分享

Bab 3

作者: Sangkarachan
last update publish date: 2026-05-28 11:02:07

Aleska hari ini pergi ke toko kue miliknya. Dia sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan pernikahannya yang mendadak dengan Gaharu.

Huft.....

Semua karyawannya menatap aneh pada Aleska.

"Nona seperti orang putus cinta, kenapa lemas sekali hari ini?"

Aleska mengerjapkan matanya saat salah satu karyawannya menyapanya.

"Memang putus cinta."

Aleska langsung teringat dengan Asila dan Luke.

"Oh, aku baru ingat. Jika nanti ada Asila kesini meminta kue, minta dia bayar. Jangan di beri gratis terus, aku sudah rugi banyak karena dia!"

Aleska memasang wajah cemberutnya ketika mengatakan itu.

"Akhirnya nona bisa sadar." celetuk salah satu karyawan nya.

"Hah? Bagaimana maksudnya? Apa selama ini aku tak sadar?"

Mereka menggaruk kepala mereka bingung bagaimana menjelaskannya.

"Nona bukan sadar yang itu, maksud kami tadi karena akhirnya nona mau membuat Asila Asila itu membayar. Selama ini setiap kali dia datang dan meminta kue yang mahal mahal, semua tagihan masuk ke dalam tagihan kami sehingga kami harus membayarnya. Dan itu semua atas perintah Luke kekasih nona." cicit salah satu karyawan.

Dia mengatakan itu sambil menundukkan kepalanya karena takut.

"Apa???"

"Kenapa tak bilang padaku? Kenapa kalian diam saja?"

Aleska langsung mendekat ke arah karyawannya.

Dia juga menyuruh menutup kembali tokonya karena dia harus berbicara pada para karyawannya.

"Jelaskan padaku, apa yang terjadi selama ini?"

Mereka semua saling pandang, antara berani dan takut jika nantinya akan membuat mereka dimarahi.

"Apa nona sudah putus dengan laki laki itu?"

Aleska menaikkan sebelah alisnya karena bingung kenapa tiba tiba karyawannya bertanya seperti itu.

"Antara iya dan tidak, tapi itu tidak penting. Aku akan menikah sebulan lagi, tapi bukan dengan dia. Jadi kalian tak perlu khawatir dan takut lagi."

Lalu salah satu karyawan itu memberanikan diri menceritakan semuanya. Ekspresi Aleska langsung berubah menjadi merah padam.

Brak.....

Aleska sampai menggebrak meja di dekatnya karena baru tahu jika Luke dan Asila sudah keterlaluan seperti itu.

"Dua manusia sialan itu benar benar tak tahu diri, di pungut dari jalanan malah lupa asal usulnya!"

Semua karyawan Aleska sedikit terlonjak kaget karena Aleska bisa semarah itu. Terlebih selama ini Aleska terkenal selalu ceria dan cerewet pada semua orang.

"Nona tak marah?"

Salah satu karyawan nya yang paling lama bertanya dengan hati hati. Dia benar benar takut jika Aleska malah menyalahkannya karena masalah ini.

"Tidak, aku sudah tahu kebusukan mereka. Jadi setelah ini tak ada ampun dan belas kasihan untuk mereka berdua. Manusia manusia tak tahu diri. Sudah ku tolong tapi malah menyusahkan orang lain!"

Drtt.....

"Eh ...."

Aleska berjingkat kaget karena tiba tiba ponselnya berdering.

Karyawan Aleska menahan tawa melihat ekspresi Aleska yang terkejut.

Aleska dengah terburu buru mengangkat telfon itu tanpa melihat siapa yang menelfonnya.

"Sayang....."

Suara bariton terdengar dari seberang telfon dan membuat Aleska langsung membeku.

Para karyawan Aleska saling pandang karena baru mendengar suara laki laki asing yang memanggil nona mereka dengan sebutan sayang.

"Kenapa diam saja? Aku baru tiba di Jepang. Kau dimana sekarang?"

Aleska yang tersadar menoleh ke arah ponselnya dan meringis. Ternyata itu adalah video call dari Gaharu. Aleska juga melirik para karyawannya yang sangat penasaran dengan siapa yang menelfonnya.

"Hehe, maaf Om.... tadi kaget karena tiba tiba Om telfon. Om Aru, langsung bekerja?"

"Hemm, satu jam lagi. Kau dimana? Di toko?"

"Iya, ah, aku baru ingat. Aku ada urusan yang harus aku selesaikan. Om Aru kerja dulu, cari uang yang banyak karena aku akan minta mahar yang banyak nanti. "

Klik.....

Aleska langsung mematikan sambungan telfonnya dengan Gaharu. Dia berdeham lalu menoleh ke arah karyawannya yang menatap nya penuh tanda tanya.

"Jadi calon suami nona Tuan Gaharu? Laki laki yang sering datang kesini membeli kue untuk maminya?"

"Hehe..... dia anak sahabat Daddy."

Prok.....

"Eh ...kaget..."

Lagi lagi Aleska berjingkat kaget karena tiba tiba semua karyawan nya bertepuk tangan serempak.

"Kenapa kalian malah tepuk tangan?" protes Aleska.

"Nah kalau sama Tuan itu Nona sangat cocok. Terlebih dia punya wibawa, jabatan dan juga jangan lupakan kharisma nya bikin semua wanita meleleh."

"Benar Nona, kami setuju jika Nona menikah dengan Tuan Gaharu."

Aleska melongo, bisa bisanya para karyawannya langsung mendukung nya. Dia tak mengira jika mereka sekagum itu dengan Gaharu.

"Tapi ingat, kalian tak boleh membuka suara sama siapapun. Kalau kalian...."

Belum sempat Aleska melanjutkan perkataannya, para karyawan itu langsung berdiri sambil mengangkat tangannya.

"Kami berjumpa untuk menjaga rahasia dengan aman."

Aleska mengusap dadanya ketika para karyawannya yang malah heboh saat ini.

"Untuk uang kalian yang selama hampir satu tahun lebih di ambil dua manusia terkutuk itu, aku pastikan kembali ke kalian. Jika mereka datang kesini dan aku tak ada kalian bisa langsung mengusir mereka. Kalau sampai mereka berbuat onar, panggil saja polisi."

Mereka menganggukkan kepalanya serempak. Setelah itu mereka bersiap kembali membuka toko kue dengan banyak varian yang sudah tersedia.

Selama ini Luke dan Asila hanya tahu jika Aleska mempunyai satu toko kue itu. Dan mereka menganggap mereka bisa seenaknya dengan toko itu. Beberapa kali Asila mengajak teman temannya juga datang kesana mengambil kue kue yang terkenal mahal dan paling enak disana.

Sementara itu, Aleska sedang memikirkan bagaimana caranya mengambil alih semua yang di ambil oleh Luke dan Asila.

"Ah, kartuku yang dibawa Luke harus ku blokir terlebih dahulu."

Aleska lalu menghubungi seseorang untuk membantunya. Semua akses Luke dan Asila di tutup permanen oleh Aleska.

Semua tempat yang selama ini gratis akhirnya di blokir untuk Asila.

"Selama ini kau terlihat jadi orang elit karena uang ku, tapi kau juga berkhianat di belakang ku!"

Selain itu, Aleska juga menghentikan bantuan untuk keluarga Asila termasuk biaya berobat ibunya dan juga biaya sekolah adiknya Asila.

"Lihat, sejauh mana kau bisa bertingkah setelah kau ku buat kembali ke tempatmu dulu!"

Aleska benar benar dendam dengan Asila. Mereka berteman sejak lama. Dan Aleska memang tak pernah membuka identitas nya di depan Asila. Hanya beberapa teman sekolah Aleska yang tahu benar siapa Aleska. Tapi mereka tak pernah mengusik Aleska karena sama sama berasal dari keluarga Elit meskipun masih di bawah Aleska.

#

"Nona Asila, ini tagihan yang harus nona bayar."

Mata Asila menyipit ketika di tagih pembayaran perawatan salon yang baru saja dia lakukan.

"Kenapa di tagih ke aku? Harusnya semua tagihan langsung ke Aleska seperti biasa?"

"Maaf, tapi nona Aleska sudah tidak berlangganan disini. Dan dia juga sudah memutuskan semua hal istimewa untuk nona Asila." jawab karyawan salon dengan ramah. Jadi silahkan di bayar sekarang nona, totalnya tiga puluh juta."

to be continued

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 5

    Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku sudah berusaha memperbaiki nya. Tapi tetap saja banyak salahnya." Luke mengacak rambutnya kesal. Semakin kesal ketika Asila terus menerus menghubunginya. Luke mengambil napas panjang sebelum dia mengangkat telfon Asila. "Ada apa? Aku masih di kantor," jawab Luke. ( Luke, kau kemana saja? Aku menghubungi mu sejak tadi. Kenapa tak mengangkat telfon ku dari tadi? Kau tahu Aleska membuat ulah. Dia memutus langganannya di salon tempat ku biasa perawatan. Dia ingin mengambil mobilnya yang aku pakai, juga ingin menjual apartemen yang aku tempati ) Mata Luke membola, semakin berdenyut lah kepalanya mendengar itu. "Aku akan bertanya padanya nanti, aku belum menghubungi Aleska. Kau t

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 4

    Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua karyawan salon itu sudah tahu jika Asila di blacklist dari semua langganan Aleska. Asila masih berusaha menghubungi Aleska tapi tetap tak mendapat jawaban. Akhirnya karena beberapa orang terus mendesaknya dia mengeluarkan kartu miliknya sendiri lalu membayar semua tagihan dengan uangnya. Setelah itu dia pergi dengan kesal. Bagaimana bisa Aleska melakukan itu kepadanya . Sampai di dalam mobil dia segera menghubungi Luke mengadukan semua yang Aleska lakukan. Tapi lagi lagi Luke pun tak bisa di hubungi. Semua asumsi negatif menyeruak masuk ke dalam pikiran Asila. "Sialan, apa mungkin mereka sedang bersama?" geram Asila. Asila memukul setir mobilnya berkali kali karena kesal. Lalu

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 3

    Aleska hari ini pergi ke toko kue miliknya. Dia sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan pernikahannya yang mendadak dengan Gaharu. Huft..... Semua karyawannya menatap aneh pada Aleska. "Nona seperti orang putus cinta, kenapa lemas sekali hari ini?" Aleska mengerjapkan matanya saat salah satu karyawannya menyapanya. "Memang putus cinta." Aleska langsung teringat dengan Asila dan Luke. "Oh, aku baru ingat. Jika nanti ada Asila kesini meminta kue, minta dia bayar. Jangan di beri gratis terus, aku sudah rugi banyak karena dia!" Aleska memasang wajah cemberutnya ketika mengatakan itu. "Akhirnya nona bisa sadar." celetuk salah satu karyawan nya. "Hah? Bagaimana maksudnya? Apa selama ini aku tak sadar?" Mereka menggaruk kepala mereka bingung bagaimana menjelaskannya. "Nona bukan sadar yang itu, maksud kami tadi karena akhirnya nona mau membuat Asila Asila itu membayar. Selama ini setiap kali dia datang dan meminta kue yang mahal mahal, semua tagihan m

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 2

    Langkah Gaharu membawanya ke taman belakang dimana Aleska baru saja kabur. Duk.... "Aw ...." Sret .... Gaharu menarik pinggang Aleska agar Aleska tak sampai terjatuh karena baru saja menabrak dada bidangnya. Mata Aleska mengerjap ketika mendapati dia dalam pelukan Gaharu. Dia lalu mendongak dan melihat Gaharu tengah menatapnya dalam. "Kenapa tak hati hati? Kau masih saja ceroboh." Gaharu membantu Aleska berdiri dengan benar. Aleska sendiri langsung menunduk karena ingat tentang apa yang dia katakan saat berada di dalam rumahnya. Gaharu tersenyum tipis, semua tingkah Aleska membuatnya gemas. Dia meraih dagu Aleska, sehingga wajah Aleska menghadap ke arahnya. Kedua pasang mata itu saling bertubrukan. Aleska tiba tiba merasa gugup saat ini. "O-om, lepaskan aku, nanti ada yang lihat." cicit Aleska. Tapi Gaharu menarik pinggang Aleskan semakin dekat dengan nya. "Om, kenapa malah semakin erat pelukannya?" "Kau keberatan? Lalu dimana keberanian mu tadi ke

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 1

    "Ahhh .... sayang..... " "Kenapa hemm? Kau menikmatinya?" "Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?" "Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos." Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa sesak mendengar percakapan dua orang yang ada di dalamnya. Aleska Renavie Maheswari, sangat mengenal dua orang yang ada di dalam kamar apartemen miliknya. Pasokan udara di sekitarnya seakan menipis ketika melihat apa yang terjadi di kamar itu. Dua orang yang dekat dengannya tanpa busana dan sedang melakukan hal yang selama ini Aleska tolak. Dengan tangan gemetar, Aleska mengeluarkan ponsel miliknya lalu menekan tombol rekam. Meskipun sambil menahan tangis, Aleska tetap melakukan nya. Setelah di rasa dia cukup mendapat bukti, dia pergi dari sana. "Sejak kapan mereka bersama? Kenapa aku tak tahu jika mereka berdua mengkhianati ku?" gumam Aleska pelan. Sambil berlari keluar d

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status