Share

Bab 111

Penulis: Franky D Ghost
last update Tanggal publikasi: 2026-10-05 19:17:10

“Lo apaan sih, Tor? Nimbrung aja?” protes Winda sambil menatap tajam ke arah Viktor dengan wajah kesal.

“Ya emang kenapa? Kan makin rame makin seru?” sahut Viktor santai tanpa dosa. Ia sama sekali tidak tahu niat terselubung Winda yang sebenarnya mengajak Adrian karena ingin berduaan dan mencari kesempatan untuk berhubungan intim di apartemennya.

“Gak bisa! Gue kan gak ngajak lo, Viktor!” semprot Winda dengan nada tinggi.

“Yaelah, pelit amat sih lo, Win! Kayak tempat lo mau gue robohin aja? Lag
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 150

    Adrian menatap lurus ke dalam mata Clara yang masih sayu dan berbinar di bawah pendar remang lampu kamar. Ia kembali berbisik dengan nada yang sangat pelan, penuh desakan hangat di samping telinga sang kakak tiri, “Gimana, Kak? Lo mau ngeliat punya gue juga, gak?”Clara memalingkan wajahnya sejenak ke arah dinding, menggigit bibir bawahnya yang masih menyisakan jejak gemetar. Hawa panas masih menyelimuti seluruh permukaan wajah dan lehernya. Ia menggelengkan kepala dengan pelan tetapi ragu.“Gak mau, Yan... gue gak berani. Gue belum pernah liat punya cowok secara langsung sebelumnya,” jawab Clara dengan suara lirih yang nyaris tenggelam di balik heningnya malam.Mendengar pengakuan jujur yang keluar polos dari mulut Clara, Adrian seketika tertegun kaku. Tangannya yang tadinya menopang di sisi kepala Clara mendadak berhenti bergerak.Pandangan mata Adrian membelalak kaget, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut sang kakak tiri yang selama ini selalu bersi

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 149

    Jemari Clara akhirnya menyingkap tanktop yang menutupi gunung kembarnya. Kain halus itu terangkat, memamerkan keindahan gunung kembar polosnya yang kenyal dan mulus tanpa selembar benang pun yang menghalangi.Di bawah pendar cahaya lampu kamar yang remang, dua bukit kembar yang indah itu tampak begitu memikat naik-turun seirama dengan napas Clara yang kian memburu tajam.Glek!Adrian menelan ludahnya, tenggorokannya mendadak terasa sangat kering. Pandangan matanya terkunci rapat pada pemandangan memukau di hadapannya. Sensasi visual yang begitu nyata dan dekat membuat pertahanan diri serta janjinya tadi langsung runtuh tak berbekas dalam sekejap mata.“U-udah kan, Yan? Lo udah liat, kan?” bisik Clara terbata-bata, menurunkan tanktopnya sedikit karena tak sanggup menahan rasa malu yang membakar seluruh permukaan kulit dan wajahnya.“Gue balik ke kamar sekarang—“Belum sempat Clara merapikan bajunya, Adrian sudah bangkit dari kursi belajarnya dengan gerakan sangat cepat. Tanpa memberi r

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 148

    Clara menatap Adrian dengan kening berkerut dalam, raut wajahnya memancarkan kebingungan yang nyata atas desakan tiba-tiba dari adik tirinya itu di tengah malam yang sunyi. Suasana lorong rumah yang remang-remang membuat keheningan di antara mereka terasa semakin tegang.“Itu apa?” tanya Clara bingung, mengusap matanya yang masih agak berat karena mengantuk.“Lo mah pura-pura gak tau, deh! Sebel gue,” jawab Adrian sambil memutar bola matanya malas, berpura-pura kecewa dengan tingkah sang kakak demi memancing reaksinya.“Hih! Si bego! Gue seriusan! Lo mau liat apa, sih?” sahut Clara gemas, menatap tajam ke arah Adrian dengan suara tertahan agar tidak membangunkan penghuni rumah lainnya yang sedang lelap tertidur.Adrian melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka hingga tinggal bersisa beberapa sentimeter. Ia menyondongkan tubuhnya dan mendekatkan bibirnya tepat di samping telinga Clara. “Gue mau liat toket lo, Kak! Sesuai sama janji lo tadi siang, sebagai ganti gue gak ketemu

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 147

    Clara menjadi orang pertama yang berhasil menguasai diri, walau pipinya masih menyisakan sedikit rona merah akibat perdebatan sebelumnya. Ia berdeham pelan sambil melipat tangannya kembali untuk menutupi rasa gugup.“Ngomongin hal penting lah, Kak! Apalagi coba? Si adek bego ini nih, mau ditipu sama temen kampus gue, makanya gue kasih tau!”Adrian yang berdiri langsung mengangguk-angguk cepat membenarkan alibi Clara. “Iya, Kak Siska. Gue cuma konsultasi sebentar sama Kak Clara gara-gara temennya mendadak nge-chat gue gak jelas.”Siska memicingkan matanya, melangkah memasuki kamar Clara. Pandangannya menyapu posisi mereka berdua yang berdiri cukup dekat satu sama lain, lalu menatap layar ponsel Adrian yang masih menyala di genggaman.“Konsultasi apa sampe pintu kamar ditutup rapet dan mukanya pada tegang begitu? Awas ya, jangan pada bikin ulah atau berisik di siang bolong begini. Mama sama Papa lagi pada santai,” selidik Siska, matanya melirik tajam ke arah Adrian memberikan senyuman s

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 146

    Adrian tampak malu-malu dengan perkataan Clara yang begitu blak-blakan dan tepat sasaran. Ia mengalihkan pandangannya sejenak ke arah jendela kamar, mencoba menahan senyum di bibirnya karena isi pikirannya berhasil dibaca dengan sangat sempurna oleh kakak tirinya itu tanpa perlu penjelasan panjang lebar.“Jangan diem aja lo! Iya, kan? Ngaku lo, dasar cowok mesum!” sentak Clara lagi, semakin mendekatkan wajahnya dengan tatapan menyelidik yang penuh rasa gemas bercampur kesal.Adrian tersenyum lebar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, benar-benar tidak bisa mengelak dari tuduhan tersebut. “Lo tau aja, Kak? Hehehe!”“Tau lah, gue kan gini-gini Kakak lo yang paling baik hati. Walau status kita cuma saudara tiri, gue udah hapal banget sama isi kepala dan gerak-gerik lo, hm? Cowok modelan kayak lo mah mana bisa nolak kalo dikasih pancingan sedikit aja,” balas Clara dengan nada sinis penuh akan keakraban tersembunyi di balik perdebatan mereka.“Terus gimana, dong? Kan sayang banget

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 145

    Adrian saat itu juga langsung beranjak dan keluar dari kamarnya. Ia melangkah menyusuri koridor lantai atas menuju pintu kamar Clara yang berada tak jauh di ujung lorong.“Lagi tidur siang gak ya dia? Gue takut singa betina itu ngamuk kalo tidurnya diganggu,” gumam Adrian ragu, sambil menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar Clara.Setahu Adrian, Clara kalau sudah tidur siang mirip orang pingsan dan sangat benci jika ada yang membangunkan. Namun rasa penasarannya yang membuncah mengalahkan rasa takutnya. Akhirnya ia memberanikan diri mengetuk pintu kamar kakak tirinya itu dengan perlahan.Tuk! Tuk! Tuk!“Kak Clara!” panggil Adrian pelan sambil memutar gagang pintu yang untungnya tidak dikunci.Tidak berapa lama, pintu terbuka sedikit. Clara muncul dari balik pintu dengan wajah ditekuk, rambutnya yang agak berantakan menandakan ia baru saja merebahkan diri di atas tempat tidur.“Apaan sih, Yan?! Berisik banget! Gue baru mau merem juga!” omel Clara dengan suara serak khas oran

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status