مشاركة

Bab 5

مؤلف: Yu.Az.
last update تاريخ النشر: 2026-10-14 16:14:09

Tatapan Kinara seketika berubah tajam.

Pria yang berdiri di hadapannya adalah Damian, laki-laki yang pernah sangat ia cintai. Pria yang dahulu selalu ia bela, bahkan ketika semua orang memperingatkannya agar tidak terlalu bergantung pada cinta seseorang.

Tapi pria yang sama juga telah menghancurkan hidupnya.

Ingatan tentang kehidupan sebelumnya tiba-tiba menyerbu pikirannya. Ia masih mengingat bagaimana Damian dengan kejam menyuruh dokter menggugurkan kandungannya demi kepentingan Kania.

Saat itu, bayi mereka berusia enam bulan dan tumbuh dengan sehat di dalam rahimnya, putranya yaitu Ethan.

Bayi yang bahkan belum sempat ia peluk, tetapi sudah direnggut dari kehidupannya oleh pria yang dahulu ia percaya akan menjadi pelindungnya.

Napas Kinara mendadak terasa sesak. Jemarinya mulai gemetar, sementara wajahnya perlahan kehilangan warna.

Tidak, ia tidak boleh melupakan apa yang telah dilakukan pria ini.

Ia tidak boleh kembali menjadi Kinara yang sama, gadis bodoh yang rela mengorbankan segalanya demi cinta yang ternyata hanya menjadi kehancuran baginya.

Meskipun hatinya dipenuhi kebencian dan ketakutan, tubuhnya masih bereaksi terhadap kenangan menyakitkan itu. Lututnya melemah dan ia hampir kehilangan keseimbangan.

“Kinara?”

Melihat perubahan pada wajah gadis itu, Damian buru-buru mengulurkan tangan untuk menopangnya.

Sebelum tangannya menyentuh tubuh Kinara, gadis itu langsung menepisnya.

“Jangan sentuh aku!”

Suara Kinara terdengar tegas, membuat Damian membeku di tempat.

Ia menatap tangannya sendiri, kemudian kembali memandang Kinara dengan wajah tidak percaya. Seumur hidupnya, Damian belum pernah melihat gadis itu menepis tangannya dengan cara seperti tadi.

Biasanya, Kinara justru akan mencari berbagai alasan agar bisa berada di dekatnya. Bahkan, ketika Damian bersikap dingin atau mengabaikannya, gadis itu tetap berusaha menarik perhatiannya.

Akan tetapi, sekarang Kinara justru menatapnya seolah-olah kehadirannya merupakan sesuatu yang sangat tidak diinginkan.

“Ada apa denganmu?” ulang Damian. Kali ini, suaranya terdengar lebih serius. “Kenapa kau bersikap seperti ini?”

Kinara tidak menjawab. Ia segera duduk di ranjang, lalu menarik selimut ke pangkuannya. Setelah mengatur posisi botol infus di samping ranjang, ia menghela napas pelan untuk menenangkan dirinya sendiri.

“Aku tidak apa-apa,” jawabnya akhirnya.

“Tidak apa-apa?” Damian mengerutkan kening. “Wajahmu pucat dan tubuhmu gemetar. Kau pikir aku tidak bisa melihatnya?”

Kinara mengangkat wajah dan menatapnya sekilas. “Aku hanya lelah dan ingin beristirahat.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada datar, “Keluarlah. Aku ingin tidur.”

Damian terdiam. Ia bahkan sempat berpikir bahwa pendengarannya bermasalah. Gadis yang selama ini selalu berharap dirinya datang berkunjung kini justru mengusirnya tanpa ragu sedikit pun.

“Kinara, kau benar-benar—”

“Aku ingin beristirahat,” potong Kinara.

Kali ini, ia tidak lagi menatap Damian. Ia memalingkan wajah ke arah jendela, seolah-olah percakapan mereka sudah selesai.

Damian berdiri diam dengan rahang mengeras. Ia datang ke rumah sakit karena ibunya memaksa menjenguk Kinara.

Awalnya, ia mengira gadis itu hanya berpura-pura terluka dan akan kembali bersikap manja seperti biasanya, sehingga ia bahkan sudah menyiapkan beberapa kalimat untuk mengingatkannya agar tidak terlalu berharap.

Tapi ia sama sekali tidak menyangka akan menghadapi sikap sedingin ini.

Setelah beberapa saat, Damian akhirnya menarik napas panjang dan mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Aku mendengar keluarga Huang meminta Kania bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa Alexander Huang.”

Mendengar nama itu, Kinara akhirnya menoleh sedikit.

Damian memperhatikan reaksinya, lalu melanjutkan, “Mereka meminta Kania menikah dengan Alexander dan merawatnya seumur hidup. Apa tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini?”

Tatapan Kinara perlahan berubah. Jadi, pria ini sudah mulai memikirkan cara untuk menyelamatkan Kania.

Tentu saja.

Bahkan sebelum Kania meminta pertolongannya, Damian sudah memikirkan bagaimana gadis itu bisa lolos dari tanggung jawabnya.

Kinara hampir tertawa karena merasa semuanya begitu konyol. Di kehidupan sebelumnya, ia selalu menganggap Damian sebagai pria yang baik, padahal sejak awal laki-laki itu tidak pernah benar-benar memedulikan perasaannya.

Kinara menatap Damian dengan tenang. “Kenapa kau bertanya kepadaku?”

Damian sedikit tertegun mendengar pertanyaan itu.

“Bukankah kau dan Kania saudara kembar? Aku hanya ingin tahu apakah ada cara lain agar dia tidak perlu menikah dengan Alexander.”

Kinara tersenyum tipis, tetapi senyum itu sama sekali tidak mencapai matanya.

“Kalau begitu, sebaiknya kau tanyakan langsung kepada Kania.”

Damian mengerutkan kening. “Kinara, aku sedang berbicara baik-baik denganmu.”

“Aku juga menjawab pertanyaanmu dengan baik.”

Kinara kembali menyandarkan tubuhnya pada bantal. “Kalau memang tidak ada hal lain yang ingin kau bicarakan, aku ingin beristirahat sekarang.”

Damian menatapnya lama, berusaha menemukan alasan di balik perubahan sikap yang begitu mendadak. Namun, Kinara sama sekali tidak berniat memberinya penjelasan.

Di dalam hati, Kinara sudah membuat keputusan. Kali ini, ia akan membuat Kania dan Damian bersatu seperti keinginan mereka di masa lalu, ia tidak akan mengejar Damian lagi.

Jika mereka memang saling mencintai, biarkan mereka menghadapi sendiri segala akibat dari pilihan mereka.

Sementara Damian, ia pikir Kinara sedang melakukan taktik tarik ulur, berpikir ia akan luluh, hal itu membuat Damian tersenyum sombong.

“Ya, sudah. Kalau kau berpikir aku akan membujukmu, itu tidak akan. Kau terlalu manja."

Setelah mengatakan itu Damian lamgsung berbalik keluar.

"Kita lihat, sampai kapan kau akan mendiamkanku,” gumam Damian tersenyum sinis.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 9

    Hari pernikahan yang telah ditentukan akhirnya tiba.Di mansion keluarga Huang, suasana terasa sunyi meskipun upacara pernikahan sedang berlangsung. Tidak ada senyum bahagia maupun ucapan selamat yang meriah. Para tamu hanya menunjukkan wajah muram, seolah-olah mereka sedang menghadiri acara yang tidak diinginkan.Di hadapan semua orang, Kinara berdiri mengenakan gaun hitam sederhana. Di sampingnya, Alexander Huang terbaring di atas ranjang khusus, tidak menunjukkan reaksi sedikit pun akibat kondisinya yang vegetatif.Kinara melirik pria itu sekilas. ‘Jadi, inilah pria yang akan menjadi suamiku.’ Ia tidak mengenal Alexander secara pribadi, tetapi tahu bahwa pria tersebut menjadi korban tindakan gegabah Kania. Dalam kehidupan sebelumnya, Kinara hanya tahu jika Alexander Huang tidak akan pernah bangun dari tidurnya. Sementara itu, keluarga Huang memandang pengantin wanita dengan ekspresi muram dan marah. Sebagian merasa sedih melihat keadaan Alexander, sedangkan yang lain masih menyim

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 8

    “Ingat! Harta warisan itu berupa perhiasan serta harta bawaan milik mendiang orang tua Nona Kinara. Pastikan semuanya disiapkan dengan lengkap. Sedangkan untuk saham perusahaan, enam puluh persen sudah siap diserahkan sesuai hak Nona Kinara,” ujar Tuan Harto dengan tegas.Pria paruh baya itu berdiri di ruang tamu mansion keluarga Wang, menatap Melin dan Jason yang sejak tadi terus berusaha mencari alasan untuk menunda penyerahan warisan tersebut. Di samping mereka, Kania juga duduk dengan wajah muram, jelas tidak menyukai kedatangan pengacara kepercayaan keluarga Wang itu.Setelah menemui Kinara di rumah sakit, Tuan Harto langsung bergegas menuju mansion keluarga Wang untuk menyelesaikan urusan warisan. Ia tidak ingin menunda-nunda lagi, terlebih setelah Kinara sendiri yang memintanya memastikan seluruh hak miliknya segera dipersiapkan.Melin berusaha mempertahankan senyumnya, meskipun jemarinya sudah mengepal di balik gaun yang dikenakannya.“Tuan Harto, bukankah usia Kinara belum c

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 7

    Tuan Harto terkejut mendengarnya. “Mahar pernikahan?” Ia mengerutkan kening. “Nona akan menikah dengan siapa?”Kinara tidak berniat menyembunyikannya. “Dengan Alexander Huang, putra sulung keluarga Huang.”Tuan Harto spontan berdiri dari kursinya. “Apa?! Nona akan menikah dengan Tuan Muda Alexander Huang?”Melihat keterkejutannya, Kinara tetap duduk dengan tenang. “Benar, Paman.”“Nona, apakah Anda sudah mempertimbangkannya dengan matang?” Tuan Harto tampak gelisah. “Paman tidak bermaksud meremehkan Tuan Muda Huang, tetapi bukankah Nona Kania seharusnya menikah dengan pria itu?”Ia menghela napas panjang. “Bagaimanapun juga, kecelakaan itu disebabkan oleh Kania. Seharusnya dialah yang bertanggung jawab, bukan Nona. Mengapa Nona justru bersedia mengambil alih pernikahan ini?”Kinara menatap Tuan Harto tanpa mengubah ekspresinya.“Paman tidak perlu khawatir. Keluarga Huang adalah keluarga yang bisa diandalkan. Mereka memiliki kekuatan dan pengaruh yang cukup untuk membantuku melindungi

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 6

    Damian tiba di mansion keluarga Zhao dengan wajah muram. Sejak meninggalkan rumah sakit, pikirannya terusik oleh sikap Kinara yang mendadak berubah dingin, bahkan berani mengusirnya dari kamar rawat inap.Begitu memasuki ruang utama mansion, langkah Damian terhenti. Ia melihat, ibunya, sedang sibuk mengarahkan para pelayan yang membawa berbagai kotak perhiasan, kain mahal, serta barang-barang berharga lainnya.“Ibu, apa yang sedang Ibu lakukan?” tanya Damian dengan kening berkerut.Maya menoleh. Begitu melihat putranya, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.“Kau sudah pulang, Damian? Kebetulan sekali. Ibu sedang mempersiapkan mahar pernikahanmu dengan Kinara.”Damian terdiam sejenak. “Mahar pernikahan?”“Benar.” Maya mengangguk antusias. “Tadi keluarga Wang sudah menghubungi kita dan mengonfirmasi bahwa pernikahan kalian akan dilaksanakan seminggu lagi, tepat setelah Kinara keluar dari rumah sakit.”Bukannya merasa senang, Damian justru tertawa sinis.“Cih! Jadi, begitu rupanya.”

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 5

    Tatapan Kinara seketika berubah tajam. Pria yang berdiri di hadapannya adalah Damian, laki-laki yang pernah sangat ia cintai. Pria yang dahulu selalu ia bela, bahkan ketika semua orang memperingatkannya agar tidak terlalu bergantung pada cinta seseorang.Tapi pria yang sama juga telah menghancurkan hidupnya.Ingatan tentang kehidupan sebelumnya tiba-tiba menyerbu pikirannya. Ia masih mengingat bagaimana Damian dengan kejam menyuruh dokter menggugurkan kandungannya demi kepentingan Kania.Saat itu, bayi mereka berusia enam bulan dan tumbuh dengan sehat di dalam rahimnya, putranya yaitu Ethan.Bayi yang bahkan belum sempat ia peluk, tetapi sudah direnggut dari kehidupannya oleh pria yang dahulu ia percaya akan menjadi pelindungnya.Napas Kinara mendadak terasa sesak. Jemarinya mulai gemetar, sementara wajahnya perlahan kehilangan warna.Tidak, ia tidak boleh melupakan apa yang telah dilakukan pria ini.Ia tidak boleh kembali menjadi Kinara yang sama, gadis bodoh yang rela mengorbankan

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 4

    Ketika membuka mata, Kinara mendapati dirinya berdiri di sebuah tempat yang sama sekali asing.Di hadapannya terbentang pemandangan yang indah. Sebuah sungai dengan air jernih mengalir tenang di antara bebatuan, sementara pepohonan hijau tumbuh subur di sekelilingnya.Tidak jauh dari sungai itu, berdiri sebuah rumah kecil yang tampak sederhana.Kinara tertegun cukup lama sebelum akhirnya menoleh ke kanan dan kiri.“Di mana ini?”Tentu saja, tidak ada yang menjawab pertanyaannya.Ia memandangi sekelilingnya dengan waspada, berusaha memastikan apakah dirinya sedang bermimpi atau benar-benar berada di tempat asing tersebut.“Bukankah tadi aku masih berada di rumah sakit?” gumamnya. “Bagaimana bisa tiba-tiba berada di sini?”Kinara mencubit lengannya sendiri untuk memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Rasa sakit yang muncul membuatnya mengerutkan kening.“Ini bukan mimpi?”Ia kembali menatap cincin di jarinya. Cahaya yang sebelumnya menyilaukan kini telah menghilang, membuat benda it

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status