Share

BAB 15 OPERASI

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-01-10 21:02:41

Valin seketika menoleh begitu mendengar kalimat tadi. Matanya memicing curiga, sebelum menyadari kalau orang yang barusan bicara adalah Zen.

"Tuan, Anda ada di sini?" Tanya Valin coba menguasai diri. Dia gugup, takut juga kesal. Teringat kejadian tadi pagi. Dia lupa melihat Zen di lobi waktu dia baru datang untuk bekerja.

"Terserah padaku mau pergi ke mana. Sana keluar!"

Zen langsung mengusir Valin begitu lift terbuka. Mereka berada di jembatan penghubung dengan gedung sektor satu.

Tanpa membal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 204 WE ARE ANOTHER LEVEL

    "Coba kamu pikirkan, apa hubungan mereka. Bukannya Valin itu pacarnya Kian Egan. Dan siapa tadi, Razen Archlight, dia itu asistennya Kian Egan. Kalau aku tidak salah. Tapi Valin malah mesra banget ke dia.""Dia panik sekali tadi."Maria dan Ivone berbincang setelah huru hara di IGD berakhir. Keduanya dapat istirahat satu jam, bergantian dengan yang lain.Andrew dan Alvin belum kembali setelah akhirnya dipanggil naik ke sektor satu untuk membantu operasi Zen."Atau, Valin selingkuh sama si Zen ini." Ivone seperti mendapat pencerahan."Sembarangan kamu. Kalau Kak Valin selingkuh, Kian Egan pasti ngamuk. Apalagi mereka so sweet banget di depan mata. Kalau aku, sudah aku bejek-bejek mereka." Maria menyangkal tudingan sang teman.Ivone terdiam sambil memandang langit-langit kantin rumah sakit. Seolah berpikir. "Rumit. Kisah cinta Valin sejak dulu memang runyam." "Nasib jadi orang cantik dan pintar. Ke mana-mana selalu jadi rebutan. Lihat Xavier sebelum oleng ke Rosalie. Juga Adrian sebelu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 203 MOVE ON

    Tidak!Hati Valin menolak seketika. Perempuan itu tanpa diduga naik ke atas tubuh Zen. Semua orang menganga melihat tingkah Valin."Valin!" Kian merespon dengan cepat.Namun sebelum ada tindakan lebih lanjut. Tangan Valin telah bergerak, melakukan pacu jantung manual."Razen Archlight, siapa bilang kau boleh mati!""Kau tidak boleh mati!""Tidak, tanpa izinku!""Kau bilang cuma aku yang boleh melukaimu.""Bangun! Aku bahkan baru menembakmu sekali!""Razen Archlight! Aku perintahkan kamu untuk kembali! Kembali kataku!"Gerakan terakhir lebih kepada pukulan dibanding pacu jantung. Valin terengah, tenaganya habis. Tapi monitor tetap tidak berubah.Garis lurus itu masih jadi mimpi buruk bagi Valin. Air mata Valin tumpah di dada Zen. "Bangun, aku bilang bangun," ucapnya dengan tangan terus memukul ringan dada Zen.Tangisnya pecah. Saat itu hanya Kian yang berani mendekat. Yang lain terpaku menyaksikan adegan barusan. Siapa Razen Archlight, lalu apa hubungannya dengan Valin.Kenapa perempu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 202 SEMUDAH INI

    Sementara itu di sisi lain sektor satu. Kepedihan baru saja meliputi Michele. Perempuan itu diam tanpa menjawab ketika tim dokter mendatanginya."Maafkan kami, Nona. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuan Hudson tidak bisa kami selamatkan."Vonis itu akhirnya datang juga. Lagi-lagi, orang yang berarti dalam hidupnya pergi. Satu pelukan di lengan membuat Michele sadar dari lamunannya.Dia lantas berkata, "Dokter, mendiang punya wasiat. Jika dia meninggal.""Kamu baik-baik saja?" Audrey setia mendampingi Michele. Wanita tersebut baru berani bertanya setengah jam kemudian. Setelah seluruh prosedur pengurusan kematian Mark Hudson selesai."Siapa yang baik-baik saja saat ditinggalkan."Kalimat Michele menohok sisi lain seorang Audrey. Ditinggalkan, dia juga pernah merasakan hal itu. Namun dia lebih sering meninggalkan dibandingkan ditinggalkan."Lalu rencanamu apa?" "Apalagi yang bisa kulakukan selain melanjutkan hidup.""Maksudku, apa kamu akan pergi lagi?"Michele menghela n

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 201 DOKTER PRIBADI

    "Sebenarnya perasaanmu pada orang itu bagaimana?"Vante bertanya ketika mereka berada di dalam lift. Sang kakak minta mampir ke IGD. Dia ingin bertemu Ivone. Setidaknya untuk memberi kabar. Bukan asal sebut seperti Zen.Valin masih tidak terima dia dibilang kecelakaan. Enak saja. "Malah diam."Senggolan Vante membuat Valin tersadar. Dia menoleh pada sang adik yang setengah memapahnya. Vante benar-benar sehat sekarang. Pemuda itu tumbuh tinggi besar dengan wajah tampan seperti ayah mereka."Bagaimana ya, tidak tahu.""Malah tidak tahu. Kalian tiap hari tidur bersama. Sampai gila-gilaan, masuk rumah sakit lagi. Masak tidak ada rasa sama sekali.""Begituan cuma perlu napsu. Cuma kalau ditambah rasa bakal tambah nikmat. Cuma itu bedanya. Memang kau tidak begitu waktu sama Maria." Valin memiringkan kepala seraya bertanya."Aku cuma main-main, tidak pernah beneran. Lagian dia kalau diajak nikah gak pernah jawab. Diam aja. Bilang iya atau tidak, biar jelas statusku.""Status apa dulu nih?"

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 200 LEDAKAN

    "Vante temani kakakmu pulang. Aku ada misi sore ini.""Misi apa?"Vante tanpa sadar bertanya. Diaa masih terbengong setelah tahu kalau Zen adalah orang yang telah menyelamatkannya setahun lalu."Anak kecil tidak usah tanya."Kekesalan Vante muncul menggantikan rasa hutang budi sebelumnya. Bibirnya tak lupa seketika mengumpat. Sederet makian langsung meluncur. Bibir Vante manyun tapi langkahnya menuntun kembali ke kamar Valin. Ketika dia sampai di sana. Sang kakak sudah siap untuk pulang."Zen ke mana?""Urusan kantor, mendadak. Pulang ayo. Bosan di sini."Vante sesaat terdiam. Jadi Zen tidak memberi tahu Valin kalau dia misi yang pastinya beresiko. Selain itu pasti berhubungan dengan bisnis gelap pria tersebut. Vante mengikuti langkah Valin. Pelan dan sesekali ringisan masih terdengar. "Pakai kursi roda saja.""Tidak mau, kayak pasien sakit parah aja. Kan cuma laparoskopi.""Nyatanya masih begitu. Jalan seperti orang habis operasi sesar. Jangan malu untuk terlihat lemah. Itu wajar,

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 199 AKU MANTANNYA

    "Keadaannya membaik, mungkin nanti sore bisa pulang.""Kapan aku bisa kerja lagi?"Sylus dan Zen saling pandang. Heran dengan pertanyaan Valin."Kenapa kamu ribut mau kerja. Kamu bukan orang yang kurang uang," sanggah Zen."Aku punya tanggung jawab. Aku ingin tahu kamu pakai alasan apa untukku kali ini.""Kecelakaan."Valin melotot mendengar jawaban Zen. "Bisa-bisanya dia menyumpahiku kecelakaan," gerutu Valin langsung di depan suaminya."Kan memang kecelakaan, dia yang nubruk."Uhuk! Valin dan Zen tersedak bersamaan. Sylus benar-benar ngaco.Setelahnya Sylus keluar dari sana. Meninggalkan Valin yang melirik judes pada suaminya.Tak berapa lama Vante masuk. Pemuda itu mendengkus kesal melihat Zen ada di sana."Kenapa? Aku suaminya, aku berhak ada di sini.""Tentu saja. Kau harus bertanggungjawab atas apa yang kau lakukan. Kak, aku bawakaan kamu ini."Valin sumringah melihat buah strawberry Lagoo yang dibawa Vante. Meski makanan di sektor satu seperti restoran dengan anugerah bintang m

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 11 LOLOS UJIAN

    "Mohon tanda tangan di sini, Nona." Kian menyerahkan satu berkas pada Valin. Gadis itu menerimanya dengan ragu. Valin langsung tercekat melihat kop berkas surat yang akan dia tanda tangani. Formulir pendaftaran pernikahan. Jadi Zen serius dengan niatnya. Kian sendiri hanya diam, tidak bicara sama

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 8 TERIKAT PENUH PADAKU

    Valin terdiam, netra hazelnya dengan tekun menyimak kata demi kata yang tertulis dalam kontrak yang baru saja diberikan Zen.Sedang pria itu tidak mengganggu sama sekali. Zen hanya diam sambil mengawasi Valin. Entah kenapa sosok di depannya jadi begitu menarik untuk diperhatikan."Saya masih bisa b

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 13 PAPA ZEN

    Suasana meja makan pagi itu cukup menegangkan. Setidaknya bagi Valin. Sementara si empunya rumah tampak tenang sambil menikmati sarapan hasil karya Valin.Gadis itu tampak bingung. Dia duduk di samping Zen, tapi sama sekali tidak menyentuh makanannya. "Kamu akan pingsan jika tidak makan!" Desis Ze

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 12 TES LAGI

    "Ujian pertama, orang itu benar-benar setres! Bagaimana jika kucing itu tiba-tiba menggigitku. Sepertinya aku besok harus minta vaksin rabies. Siapa tahu si Molly belum divaksin. Arrghhh!"Valin kembali menjerit ketika Molly mendadak muncul di sekitar kakinya. Menggesekkan kepala dengan ekor bergoy

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status