共有

Bab 154

作者: Apple Cherry
last update 公開日: 2026-06-16 00:09:18

Keheningan yang mencekam di ruang makan itu pecah oleh langkah kaki yang teratur. Sasa berjalan masuk dengan tenang. Seragam pelayannya sudah melekat sempurna dan wajahnya tampak segar, sama sekali tidak memancarkan kepanikan dari kejadian di kamar atas tadi. Ia membawa nampan kecil dan melangkah maju di hadapan Claudia yang menatapnya tajam.

Sasa berhenti lalu menundukkan kepala. "Selamat pagi, Tuan Javendra. Selamat pagi, Nona Claudia."

Claudia mendengus kesal dan menyandarkan tubuhnya de
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (9)
goodnovel comment avatar
Huzi_toys
nahh Juwita dipecat aja lahh sama surti tuh, udah kelewatan banget mereka jd pelayan
goodnovel comment avatar
Huzi_toys
bagus Sasa, kamu mencari alalsan yang pas buat Juwita diem tak berkutik
goodnovel comment avatar
NenengYhara
oh Sasa pinter x cari alasan kenapa telat ya, apa javen Uda berkirim pesan duluan sama Sasa.
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 702 - Syukurlah, baik-baik saja

    Amara beberapa kali berdiri untuk melihat pintu, lalu kembali duduk ketika tidak ada kabar. Ia tidak sanggup memikirkan hal lain. Perhatiannya hanya tertuju pada lampu merah di atas pintu ruang tindakan. Javendra bahkan tidak menyentuh ponselnya. Beberapa panggilan masuk, tetapi ia membiarkannya berdering. Untuk sementara, tidak ada urusan yang lebih penting daripada Sasa dan bayi mereka. Hampir satu jam kemudian, lampu indikator akhirnya padam. Javendra langsung menegakkan tubuh. Ketika pintu terbuka dan Dokter Rini keluar, ia segera menghampirinya. "Bagaimana keadaan mereka?" Dokter Rini tampak lelah, tetapi ekspresinya cukup tenang. "Kondisi Nyonya Sasa sudah stabil, Tuan. Janinnya juga masih dalam kondisi baik." Amara segera berdiri. "Sasa sudah aman, Dokter?" "Untuk saat ini, kondisinya stabil. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan untuk mengurangi keluhannya. Namun, kami masih perlu memantau kondisinya." Amara mengembuskan napas panjang. Ta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 701 - Waktu Berjalan Lambat

    Tidak lama kemudian, sedan hitam memasuki area rumah sakit dan berhenti tepat di depan pintu instalasi gawat darurat. Sebelum pengawal sempat membukakan pintu, Javendra sudah keluar lebih dahulu. Ia mengangkat tubuh Sasa dengan hati-hati, lalu membawanya masuk dengan langkah cepat. "Tolong istri saya! Dia sedang hamil dan mengalami nyeri hebat di bagian bawah perut!" Petugas medis segera mendekat dengan brankar. Dokter Rini dan beberapa perawat yang telah menerima pemberitahuan sebelumnya langsung bersiap menangani Sasa. "Letakkan Nyonya Sasa di sini, Tuan," ujar Dokter Rini. "Kami akan segera memeriksanya." Javendra menurunkan Sasa perlahan ke atas brankar. Ia masih menggenggam tangan istrinya ketika para perawat mulai mendorongnya menuju ruang tindakan. "Mas..." panggil Sasa dengan mata berkaca-kaca. Javendra berjalan di samping brankar. "Aku di sini." "Jangan jauh-jauh, aku takut, Mas Javen." Javendra membungkuk dan mengecup keningnya. "Aku tunggu di luar. Kamu tenang saj

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 700 - Kondisi Sasa

    Iring-iringan kendaraan Maheswara Group meninggalkan pelataran minimarket dan melaju menuju rumah sakit. Mobil pengawalan bergerak di depan, membuka jalan di tengah kemacetan, sementara beberapa kendaraan lain mengikuti sedan hitam yang membawa Javendra dan Sasa. Sopir berusaha menjaga kecepatan tanpa membahayakan kendaraan mereka, tetapi bagi Javendra, perjalanan itu terasa terlalu lama.Sejak meninggalkan minimarket, Javendra terus memeluk Sasa. Istrinya masih terlihat ketakutan. Wajahnya pucat, napasnya belum teratur, dan jemarinya mencengkeram kemeja Javendra seolah takut kehilangan pegangan. Javendra mengusap punggungnya perlahan, sesekali mengecup rambutnya sambil berusaha menahan kecemasan yang terus meningkat."Sebentar lagi sampai, Sayang," ucapnya pelan. "Bertahan sedikit lagi."Sasa mengangguk lemah tanpa mengangkat wajah. Javendra mengira istrinya masih terkejut akibat kejadian di minimarket, tetapi beberapa detik kemudian, tubuh Sasa mendadak menegang.Jemarinya mencengk

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 699 - Menyenggol Maheswara

    Sasa menyandarkan wajah ke dada Javendra. Ia bisa mendengar detak jantung suaminya yang jauh lebih cepat daripada biasanya. Baru saat itulah ia menyadari bahwa Javendra juga sangat ketakutan, meskipun sejak tadi pria itu tidak membiarkan kepanikannya menguasai keadaan. "Mas Javen..." bisiknya. "Iya, Sayang?" "Aku benar-benar takut." Javendra merapatkan pelukannya, lalu mencium puncak kepala Sasa. "Aku tahu. Maaf karena kamu harus mengalami ini." Ia tidak berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa semuanya sudah baik-baik saja. Ia tahu Sasa masih gemetar dan membutuhkan waktu untuk merasa aman kembali. Karena itu, ia membiarkan istrinya tetap berada dalam pelukannya selama beberapa saat, sambil memastikan para pengawal sudah mengendalikan keadaan di sekitar mereka. Amara yang sejak tadi menahan kecemasan akhirnya mendekat setelah salah seorang pengawal memberi isyarat bahwa situasi sudah terkendali. "Sasa..." Sasa mengangkat wajah ketika mendengar su

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 698 - Kamu Terluka?

    Bi Surti melirik Amara. Untuk sesaat, tampak keraguan di wajahnya. Namun, ketika melihat Sasa masih melindungi perutnya, ia kembali teringat pada alasan yang membuatnya nekat melakukan semua ini. "Kalian semua hanya peduli pada Sasa!" serunya. "Tidak ada yang peduli bagaimana kami hidup setelah dipecat!" "Ini bukan waktunya membicarakan itu!" jawab Amara. "Kamu bisa menyampaikan keluhanmu nanti. Sekarang, keselamatan Sasa yang harus diprioritaskan!" Bi Surti menggeleng, lalu menggerakkan pisau itu sedikit menjauh dari leher Sasa. Gerakannya kecil, tetapi cukup untuk membuat Javendra memperhatikannya. Ia tidak langsung mengambil kesempatan tersebut. Jarak mereka masih terlalu jauh, dan Bi Surti masih mencengkeram tubuh Sasa. Javendra lalu menatap Juwita. "Letakkan besi itu." Juwita tersentak. "Apa?" "Letakkan benda yang kamu pegang di lantai, lalu mundur." Nada bicara Javendra tidak berubah, tetapi kali ini ia tidak memberikan ruang untuk tawar-menawar. Juwita m

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 697 - Masih Tegang

    Amara terdiam sesaat. Perkataan itu mengingatkannya pada masa lalu yang tidak bisa ia ubah. Namun, ia tidak membiarkan penyesalan tersebut mengalihkan perhatiannya dari bahaya yang sedang mengancam Sasa. "Aku tidak akan membahas masa lalu sekarang," jawabnya tegas. "Yang jelas, Sasa adalah menantuku. Dia istri Javendra dan anggota keluarga Maheswara. Kamu tidak punya hak untuk menyakitinya." "Jadi, sekarang Nyonya sudah berada di pihaknya?" "Aku berada di pihak orang yang sedang kamu ancam dengan pisau!" Suara Amara bergetar, tetapi ia berusaha mempertahankan ketegasannya. "Surti, lihat keadaanmu sekarang. Kamu sedang menyandera seorang wanita yang tidak bisa bergerak bebas karena kamu menodongkan pisau ke lehernya. Apa kamu tidak sadar bahwa satu kesalahan saja bisa membuat keadaan menjadi jauh lebih buruk?" Bi Surti terdiam. Tatapannya sempat bergerak ke arah pisau di tangannya, lalu kembali kepada Amara. Juwita yang sejak tadi berdiri di samping mereka ikut menyela.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status