Se connecter"A-apa Om?" Tiba tiba keberanian Aleska menciut ketika mendengar perkataan Gaharu. Bodohnya dia kenapa dia harus mengatakan itu pada Gaharu kemarin. "Om, kapan pulang?" Aleska berusaha mengalihkan pembicaraan mereka agar Gaharu tak mengingat apa yang dia ucapkan kemarin. "Kenapa? Kau sudah kangen padaku? Aku sudah ada di depan mu sekarang." Gaharu terus berjalan mendekati Aleska, begitu juga dengan Aleska yang terus berjalan mundur sampai dia tak sadar jika dibelakang nya ada meja kerjanya. Duk.... Aleska terduduk di meja kerja dengan Gaharu yang sudah mengungkungnya. Tatapan mata Gaharu mengunci tatapan Aleska saat ini. "Kenapa? Kau menghindariku, atau kau masih ingat dengan pacar sialan mu itu?" Aleska mengerjapkan matanya. Dia heran kenapa Gaharu tiba tiba membahas Luke saat ini. Bahkan terbesit dalam pikiran Aleska saja tidak nama laki laki itu. Pikiran Aleska terfokus pada bibir Gaharu sejak tadi, karena tiba tiba dia mengingat mimpinya semalam yan
Gaharu menatap tajam pada Asila yang ingin menampar Aleska. Dia langsung menghempaskan tangan Asila. Asila terkejut karena Gaharu tiba tiba ada disana. "Tu-tuan Gaharu? Kenapa Tuan ada disini?" Asila menatap Gaharu dan Aleska bergantian. "Seharusnya aku yang bertanya padamu, ini masih jam kerja, kenapa kau ada disini dan ingin menampar Aleska? Apa kau lupa, jika bukan karena Aleska kau tak bisa masuk ke perusahaan ku. Bahkan hanya dengan kemampuan mu itu saja tak akan cukup masuk ke perusahaan ku. Lalu ini balasan mu pada orang yang pernah menolong mu?" Asila menjadi gelisah, terlebih ketika melihat Aleska yang hanya diam saja dan tak membelanya seperti biasa. "I-itu, tadi aku ingin meminta tolong pada Aleska untuk tak ambil apartemen ku dan mobilku." jawab Asila gugup. "Hah? Itu punya ku Asila, kenapa kau bilang kalau itu punyamu? Kau bilang aku ini sahabat mu, kenapa bisa kau melakukan ini padaku? Apa karena selama ini aku terlalu baik padamu sampai kau jadi tak t
Asila yang sudah di perbolehkan pulang terpaksa harus membayar biaya rumah sakitnya sendiri. Kali ini tabungan nya terkuras habis karena dia terlanjur mengambil kamar VVIP. Luke sendiri tak memberikan uang kepada Asila karena tabungannya menipis. Terlebih hari ini, mobil dan apartemen nya sudah di ambil alih oleh orang orang yang katanya membeli properti itu. Asila pulang ke apartemen menggunakan mobilnya yang belum di ambil oleh Aleska. Tapi setiba nya di apartemen nya, mata Asila membelalak karena semua barang barang miliknya sedang di keluarkan oleh orang orang tak di kenalnya. "Hei, kalian ini siapa hah? Lancang sekali masuk ke apartemen ku!" teriak Asila. Orang orang yang sedang mengeluarkan barang barang itu berhenti lalu menatap Asila dengan tatapan biasa. "Apartemen ini sudah laku, karena Nona Aleska menjualnya. Dan hari ini sudah ada yang akan menempati. Juga mobil yang kau bawa. Hari ini juga harus kami ambil." Asila syok, dia kira Aleska hanya bercanda ketika
Hera dan Tanaka tak bisa lagi menghalangi Gaharu. Tapi Hera tak menyerah ternyata. Dia bermaksud akan menyusul Gaharu ke negaranya. Dia ingin melihat seperti apa wanita yang di pilih Gaharu sampai Gaharu menolaknya. "Gaharu, kau berani menolak ku? Siap siap wanita mu akan menerima akibatnya." batin Hera. Hera kali ini membiarkan Gaharu pergi tapi dalam kepalanya sudah banyak rencana yang akan dia lakukan pada Gaharu. Selama dalam perjalan menuju bandara, Gaharu hanya terdiam mengingat apa yang terjadi pada meting hari ini. "Ger, awasi wanita itu. Dia pasti tak akan diam saja." Gerald paham dengan apa yang dikatakan oleh Gaharu. Banyak kolega bisnis Gaharu yang nekat hanya untuk bisa naik ke ranjang Gaharu. Mereka tak tahu saja seperti apa singa betina milik Gaharu yang sekarang . Bahkan Gerald masih bingung, ketika Aleska di selingkuhi dia tak menangis, galau atau meraung. Dia memilih menarik Gaharu sebagai penguatnya. Otak yang brilian sekali. Bagi Gerald bertindak d
Gaharu benar benar tak bisa berpikir jernih saat ini. Bisa bisanya, Aleska mengatakan kangen kepadanya ketika Gaharu harus meting saat ini. Bodohnya, kenapa dia harus mengomeli nya tadi. Gaharu lupa jika Aleska juga bersikap manja dan tengil secara bersamaan. Gerald yang melihat tuannya gelisah pun bingung. Tak biasanya Gaharu tak fokus dengan pekerjaannya. "Pasti karena telfon Nyonya muda jadi seperti itu." batin Gerald. Belum sempat Gerald bertanya, kolega mereka datang. Persis seperti yang Gerald katakan, mereka benar benar membawa wanita yang disinyalir adalah putri sulung koleganya hari ini. "Tuan Gaharu ...." Gaharu yang sejak tadi fokus dengan ponselnya lalu mendongak. Tapi dia mendengus kesal, matanya tiba tiba sakit ketika melihat wanita itu. terlebih saat wanita itu terus menatapnya penuh minat kepadanya.. "Gerald, mataku tiba tiba sakit." keluh Gaharu. Gerald yang awalnya bingung dia tapi ketika melihat lirikan Gaharu, Gerald langsung menahan tawanya.
Perdebatan antara Asila dan Luke sampai di telinga Aleska. Dia sengaja menyuruh seseorang untuk mengawasi dua orang itu dan melaporkan nya kepadanya. "Uluh, mereka sedang bertengkar ternyata. Rasakan, memang enak kalau tak punya uang? Selama ini kan kalian selalu mengandalkan ku untuk semua uang itu. Sekarang urus sendiri keuangan kalian!" Aleska terus mengomel ketika mendapat pesan singkat dari orang suruhannya. "Nona kesambet apa sejak tadi mengomel terus." Duk.... "Aduh ...." Aleska mengusap kepalanya yang terbentur. Sedangkan orang yang baru saja bicara itu meringis seolah ikut merasakan apa yang Aleska rasakan. "Maaf nona, tak sengaja." ucap karyawan itu lirih. Dia takut jika Aleska akan marah kepadanya. Sementara Aleska masih mengusap kepalanya yang masih terasa nyeri. "Ih kau bikin aku kaget saja. Aku kira hantu tiba tiba ada yang bicara." omel Aleska. "Hehe, sejak tadi aku penasaran kenapa nona bicara sendiri." "Ah, itu.... dua manusia itu seorang
Aleska hanya mengedikkan bahunya acuh, dia masih kesal karena Luke menghina karyawannya. "Aku tak tahu, kau sudah bekerja cukup lama. Gajimu juga besar, kau bisa menyewa sendiri tempat tinggal. Dan maafkan aku Luke, kali ini aku benar benar harus mengambil semuanya. Tolong jangan marah padaku, jik
Aleska menatap tajam pada Luke karena Luke menghina karyawannya. Dia tak menyangka jika Luke akan mengatakan hal serendah itu di depannya. "Sayang, kau membentak ku?" pekik Luke kaget. "Ya, karena kau pantas untuk di bentak. Kau menghina karyawanku yang jelas jelas dia tak bersalah. Dan satu
Langkah Gaharu membawanya ke taman belakang dimana Aleska baru saja kabur. Duk.... "Aw ...." Sret .... Gaharu menarik pinggang Aleska agar Aleska tak sampai terjatuh karena baru saja menabrak dada bidangnya. Mata Aleska mengerjap ketika mendapati dia dalam pelukan Gaharu. Dia lalu me
"Ahhh .... sayang..... " "Kenapa hemm? Kau menikmatinya?" "Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?" "Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos." Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa







