Share

Bab 61

Author: Kharamiza
last update publish date: 2026-05-16 21:52:58
Kening Eca mengerut tipis. Lagi-lagi kepalanya refleks menoleh, memandangi wajah Ihsan dari samping seolah mencari sesuatu dari ekspresi pria itu.

“Kenapa Akang bilang gitu?”

“Selain ngajar …,” jawab Ihsan santai, “harus banyak ngelus dada lihat tingkah siswanya.”

Eca seketika tertawa lepas, sampai bahunya ikut terguncang. Ia tak menyangka Ihsan akan berkata seperti itu.

“Bisa juga Akang ngelucu.”

Sudut bibir Ihsan bergerak tipis, meski nyaris tak terlihat.

Angin sore kembali bertiup
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Faiza Ulfa
cie ... si Eca kebakaran
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
he he he cemburu ni yeeeee neng Eca
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 135

    Tubuh Eca sempat terpaku sejenak. Rasanya pertanyaan suaminya barusan terus berputar-putar di kepalanya.‘Neng percaya kalau lahan rumah kita ngotot diambil itu demi kepentingan desa?’Apa artinya semua itu? Keningnya mengerut perlahan. Bola matanya bahkan kini bergerak pelan mencari wajah Ihsan, seolah berharap pria itu segera menjelaskan maksud ucapannya.“Memangnya bukan begitu?” tanyanya lirih tanpa melepas pandangan dari wajah sang suami.Angin malam kembali bertiup perlahan, mengibaskan beberapa helai rambut yang terlepas dari ikatannya.Ihsan tidak langsung menanggapi pertanyaan istrinya.Juatru ia meraih kembali surat yang tadi diletakkan di atas meja balkon. Jemarinya mengetuk pelan bagian kop surat itu sebelum mengembuskan napasnya panjang.“Neng tahu,” ujarnya kemudian, “kalau rumah ini benar-benar masuk pembebasan lahan, prosesnya nggak sesederhana ini.”

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 134

    Menjelang Magrib, suara motor Ihsan akhirnya terdengar berhenti di garasi.Eca yang sejak tadi hanya duduk mematung di ruang tamu refleks mengangkat kepala.Dua lembar kertas itu masih tergeletak di pangkuannya. Sudah entah berapa kali ia lipat, lalu dibuka lagi. Berkali-kali pula ia berniat menyembunyikannya ke dalam kamar.Namun, setiap kali bangkit, niat itu selalu menguap.Menyembunyikannya bukan pilihan yang tepat. Cepat atau lambat, Ihsan tetap harus tahu.Masalahnya, bagaimana ia harus memulai semua ini?Suara mesin motor di luar perlahan mati, tak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang berderit pelan saat Ihsan membukanya.“Neng?” panggil Ihsan begitu masuk ke rumah.Refleks Eca melipat kedua lembar kertas itu, lalu menyelipkannya di bawah paha.Saking kalutnya, Eca tetap duduk diam. Biasanya, baru mendengar suara motor Ihsan saja ia sudah bergegas menyambut di depan pintu.Kali ini tidak. Malah Ihsan yang lebih dulu menghampiri dengan alis bertaut.“Neng, kenapa?”Eca buru-

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 133

    Malam itu, Eca baru benar-benar bisa memejamkan mata saat hari sudah sangat larut.Meski begitu, ada satu hal yang sangat ia syukuri. Ihsan tetap terjaga menemaninya hampir sepanjang malam. Berkali-kali pria itu memastikan kompres di pergelangan kakinya masih dingin, mengecek apakah ia membutuhkan sesuatu, bahkan tak segan membetulkan selimutnya setiap kali tanpa sadar bergeser.Hingga tak terasa, hampir seminggu pun berlalu sejak kecelakaan itu.Bengkak di pergelangan kaki Eca memang belum sepenuhnya hilang, tetapi sudah jauh lebih baik dibanding beberapa hari pertama.Kini ia sudah bisa menapak perlahan tanpa harus terus-menerus bertumpu pada Ihsan.Sesekali masih terasa nyut-nyutan kalau terlalu lama berdiri. Namun, dibanding terus berbaring di tempat tidur, Eca lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan ringan.Besok ia bahkan sudah berniat kembali mengajar.Tok ... tok ... tok ....Suara ketukan pintu itu memecah keheningan sore saat Eca sedang menyiangi sayuran d

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 132

    Eca menatap lekat Ihsan di sebelahnya. Pria itu masih menggenggam tangannya, sesekali mengusap punggung tangannya dengan ibu jari, seolah ingin memastikan Eca benar-benar baik-baik saja.“Motorku baik-baik saja, Kang,” jawab Eca akhirnya, berusaha setenang mungkin.“Tadi cuma nggak sengaja lewat agak ke pinggir. Di situ ternyata banyak pasir. Pas banget aku juga agak ngebut sedikit, terus motornya oleng.”Kalimat itu diucapkan begitu mantap dan menyakinkan. Padahal, Eca sadar betul dirinya sedang bersandiwara di depan suaminya sendiri.Namun, untuk saat ini, rasanya itu jauh lebih baik daripada mengatakan yang sebenarnya.Ia benar-benar belum sanggup membayangkan apa yang akan dilakukan Ihsan kalau tahu semua itu bukan kecelakaan biasa, melainkan ulah Juragan Dasim.Ihsan tak langsung menanggapi.Tatapannya justru turun ke kedua telapak tangan Eca yang dipenuhi goresan-goresan merah tipis akibat bergesekan dengan kerikil

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 131

    “Argh ... sakit! Pelan-pelan, Bah!”Jeritan Eca nyaris memenuhi ruang tamu.Jemarinya spontan mencengkeram lengan Ihsan yang duduk tepat di sampingnya. Begitu kuat sampai kuku-kukunya nyaris menancap di kulit pria itu.“Tahan sedikit, Neng,” ujar Abah Zainal dengan nada yang tetap tenang sambil memegang pergelangan kaki Eca.Pria tua itu memang sudah jadi langganan warga Mekarluyu kalau urusannya keseleo atau patah tulang. Maka, begitu melihat Eca nyaris tak bisa menapak setelah kakinya tertimpa motor, Ihsan langsung meminta Maman menjemput Abah Zainal.Sebelumnya, petugas pustu juga sempat datang membersihkan luka di lutut dan siku Eca yang masih terus mengucurkan darah.Kini ruang tamu rumah dipenuhi beberapa tetangga yang datang menjenguk. Dalam keadaan begini, Eca bahkan sudah tak sempat lagi memikirkan rasa malu saat menjerit tak bisa menahan sakit.Belum sempat ia membalas ucapan Abah Zainal tadi, pria tua itu kembali menggerakkan pergelangan kakinya.“Aaaah!”Tubuh Eca refleks

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 130

    “Aaaah—!”Benturan keras itu membuat tubuh Eca tersungkur ke sisi jalan.Lutut kanannya lebih dulu menghantam jalanan berbatu hingga bergesekan keras dengan kerikil.Tubuhnya kehilangan keseimbangan, lalu roboh bersama motornya yang ikut menimpa sebelah kakinya.“Aduh …. sakit.” Eca meringis sambil berusaha menarik kakinya. Namun, setiap kali dipaksa bergerak, nyeri itu justru menjalar sampai ke pergelangan, membuat matanya sampai berkaca-kaca.Dengan sisa tenaga yang dipunya, ia mendorong body motor itu, tetapi beban motor hanya bergeser sedikit. Kakinya tetap terjepit.Napasnya pun mulai memburu.Kedua telapak tangannya refleks menopang tubuh pasrah. Kerikil-kerikil kecil menempel di kulitnya, sementara lutut yang tadi menghantam batu mulai terasa perih dan panas.Perlahan Eca mengangkat kepala.Di saat yang sama, ia melihat dua pengendara motor yang tadi memepetnya ternyata masih berhenti beberapa meter di depan.Mereka sama sekali tidak panik dengan insiden itu. Salah satunya bah

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 30

    Kening Ihsan mengernyit singkat. Ia menunduk sedikit, sorot matanya yang tenang itu jatuh tepat ke wajah Eca. Namun, ada sesuatu yang sulit ditebak di dalamnya. “Saya ingat,” jawabnya nyaris tanpa ekspresi. “Tapi kenapa aku merasa lamarannya … terlalu resmi?” bisik E

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 18

    Tubuh Eca sontak menegang di tempat. Beberapa detik ia hanya berdiam diri, sebelum akhirnya menarik gagang pintu agak kasar sambil mengomel. “Ada apa lagi sih kam—” Ucapannya terhenti. Tadi, ia sempat berpikir yang datang itu Juragan Dasim atau orang-orangnya yang sengaja ingin mengganggunya l

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 15

    Saat diantar pulang oleh Ihsan pun, Eca masih belum bisa memahami semua pembicaraan hari ini.Bukan apa-apa, tetapi rasanya seperti mimpi yang berjalan terlalu cepat.Baru kemarin ia mati-matian mencari cara mempertahankan rumahnya. Sampai membuang harga diri memaksa Ihsan menikahinya, meski pria i

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 14

    Eca masih menunduk diam. Detik demi detik terasa begitu berat untuk dilewati. Sunyi di ruang tamu itu seperti menekan dadanya pelan-pelan.Andai bisa, Eca bahkan ingin menghilang saja sekarang juga.Tatapan ibunya Ihsan yang sejak tadi tertuju padanya membuat nyalinya seketika ciut. Dulu, ia begit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status