Share

Bab 565

Author: Elenor
"Pak, ada telepon dari Bu Vanessa," kata Rio.

Kali ini, Edward sepertinya mendengar ucapan Rio. Dia hanya bergumam pelan sebagai jawaban, dan tepat saat melihat ponselnya, Vanessa sudah menutup telepon.

Edward mengambil ponselnya dan berkata kepada Rio, "Kau boleh keluar sekarang."

"Baik."

Rio pun pergi.

Untuk memamerkan kemampuan produk teknologi mereka dan memperluas pengaruh baik di dalam maupun luar negeri, Anggasta Group menyebarkan berita tentang terobosan yang berhasil dicapai dari kolaborasi antara Anggasta Group dan Morti Group sore itu, dan segera menjadwalkan konferensi pers.

Setelah menerima berita hari itu, Edward berkata, "Tolong disesuaikan jadwalnya ya."

Rio berpikir sejenak, lalu menyadari maksudnya, "Apa Bapak juga mau hadir di konferensi pers?"

"Iya."

"Tapi..."

Edward sudah memiliki jadwal penting untuk lusa pagi. Dia seharusnya sudah tahu hal ini, kalau tidak, dia tidak akan meminta Rio untuk menyesuaikan jadwal kerjanya.

Namun, dia tak kuasa menahan diri untuk be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 619

    Setelah melihat orang itu pergi, senyum di wajah Ervan memudar.Akhir-akhir ini, ketika Vanessa mencoba menghubungi Edward, teleponnya seringkali tidak dapat tersambung, atau ketika berhasil terhubung pun, Edward selalu beralasan sedang sibuk.Hal itu juga terjadi selama dua hari terakhir.Saat itu, bukan hanya Vanessa, bahkan Ervan pun dapat merasakan dengan jelas bahwa Edward telah berubah .…Vanessa menatap ke arah kepergian Edward dan Clara, lalu menggenggam ponselnya erat-erat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Setelah beberapa saat, Ervan tersadar dari lamunannya dan berkata kepada Vanessa, "Apa perlu meneleponnya?"Meskipun pikiran Edward saat ini sepenuhnya tertuju pada Clara, tetapi bagaimanapun juga mereka belum putus. Mereka telah bersama cukup lama, Edward pasti masih memiliki perasaan untuknya.Itu berarti dia masih ada kesempatan untuk mempertahankan hubungan mereka.Vanessa mengerti maksud ayahnya.Setelah masuk ke mobil, dia sempat ragu sejenak, lalu akhirnya menelepon

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 618

    Mungkin dia sudah menduga akan jawaban Clara yang seperti itu, Edward tersenyum dan berkata, "Elsa juga ikut."Clara tertegun. "Elsa juga ikut?"Mereka akan membahas urusan penting, membawa seorang anak kecil ikut serta ....Edward menjawab, "Dia sudah tahu hubungan kita."Clara semakin terkejut.Jika ada orang lain mengetahui hubungannya dengan Edward, tanpa ragu, pasti Edward yang telah memberitahukannya.Meskipun dia tidak tahu mengapa Edward memberi tahu temannya tentang hal itu, tetapi dia tidak bertanya lebih lanjut, dan hanya berkata, "Oke."Dia makan sedikit untuk mengganjal perut, lalu naik lagi ke kamar untuk merias tipis wajahnya. Setelah itu, masuk ke mobil Edward, dan mereka pun pergi.Nama temannya Edward itu, Azka Mananta. Dia berusia sekitar tiga puluh tahun.Dia sudah pernah bertemu Elsa sebelumnya, setelah menyapa Elsa dan Edward, dia lalu mengulurkan tangan kepada Clara sambil tersenyum, dan berkata, "Aku sudah banyak mendengar tentangmu ...." Dia berpikir sejenak se

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 617

    Morti Group akhirnya memenangkan lelang proyek tersebut.Kegagalan Gori Group untuk memenangkan proyek tersebut sebenarnya sudah bisa diperkirakan oleh Keluarga Gori dan Sanjaya.Namun, melihat begitu banyak perusahaan besar yang ikut bersaing, dan ternyata Morti Group yang akhirnya keluar sebagai pemenang, Keluarga Gori dan Sanjaya semakin merasa kecewa.Mereka tentu saja kecewa karena telah gagal memenangkan lelang proyek itu.Namun, selain masalah itu, mereka pun memiliki kekhawatiran lain.Misalnya, proyek teknologi yang dikembangkan Gori Group dengan bantuan Edward kembali menemui jalan buntu. Proses pengembangan selanjutnya pun kembali terhambat oleh masalah pendanaan.Bukan hanya Gori Group, tetapi X-Tech juga menghadapi kesulitan yang sama.Jika pendanaan tidak mencukupi, maka semua proyek yang mereka kerjakan akan bermasalah.Tetapi saat ini, mereka tidak memiliki modal sebanyak itu .……Clara sama sekali tidak tahu tentang situasi antara Edward dan Vanessa.Setelah memenangka

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 616

    Setelah ragu-ragu sejenak, Vanessa akhirnya menjelaskan tujuannya menghubungi Edward.Edward berkata, "Sepertinya aku pernah dengar tentang proyek ini sebelumnya. Apa tanggal lelangnya sudah dekat? Perusahaan mana saja yang ikut?"Vanessa pun menyebutkan beberapa perusahaan yang ikut bersaing dalam lelang tersebut.Termasuk perusahaan besar seperti Jetwave Labs, Inditech dan beberapa perusahaan besar lainnya.Dan tentu saja, Morti Group juga termasuk di antaranya.Setelah mendengar itu, Edward berkata, "Ada begitu banyak perusahaan besar yang ikut serta, kecil kemungkinannya Gori Group bisa menang."Vanessa tentu saja sudah tahu hal itu.Bukan hanya dia, tetapi Ervan dan yang lainnya juga sudah tahu.Namun, jika Edward bersedia membantu menyempurnakan materi proposal, membuka beberapa jalur koneksi, dan memberikan sedikit jaminan, maka masih ada peluang bagi mereka untuk memenangkan proyek itu.Tentu saja, Vanessa tidak bisa mengatakan hal itu secara langsung dan terbuka.Selain itu, m

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 615

    Mendengar itu, Fani langsung mengerutkan kening dan berkata dengan cemas, "Terus ... kita harus gimana? Kalau nggak ada bantuan Edward, mustahil kita bisa memenangkan lelang proyek ini."Memang benar. Vanessa mencari Edward kali ini memang untuk meminta bantuannya agar bisa memenangkan proyek pemerintah yang mereka incar.Oleh karena itu, Vanessa telah menelepon Edward pagi ini, tetapi tidak ada yang menjawab. Itulah sebabnya dia langsung pergi ke Anggasta Group.Namun yang mengejutkan, dia harus kembali pulang dengan tangan kosong.Masalah ini sangat penting, Ervan juga sedang menunggu kabar dari Vanessa.Untuk itu, dia sampai datang sendiri ke X-Tech. Melihat Vanessa sudah kembali padahal waktu belum menunjukkan jam satu siang, dia sudah bisa menebak hasilnya, "Nggak ketemu Edward ya?"Vanessa menunduk dan menjawab, "Iya, Rio bilang dia sedang pergi untuk urusan bisnis."Ervan pun mengerutkan kening.Dia sebenarnya sudah mendengar tentang masalah antara Vanessa dan Edward.Sama seper

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 614

    Clara tahu apa maksud kedatangan Richard menemuinya.Dia sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan sebelumnya.Namun, sikap Richard yang seperti ini ….Dia berhenti sejenak, menatap Richard, dan berkata dengan nada serius, "Maaf, mungkin aku nggak akan mempertimbangkan untuk memulai hubungan baru dalam waktu yang cukup lama. Jadi Pak Richard, mulai sekarang kau ...."Clara tidak ingin menggantung perasaan pria itu.Richard mengerti apa maksudnya, sebelum Clara selesai bicara, dia langsung berkata, "Aku paham maksudmu, tapi kau nggak perlu sampai membujukku begitu."Setelah mengatakan itu, dia dengan lembut menyodorkan buket bunga ke pelukan Clara. "Semoga kau suka."Melihat Clara tetap berdiri diam, dia tersenyum dan berkata, "Kau naik saja, aku nggak akan ganggu lagi."Clara menatap buket bunga di tangannya, tertegun sejenak, dan akhirnya menggelengkan kepala, lalu mengembalikan bunga-bunga itu kepada Richard. "Terima kasih, tapi … maaf."Setelah itu, dia tidak berkata apa-apa lagi,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status