Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 269 Membeli Hadiah

Share

Bab 269 Membeli Hadiah

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-08-03 21:50:33

Joko mengelus hidungnya. "Dia pacar temanku. Mungkin umurnya sekitar 25 tahun," balas Joko.

"Kalau seperti itu, menurut saya beri hadiah kalung saja. Kalau masih muda ~ biasanya wanita lebih suka perhiasan kalung kalau nggak anting-anting," ucap pelayan itu.

Joko berpikir sejenak. "Mmm... baiklah, kalung saja! Tolong pilihkan yang bagus!" ucap Joko.

"Silakan ke sini Tuan!" Pelayan itu menuntun Joko dan Rian ke etalase yang memajang kalung.

"Ini produk terbaru toko kami. Setiap produk memiliki h
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Kasman Toni
asyiik tambah lagi dong bab nya ???...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 271 Deni Kembali Di Buat Malu

    Keesokan harinya. Setelah matahari tenggelam, Joko pergi menjemput Rian di kampung. Karena sebelumnya Joko meminta Rian berangkat bersamanya, karena dia tidak tahu di mana rumah tunangan Bang Ari itu.Saat Joko sampai di rumah Rian, ternyata bukan hanya Rian yang menunggunya. Ada beberapa teman kampung juga di sana."Jo, mereka ikut ke mobilmu gak apa-apa kan?" tanya Rian dengan canggung."Gak apa-apa, ayo!" balas Joko sambil memberi isyarat menyuruh masuk.Rian dan beberapa orang itu masuk ke dalam mobil Joko dengan antusias."Jo, mobilmu bagus banget! Di kampung ini cuma kamu yang punya mobil sebagus ini," ucap wanita yang memiliki paras cukup cantik."Hehe, kalian juga pasti bisa beli! Asalkan kalian serius bermain saham," balas Joko sambil cengengesan.Setelah semua orang masuk, Joko menginjak gas dan mobil pun melaju."Rumahnya di kampung sebelah kan?" tanya Joko."Iya. Nanti aku tujukan jalannya," balas Rian."Yang di undang banyak?" tanya Joko."Banyak! Bukan cuma teman Bang Ar

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 270 Keluarga Rian

    Setelah Bi Tia menyajikan kopi, dia duduk di samping Paman Bagus. Joko mengeluarkan satu kotak perhiasan dari tas belanjaan, lalu meletakkannya di depan Bi Tia. "Bi, aku belikan hadiah buat kamu. Tolong di terima, ini niat baik dariku," ucap Joko. Bi Tia dan Paman Bagus menatap kotak itu. "Ini apa nak? Kok kamu repot-repot sih, belikan bibi hadiah segala," ucapnya dengan ekspresi tidak sungkan. "Nggak repot sama sekali kok," balas Joko. Bi Tia menghela nafas. "Huh, kalau gitu makasih yah. Bibi terima hadiah dari kamu!" "Bu, buka dong! Lihat, apa ibu suka isinya," ucap Rian dengan antusias. Bi Tia ragu-ragu sejenak, akhirnya memutuskan untuk membukanya. Saat kotak terbuka, satu kalung dan satu gelang yang sangat indah ~ berkilau oleh manik-manik, tergeletak di dalamnya. Mata Bi Tia dan Paman Bagus terbuka lebar. Tubuh keduanya membeku sesaat. Hanya sekali pandang, mereka bisa mestikan kalau perhiasan itu bukan barang yang murah. Bi Tia menatap Joko. "Jo, i-ini... terlalu berh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 269 Membeli Hadiah

    Joko mengelus hidungnya. "Dia pacar temanku. Mungkin umurnya sekitar 25 tahun," balas Joko."Kalau seperti itu, menurut saya beri hadiah kalung saja. Kalau masih muda ~ biasanya wanita lebih suka perhiasan kalung kalau nggak anting-anting," ucap pelayan itu.Joko berpikir sejenak. "Mmm... baiklah, kalung saja! Tolong pilihkan yang bagus!" ucap Joko."Silakan ke sini Tuan!" Pelayan itu menuntun Joko dan Rian ke etalase yang memajang kalung."Ini produk terbaru toko kami. Setiap produk memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung berat kalung dan jenis manik-maniknya," ucap Pelayan itu.Melihat deretan kalung itu, Rian sangat terpana. "Jo, pasti kalung-kalung ini gak murah kan?""Paling puluhan juta," balas Joko dengan santai.Pelayan itu mengangkat alisnya. "Dia sudah pasti orang kaya. Dari cara bicaranya juga sangat ringan."Mata Rian membelalak saat mendengar nominal yang di sebut Joko. "Jo, ini terlalu mahal! Cari hadiah yang biasa saja, gak perlu semahal ini!""Gak apa-apa. Bang Ar

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 268 Gosip Tentang Deni

    Joko menepuk bahu Rian. "Aku tahu, kamu pasti akan sulit untuk mencari modal. Nah, sekarang aku kasih kamu modal! Kamu harus serius! Jangan sampai aku kecewa." "Jo, ta-tapi... i-ini... terlalu banyak! Aku-aku gak bisa menerimanya," ucap Rian dengan ekspresi yang seperti hendak menangis. "Sudah, terima saja! Kalau gak enak, anggap aku investasi kepadamu. Kamu bisa kasih aku dividen 10% pertahun. Kalau nggak, kamu bisa balikan uang itu, kalau di masa depan kamu sudah punya hasil dari investasi!" ucap Joko. Rian menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. Tekad kuat perlahan terlukis di wajahnya. "Jo, bantuanmu ini pasti aku ingat selamanya. Kalau aku sudah hasil, aku pasti kembalikan uangmu ini!" tegas Rian. Joko mengangguk sambil tersenyum lembut. "Tapi kamu jangan kasih tahu siapa-siapa! Kamu juga paham lah maksudku," ucap Joko. "Tenang saja, aku pasti tutup mulut!" balas Rian dengan bersungguh-sungguh. Rian teringat sesuatu. "Oh iya, tunangan Bang Ari mau ulang tahun, k

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 267 Alkimia

    Setelah membaca-baca singkat beberapa halaman tentang alkimia, Joko sangat takjub. "Ternyata, ada hal ajaib seperti ini di dunia. Bukan cuma teknik ternyata, resepnya pun ada," ucap Joko dengan antusias. Di sana, berbagai resep pil tertulis jelas, mulai dari bahan obat, cara pembuatannya, sampai khasiat pil. Semuanya di jelaskan secara rinci. Ada beberapa pil yang sangat menarik perhatian Joko. Seperti pil energi. Pil itu berguna untuk menambah energi spiritual secara instan. Terus, Pil penempa tubuh, kegunaannya untuk menempa tubuh luar dan dalam. Ada juga pil awet muda dan pil hasrat. Khasiat pil awet muda, untuk mempertahankan wajah muda, sementara pil hasrat untuk menambah hasrat dalam bercinta. "Hehe, kalau aku bisa membuat pil-pil ini, pasti kalau di jual sangat mahal. Apalagi pil hasrat dan pil awet muda, pasti banyak orang minat," ucap Joko dengan mata berbinar. Tapi, dengan cepat ekspresi berubah serius. "Gak boleh, aku gak boleh menjualnya. Kalau sampai orang kuat

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 266 Teknik Kuat

    Di malam jari, Joko terlihat sedang fokus berlatih. Kali ini, dia tidak berlatih gerakan. Karena dia sudah di ranah Master Beladiri, dia bisa mulai melatih teknik jurus yang bisa di keluarkan menggunakan energi spiritual.Joko membuka halaman yang sebelumnya belum yang sebelumnya hanya dia lihat-lihat saja. Saat halaman itu di buka, kata "Teknik Tinju Naga Pemusnah" tertulis jelas di paling atas."Akhirnya, akhirnya aku bisa belajar teknik beladiri sesungguhnya!" ucap Joko dengan penuh semangat.Sebelum dia mempelajari teknik itu, Joko terlebih dahulu membuka halaman-halaman selanjutnya. Puluhan halaman dia buka dan ternyata semuanya berisi teknik beladiri. Mulai dari teknik untuk menyerang, bertahan, dan kecepatan, semuanya ada. Karena penasaran, akhirnya Joko memutuskan untuk membuka semua halaman buku itu. Dia ingin tahu, seberapa banyak hal bagus yang ada di buku itu.Semakin banyak dia membuka, semakin dia terkejut. Ternyata, kehebatan buku itu jauh melampaui apa yang dia pikirk

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status