Mag-log inSudah berpengalaman sejak muda, maka hal yang menimpa putrinya bukanlah sesuatu yang rumit bagi Juan. Selain dia, dia juga punya team yang bisa melacak id orang yang mengupload berita pernikahan putrinya di website universitas. Juan menghubungi pihak universitas dan mereka bekerjasama menyelesaikan keributan yang di buat oleh seseorang. Berita Ella segera di hapus dari website dan mereka melacak siapa yang mengacaukan website. Sementara itu, Ella sudah mengajukan cuti dadakan dan pergi dari kampus di bawah tatapan banyak mahasiswa yang mencibir padahal tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Ponselnya bergetar tidak henti-hentinya namun Ella tidak menggubris apalagi setelah melihat siapa pemanggilnya. Dia mengendarai mobilnya menjauh dari universitas kemudian dia berhenti di tempat yang aman dan mengambil ponsel. "Apa kamu yang melakukannya?" Ella langsung bertanya ketika panggilannya di jawab. Satu-satunya orang yang dia curigai melakukan hal ini adalah Jere dan
Interaksi intens pasangan itu hanya berlaku pada saat di kunjungi saja.Setelah Ida pulang ke rumah setelah menginap dua malam, malamnya Bastian langsung kembali ke apartemennya dengan tergesa karena sedari kemarin ponselnya sudah ribut terus dan Ella yakin itu dari kekasihnya.Setelahnya, sampai dua minggu mereka tidak bertemu pun tidak berbagi kabar.Ella sibuk dengan pekerjaannya yang sedang berada di tahap akhir semester sementara Bastian sibuk dengan usaha dan persiapan masuk semester bulan depan.Pasangan aneh memang, selama libur semester pun Ella tidak menggubris Bastian malah dia pergi pelesiran ke Jogja selama seminggu.Menikmati kota wisata itu sendirian dan merasa bahagia.Pergi ke kampus tempat papanya mengajar dimana mamanya juga kuliah disana.Ella tersenyum membayangkan wajah mamanya jaman dulu yang tersipu malu ketika berpapasan dengan papanya."Sampai hari ini aku masih yakin ma yang kecintaan," gumamnya.Dia dan saudaranya tidak percaya seratus persen pada cerita ma
Bastian menatap Ella dengan tatapan lekat sebelum kemudian dia mengalihkan pandangan ke langit-langit.Tak satu pun kata yang bisa dia ucapkan sebagai jawaban untuk pertanyaan Ella.Dia menghela napas panjang kemudian dia mengubah posisi menjadi berhadapan dengan Ella.Dia merapatkan matanya dan mencari-cari apa yang ada di dalam benaknya.Disana dia hanya melihat wajah seseorang yang sedang merajuk manja, sedang marah lalu tersenyum manja lagiSetelah dia membuka mata, dia melihat pahatan wajah Ella yang sangat sempurna sebagai wanita. Sangat membanggakan sekali apabila bisa memiliki Ella sepenuhnya dalam hidup ini. Namun dia tidak merasakan debaran apa pun walau dia hanya berjarak dua jengkal dari Ella."Jika kita pasangan normal, aku adalah pria brengsek yang sampai kapan pun tidak akan kamu temui lagi," ujarnya membuat Ella mengernyitkan keningnya karena tidak paham. Otak cerdasnya tetap tidak sampai."Aku berbaring di dekat kamu sambil bercerita tapi pikiranku sepenuhnya pada ora
"Mami pikir nggak ada orang, kamu lama bangat buka pintunya," ujar Ida ketika pintu sudah di buka.Ella hanya tersenyum sembari melangkah satu langkah di belakang mertuanya."Bastian ada?""Ada Mi. Bantar Ella panggil.""Eh eh, nggak usah. Mami kesini cuma mau lihat kamu aja, bukan dia," ujar Ida sembari cemberut. Melihat tingkah mertuanya yang kekanakan membuat Ella tersenyum geli.Ida duduk di sofa dan melihat sekeliling apartemen. Dalam hati dia bicara "Nggak salah memang aku memilih besan"Perabotan yang minimalis namun langsung terlihat mewah dan mahal."Mami bawain ini buat kalian. Simpan aja di kulkas. Panaskan pas mau makan. Udah sengaja Mami kemas per sekali makan."Wanita itu mengeluarkan beberapa wadah kecil dari goodi bag yang dia bawa tadi dan Ella dengan sigap mengangkatnya ke meja makan agar di tata di kulkas.Tak berselang lama, Bastian keluar dari kamar dengan rambut yang sedikit berantakan. Penampilannya yang urakan membuat Ida tersenyum simpul karena menduga sesuatu
"Ternyata karena ini kamu kirimkan aku surat pernyataan bercerai? Hahah" Bastian langsung mencerca Ella ketika keduanya berada di dalam lift menuju lantai unit Ella. Sejak keluar dari cafe tadi dan bertemu Bastian di pintu masuk cafe, Ella tidak menyapa tapi Bastian mengikuti langkah Ella hingga mereka berada di lift. Kebetulan yang sangat kebetulan, tidak ada orang lain di dalam lift. "Terserah kamu mau mikir dan ngomong kayak gimana," jawab Ella mengendikkan bahu dan menyenderkan punggungnya di dinding sembari menatap angka yang menunjukkan posisi mereka di dalam lift. Lagi-lagi Bastian mendengus ketika melihat langsung dan mendengar respon Ella pada sindirannya. Dia mendekat pada Ella dan menarik lengan gadis itu dengan kasar, "kamu sadar nggak sih udah menghancurkan hidupku? Tiba-tiba paksa menikah, tiba-tiba cerai. Suka-suka kamu aja." Meski Ella sadar bahwa apa yang Bastian katakan adalah kebenaran, namun dia mencoba sekali lagi berpengang teguh pada alasan yang dia buat k
Selama hampir dua bulan Ella dan bastian tidak bertemu sejak pertengkaran mereka di telepon kapan hari. Setelah Ella mencetak surat perjanjian cerai, dia menandatangani dan mengirimkannya pada Bastian tapi sampai hari ini tidak ada balasan. Beberapa kali orang tua Bastian mengajak Ella hangout dan meminta agar Ella menginap di rumah mereka tapi Ella selalu beralasan sedang sibuk karena pekerjaannya yang sedang banyak di akhir semester.Selama dua bulan ini juga, Ella sudah dua kali di datangi oleh Jere ke apartemen tapi Ella tidak mempersilahkan Jere masuk bahkan tidak mau menyapanya.Kali ini, Jere datang lagi dan memohon agar Ella membuka pintu dan mau bicara dengannya menyelesaikan yang menurutnya belum selesai."Tunggu aku di cafe di bawah. Aku akan datang sebentar lagi," ujar Ella dari balik pintu untuk merespon Jere yang tetap memaksa untuk bertemu dengannya.Lima belas menit kemudian, Ella turun sembari menyandang tas kecil di bahunya yang ternyata berisi alat kejut kecil da
"Pa... Pa... Papa..." panggil Ella setelah sampai di rumah. Dia berjalan sembari memegang tangan Tian agar pria itu tidak kabur. Sementara Tian, matanya melihat ke segala penjuru rumah itu dan sadar bawa gadis yang sembarang dia seret bukan gadis biasa.Juan keluar dari ruang kerja di ikuti oleh Ce
Dari balik gorden jendela kamarnya, Ella memandangi pria berbaju hitam itu berjalan mundur kemudian berputar meninggalkan gerbang rumah mereka.Sejak hampir satu jam lalu pria itu berdiri disana dan memohon untuk di perbolehkan masuk tapi satpam tidak memperdulikannya karena sesuai aturan baru, Jer
Cecil berputar dan menatap Jansen dengan dingin. Tidak ada lagi aura pertemanan yang melingkupi mereka. Jika dulu setiap bertemu mereka akan bersenda gurau tanpa merasa tersakiti oleh setiap kata ejekan yang masing-masing mereka lontarkan, kini, hawa permusuhanlah yang bernaung di tengah-tengah mer
Dengan tatapan tajam yang serasa bisa menguliti habis yang di tatapnya, Cecil duduk menghadap seorang wanita muda yang baru saja di bawa masuk oleh anggota Xander. Menurut info dari Xander, dia adalah wanita yang bersama Jere tadi di kantor.Cecil melihatnya dari atas hingga ke bawah berulang kali







