Share

Bab 308

Author: Elenor
Clara tidak tahu apa yang dibicarakan Edward dan Doni.

Setelah makan dengan Dylan, Clara kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan.

Pada hari Rabu, dia menerima telepon dari Kakek Yunanda yang memintanya untuk datang ke rumahnya untuk makan bersama di akhir pekan, dia juga berkata, "Elsa juga bakal datang."

Clara mendengarnya, berpikir sejenak, lalu berkata, "Iya, Kek."

Pada hari Jumat sore, ketika Clara sedang rapat, ponselnya tiba-tiba berdering.

Dia hendak mengangkat telepon, tetapi orang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (174)
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Pelakor dan keluarganya ngga akan dipandang orang tanpa bantuan dari Edward
goodnovel comment avatar
Rereku Kucing
aku juga setuju Clara dengan Ricard, dari pada dengan Dani,
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
knp s pelakor mo tau urusan orang lain sih
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 753

    Prof Nian tentu saja hadir untuk membantu memperkenalkan Clara dan Dylan kepada jaringan relasinya.Meskipun teman-teman Prof Nian tidak akan mengabaikan Clara dan Dylan walaupun dia tidak datang secara langsung, namun kehadirannya tetap memberi kesan berbeda.Edward tahu Prof Nian juga hadir di sana, namun sengaja tidak menghampiri untuk menyapanya. Baru setelah kebetulan berpapasan dengan Prof Nian saat akan meninggalkan acara pada siang harinya, Edward menyapanya dengan sopan, "Prof Nian."Prof Nian mengangguk acuh tak acuh, lalu pergi bersama Clara dan Dylan.Sepanjang hari itu, Clara melakukan diskusi akademis yang mendalam dengan beberapa tokoh senior dalam industri ini dan juga menerima beberapa sesi wawancara. Bisa dikatakan, itu adalah hari yang padat dan produktif buatnya.Tak lama kemudian, tibalah saatnya acara malam penyerahan penghargaan.Di dalam aula, Clara dan Prof Nian duduk bersama, yang posisinya tidak jauh dari Edward, tetapi tidak ada interaksi sama sekali di anta

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 752

    Clara dan Edward sama-sama tidak keberatan, mereka bahkan mengajak Gery ikut serta.Setelah masuk ke mobil, petugas itu bertanya kepada Clara sambil tersenyum, "Kenapa Pak Dylan nggak ikut bersama?""Dia sedang dalam perjalanan bisnis, nanti datang agak telat."Sudah cukup larut ketika mereka tiba di hotel. Clara, Gery, dan Edward melangkah masuk ke lift bersama-sama.Kamar Clara dan Edward berada di lantai yang sama, tetapi kamar Gery berbeda.Gery keluar dari lift terlebih dahulu, dan menyisakan Clara dan Edward.Mereka sempat saling melirik. Clara membalas tatapannya, lalu menarik kembali pandangannya. Edward tidak mengatakan apa pun.Namun, saat lift mencapai lantai tujuan dan berjalan keluar, Edward tiba-tiba berkata, "Selamat malam."Clara tertegun diam. Clara tidak menjawab, dia hanya menyeret koper, menggesek kartu aksesnya, dan masuk ke kamar....Pada saat itu, Dylan baru saja turun dari pesawat dan Prof Nian masih memiliki urusan lain. Namun, mereka semua harus menghadiri b

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 751

    Edward sudah mengucapkan selamat kepada Clara, tetapi karena dia bersikap seolah-olah baru saja mengetahui tentang penghargaan yang diterima Clara, maka Clara tidak punya pilihan selain ikut bermain, "Terima kasih.""Sama-sama."Setelah itu, mereka tidak saling mengobrol lagi.Clara dan Edward segera pergi.Melihat Clara dan Edward berinteraksi seperti orang asing, Rendi semakin merasa hubungan mereka mungkin tidak sesederhana yang dia pikirkan sebelumnya.Setelah mereka pergi, saat Pak Yakob hendak berbalik dan kembali ke lantai atas, Rendi tiba-tiba bertanya, "Apa ada karyawan dari Anggasta Group yang memenangkan penghargaan tahun ini?"Jika ada karyawan dari Anggasta Group yang memenangkan penghargaan, maka kehadiran Edward secara langsung di acara penghargaan itu memang akan menjadi cara yang bagus untuk sekaligus mempromosikan produk Anggasta Group.Jika tidak ….Pak Yakob menjawab, "Nggak ada." Kemudian, dia balik bertanya, "Kenapa Anda bertanya begitu?""Nggak apa-apa, cuma ingi

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 750

    Melihat kekaguman semua orang pada Clara, serta senyuman di wajah wanita itu, Rendi merasa sangat kesal.Dia hanya diam, lalu berbalik dan naik ke lantai atas sendirian.Sore itu, Clara dan timnya akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka, dan memperkirakan tidak perlu datang ke Anggasta Group selama dua minggu ke depan.Pak Yakob dari Anggasta Group pun dengan sopan menawarkan untuk mengantar sendiri Clara dan timnya ke lobi.Rendi dan kelompoknya juga kebetulan akan kembali ke perusahaan untuk menangani beberapa urusan, jadi mereka menunggu bersama-sama di pintu masuk lift.Lift tiba dengan cepat. Namun saat pintu terbuka, semua orang langsung tertegun. Pak Yakob dengan cepat bereaksi, dia tersenyum sambil menyapa, "Pak Edward, Pak Aris."Edward mengangguk, pandangannya menyapu pada rombongan yang ada di depannya. Dia dengan santai bertanya, "Kalian mau ke mana?""Strukturnya sudah selesai, jadi Bu Clara dan timnya akan kembali ke Morti Group. Saya mau mengantarkan mereka ke bawah."Ed

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 749

    Saat itu, teman Prof Nian menatapnya dan tersenyum, lalu berkata, "Kalau Anda sudah mengatakan nggak suka pada seseorang, orang itu pasti benar-benar buruk."Prof Nian dan Clara belum pergi jauh, jadi Vanessa dan Rendi tentu saja juga mendengar ucapannya.Ketika Vanessa menyapa dengan sopan, sikap Prof Nian dingin dan jelas mengabaikannya. Wajah Rendi langsung berubah suram. Namun melihat Prof Nian dan temannya sengaja meremehkan Vanessa, Rendi menjadi semakin marah.Dia tahu Prof Nian dan orang yang tidak dikenalnya itu telah meremehkan Vanessa karena Clara yang telah menyesatkan mereka.Meskipun begitu, dia masih sangat marah, karena seseorang seperti Prof Nian ternyata bisa menghakimi Vanessa tanpa memahami kebenaran yang sesungguhnya.Melihat punggung mereka, ekspresi Rendi menjadi dingin.Rendi ingin melihat jika Prof Nian mengetahui sifat asli Clara apakah dia akan merasa menyesal karena sudah menyakiti seorang gadis muda begitu saja dan mudah sekali memercayai fitnah!Memikirkan

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 748

    Clara tiba di restoran, namun dia hanya melihat Elsa di ruangan itu. Sedangkan Edward, dia tidak terlihat di mana pun.Elsa menghela napas dan berkata, "Ayah baru saja menerima telepon dan bilang kalau dia ada urusan mendadak, jadi harus pergi."Clara hanya bergumam, dan tak bertanya lebih lanjut.Baginya, hadir atau tidaknya Edward tidak ada bedanya.…Setelah beristirahat selama dua hari di akhir pekan, Clara menghabiskan sebagian besar waktunya di hari Senin itu dengan pergi ke Anggasta Group. Karena Panora dan Anggasta Group baru saja memulai kerja sama, maka dia sesekali berpapasan dengan Rendi.Pada hari Rabu sekitar tengah hari, Clara dan timnya telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Pak Yakob dari Anggasta Group ingin mengundang mereka makan siang.Clara menolaknya dengan sopan, "Saya sudah ada janji siang ini, mungkin lain kali saja.""Baiklah, kalau begitu lain kali saja."Rendi dan yang lainnya juga berada di sana ketika Clara sedang berbicara dengan Pak Yakob.Pak Yakob juga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status