Share

Bab 9

Author: Yu.Az.
last update publish date: 2026-10-14 16:15:25

Hari pernikahan yang telah ditentukan akhirnya tiba.

Di mansion keluarga Huang, suasana terasa sunyi meskipun upacara pernikahan sedang berlangsung. Tidak ada senyum bahagia maupun ucapan selamat yang meriah. Para tamu hanya menunjukkan wajah muram, seolah-olah mereka sedang menghadiri acara yang tidak diinginkan.

Di hadapan semua orang, Kinara berdiri mengenakan gaun hitam sederhana. Di sampingnya, Alexander Huang terbaring di atas ranjang khusus, tidak menunjukkan reaksi sedikit pun akibat ko
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 9

    Hari pernikahan yang telah ditentukan akhirnya tiba.Di mansion keluarga Huang, suasana terasa sunyi meskipun upacara pernikahan sedang berlangsung. Tidak ada senyum bahagia maupun ucapan selamat yang meriah. Para tamu hanya menunjukkan wajah muram, seolah-olah mereka sedang menghadiri acara yang tidak diinginkan.Di hadapan semua orang, Kinara berdiri mengenakan gaun hitam sederhana. Di sampingnya, Alexander Huang terbaring di atas ranjang khusus, tidak menunjukkan reaksi sedikit pun akibat kondisinya yang vegetatif.Kinara melirik pria itu sekilas. ‘Jadi, inilah pria yang akan menjadi suamiku.’ Ia tidak mengenal Alexander secara pribadi, tetapi tahu bahwa pria tersebut menjadi korban tindakan gegabah Kania. Dalam kehidupan sebelumnya, Kinara hanya tahu jika Alexander Huang tidak akan pernah bangun dari tidurnya. Sementara itu, keluarga Huang memandang pengantin wanita dengan ekspresi muram dan marah. Sebagian merasa sedih melihat keadaan Alexander, sedangkan yang lain masih menyim

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 8

    “Ingat! Harta warisan itu berupa perhiasan serta harta bawaan milik mendiang orang tua Nona Kinara. Pastikan semuanya disiapkan dengan lengkap. Sedangkan untuk saham perusahaan, enam puluh persen sudah siap diserahkan sesuai hak Nona Kinara,” ujar Tuan Harto dengan tegas.Pria paruh baya itu berdiri di ruang tamu mansion keluarga Wang, menatap Melin dan Jason yang sejak tadi terus berusaha mencari alasan untuk menunda penyerahan warisan tersebut. Di samping mereka, Kania juga duduk dengan wajah muram, jelas tidak menyukai kedatangan pengacara kepercayaan keluarga Wang itu.Setelah menemui Kinara di rumah sakit, Tuan Harto langsung bergegas menuju mansion keluarga Wang untuk menyelesaikan urusan warisan. Ia tidak ingin menunda-nunda lagi, terlebih setelah Kinara sendiri yang memintanya memastikan seluruh hak miliknya segera dipersiapkan.Melin berusaha mempertahankan senyumnya, meskipun jemarinya sudah mengepal di balik gaun yang dikenakannya.“Tuan Harto, bukankah usia Kinara belum c

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 7

    Tuan Harto terkejut mendengarnya. “Mahar pernikahan?” Ia mengerutkan kening. “Nona akan menikah dengan siapa?”Kinara tidak berniat menyembunyikannya. “Dengan Alexander Huang, putra sulung keluarga Huang.”Tuan Harto spontan berdiri dari kursinya. “Apa?! Nona akan menikah dengan Tuan Muda Alexander Huang?”Melihat keterkejutannya, Kinara tetap duduk dengan tenang. “Benar, Paman.”“Nona, apakah Anda sudah mempertimbangkannya dengan matang?” Tuan Harto tampak gelisah. “Paman tidak bermaksud meremehkan Tuan Muda Huang, tetapi bukankah Nona Kania seharusnya menikah dengan pria itu?”Ia menghela napas panjang. “Bagaimanapun juga, kecelakaan itu disebabkan oleh Kania. Seharusnya dialah yang bertanggung jawab, bukan Nona. Mengapa Nona justru bersedia mengambil alih pernikahan ini?”Kinara menatap Tuan Harto tanpa mengubah ekspresinya.“Paman tidak perlu khawatir. Keluarga Huang adalah keluarga yang bisa diandalkan. Mereka memiliki kekuatan dan pengaruh yang cukup untuk membantuku melindungi

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 6

    Damian tiba di mansion keluarga Zhao dengan wajah muram. Sejak meninggalkan rumah sakit, pikirannya terusik oleh sikap Kinara yang mendadak berubah dingin, bahkan berani mengusirnya dari kamar rawat inap.Begitu memasuki ruang utama mansion, langkah Damian terhenti. Ia melihat, ibunya, sedang sibuk mengarahkan para pelayan yang membawa berbagai kotak perhiasan, kain mahal, serta barang-barang berharga lainnya.“Ibu, apa yang sedang Ibu lakukan?” tanya Damian dengan kening berkerut.Maya menoleh. Begitu melihat putranya, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.“Kau sudah pulang, Damian? Kebetulan sekali. Ibu sedang mempersiapkan mahar pernikahanmu dengan Kinara.”Damian terdiam sejenak. “Mahar pernikahan?”“Benar.” Maya mengangguk antusias. “Tadi keluarga Wang sudah menghubungi kita dan mengonfirmasi bahwa pernikahan kalian akan dilaksanakan seminggu lagi, tepat setelah Kinara keluar dari rumah sakit.”Bukannya merasa senang, Damian justru tertawa sinis.“Cih! Jadi, begitu rupanya.”

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 5

    Tatapan Kinara seketika berubah tajam. Pria yang berdiri di hadapannya adalah Damian, laki-laki yang pernah sangat ia cintai. Pria yang dahulu selalu ia bela, bahkan ketika semua orang memperingatkannya agar tidak terlalu bergantung pada cinta seseorang.Tapi pria yang sama juga telah menghancurkan hidupnya.Ingatan tentang kehidupan sebelumnya tiba-tiba menyerbu pikirannya. Ia masih mengingat bagaimana Damian dengan kejam menyuruh dokter menggugurkan kandungannya demi kepentingan Kania.Saat itu, bayi mereka berusia enam bulan dan tumbuh dengan sehat di dalam rahimnya, putranya yaitu Ethan.Bayi yang bahkan belum sempat ia peluk, tetapi sudah direnggut dari kehidupannya oleh pria yang dahulu ia percaya akan menjadi pelindungnya.Napas Kinara mendadak terasa sesak. Jemarinya mulai gemetar, sementara wajahnya perlahan kehilangan warna.Tidak, ia tidak boleh melupakan apa yang telah dilakukan pria ini.Ia tidak boleh kembali menjadi Kinara yang sama, gadis bodoh yang rela mengorbankan

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 4

    Ketika membuka mata, Kinara mendapati dirinya berdiri di sebuah tempat yang sama sekali asing.Di hadapannya terbentang pemandangan yang indah. Sebuah sungai dengan air jernih mengalir tenang di antara bebatuan, sementara pepohonan hijau tumbuh subur di sekelilingnya.Tidak jauh dari sungai itu, berdiri sebuah rumah kecil yang tampak sederhana.Kinara tertegun cukup lama sebelum akhirnya menoleh ke kanan dan kiri.“Di mana ini?”Tentu saja, tidak ada yang menjawab pertanyaannya.Ia memandangi sekelilingnya dengan waspada, berusaha memastikan apakah dirinya sedang bermimpi atau benar-benar berada di tempat asing tersebut.“Bukankah tadi aku masih berada di rumah sakit?” gumamnya. “Bagaimana bisa tiba-tiba berada di sini?”Kinara mencubit lengannya sendiri untuk memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Rasa sakit yang muncul membuatnya mengerutkan kening.“Ini bukan mimpi?”Ia kembali menatap cincin di jarinya. Cahaya yang sebelumnya menyilaukan kini telah menghilang, membuat benda it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status