Share

31. Garis Hidup

Penulis: Nawasena
last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 20:37:16

Suara langkah kaki para petugas medis masih menggema di lorong ketika Ivanka akhirnya keluar dari ruangan itu.

Pisau yang tadi ia pegang masih berada di tangannya, namun sekarang ujungnya sudah turun. Napasnya berat. Jantungnya masih berdetak terlalu cepat.

Koridor lantai atas Obsidian Central tampak kacau. Beberapa staf keamanan berlari ke sana kemari. Bau mesiu dan darah masih terasa di udara.

“Semua jalur keluar ditutup!”

“Periksa setiap lantai!"

“Tidak ada yang boleh keluar tanpa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Sang Penguasa   66. Deretan Kode Yang Mengubah Hidupnya

    Namun Byakta menepisnya pelan. “Aku masih bisa berdiri.” Dia kembali menatap Rendra. Kali ini dengan tatapan yang jauh lebih tajam. “Kalau semua ini benar,” ucapnya pelan, “kenapa kamu tidak bilang dari awal? Kamu sudah terlalu jauh, Rendra. Untuk apa kamu melakukan semua ini? Untuk melawan Black Raven? Untuk menyusup ke markas Arkanza? Ini… ini terlalu jauh, Rendra.” Rendra tersenyum tipis. Dia menatap penyesalan di wajah Byakta tak percaya. Rasa kecewanya lebih besar, dibanding rasa takut yang ia tahan. “Karena kamu tidak akan percaya, Byakta. Kamu bahkan hanya menerima semua rasa sakit ini. Berusaha mengubur masa lalu itu dalam file server ini. Kamu pikir itu bisa menyelesaikan masalah? Kamu pikir organisasi gila itu akan berhenti?” Rendra menepuk pipi Byakta yang sudah berkeringat. “Tidak akan semudah itu, Byakta. Mereka tidak akan menyerah. Bukti

  • Obsesi Sang Penguasa   65. Hubungan Yang Sulit Diakhiri

    Ivanka menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang dengan mata terpejam. Seharusnya, yang dirasakan adalah kelegaan, tapi ini justru kegelisahan. Pikirannya masih terus berpusat pada ekspresi Byakta yang jauh berbeda. Dia tidak lagi penuh obsesi. Dia seperti sudah pasrah dengan semua yang terjadi. “Apa dia memang mempermainkanku,” gumam Ivanka pelan. Matanya turun, ketika ponselnya kembali bergetar. Itu adalah notifikasi dari sang ayah. Semenjak dia memberi tahu akan kembali karena kontrak sudah selesai, ayahnya berubah menjadi seorang wartawan yang terus saja bertanya. ‘Kamu yakin akan menjauh dari kekuasaan mereka.’ Itu adalah pesan yang baru saja dikirim oleh Pramudita. Ivanka tidak lagi menjawab. Pria tua itu sudah hampir sepuluh kali bertanya hal yang sama. “Lebih cepat, Pak, saya sudah lelah.” Kalimat itu membuat Pak Sopir mengangguk patuh, lalu kembali memacu gasnya. Ponsel Ivanka kembal

  • Obsesi Sang Penguasa   64. Keterkaitan

    “Sial!” umpat Ivanka dengan tangan yang masih sibuk menata barang-barangnya. Dia sesekali berhenti, lalu mendengus, dan melanjutkan kegiatannya lagi. Jemarinya bergerak lebih kasar dari biasanya. Ritsleting tas ditarik terlalu keras, sampai hampir macet. Rahangnya mengeras. Nama Byakta dan senyum terakhirnya terus berputar di kepalanya. “Hih!” Ivanka mengacak rambutnya setiap kali dia mengingat kebodohannya. Hampir saja masuk ke kandang singa hanya untuk menyelamatkan anak anjing. “Aku berjanji, akan membencimu seumur hidupku. Dasar Byakta bodoh!” Dia melirik ponselnya. Taxi yang dia pesan, rupanya lebih cepat datang dari perkiraanya. Agak lega, karena akhirnya dia akan benar-benar pergi dari tempat terkutuk ini, dan kembali hidup normal seperti dulu. “Selamat tinggal tempat sialan!” Taxi berhenti tepat di depan gerbang. Ivanka tidak langsung mas

  • Obsesi Sang Penguasa   63. Pengorbanan Tak Terlihat

    Byakta sedikit menegakkan tubuhnya. Dia menatap Ivanka dengan tatapan yang tidak lagi dingin. Tatapan itu seolah mengatakan kalau ini adalah salam perpisahan terbaik yang sudah dia persiapkan untuknya. “Tepat ketika kontrak ini berakhir, kamu sudah tidak ada hubungan lagi dengan ku ataupun Black Raven,” katanya. “Kamu bisa bebas menikmati hidupmu seperti semula. Dan aku juga sudah menyiapkan uang untuk melunasi semua hutang perusahaanmu. Jadi tenang saja, kamu tidak akan lagi kesulitan.” Ivanka masih belum menjawab. Dia tidak berpikir kalau Byakta akan menendangnya dengan cara ini sekarang. Dengan emosi yang berusaha ia stabilkan, Ivanka membalas tatapan Byakta. “Jadi ini caramu menyingkirkanku?” Nada suaranya mulai berubah. Ada getaran halus yang tidak bisa disembunyikan lagi. Byakta terkekeh ringan. Dia menyingkap selimutnya perlahan. “Aku hanya melindungimu, Ivanka,” ujarnya. “Melindun

  • Obsesi Sang Penguasa   62. Pemutus Kontrak

    Ivanka berdiri bersandar di sebuah pohon mangga tepat di belakang Obsidian Central. Dari sana dia bisa melihat kamar Byakta yang berada di lantai paling atas. Wanita itu tersenyum pilu. Sebentar lagi dia akan menemui Byakta sesuai janjinya kemarin. “Aku harap… kamu bisa mengerti dengan keputusan yang aku ambil sekarang.” Ivanka kembali menarik napas kasar, membetulkan rambut dan juga bajunya, lalu berjalan dengan langkah yang cukup cepat. Tanpa dia sadari, tepat di belakangnya. Tepatnya di kursi kayu panjang yang hanya terhalang sebuah pagar tanaman, Rendra sudah memperhatikannya dari awal dia datang. Wajah pria itu begitu pucat dengan bibir yang sudah kering kerontang. Lingkaran matanya hitam, seolah dia sudah tidak tidur selama berhari-hari. “Semoga kamu bisa mendapatkannya hari ini,” gumam Rendra pelan. “Kalau tidak… mungkin semuanya akan terlambat. Aku tidak akan bisa memprediksi lagi umurku dan Byakta ak

  • Obsesi Sang Penguasa   61. Rival Vs Ivanka

    Byakta meletakkan ponselnya di atas meja. Dia kembali terkekeh pahit. Pria tua itu tidak benar-benar mengkhawatirkannya. Ini sudah biasa. Bahkan terlalu biasa untuk Byakta yang mendapat perlakuan seperti ini seumur hidupnya. Bagaspati selalu membuat kedok besar atas dasar kasih sayang pada putra semata wayangnya, tapi faktanya, dia hanya berusaha melindungi aset dan semua kekuasaannya. Mungkin dia juga senang dan mengambil keuntungan dari kejadian yang menimpa Byakta delapan belas tahun yang lalu. Karena dengan itu, Byakta jadi punya keberanian untuk membobol semua aset server organisasi saingannya—Black Raven. Sudah menjadi rahasia umum dua organisasi besar ini saling bermusuhan. Black Raven dan Black Harbour. Dua organisasi yang hidup di dalam kegelapan. Dengan segala rahasia dan juga kegagahan mereka di dunia perdagangan ilegal. Sedangkan di sudut lain, tepatnya di ruang meeting, lampu puti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status