แชร์

Saya Tidak Tanya

ผู้เขียน: Anny Djumadi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-02 16:30:36

Sepanjang malam setelah kejadian biskuit, Alena akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang menurutnya sangat masuk akal. Ia terlalu mudah malu, panik dan banyak salah tingkah. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, bukankah semua itu tidak masuk akal?

Alena memandangi langit-langit kamar hotel sambil memeluk bantal. Dulu, saat masih berusia belasan tahun, ia pernah dengan santainya mengajak Leon menikah hanya demi dua mangkuk bakso. Di mana jiwa berani dan pantang mundurnya itu?

Ditertawakan? Sudah
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia Masa Lalu

    Tiga hari berlalu dengan cepat. Alena hampir tidak memiliki waktu untuk bersantai. Setiap pagi ia datang lebih awal, memeriksa kembali data yang sudah dikumpulkannya, lalu menghabiskan sebagian besar waktu untuk menyusun proposal proyek tersebut.Bahkan ketika jam kerja hampir berakhir, ia masih sering terlihat di depan laptop.Maya yang awalnya hanya memperhatikan dari jauh mulai semakin sering melihatnya.Tidak ada perlakuan khusus.Tidak ada orang yang mengerjakan tugas Alena.Bahkan ketika menemukan data yang tidak sesuai, Alena sendiri yang mencari sumbernya dan memperbaikinya.Suatu sore, Maya tanpa sengaja melihat Alena masih berada di mejanya ketika sebagian besar karyawan sudah bersiap pulang."Kamu belum pulang?"Alena mengangkat wajah."Belum.""Masih banyak?""Sedikit lagi."Maya berdiri di dekat meja Alena."Besok presentasi, kan?"Alena mengangguk."Iya.""Kalau begitu jangan terlalu malam."Alena tersenyum."Aku tahu."Maya hendak pergi, tetapi langkahnya terhenti."Ale

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   BUKTIKAN KEMAMPUANMU

    Keesokan paginya, suasana kantor sudah jauh berbeda. Sejak hubungan Alena dan Leon diketahui, hampir tidak ada lagi bisikan sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya. Sebagian besar karyawan justru mulai bersikap lebih terbuka. Ada yang mengucapkan selamat. Ada yang menggoda. Dan ada pula yang mulai memperlakukannya sedikit berbeda. Namun Alena justru ingin secepatnya kembali ke rutinitas. Ia tidak ingin statusnya sebagai calon istri Leon menjadi alasan orang-orang menilai pekerjaannya. Begitu sampai di mejanya, ia langsung membuka laptop. "Fokus." Ia menggumam pelan. "Kerja saja." Belum sempat membuka dokumen pertama, Nadia datang menghampirinya. "Alena." Alena langsung berdiri. "Iya, Bu?" "Ikut saya sebentar." Alena mengikuti Nadia menuju ruangannya. Begitu pintu tertutup, Nadia mengambil sebuah map tebal dari atas meja. "Saya punya proyek baru untukmu." Alena menerima map tersebut. "Proyek baru?" "Iya." Ia membuka halaman pertama. Matanya langsung membesar. "Ini..."

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cuma Peluk, Katanya

    Leon akhirnya mengetik balasan."Iya."Beberapa detik kemudian, ia menambahkan,"Nanti kita bicara di rumah Lena saja."Pesan itu terkirim. Tidak lama kemudian, tanda pesan sudah dibaca muncul. Balasan Alena segera masuk."Jangan. Nanti Om capek."Leon tersenyum kecil. Jarinyapun kembali mengetik."Mana mungkin capek.""Kalau ketemu Lena, Om malah tambah semangat."Beberapa detik kemudian, balasan Alena muncul."Dasar gombal."Leon tertawa kecil. Seorang staf yang kebetulan lembur dan berada tidak jauh dari meja langsung menoleh."Pak?"Leon segera mengembalikan wajah seriusnya."Ada apa?""Tidak ada, Pak."Staf itu buru-buru kembali bekerja. Leon menatap layar ponselnya lagi. Senyumnya muncul kembali. Setidaknya Alena belum benar-benar marah.Atau... mungkin justru sedang menunggu dirinya datang untuk mengomel. Leon menghela napas."Ya sudah.""Hadapi saja.""Berani berbuat, berani menanggung."---Malam itu, Leon tiba di rumah Alena saat jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia Sang CEO Terbongkar

    Siang itu, ketika Alena masih berada di kantor, Bu Mira datang berkunjung ke rumahnya. Bu Rina yang sedang berada di ruang tengah langsung tersenyum ketika membuka pintu."Eh, Bu Mira.""Hai, Bu Rina.""Silakan masuk."Bu Mira membawa sebuah tas besar di tangannya."Maaf mengganggu.""Ah, tidak.""Kebetulan Alena masih di kantor."Bu Mira mengangguk."Tidak apa-apa."Bu Mira tertawa kecil."Aku tiba-tiba ingin ngobrol saja dengan kamu."Mereka kemudian duduk di ruang tamu. Setelah berbasa-basi sebentar, Bu Rina tiba-tiba teringat sesuatu. Sebenarnya sejak beberapa hari lalu ada satu hal yang mengganjal pikirannya. Ia ingin bertanya kepada Bu Mira, tetapi selalu mengurungkan niat. Namun kali ini kesempatan datang begitu saja."Bu Mira...""Hm?""Bu boleh tanya sesuatu?""Tentu."Bu Rina terlihat sedikit ragu."Dulu...""sebelum Leon menikah dengan Cyntia...""Leon pernah punya pacar?"Bu Mira langsung tertawa."Kenapa tiba-tiba bertanya itu?"Bu Rina ikut tersenyum."Entahlah.""Aku c

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cemburu Diam-diam

    Malam itu, Leon akhirnya tiba di rumah. Begitu memasuki ruang tengah, ia melihat Bu Mira sudah menunggunya di sofa sambil menikmati secangkir teh. Bu Mira mengangkat wajah dan melirik jam di dinding."Hmm... cepat juga pulangnya.""Iya, Bu."Leon meletakkan kunci mobil di atas meja."Alena tadi kelihatannya agak lelah. Jadi aku langsung mengantarnya pulang.""Biar dia cepat istirahat."Bu Mira mengangguk pelan. Namun beberapa detik kemudian, tatapannya berubah penuh selidik."Leon.""Hm?""Sejak kapan kau mengundang Ibu datang ke perusahaanmu?"Leon yang baru hendak duduk langsung berhenti."Kenapa?""Jangan pura-pura tidak tahu."Bu Mira menyipitkan mata."Ibu datang membawa kue sebanyak itu.""Lalu memanggil Alena calon menantu di depan semua karyawanmu."Leon terdiam. Sementara Bu Mira menyandarkan tubuhnya ke sofa."Padahal setahuku kalian sepakat merahasiakan hubungan kalian di perusahaan."Leon menghela napas."Iya.""Nah."Bu Mira menunjuk putranya."Berarti memang ada sesuatu.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia yang Lain

    Setelah semua kue dibagikan, suasana kantor perlahan kembali normal. Namun bagi Alena, semuanya justru terasa semakin kacau. Beberapa orang mengucapkan selamat kepadanya. Ada yang menggoda. Bahkan ada yang terang-terangan bertanya sejak kapan dirinya dan Leon berhubungan.Alena hanya bisa tersenyum malu. Untungnya, Bu Mira tidak terlalu lama berada di kantor. Setelah berpamitan, wanita itu meninggalkan beberapa kotak kue untuk dibagikan kepada para karyawan.Begitu semuanya selesai, Alena langsung menuju ruang Leon. Ia mengetuk pintu."Masuk."Alena membuka pintu. Leon yang sedang duduk di belakang mejanya mengangkat wajah. Begitu melihat ekspresi Alena, ia langsung mengerutkan kening."Kenapa?"Alena berjalan mendekat."Om tahu tidak apa yang baru saja terjadi?"Leon tampak tenang."Apa?""Ibu Om datang ke kantor."Leon mengangguk santai."Oh.""Oh?"Alena menatapnya tidak percaya."Ibu Om datang membawa kue sebanyak itu.""Terus memanggil aku calon menantu di depan semua orang!"Leo

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status