مشاركة

Bab 154

مؤلف: Apple Cherry
last update تاريخ النشر: 2026-06-16 00:09:18

Keheningan yang mencekam di ruang makan itu pecah oleh langkah kaki yang teratur. Sasa berjalan masuk dengan tenang. Seragam pelayannya sudah melekat sempurna dan wajahnya tampak segar, sama sekali tidak memancarkan kepanikan dari kejadian di kamar atas tadi. Ia membawa nampan kecil dan melangkah maju di hadapan Claudia yang menatapnya tajam.

Sasa berhenti lalu menundukkan kepala. "Selamat pagi, Tuan Javendra. Selamat pagi, Nona Claudia."

Claudia mendengus kesal dan menyandarkan tubuhnya de
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (9)
goodnovel comment avatar
Huzi_toys
nahh Juwita dipecat aja lahh sama surti tuh, udah kelewatan banget mereka jd pelayan
goodnovel comment avatar
Huzi_toys
bagus Sasa, kamu mencari alalsan yang pas buat Juwita diem tak berkutik
goodnovel comment avatar
NenengYhara
oh Sasa pinter x cari alasan kenapa telat ya, apa javen Uda berkirim pesan duluan sama Sasa.
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 597 - Rencana dalam Rencana

    Pagi itu, tiga hari menjelang pertemuan, Sasa sedang duduk di ruang kaca paviliun samping, merawat tanaman hias kesayangannya. Sinar matahari pagi memberikan kilau hangat pada wajahnya yang bersih tanpa riasan tebal. Langkah kaki Javendra yang mantap mendekat dari arah koridor dalam. Pria itu menyapu pandangan ke sekeliling ruangan sebelum duduk di samping Sasa pada sebuah bangku kayu jati. "Kamu tampak jauh lebih tenang hari ini, Sayang," ujar Javendra seraya menggenggam jemari Sasa yang sedikit basah oleh embun tanaman. Sasa tersenyum lembut dan menyandarkan kepalanya di bahu tegap suaminya. "Aku sudah banyak berpikir beberapa hari ini, Mas. Aku sadar bahwa melarikan diri dari kenyataan tidak akan menyelesaikan apa pun." Javendra mengelus rambut panjang Sasa dengan kasih sayang yang mendalam. "Kenyataan tentang apa?" "Kenyataan tentang keluargaku," jawab Sasa dengan suara yang teratur dan tenang. "Dulu aku pikir aku hanya seorang gadis yang tidak punya ayah, hanya punya ibu, t

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 596 - Keputusan

    "Sasa, dengarkan aku baik-baik," kata Javendra tegap dan penuh kepastian. "Kenzo memang kakak kandungmu. Dia berbagi darah yang sama denganmu dari jalur Ayah Aldebaran. Tapi kamu harus tahu bahwa hidup yang dijalani Kenzo sangat berbeda dari hidupmu. Dia dibesarkan oleh Helena dengan taktik dominasi dan kekerasan dingin. Kenzo bertindak hanya berdasarkan logika dan kekuasaan." Sasa menundukkan kepalanya, mengamati jemarinya yang saling bertaut dengan jemari kokoh suaminya. "Aku tahu, Mas. Setiap kali Kenzo bicara, suaranya terasa begitu dingin... seolah tidak ada celah untuk rasa takut atau ragu." "Itu sebabnya aku harus selalu ada di sampingmu," tambah Javendra tegas. "Aku tidak melarangmu mengenal kakakmu, tapi aku tidak akan membiarkan Kenzo membawa kamu masuk ke dalam metode gelap yang biasa dia gunakan. Pertemuan minggu depan adalah kesempatan bagi Kenzo untuk membuktikan niat baiknya sebagai seorang kakak, bukan sebagai kepala klan Pratama yang baru." Sasa menatap suaminya

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 595 - Rencana Pertemuan

    Aroma kopi arabika segar berpadu dengan wangi kayu cendana yang menguar dari pengharum ruangan otomatis. Di atas meja kerja berukir khas Eropa kuno, tiga layar monitor ukuran besar menyala, menampilkan grafik saham, pergerakan dana internasional, serta peta satelit yang menandai beberapa zona aman di wilayah ibu kota. Javendra Maheswara berdiri di samping meja, menatap lurus ke arah jendela luas yang menghadap ke halaman belakang. Tubuhnya tegap, dibalut kemeja abu-abu gelap dengan gulungan rapi di siku. Garis rahangnya mengeras setiap kali matanya melirik berkas enkripsi yang dikirim oleh sistem jaringan Kenzo tadi malam. Suara langkah kaki yang teratur dari pintu kayu ganda mengalihkan perhatiannya. Bram melangkah masuk dengan setelan jas hitam tanpa celak, membawa sebuah map kulit berwarna cokelat tua. Pria paruh baya itu berhenti tepat tiga langkah dari meja utama dan menundukkan kepala secara hormat. "Tuan Javendra," sapa Bram tegas namun tenang. "Seluruh pengawasan jaringan

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 594 - Sebuah Kepatuhan

    Javendra menghela napas panjang. Ini adalah bagian yang paling berat baginya. Ia tahu betapa besarnya kerinduan Sasa, namun ia juga harus realistis demi keselamatan istrinya sendiri. Javendra memegang kedua bahu Sasa, menatap lurus ke dalam mata jernih istrinya. "Belum saatnya, Sasa. Dengarkan aku baik-baik." Sasa mengernyitkan dahi pelan. "Kenapa, Mas? beliau kan sudah sadar? Kenzo juga ada di sana menjaga beliau..." "Justru karena itulah kita harus ekstra hati-hati," potong Javendra tegap. "Kondisi Ayahmu memang membaik, tapi situasi di luar sana belum sepenuhnya bersih. Musuh-musuh keluarga Pratama dan sisa-sisa antek Arka masih mencari celah. Jika ada pergerakan mencurigakan dari kita yang mendatangi tempat isolasi Ayahmu, keberadaan Beliau bisa terendus musuh." Sasa menundukkan kepalanya, menyadari kebenaran dari perkataan suaminya. "Selain itu," lanjut Javendra dengan nada bicara yang tegas namun penuh perhatian. "Aku belum bisa mempercayai Kenzo secara penuh." Sasa mendon

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 593 - Sasa Putriku...

    Sementara itu, di Kediaman Maheswara. Suasana sore hari di mansion utama terasa tenang dan teduh. Sasa duduk di sofa empuk ruang keluarga dengan sebuah cangkir teh chamomile hangat di tangannya. Matanya masih tampak sedikit sembap, namun raut wajahnya sudah jauh lebih tenang dibanding saat ia berada di paviliun tadi siang. Di sampingnya, Javendra duduk merapat. Lengan kokoh pria itu terlingkar protektif di bahu Sasa, membiarkan istrinya bersandar nyaman di dadanya. Javendra sudah melepas jas mewahnya, hanya mengenakan kemeja putih yang lengan bagian bawahnya digulung hingga ke siku. "Bagaimana perasaanmu sekarang?" bisik Javendra lembut seraya mengecup puncak kepala Sasa. "Sudah lebih baik, Mas," jawab Sasa pelan seraya tersenyum tipis. "Terima kasih ya, Mas... Tadi siang sudah menenangkan aku dan tidak marah melihat aku menangis seperti itu." Javendra mengusap bahu Sasa dengan jemarinya. "Kenapa aku harus marah? Kamu berhak menangis. Kamu baru saja menemukan jejak kasih sayang i

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 592 - Ketegasan Kenzo

    "Mereka masih mencoba mencari celah untuk mengakses rekening operasional yang Anda bekukan kemarin," balas Reno yang menyusul masuk. "Namun Direktur Keuangan sudah memberi tahu mereka bahwa seluruh otorisasi kini berada penuh di bawah tanda tangan elektronik Tuan Kenzo. Mereka tidak bisa berkutik." Kenzo hanya mendengus halus. "Biarkan mereka kelaparan sedikit lebih lama. Manusia yang biasa hidup memanjakan diri dengan uang haram akan makin cepat memperlihatkan kebusukannya saat kerannya mendadak mati." Di dalam ruangan berukuran luas itu, suasana berbanding terbalik dengan dinginnya lorong bawah tanah. Berbagai peralatan medis mutakhir senilai puluhan miliar rupiah berderet rapi di sekitar sebuah tempat tidur khusus. Tiga dokter spesialis saraf dan dua perawat berijazah internasional langsung berdiri tegap begitu melihat Kenzo melangkah masuk. "Tuan Kenzo," sapa dokter kepala dengan nada penuh penghormatan dan sedikit ketakutan. "Bagaimana kondisinya hari ini?" Kenzo menghen

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status