Share

Bab 566

Author: Ratih Larasati
Kalau sampai Melly tahu bahwa tubuh Elora sebenarnya baik-baik saja dan semua ini sepenuhnya hanya penipuan, dia mungkin akan langsung menjungkirbalikkan Keluarga Laurent.

Jadi, Marina tidak boleh mengakui bahwa tubuh Elora baik-baik saja.

“Melly, aku nggak suka mendengar ucapanmu itu. Kamu mau menggunakan uang untuk mengganti kerugian Elora? Keluarga Laurent memang nggak sekaya Keluarga Anderson, tapi memangnya kami kekurangan uang? Sepanjang hidupnya nanti, berapa banyak cemooh yang harus diha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 628

    "Pujianmu terhadap Harrison tinggi banget. Sini biar aku bantu."Orang yang sedang mabuk berat memang biasanya meracau tanpa arah, melontarkan apa pun yang melintas di kepala. Kalimatnya berantakan tak keruan.Herman sudah tak ingat lagi apa saja yang baru dikatakannya. Yang tersisa di benaknya saat ini hanya rasa sakit yang luar biasa.Bahkan ketika ponsel di sakunya diambil oleh Jeffry, dia sama sekali tak berusaha merebutnya kembali. Tak lama kemudian, kesadarannya lenyap dan dia jatuh pingsan di sana.Jeffry mengambil ponselnya, mengetikkan beberapa pesan, lalu memanggil staf hotel untuk membopong Herman ke kamar agar bisa beristirahat. Setelah semuanya beres, dia sendiri langsung pulang.Mobil Maybach itu melaju dan perlahan menghilang ditelan kepekatan malam. Begitu mobil itu pergi, Elora melangkah keluar dari tempat persembunyiannya.Awalnya dia berniat mencari celah lain untuk berbicara dengan Jeffry.Siapa sangka Herman malah mabuk separah itu. Jeffry pun langsung pergi begitu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 627

    "Situasiku beda dari punyamu."Jeffry berinisiatif mengangkat gelas dan mendentingkannya ke gelas Herman. "Shelly adalah mantan istriku. Kami sudah pernah melakukan hal paling intim. Di dunia ini nggak ada kata seandainya. Anaknya sudah jelas adalah anakku."Herman, "Maksudmu, kamu memang suka pada She ….""Masalah utamanya justru ada di kamu. Wanita yang memilih spermamu itu bisa jadi sudah jelek, tua, dan miskin lagi. Anakmu cuma makan sekam dan sayur layu. Percuma punya gen jenius darimu kalau sekolah saja nggak mampu ...."Jeffry menekan setiap kata dengan dingin, sukses menaburkan kabut kelam di benak Herman.Saat membayangkan 20 tahun lagi mungkin ada bocah laki-laki berambut pirang urakan yang tampak mirip dengannya atau anak perempuan dekil berpenampilan kumal tiba-tiba muncul di hadapannya sambil memanggilnya ayah ....Herman langsung mendongak dan menenggak habis isi gelasnya.Rasa alkohol yang pekat dan panas seketika membakar tenggorokannya.Hatinya terhenyak. Dia melirik g

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 626

    "Heh." Sorot mata Herman meredup dingin dan bengis. "Dulu aku kira aku muak sama semua perempuan, tapi sekarang aku baru sadar bahwa aku cuma muak sama kamu!"Saat bayang-bayang masa lalu yang kelam menyeruak, Herman hanya sempat merasa tidak nyaman sesaat sebelum rasa itu lekas menguap.Dia langsung menyentak dan mendorong Elora keluar dari ruang privat.Elora terhuyung mencari pijakan, lalu merangsek hendak menerobos masuk lagi, tetapi pelayan sigap menahannya."Maaf, Nona. Mohon tinggalkan tempat ini dan jangan mengganggu tamu terhormat kami."Pintu ruang privat tertutup rapat. Ruangan ini punya peredam suara yang sangat bagus.Keributan dan teriakan Elora pun seketika lenyap tak bersisa."Kenapa kamu bawa dia ke sini? Apa kamu pikir mulutnya yang penuh bual itu bisa mengeluarkan hal yang bener?"Herman duduk di seberang Jeffry.Jeffry menyilangkan kedua kakinya. "Dia bilang mau bicara soal Shelly.""Pantas saja." Herman lanjut menuang minuman ke sisa gelas yang ada sampai penuh. "B

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 625

    Elora menatap Herman dengan ekspresi yang bahkan jauh lebih masam daripada pria itu.Meskipun raut wajah Jeffry tidak sekeruh mereka berdua, garis wajahnya yang berkelas tampak mengeras tegang, memancarkan aura intimidasi yang membuat siapa pun gentar untuk mendekat.Hal itu membuat Elora semakin ciut dan waspada."Kak Jeffry, kita bisa bicara berdua saja?"Dia menatap Jeffry, mencoba meminta persetujuan.Jeffry melepas jasnya, lalu duduk bersandar di sofa. "Kalau nggak mau bicara, silakan keluar. Nggak ada yang maksa kamu."Ucapan yang keluar dari mulut Elora bahkan tidak bisa dipercaya setengahnya pun.Hanya saja, karena persoalan ini menyangkut Shelly, Jeffry tidak ingin melewatkan informasi sekecil apa pun.Elora menggigit bibirnya. Setelah menimbang berulang kali, dia tetap memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini demi bisa berbicara dengan Jeffry."Asal-usul Shelly, kamu pasti sudah tahu kan? Keluarga Gunawan itu kolam lumpur yang keruh. Kalau kamu terus sama d

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 624

    Rasa perih dan sesak menggerogoti hatinya. Shelly menarik napas dalam-dalam lewat hidung, berusaha sekuat tenaga menelan kepedihan itu kembali ke dada."Ibu bakal kasih yang terbaik buat kamu."Setelah kenyang dan puas bermain sebentar, Jery pun terlelap.Bayi itu sangat anteng dengan pola tidur yang teratur, tidak pernah sekali pun merepotkan atau mengganggu waktu istirahat Shelly.Shelly berbaring miring mengawasinya. Posisi ini dipertahankan begitu lama hingga separuh tubuhnya terasa kebas, namun dia tetap tidak ingin melepaskan pandangannya dari Jery.Entah berapa lama waktu berlalu, layar ponsel tiba-tiba menyala terang. Shelly membuka matanya seketika, lalu meraih ponsel tersebut dan membukanya.Sebuah notifikasi berita teranyar muncul di layar.[Presiden Grup Dominion Temui Mantan Tunangan Larut Malam! Pembatalan Pernikahan di Hari H, Rahasia Apa yang Sebenarnya Terjadi?]Judul bombastis itu langsung menyita perhatian publik luas, melejit ke daftar topik terpopuler hanya dalam h

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 623

    "Dia keluar?"Gerakan Shelly yang sedang menata sendok mendadak terhenti.Meskipun niat awalnya memasak adalah untuk makan malam bersama Bibi Sari dan Kak Ratih agar mereka merawat Jery dengan baik, alasan terbesarnya tetaplah untuk berterima kasih kepada Jeffry.Shelly tahu mana yang baik dan buruk. Terlepas dari apa pun alasan di balik sikap pria itu yang membingungkan belakangan ini, semua tindakannya jelas demi kebaikannya dan memang benar-benar telah membantunya."Iya," sahut Bibi Sari sembari menggendong Jery mendekat, lalu melongokkan kepala ke arah luar. "Tuan Muda nggak bilang mau pergi ke mana?"Shelly menggeleng pelan.Jangankan memberi tahu tujuannya, pria itu bahkan sama sekali tidak mengatakan kalau dirinya hendak pergi."Ayo kita makan." Shelly merapikan mangkuk dan sendok, lalu memberi isyarat agar Kak Ratih dan Bibi Sari ikut duduk menyantap hidangan.Mengenai keputusannya untuk kembali bekerja, Bibi Sari dan Kak Ratih sebenarnya sempat membujuknya. Alasan mereka serup

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 8

    Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status