelah itu Alina memilih untuk duduk di kursi tamu, tidak ingin menciptakan gosip di tengah suasana duka. Matanya tajam melihat ke arah sekeliling, sekarang ini ia sedang mencari Vino. Tapi Alina sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan pria itu. Prosesi pemakaman berjalan lancar sampai p

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 183. Alina rindu Kaiden.

    Di rumah duka. Kaiden menekuk lututnya di samping peti mati berlapis kayu mahoni yang mengilap, tangannya mencengkeram erat bingkai kayu itu seolah ingin menahan dunia agar tak runtuh. Matanya merah membara, napasnya berat dan terengah-engah oleh amarah yang menggelegak tanpa henti. Di dalam hatinya, dendam merayap seperti api yang melalap, karena racun itu telah merenggut nyawa ibunya dengan kejam, tanpa ada sedikit pun belas kasihan. Ia menatap kosong ke arah sekeliling ruangan yang megah dan sunyi, ruang duka mewah yang seharusnya menjadi tempat penghormatan, kini berubah menjadi saksi bisu luka yang tak terobati. Bayangan wajah ibunya yang tersenyum lembut dulu terus menghantui, membuat dadanya sesak oleh rasa kehilangan yang belum sempat ia lawan.Ia masih ingat dengan jelas, janjinya pada ibunya untuk memberikan cucu. Dylan, asistennya, mendekat dengan langkah hati-hati. "Tuan Nolan datang bersama dengan nona Alina," ucapnya pelan, suara berat penuh beban. Kaiden menoleh

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 182. Keke meninggal?

    Melihat keadaan Risma yang semakin memburuk, Alina memutuskan untuk pergi menemui Vino.Walaupun selama sebulan ia sudah mencari tahu, tentang pasien gagal sembuh yang di rawat di rumah sakit ini.Bagi Alina, semuanya nampak memiliki kondisi yang sama.Mereka yang gagal sembuh, akan mati dalam dua sampai enam bulan.Bahkan semua gejala penyakit mereka juga menunjukkan reaksi yang begitu mirip."Ini sungguh tidak masuk akal." Gumam Alina seraya berjalan meninggalkan ruang inap Risma.Saking kalutnya dengan pikirannya sendiri, Alina sampai tidak menyadari, jika dari tadi Nolan mengikutinya."Alina bisakah kita berdua bicara sebentar?" Tanya Nolan sopan, walaupun sebulan ini keduanya sering menghabiskan waktu bersama karena Risma.Tapi hubungan keduanya malah semakin canggung, Nolan sendiri semakin menyadari jika perasaannya untuk Alina sulit untuk dihilangkan.Tapi, karena tanggung jawabnya pada Ghea, di tambah Alina yang sama sekarang ini sama sekali tak memiliki perasaan terhadapnya.

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 181. Menjadikan alasan untuk tetap hidup.

    Alina memegang tangan Kevin, "kamu nggak boleh menyerah, kamu harus semangat sembuh." Kevin tidak menolak sentuhan Alina. "Semangat? Sudah tidak ada alasan lagi untukku bersemangat, aku sudah nggak punya tujuan lagi untuk hidup." Alina merasa sedih, saat melihat Kevin putus asa seperti ini, ia tidak menyangka orang yang paling bersemangat dalam hidupnya akan mengalami fase seperti ini. "Kevin, apakah kamu nggak ingin menjemput kebahagiaan dengan menikah dan memiliki anak?" Tiba-tiba Alina teringat dengan ayah Kevin. "Kalau sekarang kamu merasa bingung dengan hal apa yang bisa membuatmu semangat dalam menjalani hidup, coba ingatlah ayahmu!!" Saat mendengar ucapan Alina yang menyuruhnya semangat, ekspresi Kevin sedikit senang. Namun, ekspresinya berubah murung setelah Alina membahas ayahnya. Alina juga melihat perubahan ekspresi Kevin. "Apakah barusan aku salah bicara?" Gumam Alina dalam hati. "Ayahku selama ini diam-diam selingkuh dengan ibunya Nolan, faktanya aku dan

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 180. Risma?

    Setelah masuk ke dalam rumah sakit. Alina berdiri di sudut lorong rumah sakit yang berkilau dengan lampu kristal, menatap ruang inap VVIP tempat tubuh Risma terbaring. Hatinya bergemuruh, campuran antara cemas dan curiga. Semula ia mengira Risma akan segera ditangani di UGD seperti pasien lainnya, tapi kenyataannya berbeda. Tubuh Risma langsung dibawa ke ruang khusus, tanpa prosedur yang biasa ia ketahui. Langkah kaki Victor terdengar mendekat, suara yang selalu membuat Alina merasa tak nyaman. Tatapan mata Victor yang tajam dan dingin menusuk setiap kali mereka bertemu. "Alina, apa kabar?" sapa Victor dengan nada yang sarat permusuhan, seolah menyembunyikan sesuatu di balik senyum dinginnya. Alina mengangkat wajah, berusaha menahan amarah yang menggelegak. "Baik," jawabnya singkat, suara yang dipaksakan tetap tenang. Matanya tak lepas dari sosok Victor yang berdiri tegap di depan pintu ruang inap, seolah mengawasi segala gerak-gerik di sana. Di balik keten

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 179. Membuka hati.

    Wajah Risma semakin memucat, tiba-tiba Alina merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Risma. Ia pun memegang dahi Risma. "Tubuhnya sangat dingin, aku harus memberitahu Nolan," gumam Alina. Lantas ia pun pergi meninggalkan pondok untuk mencari Nolan dengan masuk ke dalam rumah. Baru memasuki rumah, ia merasa seperti kembali ke rumah lamanya. Bukan hanya desain rumahnya yang mirip, tapi dari warna cat dan tata letak perabot, semuanya terlihat sama. Tak berselang lama, Nolan muncul. "Apa yang terjadi?" Tanya Nolan, seperti bisa menebak apa yang terjadi. Alina langsung menjelaskan semuanya. "Kamu kembali dulu, temani Risma. Aku akan siapkan mobil dan barang bawaan Risma," kata Nolan, tanpa menunggu jawaban Alina, ia pergi dari tempat itu begitu saja. Banyak pertanyaan yang mengganjal dalam hati Alina, "apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Risma sering mengalami hal seperti ini, kenapa Nolan tidak terlihat terkejut?"Alina pun buru-buru kembali ke pondok. Tak berselang lama, No

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 165.

    Nolan menyahut, "Risma apa yang kamu katakan? Tentu saja, kakak sudah beli rumah baru, mulai sekarang kamu tinggal saja sama kakak."Risma menangis sesenggukan, sikap Vino yang tiba-tiba berubah sungguh membuatnya terkejut. "Kak tapi kenapa Vino tiba-tiba berubah seperti ini? Apakah kakak merasa a

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 162. Kaiden yang menggila.

    "Kamu begitu senang berada di sisi Dika, ya? Sampai enggan ikut denganku." Kata Kaiden dengan wajah yang menakutkan. "Aku nggak nyangka, ternyata hal yang aku lakukan sia-sia," imbuhnya dengan senyuman getir. "Bukan begitu .... " Sahut Alina, air mata mengalir deras dari kedua pelupuk matanya.

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 158. Pesta nanti malam.

    Alis Kaiden mengerut setelah mendengar ucapan ibunya. Ia ingat, jika sebelum orang tua Alina meninggal, keluarga Alina termasuk keluarga berada. Kaiden bertanya memastikan, "Dulunya kakek Alina hakim agung? Soalnya kalau bisa memvonis pengusaha kelas atas, seharusnya jabatan hakim agung yang dia

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 163. Hukuman yang mengerikan.

    "Kau ingat kata sakit Alina? Apakah kau itu lupa? Bagaimana Dika menyiksamu ... " Bisik Kaiden dengan seringai yang menyeramkan. Ekspresi wajah Kaiden berubah-ubah, sungguh hal itu membuat Alina ketakutan. Alina memasang ekspresi wajah yang sangat lembut, berharap kali ini Kaiden akan mudah luluh

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status