LOGINAudrey gadis yatim piatu yang hidup dipanti asuhan 'Pelita Kasih' selama belasan tahun. Parasnya yang rupawan membuatnya banyak didekati oleh para pemuda, salah satunya Leo Mifta- Salah satu anak donatur di panti asuhan itu terus mengejar Audrey untuk dijadikan kekasihnya. Mereka akhirnya berpacaran selama 2 tahun, namun Audrey diselingkuhi juga dicaci maki oleh keluarga Leo. Audrey yang dicampakkan tiba-tiba saja harus menikah dengan anak pemilik panti asuhan itu. Mereka akhirnya menikah, Audrey pun menjadi anggota dari keluarga Loues, tak lupa ia juga membalas keluarga Leo. Kehidupan Audrey berubah drastis, mertua yang menyayanginya membuat Audrey tersentuh juga merasa bahagia. Namun tanpa sepengetahuan semua orang, Audrey dan Elang Loues melakukan pernikahan kontrak yang hanya bertahan selama 2 tahun. Hingga fakta bahwa Audrey dinikahi bukan karena sebatas perjodohan melainkan pilihan Elang sendiri. Akankah pernikahan mereka akan berakhir begitu saja? Ataukah muncul benih cinta diantara mereka? IG: Veara_1 untuk cek jadwal updatenya yaa.
View MoreDi ruangan yang gelap, Elang duduk dengan sikap tenang dan dingin. Hanya cahaya redup dari lampu di sudut ruangan yang memperlihatkan sosok dua pria yang terikat di kursi di hadapannya. Tubuh mereka penuh luka, hasil kerja Nick dan anak buahnya. Elang menatap mereka tanpa belas kasihan, rokok di tangan kirinya hampir habis tersulut.“Katakan siapa tuan kalian,” ucap Elang dengan suara rendah, namun tegas. Matanya tajam menelusuri setiap gerakan dari dua pria di depannya. “Aku mengenali tato yang ada di belakang telinga kalian,” tambahnya, suaranya penuh ancaman.Salah satu pria yang terikat terkekeh, meski darah mengalir dari sudut bibirnya. "Siapa yang tidak mengenal tato kami?" ucapnya dengan angkuh. Matanya menantang Elang, seolah tak takut meskipun tubuhnya sudah remuk.Elang tersenyum sinis. “Bagaimana jika aku melihat tato itu pada seorang gadis? Rambutnya pirang gelombang, matanya cokelat...” Mendengar deskripsi Elang, pria itu tiba-tiba m
Pagi itu, Elang berdiri di balkon kamarnya, menyesap rokok dengan rakus. Mata tajamnya menatap taman di bawah, bunga-bunga mulai bermekaran, membawa kilasan kenangan saat ia dan Audrey pernah berjalan-jalan di sana. Senyum kecil menghiasi wajahnya, namun kebahagiaan itu terputus oleh dering telepon yang tiba-tiba membuyarkan lamunan.Elang mengambil ponselnya dan melihat nama Nick tertera di layar. Tanpa pikir panjang, ia menjawab.“Halo, Tuan. Saya berhasil menangkap mereka,” lapor Nick dengan suara tegas dari Inggris.Elang menyesap rokoknya lagi sebelum menjawab. “Tidak perlu, Nick. Biar aku yang menginterogasi mereka secara langsung. Kau cukup jaga mereka sampai aku datang,” balas Elang dengan tenang, namun tegas. Tanpa menunggu balasan, ia menutup telepon.Di seberang, Nick yang mendengar instruksi itu mendecak pelan. “Loh? Tuan akan datang sendiri menginterogasi mereka? Apa sepenting itu hingga dia ingin turun tangan sendiri?” gumamnya denga
Nick masih berada di Inggris, sibuk menyelidiki siapa dalang di balik penyerangan terhadap Elang. Setelah beberapa hari menelusuri jejak, dia akhirnya mendapat petunjuk yang signifikan. Sambil menatap layar komputer di depannya, dia mengangkat telepon dan menekan nomor Elang."Saya sudah menemukan di mana mereka, Tuan," lapor Nick dengan nada tegas.Elang, yang sedang duduk di ruang kerjanya di Indonesia, mendengarkan sambil menatap dokumen di tangannya. Ia berdehem, namun tidak segera menanggapi.“Baik,” jawab Elang singkat. Tanpa memperpanjang percakapan, dia mematikan sambungan telepon dan kembali mencoba fokus pada dokumen yang perlu diselesaikannya. Tapi pikirannya terus saja berputar soal tato yang dilihatnya pada penyerangnya beberapa hari lalu. Hal itu terasa mengganggu, seolah ada potongan puzzle yang hilang dalam ingatannya.Elang menundukkan kepala, bergumam pada dirinya sendiri, "Tidak, El... Itu tidak mungkin benar." Frustrasi mu
Keesokan harinya, Audrey merasa canggung untuk bertemu dengan Elang. Insiden semalam masih membekas di benaknya, dan dia tidak tahu bagaimana harus bersikap. Agar tidak harus berhadapan dengan Elang, Audrey memutuskan untuk turun ke meja makan terlambat. Ketika ia akhirnya sampai di ruang makan, ia disambut oleh Grett yang memberi kabar. "Tuan Elang memutuskan untuk sarapan di kamarnya, Nyonya," kata Grett dengan sopan. Audrey menghela napas lega mendengar itu. Ia merasa terhindar dari percakapan yang mungkin canggung dan tidak menyenangkan. "Baiklah, terima kasih Grett," jawabnya singkat, berusaha menyembunyikan perasaan lega yang kini melandanya. Setelah sarapan, Audrey segera berangkat ke sekolah bersama Mia. Di sepanjang perjalanan, Mia tidak banyak berbicara, membiarkan Audrey berkutat dengan pikirannya sendiri. Ketika sampai di sekolah, Audrey terlihat lebih tenang, setidaknya untuk sementara. Dia merasa lebih nyaman kare
"Sebentar, Nyonya." Nick terlihat menekan tombol yang berada dimeja sofa ruang tamu. Hingga kedatangan wanita paruh baya yang berlari mendekati mereka. "Selamat siang, Tuan Nick. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan yang memakai seragam maid dengan simbol berbentuk hewan dengan warna ema
Tatapan Audrey terus mencari, bertanya-tanya apakah ia akan segera bertemu pria yang akan menjadi suaminya. Namun, sebelum ia bisa melanjutkan pemikirannya, suara lembut dari Devan membuyarkan lamunannya. "Sudah sampai, Nak. Tetaplah tenang, semuanya akan baik-baik saja." Kepergian
Maudy kemudian menambahkan dengan nada yang penuh dukungan. "Bagaimana kalau kita ajak mereka makan malam bersama? Ini bisa menjadi kesempatan baik untuk mengenal satu sama lain lebih dekat." Audrey merasa lega mendengar respon positif dari Maudy. "Terima kasih, Mama. Itu akan sangat berarti bagi
Salsa berlari sekuat tenaga, namun mobil yang dinaiki pemuda itu sudah mulai menjauh. "Aduh, kenapa sih dia cepat sekali?" Keluh Salsa, sambil terus berlari hingga mobil itu menghilang dari pandangannya. Salsa terengah-engah, berhenti di pinggir jalan sambil mengatur napas. Ia memandang ke arah mo












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews