Accueil / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 117 Sangat Tembem

Partager

Bab 117 Sangat Tembem

Auteur: Tristar
last update Date de publication: 2026-05-21 20:35:39

Joko menunduk, mendaratkan jilatan ganas di buah semangka besar wanita itu. Tak lupa, dia juga memberikan remasan keras di sana, agar sensasi yang di rasakan wanita itu semakin intens.

"Ahh... ahh, enak Jo... isap, ahh.." baru saja di mulai, Bu Mona sudah tampak menikmati.

"Mau aku isap putingmu, hah?" tanya Joko dengan nada main-main, lalu lanjut menjilati lagi.

"Ahhh... ahh, iya... mau! Isap putingku, Jo! Ahh... isap yang keras!" balas Bu Mona.

Mendengar itu, Joko tak menunda lagu. Mulutn
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 290 Mau, Tapi Takut Gak Bersih

    Joko sedikit terkejut dengan ajakan wanita itu. "Ngajak ke dalam? Jangan-jangan apa yang aku pikirkan benar?" batinnya."Aku kebetulan sudah mau tutup. Kalau mau ngobrol ~ aku tutup sekarang warungnya," ucap wanita itu kembali.Joko menatap wajah terus turun ke dada besar wanita itu, lalu kembali menatap wajahnya. "Terima dulu saja deh."Joko bangkit berdiri. "Kalau gitu, aku gak sungkan yah," ucapnya.Wanita itu buru-buru bangkit, lalu membuka pintu warung. Joko melirik kanan dan ke kiri, setelah memastikan tidak ada yang melihat ~ dia masuk ke dalam warung."Tuan Muda hati-hati banget. Santai saja, walau ada yang lihat ~ mereka gak akan peduli kok," ucap wanita itu dengan nada genit sambil menutup kembali pintu warung.Joko terkekeh dengan wajah sedikit kaku."Duduk dulu. Aku mau tutup warung dulu!" ucap wanita itu sambil menunjuk ke kursi yang tadi di dudukinya. "Mau di bantu?" Joko menawarkan."Gak perlu, ini gampang kok," balas wanita itu sambil menarik ke samping pintu lipat.S

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 289 Pesona Penjual Kelapa Muda

    Saat tubuh kedua wanita basah, penampilan mereka terlihat lebih menggairahkan. hal itu membuat mereka berdua jadi tontonan para pengunjung pria. Namun karena kehadiran Joko, yang memiliki wajah tampan dan tubuh kekar, tak ada satupun pria yang berani mendekati kedua wanita itu. Setelah cukup puas bermain air, mereka bertiga pergi berjemur. Ketiganya duduk setengah berbaring di kursi pantai dengan posisi Joko di tengah. "Jo, pasti banyak pria yang iri sama kamu!" ucap Sumi sambil mengelus dada Joko. "Itu sudah pasti! Dua wanita cantik bertubuh hot terus menjepit ku... yah jelas mereka iri lah," balas Joko sambil merangkul pundak kedua wanita itu. Sumi dan Rara terkikik pelan. Tak lama kemudian, beberapa teman Joko termasuk Rian, Bang Ari, dan Kak Rani, datang menghampiri. "Enak banget yah bos kita!" goda Rian. Joko melepaskan rangkulannya di pundak kedua wanita itu. Namun kedua wanita itu sama sekali tak menarik jarak dengan Joko. "Hehe, kalian mau berjemur juga?" ta

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 288 Sewa Vila

    Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di vila. Di depan gerbang, berdiri seorang wanita berpakaian rapi. Joko turun dari mobil ~ berniat menghampiri wanita itu. Namun, wanita itu lebih dulu menghampiri Joko. "Anda Tuan Joko?" tanya wanita itu dengan sopan. Joko mengangguk. "Benar. Saya yang memesan vila ini!" Wanita itu menyodorkan kunci dan kertas kecil. "Tuan, ini kunci vilanya dan nomor telepon saya. Kalau ada yang perlu di bantu, hubungi saja nomor itu!" ucapnya. Joko mengangguk. "Terima kasih." Setelah Joko masuk kembali ke mobilnya, wanita itu membuka gerbang. Satu persatu mobil pun masuk ke dalam vila. Setelah semua mobil masuk, wanita itu kembali menutup pintu gerbang, lalu pergi. Semua orang turun dari mobil. Sorot mata mereka berbinar terang saat melihat vila yang begitu megah. "Tiga puluh juta memang sepadan. Vila ini sangat besar!" ucap Rian. "Ayo masuk ke dalam!" ajak Joko. Mereka pun pergi membawa barang bawaan mereka, lalu masuk ke dalam vila. Di d

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 287 Buktikan, Menang Taruhan

    Sumi mengulum dengan penuh semangat. Semakin lama, rasa yang di hasilkan dari kulumannya semakin nikmat. "Ahhh... mmm, sepertinya... kamu sudah sering melakukan ini, mmm... enak banget!" racau Joko dengan mata merem melek.Dia berusaha keras untuk menjaga fokusnya. Meski jalanan di sana kosong, tapi jika kehilangan fokus bisa-bisa mobilnya keluar dari jalan.Setelah beberapa menit di mainkan, Joko belum memperlihatkan tanda-tanda mencapai puncak. Para wanita itu takjub dengan ketahanan Joko."Sumi, kamu bisa gak sih? Kok dia belum keluar?" tanya Rara dengan sinis.Sumi mengeluarkan batang Joko dari mulutnya. "Jangan salahkan aku, punya dia kuat banget!" ucapnya sambil memelototi Rara."Gantian dong!" pinta Rara dengan ekspresi wajah tidak sabar.Sumi mendengus kesal, lalu dia pindah ke kursi belakang. Dia bukan mengalah, tapi dia sudah merasakan mulutnya pegal.Rara dengan penuh semangat pindah ke kursi depan. Setelah itu, dia langsung menunduk batang Joko dan meraihnya."Keras bange

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 286 Servis Di Perjalanan

    Perkataan Sumi seperti sengatan listrik untuk Joko. Miliknya yang sudah mengeras, semakin mengeras sampai tercipta tonjolan di celananya. Rara bangkit dari tempat duduknya, lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Joko. "Asalkan... jaga rahasia, kamu boleh cicipi kita." "Kalian pasti bercanda kan?" tanya Joko. Dia tidak langsung memercayai ucapan para wanita itu. "Tadinya... kita sepakat mau berebut kamu. Tapi ternyata... kamu itu pria nakal yang punya banyak wanita. Jadi... gak ada gunanya lagi kita berebut lagi," ucap Sumi. "Kamu orang kaya. Kalau menjalin ikatan yang lebih jauh... kita pasti dapat keuntungan dari kamu. Walau bukan berupa harta, setidaknya bisa dapat bantuan kalau di masa depan punya masalah," ucap Rara. "Aku setuju. Walau aku pengen jadi wanitamu, tapi sepertinya sudah gak mungkin," ucap Sumi. Dita dan Yeni setuju dengan ucapan Sumi. Joko menyeringai tipis. "Kalian cerdik juga yah." ucapnya. "Pantas saja kalian mau di mobilku, ternyata kalian sudah punya renc

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 285 Empat Wanita Cantik

    "Jo, mobilmu nyaman banget yah," ucap Sumi dengan ekspresi sedikit genit. "Tentu saja nyaman. Mobil ini gak murah!" sahut Dita dari belakang. "Hehe, senyaman apapun mobil, pasti lebih nyaman diam di rumah," canda Joko. "Kamu bisa saja," Sumi menekan pundak Joko dengan jari telunjuknya. Joko sedikit melirik wanita itu. "Hmm, wanita ini sangat aktif. Baru kenal saja sudah berani bertingkah genit." Setelah terdiam sesaat, Joko kembali berkata. "Nanti sampai di kota, kalian harus ke toilet dulu. Kalau sudah lewat kota, susah nyari toilet. Baru ada lagi toilet nanti di kalau udah sampai di Kota Awan." "Kalau kebelet di jalan, tinggal nyari hutan saja. Gak masalah, hihi," ucap Rara sambil terkikik. "Kalau gak masalah kencing di hutan, gak apa-apa," balas Joko. "Jo, kamu gak bawa camilan?" tanya Sumi. "Nggak, nanti beli di kota," balas Joko. "Nggak usah beli. Kita bawa banyak camilan kok," ucap Sumi buru-buru. "Iya. Gak bakal habis kita makan," ucap Yeni sambil memperlihatkan sat

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status