Share

Bab 231

Author: Elenor
Clara sangat tenang.

Tidak berkata apapun.

Dengan ingatan Edward, mampu mengingat semua makanan kesukaannya itu bukanlah hal susah.

Alasan mengapa Edward mempersiapkan semua itu mungkin hanya untuk berterima kasih kepada mereka karena sudah datang mengunjungi Nenek Anggasta.

Itu tidak mewakili apa pun.

Setelah makan malam, Clara dan Nenek Hermosa duduk selama lebih dari satu jam dan kemudian bersiap untuk pulang.

Melihat hari sudah mulai malam, Nenek Anggasta tidak ingin menahan mereka lebih lam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Siti Rofikoh
knp dinovel ini dialogx singkat2 sekali..seperi..iya...tidak itu saja..tapi narasi atau paparanx panjaaaang banget
goodnovel comment avatar
I Gusti Ayu Nyoman Suriati
kayaknya Edward cinta sama Clara. hanya saja Edward ingin Clara lebih agresif dan berani melawan kalau ditindas atau disinggung. Edward sama Vanesa untuk manas manasin Clara supaya Clara cemburu dan.marah. eh malah Clara mundur. bentar lagi Edward bakal bucin deh sama Clara. Vanesa ketahuan boong
goodnovel comment avatar
Ummu Habibah As-sanosa
pokoknya cerita ini di novel ini paling aku suka,gak mau kelewatan membaca setiap hari.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 763

    Selama dua hari berikutnya, Clara menjadi lebih sibuk, bahkan pada hari Sabtu pun dia tidak memiliki waktu luang.Elsa meneleponnya, dan setelah mengetahui Clara masih harus bekerja pada hari Sabtu, dia bertanya, "Bagaimana dengan malam ini? Apa Mama juga nggak punya waktu malam ini?""Iya, Mama ada urusan lain nanti malam."Elsa berkata, "Ayah juga nggak punya waktu nanti malam."Clara menduga Edward mungkin juga akan menghadiri perayaan ulang tahun Institut Penelitian Doktor Luwana.Doktor Luwana sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Global dari tiga perusahaan teknologi yang masuk dalam peringkat tiga besar dunia selama bertahun-tahun. Beliau adalah salah satu sosok langka di dunia akademisi dan industri Kecerdasan Buatan Marola, dia memiliki reputasi akademis internasional tingkat atas serta pengalaman industri perusahaan terkemuka.Jaringan relasi dan sumber dayanya tentu saja amat sangat luar biasa.Institut Penelitian Doktor Luwana baru-baru ini berhasil me

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 762

    “Apa yang harus kita lakukan sekarang?”Diana tidak mengerti tentang investasi atau pun industri, tetapi dia sangat takut jika sampai kehabisan uang.Dia menatap Vanessa. “Kak, bagaimana dengan Kak Edward ....”Sebelum dia selesai berbicara, ponsel Vanessa tiba-tiba berdering. Melihat nama penelepon di layar, ekspresi Vanessa menjadi rileks seketika, dan segera menjawab panggilan tersebut.Setelah mendengar apa yang dikatakan orang di ujung telepon, wajahnya yang tegang perlahan berubah, kembali menjadi tenang dan penuh percaya diri seperti biasanya.Dia tersenyum dan berkata, “Oke, aku mengerti. Aku akan segera ke sana.”Dilihat dari ekspresi dan nadanya, semua orang sudah bisa menebak siapa orang yang ada di ujung telepon itu.Ervan bertanya, “Apa itu dari Edward?”Vanessa tersenyum, lalu bergumam mengiyakan. Dia segera mengambil tasnya, dan berkata, “Aku sudah berbicara dengan Edward soal masalah perusahaan kita beberapa hari yang lalu. Dia membantuku menghubungi beberapa orang dan

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 761

    Clara keluar dari mobil Edward yang berhenti dengan jarak sekitar tiga ratus meter dari Morti Group.Setelah dia keluar, mobil Edward pun langsung melaju pergi.Rendi yang terus mengikuti dari belakang, memperhatikan ke arah perginya mereka selama beberapa saat, kemudian akhirnya pergi.Kerja sama Morti Group dan Jetwave Labs selalu berjalan dengan sangat baik.Sesampainya di kantor, Clara langsung mengadakan rapat kecil sebelum pergi menuju ke Jetwave Labs.Sore itu, Jetwave Labs memberikan kabar baik bahwa mereka telah berhasil mencapai terobosan besar dalam teknologi fusi multimodal.Begitu kabar tersebut diberitakan secara luas oleh media massa, langsung menarik perhatian para pakar teknologi baik di dalam maupun luar negeri.Baik X-Tech maupun Jetwave Labs sama-sama bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan kendaraan otonom pada mobil. Begitu berita dari Jetwave Labs keluar, Diana dan yang lainnya langsung menerima kabar itu dan segera mengabarkannya kepada Vanessa.Ekspre

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 760

    Malam itu, Elsa merasa sangat bahagia.Biasanya ketika Edward ada di rumah, Elsa akan pergi ke ruang kerjanya untuk mengerjakan PR, membaca buku, menggambar, atau bermain dengan mainannya sendiri.Sekitar jam sepuluh malam, setelah mandi dan bersiap untuk tidur, Elsa berkata kepada Clara, "Ma, aku mau ke ruang kerja untuk melihat apa Ayah sudah tidur atau belum. Sekalian mengucapkan selamat malam."Clara menjawab, "Iya." Elsa sudah berlari keluar kamar, tetapi tiba-tiba berbalik, sambil memeluk kusen pintu dan memiringkan kepalanya, dia bertanya kepada Clara, "Ma, apa Mama nggak mau ikut?"Clara menggelengkan kepalanya. "Mama nggak ikut, kamu saja sendiri." Elsa sudah terbiasa dengan kurangnya interaksi antara Edward dan Clara, jadi dia tidak berpikir ada yang aneh dengan itu. Mendengar jawaban Clara, dia hanya bisa berkata, "Ya sudah."Dia pun berbalik dan pergi.Sesampainya di depan pintu ruang kerja Edward, dia mendorongnya hingga terbuka dan mengintip ke dalam ruangan. Begitu mel

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 759

    Clara menggelengkan kepala dan berkata dengan hangat, "Nggak usah repot-repot, kami baru saja makan di luar sebelum pulang."Tetapi Elsa tiba-tiba seperti teringat sesuatu dan merasa sedikit kesal, lalu berkata kepada Clara, "Iya, benar juga. Kalau tahu Mama akan pulang malam ini, alangkah baiknya kalau kita bisa makan bersama saja di rumah. Mama kan sudah lama sekali nggak makan di rumah."Elsa hampir lupa bagaimana rasanya makan malam bersama ayah dan mamanya di rumah.Sekitar setahun terakhir ini, meskipun Clara beberapa kali pulang karena Elsa, namun dia jarang tinggal untuk makan malam di sana. Walaupun, dia sebenarnya cukup sering menginap dan sarapan keesokan harinya di rumah itu.Namun, Clara tidak berkata apa-apa. Dia tersenyum, mengusap kepala Elsa, dan mengganti topik pembicaraan. "Bukannya kau bilang ingin memperlihatkan barang-barang yang sudah kau kumpulkan baru-baru ini ke Mama? Di mana barang-barangnya? Coba mana, Mama mau melihatnya."Perhatian Elsa memang terbukti lan

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 758

    Setelah selesai makan, Elsa mengatakan dia perlu pulang lebih dahulu agar bisa bersiap-siap dan meminta mereka untuk tinggal dahulu selama sepuluh menit, baru pergi.Sepertinya dia benar-benar memiliki banyak hal untuk diceritakan.Melihat antusiasme dan kebahagiaannya, Clara dan Edward pun setuju.Setelah Elsa kembali bersama supir, hanya Clara dan Edward yang tersisa di ruangan.Ruangan itu langsung terasa sunyi.Mereka sempat saling bertukar pandang, lalu Clara mengeluarkan ponselnya dan mulai menyibukkan diri dengan urusannya sendiri.Namun, Edward tidak menggunakan ponselnya, dia hanya memperhatikan Clara, tidak jelas apa yang sedang dilihatnya.Clara menyadari hal itu, tetapi karena Edward tidak berbicara, dia pun tidak mengatakan apa pun.Clara sedang membaca ringkasan diskusi beberapa makalah penelitian tentang Kecerdasan Buatan yang baru saja diterbitkan di sebuah komunitas penelitian.Dia hanya berniat menghabiskan waktu, tetapi siapa sangka menjadi begitu asyik hingga lupa w

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status