공유

Bab 483

작가: Elenor
Seperti kata orang, jangan menyinggung orang yang sedang senang.

Dalam situasi ini, Dylan dan Clara hanya bisa ikut berjabat tangan dengan sopan kepada Edward.

Setelah menyapa Edward dan rombongannya, Dylan menerima telepon.

Ada urusan mendesak di perusahaan yang mengharuskannya segera kembali.

Setelah Dylan menyapa Edward dan Pak Yovi, Clara melihat ekspresinya dan merasa sedikit khawatir. Dia merendahkan suaranya dan bertanya, "Ada apa?"

Dylan menepuk bahunya untuk menenangkan, mencondongkan t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (196)
goodnovel comment avatar
Santunah Darlis
istrimu yg kamu sakiti dan kamu remehkan
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
mmg benar, Vanesa msh jauh dr standar utk jd murid prof nian
goodnovel comment avatar
Siti Yusniar Br Barus
cerita nya kok kayak gk ada kemajuan sih!
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 866

    Dylan tidak ingin membahas topik itu lebih jauh lagi. Sebaliknya, dia beralih ke percakapan santai. "Liburan sudah dimulai besok. Apa kau sudah punya rencana?"Clara tersenyum. "Belum ada rencana. Nggak ada tempat khusus yang ingin kukunjungi, jadi mungkin aku hanya akan beristirahat di rumah selama beberapa hari."Dylan mengangguk. "Itu juga bagus."Clara sendiri memang tidak punya rencana, tetapi ....Malam itu, dalam perjalanan pulang, dia menelepon Elsa. Panggilan itu segera dijawab. "Mama.""Iya," sahut Clara lembut sembari menyetir. "Liburan sudah dimulai besok. Apa kau sudah punya rencana?"Elsa berbisik, "Nggak ada.""Mama juga nggak punya rencana. Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi? Mama bisa menemanimu ke sana."Elsa ragu sejenak sebelum berkata, "Iya.""Kalau begitu, Mama akan menjemputmu besok pagi, ya?"Mendengar itu, Elsa sempat terdiam sejenak, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Clara menyadari keraguan itu dan hendak bertanya ada apa, namun Elsa sudah lebih du

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 865

    Setelah menutup telepon, Rita bertanya, "Siapa itu? Apa yang terjadi?"Vanessa menjelaskan situasinya secara singkat, Keluarga Sanjaya maupun Keluarga Gori merasa sangat gembira mendengar kabar tersebut.Diana melompat kegirangan, matanya berkaca-kaca karena bahagia. "Aku sudah menduganya! Kak Edward hanya mencintaimu. Clara itu nggak ada apa-apanya dibandingkan dirimu, Kak!"Fani menimpali, "Iya, benar sekali. Sehebat apa pun Clara, Edward nggak pernah mencintainya. Jadi, bagaimana mungkin dia akan mulai menyukai wanita itu sekarang!"Rita pun ikut tersenyum.Sejujurnya, fakta bahwa Clara adalah pemegang saham di Morti Group dan murid Prof. Nian benar-benar mengejutkannya.Dia tidak pernah membayangkan bahwa Clara akan ... meraih kesuksesan sebesar itu.Clara memang menjadi pusat perhatian belakangan ini.Melihat betapa hebat dan suksesnya Clara, Rita sungguh khawatir kalau Edward mungkin akan menaruh perasaan padanya. Lagipula, selama setahun terakhir, sikap Edward terhadap Clara tel

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 864

    Malam itu, hingga pesta jamuan berakhir, Clara dan Edward sama sekali tidak berinteraksi.Semua orang yang hadir menyaksikan hal tersebut.Di akhir jamuan, Clara dan Dylan pergi terlebih dahulu, diikuti oleh Edward, Gading dan Dani.Malam itu, melihat sosok Clara dan Dylan yang melangkah pergi, Dani menoleh ke arah Edward. "Edward, soal kau dan Vanessa ...."Edward menjawab, "Itu urusanku, aku sendiri yang akan mengurusnya."Gading mengerti bahwa Edward telah mengetahui apa yang ingin dia dan Dani sampaikan.Namun, sikap Edward tersebut jelas menunjukkan bahwa dia tidak ingin mendengarkan nasihat mereka.Gading mengerutkan kening. "Edward, bagaimana kalau kau ...."Edward berkata, "Ini sudah malam, ayo kita pulang saja dan beristirahat."Karena Edward tidak mau mendengarkan, maka Gading mengerti bahwa bicara lebih banyak pun tidak akan berguna, jadi dia hanya bisa berkata, "... Baiklah."Melihat hal tersebut, Dani pun tidak mencoba membujuknya lebih lanjut.…Sementara di saat yang sam

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 863

    Doni dan Agra baru saja tiba.Mereka kebetulan juga menyaksikan sikap saling tidak peduli antara Edward dan Clara.Agra tak tahan berbisik pelan, "Clara itu sangat luar biasa. Tapi Edward, bahkan setelah mengalami insiden itu, dia masih tak berpaling. Dulu, kita hanya tahu kalau dia bersikap royal dan baik kepada Vanessa, tapi sekarang aku baru sadar kalau dia sebenarnya orang yang sangat setia. Itu sangat mengejutkan." Doni tetap diam, tak berkomentar apa-apa.Kehebatan Clara, termasuk Edward yang tidak memiliki perasaan apa pun terhadap wanita itu sebenarnya hal yang biasa saja, tetapi … saat masalah moral dan etika yang serius dari Vanessa dan keluarganya terekspos, kasih sayang Edward tetap tak tergoyahkan kepada Vanessa ....Menurutnya, prinsip dan moralitas adalah batas dasar.Mungkin dia belum pernah benar-benar mencintai seseorang, sehingga dia belum bisa memahami perasaan Edward terhadap Vanessa.Agra melanjutkan, "Mereka seharusnya belum resmi bercerai, kan? Richard bilang k

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 862

    Di tengah bisik-bisik para tamu, Edward berjalan menuju Dr. Luwana. "Halo, Om Luwana." Dani dan Gading juga menyapa Dr. Luwana.Dr. Luwana merespon dengan mendengus ringan. Dia lalu melirik Edward dan kemudian beralih menatap Clara, kemudian mencibir, "Mengira batu sebagai mutiara, apa kau nggak menyesal?"Edward tidak ikut menatap ke arah Clara, dan segera mengganti topik pembicaraan, "Kupikir Om akan lebih tertarik pada proyek yang kuceritakan waktu itu."Dr. Luwana langsung tertegun. Dia memang tertarik.Karena Edward enggan membahas hubungannya dengan Clara, maka dia pun tidak ingin bertanya lebih lanjut.Lagipula, urusan asmara antara anak muda seperti mereka tidak ada hubungan dengan dirinya.Dia hanya merasa kesal dan kecewa karena sosok Clara yang begitu luar biasa tidak mampu menarik perhatian Edward.Dia berhenti membahas hubungan antara Clara dan Edward, kemudian beralih membahas proyek tersebut dengan Edward.Pembahasan proyek tersebut tidak ada kaitannya dengan Dani dan

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 861

    Pada malam setelah perayaan Festival Musim Gugur, Clara dan Dylan diundang ke sebuah pesta jamuan makan malam.Di dalam mobil, Dylan berkata, "Edward seharusnya juga akan datang malam ini."Clara berkata, "Iya, aku tahu.""Ini adalah pertama kalinya kalian berdua akan berada di acara seperti ini sejak insiden di pesta Dr. Luwana. Suasana malam ini mungkin akan sedikit ramai."Clara berkata, "Iya."Paling hanya ada beberapa orang yang masih penasaran dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Edward. Dia tidak akan peduli jika orang-orang itu melihat ke arahnya satu atau dua kali.Sesampainya di aula perjamuan, mereka mengobrol sebentar dengan tuan rumah. Saat itu, Dr. Luwana tampak tiba.Baik Clara maupun Dylan tidak menyangka Dr. Luwana juga akan datang.Setelah apa yang terjadi malam itu, mereka belum menemukan kesempatan untuk meminta maaf dengan sepantasnya kepada Dr. Luwana. Ketika melihat kedatangannya, mereka berpamitan dengan orang-orang di sekitar dan kemudian berjalan menuju

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status