Início / Romansa / Om Ganteng, Nikah Yuk! / Sebelum Semua Ini Dimulai

Compartilhar

Sebelum Semua Ini Dimulai

Autor: Anny Djumadi
last update Data de publicação: 2026-07-20 19:27:08

Leon terdiam. Tatapan Mira masih mengarah ke arah Leon, menunggu jawaban putranya.

"Nah, kan?" ujar Mira sambil menghela napas.

"Kamu sendiri masih bingung menjawab pertanyaan Ibu."

Leon menggeleng pelan.

"Aku enggak bingung, Bu."

"Lalu?"

"Pertanyaan Ibu terlalu mendadak."

"Aku cuma sedang berpikir bagaimana menjelaskannya supaya Ibu mengerti."

Mira menyandarkan tubuhnya ke sofa.

"Kalau begitu Ibu ganti pertanyaannya."

Leon mengangguk.

"Ibu bingung."

"Alena baru bekerja di Mahardika Group bebe
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (8)
goodnovel comment avatar
Ayu Ilma
smoga gak terhasut sm karangannya cintya lg ya buu.. dan smoga ada part leon ceritain alasan dia cerai sm cintya biar ibunya gak kehasut lg sm mantan mantunya...
goodnovel comment avatar
Mud nardin
sippp kalau gini. lanjuttt
goodnovel comment avatar
Kasira Fana
next lagi thor
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Belum Menyerah

    Mira berdiri dari sofa."Aku pulang dulu."Leon ikut berdiri."Biar aku antar sampai bawah, Bu.""Enggak usah."Mira menggeleng pelan sambil tersenyum."Kamu masih banyak pekerjaan."Leon tetap mengantar ibunya hingga ke depan pintu ruangannya."Kalau sudah sampai rumah, kabari aku.""Iya."Mira menepuk pelan lengan putranya."Kamu juga jangan terlalu sibuk."Leon hanya mengangguk sambil memperhatikan ibunya berjalan menuju lift. Begitu pintu lift tertutup, Leon baru kembali masuk ke ruangannya.---Sementara itu...Mira tidak langsung menuju parkiran. Entah mengapa, langkahnya justru berhenti di koridor yang menghadap ke area kerja para karyawan.Tatapannya perlahan menyapu ruangan. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia menemukan sosok yang dicarinya.Alena.Gadis itu sedang duduk di mejanya. Sesekali tertawa bersama Sisca sambil kembali menyelesaikan pekerjaannya. Tidak ada sikap dibuat-buat. Tidak pula berusaha menarik perhatian siapa pun.Senyumnya terlihat begitu tulus. Mira me

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Aku Memilih Alena

    Alena baru saja duduk di kursinya. Belum sempat menyalakan komputer... Sisca sudah menyeret kursinya hingga nyaris menempel."Nah...""Akhirnya calon menantu balik juga."Alena langsung menoleh."Hah?"Sisca menyeringai lebar."Gimana?""Wawancara calon mertua lancar?"Alena hampir saja menjatuhkan map yang baru diletakkannya di atas meja."Kamu ngomong apa, sih?""Lho, jangan pura-pura.""Tadi yang datang itu, kan, ibunya bos kita.""Terus beliau ngajak kamu masuk ke ruang Pak Leon.""Kalau bukan calon mertua, terus siapa?"Alena menepuk dahinya pelan."Ya ampun, Sisca.""Kamu kebanyakan nonton drama."Sisca mengangkat kedua bahunya."Terus?""Ditanya apa saja?"Alena terdiam beberapa detik."Ya... ditanya soal kerja."Sisca langsung mendecak."Cuma itu?""Iya.""Bohong.""Beneran."Sisca menyipitkan matanya."Kalau cuma ditanya soal kerja...""...kenapa pipimu merah begitu?"Refleks, Alena menyentuh kedua pipinya."Merah, ya?""Banget.""Malah dari tadi enggak hilang."Alena hanya b

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Sebelum Semua Ini Dimulai

    Leon terdiam. Tatapan Mira masih mengarah ke arah Leon, menunggu jawaban putranya."Nah, kan?" ujar Mira sambil menghela napas. "Kamu sendiri masih bingung menjawab pertanyaan Ibu."Leon menggeleng pelan."Aku enggak bingung, Bu.""Lalu?""Pertanyaan Ibu terlalu mendadak.""Aku cuma sedang berpikir bagaimana menjelaskannya supaya Ibu mengerti."Mira menyandarkan tubuhnya ke sofa."Kalau begitu Ibu ganti pertanyaannya."Leon mengangguk."Ibu bingung.""Alena baru bekerja di Mahardika Group beberapa bulan.""Ibu juga baru tahu kamu menyukainya belum lama ini.""Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu kalian sudah saling jatuh cinta?"Leon hanya tersenyum tipis. Namun sebelum sempat menjawab, Mira kembali melanjutkan."Justru itulah yang membuat Ibu semakin tidak mengerti.""Dulu...""Kamu hidup bertahun-tahun bersama Cyntia.""Kalian menikah.""Tinggal serumah.""Tapi entah kenapa...""Ibu tidak pernah melihat tatapan seperti yang barusan kamu tunjukkan saat membicarakan Alena."Le

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Benarkah Alena Mencintaimu?

    Mira terdiam. Ia tidak menjawab pertanyaan Leon. Ia sama sekali tidak menyangka Leon akan kembali secepat ini. Padahal, masih banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada gadis itu.Mau tidak mau, percakapan mereka pun harus tertunda."Bu?"Leon mengernyit heran."Kok Ibu di sini?"Alena yang sejak tadi sudah tegang spontan berdiri dari duduknya. Wajahnya berubah semakin gugup."T-Tante cuma... cuma tanya bagaimana aku bekerja di sini," ucapnya terburu-buru, seolah khawatir Leon salah paham.Leon mengangkat sebelah alisnya."Aku bahkan belum bertanya apa-apa."Alena baru menyadari ucapannya barusan."Aduh..."Ia menggigit bibir bawahnya pelan. Bukannya menjelaskan... ia malah terdengar seperti sedang menutupi sesuatu.Melihat kepanikan Alena, Mira hampir saja terkekeh. Gadis itu benar-benar mudah gugup. Bahkan sebelum ditanya apa pun, wajahnya sudah memerah dan jawabannya berantakan."Sudah, Alena," ucap Mira lembut."Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu.""I-Iya, Tante."Alena mengangguk cepa

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Percakapan yang Tertunda

    Alena baru saja kembali ke mejanya ketika Sisca langsung menyenggol lengannya pelan."Itu siapa?"Alena mengikuti arah pandangan Sisca."Mas Dimas."Sisca langsung menoleh cepat."Hah? Jadi dia?""Iya."Sisca menyipitkan mata."Jadi... kamu suka enggak sama dia?"Alena menggeleng kecil."Kan sudah kubilang.""Aku memilih dikenalkan sama Mas Dimas waktu itu karena dia kakak kelasku.""Biar lebih gampang kalau nanti harus bekerja sama.""Jadi... enggak suka?"Alena tersenyum tipis."Suka."Mata Sisca langsung membulat."Hah?""Sebatas teman."Sisca mengembuskan napas lega sambil menepuk dadanya."Nah... gitu dong.""Kalau enggak, nanti bos kita yang galau."Alena langsung menatapnya curiga."Sejak kapan kamu mikirin bos kita, Sis?""Lho, kita kan pegawainya.""Kalau bos lagi senang, suasana kantor ikut enak.""Kalau bos lagi galau..."Sisca menggeleng dramatis."Bisa-bisa satu lantai kena imbasnya."Alena tertawa geli."Ada-ada saja kamu."Sisca kemudian melirik ke arah pintu lobi, mema

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bukan Suatu Kebetulan

    Setelah pembicaraannya dengan Mira berakhir, wanita paruh baya itu memutuskan akan datang ke Mahardika Group keesokan harinya. Ia ingin melihat sendiri bagaimana Alena bersikap di lingkungan kerjanya.Sudut bibir Cyntia terangkat tipis saat mendengar keputusan itu. Inilah kesempatan yang ia tunggu. Cyntia berniat memanfaatkannya sebaik mungkin. Namun, ia tidak berniat ikut menemani Mira.Justru lebih baik jika Tante Mira melihat semuanya dengan mata kepala sendiri.Kalau memang Alena seperti yang selama ini ia duga, bukankah Tante Mira akan menyimpulkan semuanya sendiri?Namun...Kalau sedikit didorong...Hasilnya tentu akan jauh lebih meyakinkan.Tanpa membuang waktu, Keesokkan paginya Cyntia yang sudah bersiap segera menghidupkan mesin mobilnya. Beberapa puluh menit kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah rumah yang sudah sangat dikenalnya."Bibi!"Seorang wanita paruh baya keluar dari dapur sambil tersenyum lebar."Cyntia! Kebetulan sekali. Masuk, Nak."Aroma mentega dan vanil

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Mulai Paham

    Sore itu...Di rumah keluarga Mahardika. Cynthia baru saja selesai menceritakan pertemuannya dengan Leon. Ruang keluarga mendadak sunyi. Mira yang sejak tadi mendengarkan perlahan meletakkan cangkir tehnya."Aku sudah mencoba, Bu.""Mencoba apa?""Menemui Leon.""Lalu?"Cynthia tersenyum pahit."D

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bayangan yang Mulai Mengganggu

    Hari ketiga Alena bekerja di Mahardika Group seharusnya berjalan seperti biasa. Ia sudah mulai hafal ritme divisi sales, mengenal beberapa rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan suasana kantor yang cepat dan kompetitif. Namun pagi itu, suasana berubah sejak sebuah pesan dari atasannya masuk ke p

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Anak Baru yang Menjadi Perhatian

    Pintu ruang wawancara tertutup pelan di belakang Alena, namun detak jantungnya masih belum benar-benar stabil. Beberapa menit sebelumnya, ia baru saja bertemu kembali dengan Leon di dalam lift. Pria itu tetap sama, tampan, dingin, dan memancarkan aura yang membuat orang otomatis menjaga jarak. Dan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status