Bacaan dewasa 21 tahun ke atas. Cyra Alesha seorang gadis berparas cantik berusia dua puluh tahun yang merantau ke kota besar untuk melanjutkan pendidikannya, sambil bekerja paruh waktu di sebuah cafe. Tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada pria kejam yang telah menginjak-injak harga dirinya sampai di dasar bumi yang paling dalam. Felix Domil demikian nama pria itu, dia berprofesi sebagai seorang CEO muda, pewaris tunggal perusahan ayahnya. Sebuah kesalahpahaman besar telah menyeret Cyra dalam lingkaran setan yang dibuat oleh Felix untuk membuat hidup Cyra penuh dengan bayang-bayang kekejamannya. Mampukah Cyra bertahan dan menghalau pesona pria kejam itu? Ataukah dia malah berani berontak dan melepaskan diri dari belenggu cinta Felix? Plagiarisme melanggar undang-undang hak cipta no. 28 tahun 2014.
View More“Please don’t do this.” I begged over and over, but no one was listening. I thrashed against their hold, but nothing. “I am your luna.” I screamed at the top of my lungs, but then his laugh from the other room broke all the fight in me. “Luke please.” I begged once more time, my voice horse.
“Kill it once it’s done. Toss her out. She will have to survive on her own from here on out.”
He can’t mean that. This was our baby. “Our baby.”
“Is a mistake from the Moon Goddess. One I will rectify.” His voice called again from the other room. He wouldn’t even face me. “Now do it. That’s an order.”
“Yes, Alpha.”
It was a mistake to come here.
It was a mistake to give him everything.
“Oh, and doctor?” Her sweet voice called from the other room. My stepsister, Shannon. I gritted my teeth. “Don’t use any anesthetic. She should feel everything.”
“Yes, Luna.” The doctor turned back to me with sad eyes, but when he picked up the scalpel, I knew I was screwed.
I’m sorry, baby. Momma couldn’t save you. She wanted you so, so much. I tried to rub my stomach, but the nurses had strapped me down. When the doctor approached, I realized he was using a silver blade.
“Silver?” My whisper was almost silent, but he nodded. I knew then that Shannon didn’t want me to survive. She wanted my life so badly that she lied about me cheating on my mate, showing photos as proof. But I never touched another wolf, nor would I again, not after this betrayal.
Why, Moon Goddess, why would you give him to me just to take him away? My pup.
I cried silently as the doctor cut into my abdomen, and I felt my baby thrash inside. He knew it was too early to be born. This was a death sentence for both of us.
“Bring me the body of the pup.”
“Yes Alpha.” I felt every slice as he cut into me, and finally I could take it no longer. I started to scream, soon I felt the blood trickling down my side, every drip off of me hitting the floor. I thrashed against the restraints. But the silver had made me weak.
I’m sorry, baby.
They weren’t trying to keep me alive, which I expected, but I wished wasn’t true. I used to love my mate, but I felt the love die in me when I saw my pup being ripped from my belly.
“Please, let me hold him once.” I tried to move my arms to reach for him, but I was still tied down. The doctor, who was shedding tears, brought my pup and laid him on my chest.
He was perfect. I rubbed his scent on my face and mine on his. He would forever be a part of my soul.
My missing piece.
“Doctor, now.”
“Yes Alpha.” The doctor picked the baby up and rushed out, leaving me spread open to the elements.
I felt my life slipping away as the door opened and Shannon came in. Her smug smile was firmly in place.
“I told you I would take your life, Amy. I would have your mate. And I have, over and over, since he found out of your betrayal.” Shannon walked over and laid a kiss on my face as I snarled. “He is perfection. And don’t worry. I will give him another son.” She laid her hand on her stomach and I started to laugh. “What’s so funny?”
“I can smell the beta on you. That’s Derek's child, and it’s a girl. Nice try though.”
She snarled and raised her hand, growing her claws to deliver the final blow, but the door was ripped open and my mate, the man I now hated most in the world, stepped inside. His eyes were red, and I started to laugh again.
“You bitch!” He snarled and struck out, whipping Shannon to the other side of the room.
“Brandon!” Shannon shrieked as she hit the wall. “What’s wrong?” She staggered to her feet, but more blood dripped out of me and I closed my eyes.
“You lied!” He screamed, shaking the walls as his aura struck out, but I could barely feel it. I felt the silver travelling in my veins getting closer to my sluggish heart. “This was my pup. I can smell me on him. He was mine.” Brandon's eyes grew redder as the tears gathered. “You said she cheated on me and that it wasn’t my pup.”
“She did cheat on you. I guess I was wrong about the pup.”
“You said you smelt it.” From the sound of it, he lunged for her again, but him clutching our baby in his arm was the last thing I saw. And I wanted to never see it again. He did this to us. Not Shannon.
She played her part well, sure, but him not believing me, not waiting for a few more days to smell the pup, that was his fault. And all of our downfalls.
I prayed for the moon goddess to take me. I no longer wanted to be here. I wanted to be with my pup.
“Save her.”
“No!” Shannon screamed. “I am the Luna now, you marked me last night.” Ah, so that was the pain I felt last night. His betrayal had bile shoot into my mouth. “I am bearing your pup.”
I started to laugh again. I cracked my eyes to see my mate, Brandon, hovering next to me. “Stay with me Amy.”
“Beta’s baby. She is fucking…the beta.” I choked out the words and laughed as horror bloomed in his eyes. Blood flew from my mouth as I smiled again.
“Save her.”
“No!” I slammed out, putting all of my power in it. “Don’t move.” I used my Alpha strength to freeze everyone, including my mate.
“How?” Brandon looked down at me, pleading. “Let me save you.”
“I am descended from the Moon Goddess, and you don’t deserve to save me. You don’t deserve our pup. You were weak. And now you lost everything.” I smiled up at him as I felt my life from my body.
And then I was free.
Pagi yang cerah ceria. Secerah hati kedua pasangan romantis sepanjang masa Cyra dan Felix. Mereka baru saja selesai joging santai di sekitar area perumahan. Felix dengan setia tetap mendampingi istrinya ke mana pun Cyra pergi, seperti pagi ini.Apalagi usia kandungan istrinya, telah genap sembilan bulan. Tinggal menunggu hari yang tepat untuk Cyra dapat melahirkan."Mas ... setelah mandi kita jalan ke mall, ya?" ucap Cyra kepada suaminya."Lho? Kok malah ke mall? Bukannya hari ini kita mau ziarah ke makam Bapak?" tutur Felix tak mengerti jalan pikiran sang istri."Eh ... iya, Mas. Maksud aku, setelah kita ke mall baru ke makam Bapak," ujarnya cengengesan."Sayang, memangnya kakimu nggak capek? Kita baru selesai joging, lho?" seru Felix lagi. Sang suami tak menyangka jika istrinya akhir-akhir ini memiliki energi berlebih dari biasanya. Padahal waktu untuk melahirkan akan segera tiba. "Aku nggak capek kok, Mas. Aku malah semakin bersemangat.""Apa?" kaget Felix dengan perkataan Cyra
Pagi yang cerah, jet pribadi milik Felix baru saja mendarat di bandar udara Thira, yang ada di Santorini, Yunani. Kedua sejoli itu segera menuju hotel yang akan mereka tinggali selama seminggu berada di kawasan indah itu.Sesampai di hotel, Cyra terlihat sangat kelelahan. Sang suami pun segera menyuruh istrinya untuk beristirahat sebentar."Sayang, kamu tidur sebentar deh. Kita jalan-jalannya agak sorean nantinya. Kamu pasti sangat kelelahan selama berada di pesawat nanti," tutur Felix."Iya, Mas. Aku sangat capek, nih." lirih Cyra."Tidurlah, aku akan membangunkanmu pada saat jam makan siang tiba," ucap Felix lalu mencium kening istrinya.Tak lupa sang suami juga mengecup lembut perut buncit istrinya, seraya berkata,"Terima kasih atas kerjasamanya, jagoan Daddy! Tetap kuat di dalam sana. Kamu, Mommy dan Daddy akan berada di tempat ini selama seminggu. So ... Daddy sangat berharap kamu ikut enjoy juga." Felix beberapa kali mencium perut Cyra membuat istrinya menjadi kegelian."Mas g
Dengan balutan kebaya berwarna baby blue, Cyra melangkah ke depan podium dengan didampingi oleh Felix yang memakai baju batik dengan warna senada. Sang suami menemani istrinya ke depan untuk menerima penghargaan sebagai salah satu mahasiswa yang lulus dengan predikat Cum Laude.Apalagi perut buncit Cyra sudah mulai kelihatan. Felix tidak mau terjadi sesuatu kepada istrinya karena sedang mengandung buah hati mereka.Felix juga diberikan kesempatan oleh pihak kampus untuk menyampaikan sepatah dua kata, untuk memotivasi para wisudawan dan wisudawati hari ini agar tidak pantang menyerah saat memasuki dunia kerja.Felix menyampaikan pidato tersebut dengan sangat piawai. Diam-diam Cyra semakin kagum dengan kepintaran suaminya. Bahkan Felix juga membuka jalan bagi para lulusan hari ini untuk melamar pekerjaan di perusahaan miliknya."Saya tunggu surat lamaran Anda semua di meja HRD di perusahaan saya. Kalian akan diseleksi dengan sangat ketat, tidak ada korupsi atau nepotisme. Semua ser
Apalagi setelah kehamilannya ini, Felix semakin over protektif kepadanya. Mendengar ancaman dari kedua orang tuanya yang akan membawa pergi istrinya, mau tidak mau, Felix pun mengikuti keinginan istrinya yang ingin menyelesaikan kuliahnya tahun ini.Malam pun tiba,Felix sedang berbaring di tempat tidur. Sedangkan Cyra masih duduk bersandar di dashboard ranjang. Sang istri terlihat sedang belajar saat ini. Besok pagi gilirannya untuk sidang skripsi.Beberapa buku bertebaran di atas kasur mereka. Felix ingin sekali protes karena istrinya yang dari tadi terus belajar tanpa jeda sedikit pun. Felix tidak mau jika Cyra menjadi kelelahan gara-gara belajar. Akan tetapi sang suami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dirinya telah berjanji di hadapan kedua orang tuanya. Jika dia akan mendukung penuh Cyra yang akan menamatkan kuliahnya pagi ini.Dari tadi pandangan Felix terus saja tertuju kepada jam di dinding kamar mereka. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun Cyra belum selesai
Di sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan,"Bagaimana dengan hasil pemeriksaan Anda, dokter?" tanya Felix kepada dokter kandungan langganan istrinya.Saat ini Cyra dan Felix sedang berada di ruang pemeriksaan. Sang istri baru saja selesai di USG."Over all semua baik-baik saja, Tuan Muda. Kondisi Si kecil juga terlihat kuat di rahim ibunya. Perkembangannya juga normal. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." tutur sang dokter kepada keduanya."Oh ya, dok. Kalau istri saya ingin bepergian ke luar negeri menggunakan pesawat, apakah bisa?""Bisa, Tuan. Hanya saja, usia kehamilan tidak boleh lebih dari tiga puluh dua minggu. Saya juga harus memeriksa kondisi Nona Cyra sebelum melakukan penerbangan." jelas sang dokter.Felix merasa senang mendengar penjelasan sang dokter. Pasalnya, dia ada rencana untuk mengajak Cyra ke sebuah tempat di luar negeri. Apalagi saat ini sedang musim panas. Felix ingin menghabiskan waktu bersantai dengan istrinya.Hari minggu pun tiba,Saat ini sepasan
Acara resepsi telah usai, Menyisakan kedua sejoli itu, yang sedang berada di kamar president suite di hotel Fairmont tersebut.Felix terlihat sedang memijit kaki istrinya yang sedikit pegal. "Kakimu masih sakit, Sayang?" tanya Felix kepada Cyra."Nggak terlalu kok, Mas. Sudah mulai agak mendingan setelah kamu pijitin. Terima kasih ya, Sayang." ucap Cyra lalu mengecup kening suaminya.Felix menjadi gemas sendiri melihat tingkah istrinya. Sebenarnya saat ini, dirinya ingin menerkam Cyra dan membawanya ke atas langit ke tujuh. Akan tetapi Felix takut istrinya akan kelelahan nantinya.Sepertinya Cyra mengetahui kemauan hati suaminya. Dia pun segera berkata,"Kamu kenapa, Mas? Apakah kamu mau malam ini?" seru Cyra penuh selidik ke arah Felix."Eh ... nggak kok, Sayang. A ... aku bisa menahannya. Apalagi kamu pasti sangat capek saat ini," seru Felix lagi. Sang suami segera tidur membelakangi istrinya. Dia tidak mau ketahuan jika saat ini alat tempurnya telah tegak berdiri dan siap tempur
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments