Share

#408 Ya, Benar!

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-10-20 08:19:21
Lea saat ini sedang menaikkan status waspada dalam hatinya. Semua tanda yang melandanya adalah peringatan yang berbahaya.

Lea bisa merasakan kalau hatinya, yang biasanya sekeras batu, seakan meleleh seperti coklat setiap kali berada di sekitar Ra.

Apalagi saat pria itu tersenyum simpul seperti ini. Lea ingin mengkategorikan senyuman itu sebagai tindakan kriminal, karena menimbulkan kekacauan. Kekacauan dalam otaknya.

“Kau salah.” Ra yang memang geli dengan tuduhan itu, menyusul duduk di sebelah
aisakurachan

😂😂 buset nekat

| 4
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
nggak tahan lagi ya bang...tembak langsung
goodnovel comment avatar
Yanti
sat..set.. lebih cepat lebih baik ya Ra, daripada keduluan pria lain
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #409 Terlalu Cepat!

    Ra telah bersabar selama puluhan tahun untuk bisa memiliki Lea lagi. Kini Ra tak akan bersabar seperti dulu. Keadaan yang memaksanya.Awalnya Ra memang tidak tidak ingin bergerak secepat ini, tapi kejadian kemarin membuatnya menyadari satu hal, keadaan Lea yang sekarang berbeda dengan Lea yang dulu.Dulu Ra bisa mendekati Lea secara perlahan karena tidak akan ada kumbang yang berani mengganggu bunga Azalea miliknya.Pria mana saja tak akan bermimpi untuk hinggap di bunga Azalea miliknya. Tapi untuk saat ini bunga Azalea yang seharusnya dia miliki, tumbuh di luar pagar. Maka satu-satunya cara adalah mencegah kumbang lain untuk hinggap, adalah dengan membuat pagar di sekelilingnya secepat mungkin.Ini yang sedang Ra lakukan.Ra tak peduli bagaimana perasaan Lea saat ini, atau bagaimana dia menanggapinya. Ra hanya ingin tahu jika dirinya peduli.Dan sejauh ini, Ra cukup puas dengan tanggapan Lea. Wajahnya yang memerah membuat Ra merasakan setitik rasa bahagia. Paling tidak Lea merasa ter

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #408 Ya, Benar!

    Lea saat ini sedang menaikkan status waspada dalam hatinya. Semua tanda yang melandanya adalah peringatan yang berbahaya.Lea bisa merasakan kalau hatinya, yang biasanya sekeras batu, seakan meleleh seperti coklat setiap kali berada di sekitar Ra.Apalagi saat pria itu tersenyum simpul seperti ini. Lea ingin mengkategorikan senyuman itu sebagai tindakan kriminal, karena menimbulkan kekacauan. Kekacauan dalam otaknya.“Kau salah.” Ra yang memang geli dengan tuduhan itu, menyusul duduk di sebelah Lea dan tersenyum.“Sapu tangan dan juga es teh dibutuhkan olehmu saja. Aku tidak yakin ada wanita lain yang membutuhkannya bersamaan. Aku tidak menjadi playboy hanya dengan mempersiapkannya untukmu. Menyiapkan apa yang kau butuhkan adalah sikap baik hati. Jadi tolong coret kata playboy dari dalam hatimu. Aku tidak pernah menjadi playboy.”Ra dengan serius menjelaskan, karena ingin menghapus dugaan ngawur itu dari hati Lea secara total. Baik sebagai Rasui maupun Raffael, dia tidak pernah menjadi

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #407 Kau Playboy!

    “Tidak. Tidak ada yang salah.”Ra sekarang merasa bodoh luar biasa, karena dia terlalu membabi buta. Ini pertama kalinya dia merasa begitu terancam dengan keberadaan laki-laki lain di sekitar Lea.Bahkan Luz tidak membuatnya merasa seperti ini, dia tahu Luz sempat menyukai Lea, tapi tidak akan melakukan hal yang berlebihan, karena tahu perasaannya, dan apa status Lea di Yamu.Tetapi kali ini, Ra benar-benar harus bersaing dengan pria lain dalam keadaan nol. Dia bukan siapa-siapa bagi Lea, dia baru mengenalnya beberapa hari. Lea bukan istrinya, dia tidak mempunyai hak apapun atas diri Lea.Intinya dia tidak pernah bekerja begitu keras untuk mendapatkan sesuatu, terutama sesuatu itu adalah wanita.“Kita pulang!”Ra membuka pintu mobil, mempersilahkan Lea masuk, lalu dia memutar dan masuk dari sisi kemudi.Tidak punya banyak pilihan, Lea mengikutinya duduk, dan tak lama mobil itu berjalan meninggalkan gedung.Selama beberapa saat, tak ada obrolan dalam mobil itu. Masing-masing tenggelam d

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #406 Alasan!

    Dan wajah itu terlalu dekat. Wajah tampan yang tersapu rasa kesal itu hanya berjarak tak lebih dari sejengkal dari wajah Lea.Lea ingin mendorong Ra menjauh, bahkan tangannya sudah menahan tubuh Ra, yang kian membungkuk menjulang di atasnya.Tapi sejak awal pertemuan mereka, Lea tidak imun pada pesona Ra. Kedekatan itu berlebihan untuk Lea. Saat aroma tubuh Ra menghampiri hidungnya, justru otot tubuh Lea terasa lemas. Aroma itu tajam, dan segar. Lea mengenali aroma citrus. Mengingatkan Lea akan musim semi dan tumbuhan hijau.Lea lebih menyukai aroma melati lembut, tapi segera berpendapat aroma citrus segar sama sekali tidak buruk. Dia bisa menikmati aroma itu untuk waktu yang lama.Tapi setelah matanya mengedip, akal sehat Lea kembali. Lea ingin menampar pipinya sendiri, karena memikirkan hal yang tidak seharusnya, pada saat yang tidak tepat.Ini bukan saatnya memikirkan aroma tubuh Ra. Padahal saat ini dia sama sekali tak mengerti apa yang menyebabkan dirinya ada dalam keadaan sepert

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #405 Kau Menantangku!

    “Menyingkir!” bentak Mark.Ra menggeleng sambil tersenyum. “Menyingkir agar Anda bisa menyakitinya lagi? Saya rasa tidak.”“Menyingkir atau akan aku buat kau menyesal!” ancam Mark.Ancaman yang mengundang rasa geli dari Ra. Dilihat dari posisi manapun, Mark ada dalam keadaan kalah disini. Bahkan besar tubuh mereka sudah jauh berbeda.Mark adalah tipikal pria tua dengan perut buncit karena alkohol, sedang Ra jauh lebih muda darinya, dengan keadaan tubuh sehat walafiat penuh otot.Itu adalah ancaman yang tidak bergigi, dan tentu saja Ra tidak bergeming mendengarnya, dan hanya tersenyum. Mempersilakan Mark melakukan ancamannya.“Kau rupanya memang harus diberi pelajaran!” Mark berseru marah, dan mengayunkan tangan.BUGH!“Ra!”Lea menjerit saat Mark melayangkan pukulan ke pipi Ra.Ra tidak menghindar karena memang sengaja. Pukulan ceroboh seperti itu, tidak mungkin bisa menyentuhnya tanpa izin dari dirinya.Ra kembali mengangkat tangan, meminta agar Lea tenang.Disini Ra melihat sedikit

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #404 Aku Muak!

    Ini bukan pertama kalinya Mark mencari Lea. Jadi Lea tahu benar apa keinginannya. Apalagi kalau bukan uang?Saat ini ayahnya bekerja sebagai tenaga kasar yang gajinya tidak seberapa. Kebiasaan Mark berhutang, membuatnya kehilangan pekerjaan di beberapa tempat.Manajemen tempatnya bekerja sebelum ini, memecatnya begitu mereka tahu Mark terlibat apa. Mereka kebanyakan tidak ingin terlibat dengan para penagih utang yang menyeramkan itu.Lea mendesis saat otot betisnya menegang dengan nyeri. Ia hanya berjalan saat melintasi halaman gedung, tapi masih terlalu cepat rupanya. Lea dengan terpaksa tertatih dan melambatkan langkah. Sekali ini, ia mengabaikan Morris yang ingin menyapanya. Lea tidak bisa bersikap ramah saat ini.Saat sampai di luar gerbang, Lea menatap sekitar, dan melihat mobil butut ayahnya terparkir tak jauh dari batas pagar gadung kantornya.Dan rupanya mereka melihat Lea muncul, karena pintu mobil itu terbuka, dan Mark serta Daisy keluar dari mobil.Lea menatap Mark dengan m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status