مشاركة

Bab 1245 - Dominasi

مؤلف: Rianoir
last update تاريخ النشر: 2025-04-25 12:54:37
Gelombang suara dari teriakannya beriak keluar dan berubah menjadi garis-garis energi tak kasatmata yang menghantam penghalang.

Krak!

Retakan langsung muncul pada penghalang merah darah yang dibentuk oleh ketiga kultivator Sekte Dao.

Mulanya hanya sebesar ujung jari, namun dengan cepat retakan itu menyebar seperti jaring laba-laba.

Dalam hitungan detik, pedang-pedang es hitam menghujani penghalang yang sudah melemah, dan seluruhnya pun hancur berkeping-keping.

Ketiga kultivator itu memunt
Rianoir

Ini Bab Kedua Siang Ini. Selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 2/3. Bab Reguler: 2/2

| 84
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Bubun Burhanudin
bagaimana selanjutnya kita tunggu aja bab 1246
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3346: Melawan Cole

    "Hahahahaha!" Tawa Cole Shadowmist masih bergema keras di seluruh arena. "Jangan khawatir, kau tidak akan kulempar keluar dari panggung secepat itu. Kau harus membantu aku bersenang-senang dulu!"Ryan menatap Cole yang tertawa dengan mata yang setengah menggeleng, setengah geli.Lalu ia ikut tertawa. Ringan. Pendek."Kau tahu tidak," ucapnya santai sambil mengusap ujung bibirnya dengan punggung tangan, "orang-orang yang bicara padaku dengan cara seperti itu biasanya berakhir dengan sangat menyedihkan."Tawa Cole terhenti.Sesuatu dalam kalimat itu membuatnya diam. Bukan karena ancaman. Bukan karena takut. Lebih karena ada yang tidak pas, seperti kepingan puzzle yang dipaksa masuk tapi tidak benar-benar cocok di tempatnya.Matanya turun ke tombaknya sendiri.Dan kemudian ia mengerti.Tombak itu tidak menembus dada Ryan.Serangan Kilat Bayangan Ekstrem yang ia lepaskan tadi memang meluncur denga

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3345: Mata yang Tidak Melihat Dunia yang Sama

    Pemuda itu terdiam. Lalu matanya membulat sedikit. "Ketua Sekte, maksudnya... Kakak Senior Mervin yang akan masuk?"Eren menggeleng.Pemuda itu semakin bingung. "Kalau bukan Kakak Senior Mervin... Xavier?"Tidak ada jawaban yang datang. Hanya senyum yang tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan itu.**"Pertandingan kelima belas!"Suara lelaki tua itu bergema dan Ryan bangkit dari duduknya."Ryan Pendragon dari Keluarga Blazesky! Cole Shadowmist dari Keluarga Shadowmist!"Sorak sorai di bangku penonton meledak kembali, namun kali ini dengan warna yang berbeda. Ada tawa di dalamnya."Hei, aku tidak salah lihat? Lawannya anggota Shadowmist? Dan itu murid sekte luar yang cuma Ranah Primordial Chaos tingkat tiga?""Hahahaha, nasib buruk sekali. Kalau ketemu orang lain mungkin masih bisa bertahan. Tapi melawan Keluarga Shadowmist dengan level seperti itu?""Kasihan. Ini bukan pertandingan, ini

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3344: Tahun Ini Mereka Akan Kecewa

    Setelah pertandingan pertama yang ditutup dengan cara yang tidak terduga itu, suasana di bangku penonton tidak pernah benar-benar kembali seperti semula. Ribuan pasang mata masih sesekali melirik ke tempat di mana tubuh Drake Darkgold diangkat keluar, beberapa mulut masih terbuka setengah, seolah tidak yakin apa yang baru saja mereka saksikan memang nyata. Pertandingan kedua, ketiga, keempat datang dan pergi. Cukup menarik, namun tidak benar-benar menggetarkan. Hingga tiba giliran pertandingan ketujuh. Semacam pergeseran terjadi di tengah kerumunan. Bisik-bisik yang tadinya santai berubah menjadi tegangan yang berbeda, dan kepala-kepala yang tadinya menunduk malas kini tegak kembali. Ryan merasakan perubahan itu bahkan sebelum ia melihat alasannya. Di atas panggung, seorang pemuda dari Keluarga Shadowmist berdiri. Penampilannya tidak istimewa di pandangan pertama. Rambut gelap, postur sedang, ekspresi yang terlalu tenang untuk seseorang yang berdiri di tengah arena di baw

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3343: Langit Sebelum Badai

    Di bangku peserta Keluarga Woodholt, wajah-wajah memerah satu per satu. Beberapa kepala tertunduk. Hanya kepala keluarganya yang memandang panggung dengan sorot yang berbeda dari yang lain. Tidak ada rasa malu di matanya. Hanya tatapan orang yang sedang menunggu sesuatu terjadi. Drake sendiri melongo melihat pemandangan itu. Ia tidak menyangka musuhnya akan "melarikan diri" semudah dan secepat itu. Matanya beralih ke pedang emas pucat yang masih melayang pelan ke arahnya. Senyumnya kembali. 'Kalau begini, barang ini jadi milikku.' "Kalau mau lari, silakan lari. Tapi pedangnya aku ambil dulu sebagai bayaran atas waktu yang sudah terbuang!" Mervin, yang sudah hampir di tepi panggung, menjawab tanpa menoleh. "Kalau bisa diambil, ambil saja." Drake mengulurkan tangannya dan menggenggam ke arah pedang itu. SRITTT! Suara yang nyaris tidak terdengar. Kerumunan yang tadi riuh mendadak bisu. Drake menatap tangannya. Empat jarinya terputus bersih, jatuh ke lantai panggung bersama

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3342: Lempar dan Pergi

    Pertandingan pertama dimulai.Arena utama di pusat venue adalah panggung batu biru yang lebar dan rata, dengan lapisan pelindung berbentuk kubah setengah lingkaran yang melayang di atasnya. Formasi cahaya itu berfungsi ganda: menahan kerusakan agar tidak menjalar ke penonton, sekaligus membuat setiap gerakan di atas panggung terlihat jelas dari segala sudut.Dua peserta sudah berdiri di atas panggung.Suara lelaki tua itu bergema di seluruh venue. "Mervin Lux dari Keluarga Woodholt! Drake Darkgold dari Keluarga Darkgold! Pertandingan dimulai!"Sorak sorai meledak dari bangku penonton. Namun arahnya jelas, dan bukan untuk Mervin."Drake Darkgold! Habisi bocah dari Sekte Moon Flower itu!""Itu genius nomor satu Keluarga Darkgold! Murid sekte luar itu sudah tamat!""Murid-murid Sekte Moon Flower semua sampah! Apa yang mereka andalkan selain senjata mahal pemberian guru mereka?"Ryan mengerutkan dahinya.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3341: Mereka Bertarung Seperti Orang Gila

    Di kamar yang berbeda, Yakou Zedd duduk di tepi ranjang dengan kedua siku di atas lutut dan kedua tangannya menopang dagu.Sudah lama ia duduk dalam posisi itu.Ini bukan pertama kalinya ia mengikuti ujian ini. Ia sudah pernah menjalaninya sekali, dan dari pengalaman itu ia tahu betul betapa tidak mungkinnya ia menjadi murid rahasia.Keluarga Sanctum dan Keluarga Shadowmist terlalu menjulang. Mervin Lux terlalu jauh di depannya. Itu bukan urusan yang perlu ia khawatirkan.Satu-satunya alasan ia ada di sini adalah Ryan Pendragon.Pritha Zest membutuhkan Ryan disingkirkan. Dan Yakou membutuhkan Pritha tetap bergantung padanya.Namun rencananya sudah gagal.'Ryan terlalu kuat.' Dia mengepalkan jarinya di atas lututnya. 'Bahkan Cord pun tidak bisa melukainya. Tapi...'Matanya menyipit.Ia memperhatikan sesuatu yang mungkin luput dari orang lain. Setelah serangan kapak Cord dipatahkan oleh Ryan, ad

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1388 - Berselisih Dengan Rick Campbell

    Ryan tidak membuang waktu dan mengeluarkan batu spirit bermutu tinggi. Mata pemilik kios itu berbinar. Ia mengusap tangannya dan mengambil batu spirit itu. "Ini milikmu, anak muda. Aku suka berurusan dengan orang-orang yang jujur ​​sepertimu." Ryan tersenyum tipis. Pemilik kios ini benar-benar tah

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1307 - Sphinx Tewas?

    Itu Sphinx!Tubuh kuning kecil itu melesat di udara seperti kilatan api. Para penonton tercengang melihat makhluk yang biasanya selalu bersantai di bahu Ryan itu kini menyerbu maju tanpa ragu. Bulu-bulu oranye di sekujur tubuhnya berdiri tegak, berkilau ditimpa cahaya matahari."Sphinx, kembalila

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1391 - Menghadapi Anak Buah Rick

    Sebelum kedua lelaki tua itu sempat bergerak, Ryan sudah berdiri terlebih dahulu dan berjalan ke arah mereka. Langkahnya ringan namun penuh percaya diri. Jarum perak bercahaya dingin di tangannya saat dia berkata dengan nada yang membuat semua orang beku. "Minta ayahmu untuk datang ke sini. Dia

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1384 - Keterkejutan Lin Yi

    Setelah menghela napas, Master Alkimia Ling Yi berbalik dan berkata kepada mereka berdua, "Kalian boleh pergi. Aku akan mengasingkan diri selama setahun. Tidak seorang pun boleh menggangguku." Pak Tua Yong berbalik dan pergi, tetapi beberapa detik kemudian dia menyadari ada yang tidak beres. Dia

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status