Share

Bab 183

last update publish date: 2026-10-29 19:39:59

Mendengar jawaban itu, Clara akhirnya menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan seluruh sisa keberaniannya. Perlahan tetapi pasti, wanita itu menekuk lututnya dan mulai berjongkok tepat di hadapan Adrian di atas lantai keramik kamar mandi.

Jantungnya berdegup kencang seolah mau copot dari rongga dadanya. Sementara tangannya yang basah oleh keringat tampak gemetar, saat terulur menyentuh permukaan benda di hadapannya.

“Ya ampun, barang segede ini harus masuk ke mulut gue? Gimana rasanya, ya?”
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 183

    Mendengar jawaban itu, Clara akhirnya menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan seluruh sisa keberaniannya. Perlahan tetapi pasti, wanita itu menekuk lututnya dan mulai berjongkok tepat di hadapan Adrian di atas lantai keramik kamar mandi.Jantungnya berdegup kencang seolah mau copot dari rongga dadanya. Sementara tangannya yang basah oleh keringat tampak gemetar, saat terulur menyentuh permukaan benda di hadapannya.“Ya ampun, barang segede ini harus masuk ke mulut gue? Gimana rasanya, ya?” gumam Clara, dalam hati.Adrian menahan napasnya, menatap sosok kakak tirinya yang kini berlutut patuh di bawah arahannya.Dengan mata tertutup sebelah karena rasa malu. Clara membuka bibirnya perlahan. Lidahnya yang basah menjulur keluar, memberikan sentuhan permulaan yang sangat ringan.Slurpp!Sentuhan ringan itu sukses membuat Adrian mendesah tertahan menikmati sensasi hangat yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. “Ahhh!”Clara justru mulai menggerakkan lidahnya dengan sangat cepat dan

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 182

    Adrian mengusap pelan wajahnya dengan punggung tangan sebelum tersenyum lebar. “Lo mau nutupin muka sampai rapat begitu juga percuma, Kak. Dari posisi sini, yang bagian bawah malah kelihatan jelas banget sama gue,” goda Adrian.“Gue malu, Yan! Masa muka ade sendiri malah gue pipisin gitu?!”Adrian tertawa kecil, menggelengkan kepala mendengar kepanikan kakak tirinya. “Yaelah, Kak! Itu mana mungkin pipis, orang baunya beda. Lo kan udah gede, masa gak bisa bedain cairan sendiri?”“Ya mana gue tau, orang gue panik! Emang elo, cowok mesum yang suka nonton film bokep!” balas Clara sewot.“Ya namanya juga cowok, Kak!” bela Adrian sambil tersenyum, merapikan posisinya untuk kembali berdiri tegak di hadapan sang kakak tiri.Clara menurunkan tangannya perlahan, menatap Adrian dengan pandangan curiga sekaligus jengkel. “Alasan banget! Udah sana, minggir. Gue mau pake celana, kaki gue masih lemas gara-gara ulah lo.”“Eits, sabar dulu, Kak. Jangan buru-buru pake baju dulu,” cegah Adrian, menahan

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 181

    Adrian tidak mempedulikan keluhan kakak tirinya itu. Ia tampak bersemangat menikmati area sensitif kakak tintinya.“Ahhh... Adrian! Tu-tunggu dulu! Lo ngapain, sih?” Clara berusaha mendorong kepala adik tirinya.“Gue mau bikin lo enak, Kak! Enak, kan?” sahut Adrian, sambil menjulurkan lidahnya.“Tapi... tapi gak langsung begini juga caranya, Yan! Sumpah, rasanya aneh banget... geli banget!” omel Clara setengah berbisik, jemarinya mencengkeram kuat-kuat bahu Adrian untuk mencari keseimbangan karena lututnya mendadak lemas seketika.“Nikmatin aja, Kak. Gak usah dipikirin macam-macam, rasain sentuhannya,” bujuk Adrian lembut, kembali melanjutkan gerakannya dengan tempo yang semakin teratur dan membuai.Clara menggigit bibir bawahnya erat-erat, menahan serbuan sensasi asing yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Setiap jengkal sentuhan lidah adiknya menciptakan gelombang kejut yang langsung merambat ke seluruh saraf tubuhnya.“Ahhh... Adrian... pelan-pelan, ih!” erang Clara tertahan, ma

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 180

    Clara tidak menjawab, gadis itu tampak fokus mengurut milik adik tirinya itu. Ia juga menikmati apa yang sedang dilakukan oleh adik tirinya itu.“Sshh... uuhh! Rasanya aneh banget, di dada gue. Terus ini punya Adrian juga berdenyut-denyut terus,” gumam Clara, dalam hati.Beberapa saat kemudian, Adrian sudah mencapai batas. Napasnya memburu tak beraturan, sementara sekujur tubuhnya mulai menegang hebat menanti detik-detik puncak pelepasannya.“Kak, gue udah mau keluar,” bisik Adrian dengan suara serak di telinga Clara, raut wajahnya menyiratkan kelegaan sekaligus desakan yang sudah tidak bisa ditahan lagi.Tanpa menunggu waktu lama, ia berbalik secara perlahan sambil merangkul erat pinggul Clara. Memposisikan tubuh mereka sedemikian rupa agar milik Adrian langsung mengarah ke lubang kloset di dekat mereka.Clara yang sedari tadi setia menggerakkan tangannya, merasakan perubahan drastis pada ritme napas dan ketegangan di tubuh adik tirinya itu. “Udah mau ya, Yan? Jadi tambah gede kayakn

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 179

    “Gak bakal kenapa-napa, Kak. Kan cuma dibantuin sebentar doang pake tangan, gak lebih. Sumpah, deh!” rayu Adrian semakin gencar, menatap mata Clara dengan tatapan memohon yang sulit ditolak.Clara menggigit bibir bawahnya, dadanya bergemuruh hebat menahan dilema. “Tapi ini beneran salah, Yan. Kalo sampe ketahuan Mama atau Kak Siska, gimana? Bisa hancur abis kita di rumah ini.”“Makanya kita pelan-pelan aja, gak bakal ada yang tau. Pintu kan udah dikunci rapet, Kak,” jawab Adrian menenangkan, mendekatkan wajahnya.“Eum... gimana, ya?” Clara tampak kembali berpikir untuk yang kesekian kalinya.“Ayo dong, Kak! Jangan digantung begini, rasanya tersiksa tau!” bujuk Adrian, sambil memilin pucuk gunung kembar kakak tirinya itu.“Aahh! Adrian... ngilu tau!” keluh Clara.“Mau ya, Kak?”Clara menghela napas panjang, menyerah pada desakan bertubi-tubi itu. “Iya-iya! Tapi awas ya kalo sampe berisik atau ketahuan orang rumah, gue bakal ngamuk sama lo!” ancam Clara memperingatkan dengan nada seteng

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 178

    Clara sedikit terperanjat kaget di dalam kamar mandi bawah yang temaram. Punggungnya menempel erat pada dinding kamar mandi yang baru saja dikunci rapat oleh adiknya. Napas wanita itu mulai memburu, sementara kedua bola matanya menatap ragu ke arah Adrian yang berdiri sangat dekat di hadapannya."M-mau langsung gimana, maksud lo?" tanya Clara dengan suara gugup.Adrian tidak langsung menjawab. Alih-alih berbicara, tatapannya justru turun menelusuri lekuk tubuh kakak tirinya itu. Clara malam ini mengenakan pakaian santai yang secara kebetulan sangat mirip dengan yang dikenakan Siska sebelumnya, sebuah tanktop tipis berbahan lentur tanpa menggunakan dalaman sama sekali di baliknya.Pemandangan itu membuat tenggorokan Adrian terasa kering seketika. Tanpa banyak bicara lagi, tangan Adrian bergerak perlahan.Ia meraih bagian bawah tanktop tipis Clara, lalu menyingkapnya ke atas secara perlahan-lahan. Kain lembut itu terangkat, menyingkap kulit mulus sang kakak tiri hingga akhirnya kedua gu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status