Share

BAB;5

Author: Wally
last update publish date: 2026-03-09 20:57:09

Bu kamala menangis, menunduk sembari menggenggam tangan nya sendiri di atas pangkuannya. yah Allah berikanlah kebahagiaan untuk putri ku, siapa pun pria ini, tapi aku selalu memohon, jadikanlah dia imam dan sandaran yang baik untuk putri ku. yah Allah jadi kanlah laki-laki yang saat ini telah menjadi suami putri ku menjadi laki-laki yang bisa menghapus luka yang ada dalam hatinya. doa yang selalu di berikan bu kamala kepada sang putri.

"bagaimana para saksi? Sah"

*sah"saksi berkata tegas

"alhamdulillah.. "

beberapa tamu mulai berbisik bisik kecil penuh keharuan. ada yang tak percaya, ada yang ikut terharu. ada pula yang mulai mengakui bahwa Aurell bukan wanita lemah seperti perkiraan dan penglihatan mereka selama ini.

pak Gustian menatap Aksa dengan pandangan penuh pertanyaan dan juga harapan

.

.

.

suasana masih terlihat ramai di luar ruangan gedung tempat terjadinya pernikahan Aurell dan Aksa. namun dari sisi lain ruangan, keluarga besar bu kamala mulai berkemas.

wajah-wajah yang mereka tunjukkan seakan-akan tidak tertarik dengan pernikahan dadakan yang baru saja terjadi.

"sudah, ayo kita pulang" ujar bu marisa, kaka tertua bu kamala, dengan nada tegas.

"aku sibuk, tidak punya waktu untuk menonton drama pengantin dadakan. kita lebih baik pulang dan siapkan acara untuk zaki dan Azalea. ayo kita bahas itu di rumah saja lebih cepat lebih baik".

" benar apa yang di katakan mbak"timpal bu citra sembari menggandeng tas tangannya

"buat apa sih kita stay di sini. sebenarnya aku tuh malu jadi saudara kamala. itu lihat pengantin nya saja tiba-tiba kaya main sulap aja".

bu alisa _ibu kandung Azalea, ikut mengangguk sambil menatap sinis ke arah Aurell dan Aksa dari kejauhan.

" kan dari awal aku udah bilang, lea itu lebih cocok buat si zaki. PNS, punya karier yang jelas. bukan seperti Aurell yang ngak jelas kerjaan nya, massa depanya juga belum tentu ada".

"eh masa sih.. tapi kan itu gedung di sewa Aurell sendirian loh. bu" celetuk salah satu sepupu Aurell yang paling muda dari saudara nya pak Gustian sedikit gugup.

Bu alisa mendengus kasar

"memangnya kenapa? kan lea juga berhak, dari pada tuh tempat mubazir. lagian kan, kita ini juga keluarga? Aurell aja yang terlalu perhitungan. lagi pula aku tidak yakin tuh uang miliknya sendiri! ".

Bu asmita, berusaha menenangkan situasi" sudah lah toh semuanya sudah terlanjur terjadi. tapi aku sih juga kurang setuju dengan pernikahan dadakan itu. kalau seandainya keluarga Aksa tak menerimanya mau jadi apa Aurell nanti? "

"yah itu sih urusan dia" sahut Bu citra tajam.

"dia sendiri kan yang ngotot mau menikah. biarkan saja agar tau rasa. aku sih nggak mau ikut campur kalau suatu hari dia minta tolong. aku udah muak dengan sikapnya yang sok bisa tapi nyusahin keluarga"

ke empat perempuan itu menarik suaminya masing-masing, mereka melangkah pergi meninggalkan gedung, tanpa menoleh kebelakang. mereka tertawa, dan mulai membicarakan detail tentang acara pernikahan zaki dan Azalea, seolah tak perna terjadi penghianatan terhadap seorang gadis yang di sebut ponakan.

.

.

.

.

setelah selesai resepsi.

ruangan kini mulai sunyi para tamu mulai berpamitan. menyisakan Aurell, Aksa, pak Gustian dan Bu Kamala yang duduk di sisi pelaminan. Aurell dan Aksa masih terlihat canggung dan asing, namun Aksa mengulurkan tangan ia memberanikan diri mengusap tangan Aurell yang baru saja ia kenal beberapa jam yang lalu dan sekarang menjadi istrinya.

pak Gustian menarik napas dalam-dalam, mukanya masih belum sepenuhnya tenang.

"nak Aksa" ucapnya pelan, tapi jelas

"boleh bapak bertanya tentang sesuatu. kami ingin tahu.. kenapa kamu bersedia untuk menikahi Aurell. kamu bahkan belum mengenal nya, dan kami tida ingin anak kami masuk kedalam pernikahan yang jauh menyakitkan dari hari ini" suara tangis bu kamala tidak berhenti dari tadi. bahunya terguncang pelan, dan tangannya mencengkram kuat baju sang suami.

ia tidak sanggup berkata apa-apa, hanya menatap Aksa dengan mata penuh harap. Aksa menatap mereka berdua, dan beralih pandangan nya ke arah Aurell.

ia menggenggam tangan istri nya lebih erat sebelum berkata. "bapak, ibu. entah keputusan apakah ini. keputusan gila atau berani, entah harus di sebut apa. tapi satu hal yang harus kalian tahu. saat saya melihat Aurell tadi, dia hanya seorang wanita yang berusaha kuat tapi bukan wanita lemah. dia hanya wanita yang di khianati oleh banyak orang yang semestinya selalu ada di saat terpuruk nya.

dia menarik napas dalam-dalam, tenang namun penuh tekad untuk melindungi sang istri.

"saya memang belum mengenal Aurell lama. tapi saya tau betul bagaimana di tinggalkan dan di hina. saya tau rasanya jadi orang yang di remehkan, kalau pun ini memang takdir. biarlah kami jalani secara bersama, dan untuk keluarga saya, itu akan jadi urusan saya. yang terpenting sekarang itu keselamatan Aurell "

jawaban yang di berikan Aksa mampu menggentarkan hati Aurell. ia tidak menyangka seorang pria yang di ajaknya untuk menikah dadakan itu dapat berkata setenang dan sebijak itu. kini air matanya pun menetes. air mata kali ini bukan karena luka, melainkan air mata rasa terharu.

pak Gustian pun mengangguk pelan, menepuk bahu Aksa memberi isyarat bahwa ia mengerti dengan keputusan laki-laki itu.

"baiklah nak, kalau memang seperti itu niatmu, maka bapak dan ibu akan menerima keputusan ini. kami ini hanya ingin Aurell bahagia.. walau pun dengan jalan yang tidak biasa. tetapi jika nanti keluarga mu tidak menerima kehadiran Aurell, tolong kembali kan Aurell ke pada kami dengan cara yang baik dan tidak penuh penghinaan ".

bu kamala yang sedari tadi diam akhirnya bersuara dengan lirih.

" setidaknya jika kau tak mencintainya, tolong perlakukan dia seperti temanmu, dia sudah cukup banyak mengalami kesakitan. "

Aksa pung mengangguk mantap mengiyakan permintaan kedua orang di depannya itu

"insya Allah bu saja janji tidak akan menyakiti Aurell"

.

.

.

.

Sementara suasana di rumah bu kamala tampak telah lebih ramai dari biasanya. di ruangan tamu penuh oleh keluarga besar dari pihak bu kamala. tapi, minusnya tidak ada keluarga inti bu kamala sendiri.

mereka duduk ber bundar, membahas acara pernikahan zaki dan Azalea yang akan di langsung kan. berbeda dengan suami, bu Marissa dan suami, bu Citra. mereka memilih duduk di teras depan sembari menyeruput kopi, dan pura-pura sibuk dengan rokok dan ponsel mereka sendiri.

"kita tidak bisa menunggu terlalu lama" ujar bu Alisa dengan nada tegas

"Anak yang di kandung lea nanti akan membesar membuat perut lea juga membesar, aku tidak mau orang-orang kampung mengosip yang aneh-aneh"

memang otak mereka sudah kosong. bukankah semua orang sudah tahu bahwa Azalea telah hamil. bukankah Azalea sendiri yang mengatakan di depan orang banyak di gedung pernikahan tadi.

zaki menunduk dengan kepala Tertunduk di samping ibunya, mengangguk sesekali sembari melirik lea yang kelihatan gelisah.

"bagaimana nak zaki, apakah kamu siap menikah Azalea kan" tanya pak Rizal, ayahnya Azalea.

zaki langsung mengangguk dengan mantap.

"tentu saja saya siap pak".

jawaban dari zaki membuat Azalea tersenyum lebar

"aku sangat senang sekali, sebenarnya aku berusaha mengikhlaskan kamu bersama Aurell. tapi dari pagi aku mengetahui aku sedang hamil. maaf karena aku telah merusak acara pernikahan mu" ucap lea dengan berpura-pura terlihat bahwa dia menyesal dengan kejadian ini

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;16

    Aurell mendengus kesal, kemudian tertawa pelan namu terdengar menyakitkan. "kalau kami nggak mau melakukan semua itu, apa yang akan kalian lakukan? " semua mata kini tertuju padanya. "kenapa tidak kalian saja yang membereskan kekacauan ini?" ucap Aurell menantang mereka. "bukannya perut yang perlu di isi itu kalian semua, kan? lalu kenapa kita yang harus repot-repot mengurusnya. apa kalian pikir kami ini pelayan di sini? " "beraninya kamu....! " bu Citra melangkah maju, tapi belum sempat ia mengeluarkan amarahnya, bu Alissa segera menarik lengan adiknya. "sudah-sudah jangan di perpanjangan, nanti mereka tambah melawan kita" bisiknya pelan, kemudian ia menatap Aurell dengan wajah yang di buat sebijak mungkin. "oke oke, baiklah. kalian boleh istrahat hari ini,kami akan memberikan waktu untuk kalian beristirahat. tapi..... dengar kan baik-baik besok kalian tetap harus membantu kami untuk memasak. dan untukmu Aurell jangan dulu kembali ke kota pada hari senin besok... kam

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;15

    "hah, kelamaan basa-basi dengan kalian lebih baik kita temui ibu saja" ujar bu Marissa, ia segera melangkah meninggalkan tempat itu di susul yang lainnya. "bu, bagaimana ini, mereka benar-benar ingin menemui nenek. bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan nenek. apalagi kondisinya sekarang ini sedang tidak baik-baik saja" Aurell terlihat begitu cemas. di dalam hati bu kamala sejujurnya juga khawatir. tetapi ia berusaha tetap terlihat tenang. "tak perlu khawatir. tidak akan terjadi sesuatu pada nenek, dia akan baik-baik saja"Aksa menunjukkan kunci ruangan nenek yang telah ia amankan. Bu Kamala dan Aurell menghela napas dengan lega. bu Kamala pun menyusul saudara-saudaranya tapi dengan langkah yang pelan.dia hanya ingin memastikan kalau mereka tidak bisa memasuki ruangan bu debbira. "kurang ajar, siapa yang telah mengunci ruangan tempat ibu. kembalikan kuncinya padaku sekarang juga" bu Marissa menoleh ke belakang dengan wajah marah. namun, belum sempat dari mereka ada yan

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;14

    bu Marissa mundur setengah langkah, ia merasa sedikit takut dengan tatapan yang di berikan oleh Bu Kamala. ia merasa wanita di depannya ini sedikit berbeda, tapi egonya mengalahkan semuanya. ia berusaha tetap keliatan kuat di depan bu Kamala. "dengar dan ingat, aku baka aduin kamu ke ibu. kamu udah nggak mau urus rumah ini lagi" Bu Kamala maju satu langkah. "silahkan! kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu" katanya dengan suara berat yang penuh emosi. tanganya bergerak meraih baju bu Marissa dan menarik nya untuk mendekat. "selama ini aku diam karena aku menghormati keinginan ibu. tapi kalian semua sudah keterlaluan!. selalu pakai ibu buat bikin aku nurut dengan perintah kalian. kalian itu taunya cuma bisa teriak teriak, nggak pernah tahu rasanya kerja di rumah besar ini dari pagi sampai malam kan". Aksa menyipitkan mata nya, senyum kecil terukir di sudut bibirnya. akhirnya mertuanya yang pendiam dan penurut itu mulai menunjukkan taringnya juga. "Kamala, lepasin tang

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;13

    suasana kamar yang kecil dan mungil itu terasa sunyi. terdengar suara derit pelan dari kipas angin tua di sudut langit-langit. sedangkan di luar sana, suara jangkrik bersahut-sahutan. seolah-olah tahu kalau malam ini adalah malam pertama bagi dia orang yang baru saja resmi menjadi suami istri. Aurell duduk di pinggir ranjang, menunduk. sementara Aksa sudah berbaring menyandarkan diri ke dinding, sesekali ia melirik sang istri dengan senyuman yang di tahan tahan. "tempat tidur ini sempit yah. mas" ucap Aurell pelan. tanpa menoleh ke arah Aksa "pasti mas Aksa nggak merasa nyaman tidur di sini"Aksa menoleh pelan. nada suara nya ia buat senyaman mungkin. "justru itu bagus, kalau sempit begini kan nggak ada jarak di antara kita lagi, dan kita malah bisa berpelukan loh. "Aurell spontan merenggut, wajahnya memerah karna malu. "tadi mas Aksa katakan kita ini baru pacaran. mana bisa ada orang pacaran langsung tidur bersama.? "Aksa tertawa pelan mendengar ucapan sang istri yang terlihat

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;12

    Aurell menelan ludah dengan kasar. 'bagaimana bisa mas Aksa begitu cepat berubah karakter nya dalam waktu sekejap? 'gumam Aurell di dalam hati. melihat sang istri yang terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah dingin. Aksa mengulurkan tangannya, dan mengusap kepala Aurell dengan kasih sayang. mengisyaratkan bahwa semuanya baik-baik saja. "total semuanya. 4.980.000rupia kak. "jawab sang kaisar dengan ramah. " saya bayar pakai kartu ini. "Lagi-lagi Aurell di buat tertegun, namun sedikit kemudian ia langsung panik. " Astaga mas! kita kurangin aja barangnya... ini mungkin tabungan mas kan? pasti sudah di kumpulin selama bertahun-tahun kan. aku tidak ingin mas menghabiskan tabungan mas hanya untukku dan keluarga ku. " Aksa hanya tersenyum dan menyodorkan kartu debit miliknya ke kasir. "tenang saja. tabungan ku masih aman kok. ini belum seberapa di banding kan apa yang pernah aku kasih ke orang yang salah selama ini. " Aurell tak bisa membalas ucapan Aksa. ia hanya t

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;11

    "astaga.kok hari ini aku bisa jadi pelupa ya, sudah seperti nenek-nenek aja yang cepat pikun, masa iya kita keluar malam nggak bawa jaket" "nggak apa-apa kok. malahan lebih enakan begini, kita bisa peluk-peluk tanpa takut akan dosa " "iiih... mas Aksa ini " . . . Aurell tidak menyangka, ternyata Aksa membelokkan motornya ke sebuah toko swalayan yang cukup besar di kabupaten yang masih buka malam itu, Aurell sempat merasa bingung. "mas, ini kita mau ke mana" tanyanya curiga "kita jalan-jalan aja kan? apa kamu mau bertemu dengan seseorang? eeh atau.... kamu kerja di sini? maaf, aku jadi mengganggu pekerjaan mu" Aksa hanya tersenyum santai, lalu dengan tenang menuntun Aurell masuk kedalam swalayan itu. "masa lagi pengantin baru mau kerja sih? temani mas yah untuk belanja. kamu kan tahu, aku nggak bawa baju ganti! tadi aku lihat, sendalmu itu juga udah hampir putus" "mas, nggak apa-apa kalau mas mau beli untuk keperluan pribadi mas, tapi untuk aku nggak usah yah

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;9

    Aurell menunduk, lalu berkata dengan lirih. "maaf yah.. tadi aku nangis karena... aku tersentuh saat mendengar bacaan sholat dari mas Aksa.. begitu merdu banget,dan begitu terasa tenang. aku malu karena aku pikir aku yang selama ini berpendidikan malah belum tentu bisa sebaik itu mas" Aksa men

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;8

    "Aurell, jangan perna ngomong seperti begitu yah, aku tidak ingin kamu berbicara seperti itu" Ia menatap Aurell dengan tatapan tajam, bukan karena ia marah, tapi karena ia kecewa"pernikahan bukan sebuah permainan, aku tahu pernikahan ini mendadak. bahkan nyaris absurd, tapi itu bukan sebuah alasa

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;10

    Azalea pun menyipitkan matanya, tak Terima dengan ucapan Aurell. "tentu saja mas Zaki akan memilih ku!, kamu itu hanya bekas, bekas dari mainan banyak lelaki. mas Zaki pun tau semua rahasia tentang mu. kamu itu barang bergilir kan Aurell" Aurell yang mendengar ucapan itu pun akhirnya terperang

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;7

    Rumah kecil itu berada di dalam rumah panjang itu, dengan ruangan yang sempit. tapi penuh dengan banyak kenangan, tumpukan pengorbanan, air mata, dan perjuangan mereka yang tidak perna di lihat oleh siapa pun. Aksa mengekor di belakang mereka, membawa sebuah tas kecil yang entah apa isinya. ia t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status