/ Rumah Tangga / PESONA ISTRI NAKAL CEO / Bab 104. Janji dalam Sunyi

공유

Bab 104. Janji dalam Sunyi

작가: Kenzie
last update 게시일: 2025-09-25 11:00:03

“Rei,” panggil Abian begitu mobil berhenti di halaman rumah.

Reina menoleh sebentar, tatapannya datar, lelah. “Aku capek, mau tidur dulu.”

Tanpa menunggu respon, wanita itu turun lebih dulu. Langkahnya cepat menuju pintu utama, bahkan melewati bu Mar tanpa sapaan. Abian hanya mengikutinya dengan pandangan. Ada sesuatu di sorot mata Reina malam ini, antara rapuh, marah, dan putus asa.

Begitu pintu kamar utama terbuka, Reina langsung merebahkan tubuh ke
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
enur .
semoga keuwuwan mereka tidak cepat berakhir
goodnovel comment avatar
Kenzie
mulai terbuka sedikit demi sedikit alasan FWB mereka berakhir (⁠◔⁠‿⁠◔⁠)
goodnovel comment avatar
enur .
ini yang aq ingin kan ,, melihat Reina membutuh kan sandaran,dan Abian lah tempat Reina berkeluh kesah ,,
댓글 더 보기

최신 챕터

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 206. Ending

    Dua tahun telah berlalu sejak tragedi yang hampir merenggut segalanya dari hidup Abian dan Reina. Kota Seoul menyambut mereka dengan riuh rendah lalu lintas dan cahaya lampu neon yang tak pernah padam. Bagi Abian dan Reina, dua tahun terakhir adalah masa ketenangan yang mereka bangun sendiri, jauh dari sorotan media yang dulu menyeret hidup mereka ke dalam kekacauan.Abian baru saja menerima kabar dari Roy. Cindy kini dirawat di rumah sakit jiwa, sementara ayahnya dipenjara dan Raka ikut merasakan akibatnya. Ibunya meninggal beberapa bulan setelah skandal keluarga mereka terungkap, meninggalkan kehampaan yang mendalam.Sementara Jay seolah hilang tanpa bekas, meninggalkan rasa sunyi yang menakutkan. Abian menyadari semua ini adalah ulah Arga, strategi yang rapi dan tanpa cela. Meski begitu, ia memilih diam dan tidak menanyakan apapun pada Arga, membiarkan segalanya berjalan sesuai rencana.“Mas,” panggil Reina lembut dari balkon apartemen me

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 205. Kekuasaan Tidak Lagi Menyelamatkan

    Di apartemen yang sepi, Cindy menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Notifikasi terus berdatangan, satu demi satu, membuat dadanya sesak. Wajahnya pucat, matanya membulat, sementara jantungnya berdebar tak menentu. Foto dirinya bersama Raka kini tersebar di semua portal berita. Tangkapan layar chat, dokumen transfer dana, dan percakapan rahasia yang ia kira aman kini terbuka untuk publik. Nama Cindy memenuhi headline media, komentar netizen berseliweran, menyeret citra keluarga dan hubungannya yang selama ini ia jaga. “Ini tidak mungkin,” gumamnya lirih, napas tersengal. Ia mencoba mengangkat telepon, berharap ada seseorang yang bisa menenangkan keadaan. Panggilan pertama tidak tersambung. Panggilan kedua juga tidak. Bahkan Raka seakan menghilang begitu saja. Cindy berjalan mondar-mandir. “Raka, di mana kamu?” suaranya bergetar. “Kamu harus melakukan sesuatu. Ini semua gila.” Ia menatap layar laptop d

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 204. Ketika Semua Topeng Runtuh

    Setelah panggilan terputus, Abian menurunkan ponsel. Rahangnya mengeras, menahan gelombang emosi yang ingin meledak. Wajahnya tetap tegap, menutupi kerentanan yang tersembunyi di dalam hati. Arga menatap lama. “Kamu yakin akan menghadapi media?” Abian menatap balik, rahangnya menegang. “Para wartawan dan paparazzi pasti akan memburu kabar tentang kejadian ini. Lebih baik aku yang menghadapi mereka, daripada membuat Reina kembali terluka.” Arga mengangguk pelan, menahan rasa khawatirnya. “Kalau begitu lakukan. Aku akan mendukungmu sepenuhnya.” Abian menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri sejenak. Suara detak jantungnya dan gema langkah di ruangan seolah menjadi latar bagi tekad yang baru terbentuk. Setiap tarikan napas membuatnya semakin fokus pada tujuan di depan. Ia menatap layar ponsel dengan mata tajam, menekan beberapa nomor penting satu per satu. Pesan demi pesan dikirim, memastikan setiap persia

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 203. Harapan Tersisa Di ICU

    “Saturasi oksigen pasien turun drastis!” seru seorang tenaga medis sambil menatap monitor dengan tegang.Tubuh Reina lemas. Napasnya tersengal, warna bibirnya pucat. Tanda jelas bahwa kadar oksigen menurun drastis.“Pasang oksigen sekarang!” perintah seorang paramedis, menempelkan masker ke wajah Reina.Alarm monitor berdentang kencang, lampu merah berkedip cepat, menandakan saturasi Reina berada di bawah 90%. Abian menggenggam tangan istrinya sekuat tenaga. Setiap detakan alarm terasa menekan dadanya seperti palu yang berat.“Tenang, Tuan. Kami akan stabilkan dulu sebelum sampai rumah sakit,” ujar paramedis sambil menyesuaikan aliran oksigen dan memeriksa tekanan darahnya.Sementara itu, tangan salah satu paramedis menekan dada Reina dengan lembut sesuai protokol resusitasi non-invasif. Jantungnya tetap berdetak stabil di bawah pengawasan ketat. Abian hanya menatap, napas tersendat, hatinya bergetar setiap detik.Ambulans menemb

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 202. Detik-detik Menentukan

    Sementara itu, mobil Abian benar-benar berhenti total. Pikirannya kosong saat ini. Sesekali matanya menatap GPS, berharap titik keberadaan Reina muncul kembali.“Tuan Abian, saya sudah menemukan jalurnya. Saya akan kirim—”“Pandu saja,” potong Abian singkat, nadanya dingin tapi tegas.“Baik, Tuan,” jawab suara di seberang, cepat menyesuaikan irama perintah.Bola Salju mulai memandu perjalanan Abian menuju lokasi Reina. Ia memaksa diri tetap fokus meski bayangan terburuk tentang istri dan anaknya terus menghantui pikirannya. Mobil melaju keluar dari terowongan, jalan utama terbentang di depan seperti menunggu setiap langkahnya.Beberapa meter kemudian, petugas menghentikan kendaraan. Sirine meraung dan palang turun, menghentikan laju mobil tepat saat Abian ingin menekan gas. Napasnya tercekat, tangan menegang di setir, jantung berdetak kencang.Abian menatap layar GPS dengan napas tertahan. Titik lokasi Reina yang sempat menghilan

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 201. Ketegangan Saat Fajar

    Lampu lorong redup menyelimuti Reina saat ia berlari, napasnya terpecah, sementara langkah Jay terdengar mengejar dari belakang. Di tikungan, ia sengaja menabrak troli kosong, logamnya beradu keras dan memperlambat kejaran Jay beberapa detik. Gerakan itu cukup untuk berbelok, dan cukup untuk menghilang sementara waktu.Reina segera mengunci pintu darurat dari dalam. Dadanya naik turun, matanya basah oleh ketegangan. Untuk pertama kalinya sejak diculik, Reina tidak lagi sekadar menjadi target, ia kini menjadi ancaman.“Bagaimana caranya aku keluar dari bangunan ini?” tanyanya pada udara kosong dan keheningan ruangan.Ia menatap sekeliling, mencari jalan keluar sebelum Jay kembali. Pandangannya tertuju pada kaca jendela yang cukup tinggi. Ketinggian itu tak menjadi penghalang bagi tekadnya.Reina mulai menumpuk benda-benda di sekitarnya untuk mencapai jendela. Senyum tersungging saat balok kayu berhasil memecahkan kaca, serpihan kecil menempel di wa

  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 102. Malam Penuh Intrik

    “Sayang, kamu baik-baik saja, ‘kan?” suara Raka terdengar lembut, tapi nadanya seolah menyimpan sesuatu.Reina mengangkat wajahnya, kening sedikit berkerut. “Tentu saja, Sayang. Buktinya aku ada di sini, duduk di hadapanmu.”Raka tidak langsung menanggapi. Ia hanya tersenyum tip

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 106. Sunset di Antara Kita

    Abian akhirnya menenteng dua kantong belanja kecil. Satu isinya beberapa setel baju mereka, dan satunya lagi isinya cuma bando kucing yang dipaksa Reina beli sekadar buat lucu-lucuan. Keduanya melangkah keluar dari mall, cahaya lampu sore memantul di kaca-kaca besar. Sementara Reina masih tertawa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 95. Pagi Setelah Badai

    “Sialan, bisa mati aku. Abian tadi malam benar-benar kayak setan, lima kali tapi masih belum puas juga,” gerutu Reina, tubuhnya terasa mati rasa saat mencoba bangkit dari ranjang kayu.Ia menatap Abian yang tidur tenang di sampingnya, wajahnya santai, napasnya teratur. Tak sedikit p

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • PESONA ISTRI NAKAL CEO   Bab 93. Api dalam Gelap

    “Jawab aku, Reina,” suara Abian rendah, nyaris seperti geraman binatang buas yang siap menerkam. Reina tak gentar. Senyum miringnya muncul, penuh tantangan. Ia menyandarkan tubuh ke kursi mobil, seolah sedang menikmati permainan. “Kamu sungguh lucu, Abian. Takut kehilangan aku pada pria lain? At

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status