Home / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 27 Puas, Menguntungkan

Share

Bab 27 Puas, Menguntungkan

Author: Tristar
last update publish date: 2026-04-10 12:00:00
Setelah Tania kembali tenang, Joko mengeluarkan batangnya dari apem gadis itu. Kemudian, ia memosisikan tubuh gadis itu menungging membelakanginya.

Karena Tania sudah pernah melihat posisi bercinta seperti itu di video, jadi Joko tak terlalu sulit memosisikannya.

Setelah posisi di rasa pas, Joko kembali memasukkan batangnya ke apem tersebut. Kali ini tak perlu banyak usaha sampai batang itu masuk ke dalam sana.

Desahan nikmat kembali bergema di dalam gubuk itu. Tak lama kemudian, suara ben
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 414 Gudang Tujuh Belas

    Pukul sebelas malam, sebuah mobil van abu-abu terparkir di balik tumpukan peti kemas di Pelabuhan Barat. Di dalamnya, Sonya duduk di depan laptop dengan headset terpasang di kepala. Layar laptopnya menampilkan denah gudang dan empat titik merah yang berkedip. "Penjaga di gerbang depan empat orang," ucapnya. "Di atap dua. Di dalam belum kelihatan. Kamera keamanannya sudah aku matikan lima menit lalu. Kalian punya waktu dua puluh menit sebelum ada yang sadar." Joko memasang alat komunikasi kecil di telinganya. "Petugas pengawas obat?" "Verona sudah mengatur. Mereka datang jam dua belas tiga puluh, bersama polisi." Sonya menoleh, menatap Joko dengan cemas. "Kalian harus sudah keluar sebelum itu, Tampan. Kalau kalian ikut tertangkap, semua rencana berantakan." "Kami gak akan tertangkap." Sonya meraih kerah kaus Joko, menariknya mendekat, lalu mengecup bibirnya sekilas. "Untuk keberuntungan."

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 413 Tiga Ronde Di Toko Antik

    Ciuman Bella terasa seperti anggur yang baru dia minum. Manis, sedikit getir, dan memabukkan. Joko membalasnya pelan. Tangannya naik ke tengkuk Bella, jemarinya menyusup di antara rambut basah yang masih beraroma sampo melati. Bibir Bella terbuka, dan lidah mereka saling melilit, lambat lalu semakin rakus. Bella menarik diri sedikit, napasnya sudah memburu. "Kamu tahu," bisiknya, "aku sudah membayangkan ini sejak kamu pura-pura bodoh soal cermin perunggu itu." "Aku gak pura-pura bodoh." "Kamu pembohong yang jelek, Joko." Bella menggigit bibir bawahnya. "Tapi ciumanmu bagus." Joko tertawa pelan. Jemarinya turun, menarik ikatan kimono sutra di pinggang Bella. Simpul itu terlepas dengan mudah. Kimono putih gading itu terbuka. Joko terdiam. Di bawah cahaya lampu meja yang temaram, tubuh Bella terlihat seperti barang antik paling berharga di toko itu. Kul

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 412 Malam Di Rumah Nenek

    Toko Antik Cahaya Lestari sudah tutup saat Ferrari Joko berhenti di depannya. Bella membuka pintu samping dengan kuncinya sendiri, lalu naik ke lantai dua tanpa menyalakan lampu toko. Joko mengikutinya dari belakang. Di ruang pribadi itu, Bella meletakkan map cokelat di atas meja, lalu berdiri lama menatapnya. "Aku mandi dulu," ucapnya akhirnya. "Kamu kalau mau telepon orang, telepon saja. Aku tahu kamu sudah gatal dari tadi." Joko tersenyum tipis. "Kelihatan, ya?" "Rahangmu kaku sejak di mobil." Bella menghilang ke balik pintu kamar mandi. Begitu terdengar suara air mengalir, Joko mengeluarkan ponselnya. === "Dimajukan?" Suara Nyonya Desi terdengar tajam di seberang. "Dari mana kamu tahu?" "Mirna." "Kamu percaya wanita itu?" "Dia sudah mempertaruhkan perceraiannya sama kita," jawab Joko sambil berjalan ke jendela. "Kala

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 411 Pilihan Bella

    "Aku gak butuh tiga hari." Bella mengucapkannya pelan. Tapi matanya tidak berkedip. Joko menatapnya dari kursi. "Bella, ini keluargamu. Pikirkan dulu baik-baik." "Aku sudah memikirkannya sejak tadi malam." Bella menegakkan punggungnya dari pintu, lalu meraih tas tangannya di meja. "Antar aku ke kediaman Wirasena sekarang. Aku mau bicara langsung sama Ayah." "Sekarang?" "Kalau aku menunggu, aku takut berubah pikiran." Joko terdiam sejenak. Lalu dia berdiri dan meraih kunci mobilnya. === Kediaman utama Keluarga Wirasena berdiri di kawasan perbukitan di utara Ibu Kota. Gerbang besinya tinggi, dijaga empat pria berseragam hitam. Ferrari Joko berhenti di depan gerbang. Salah satu penjaga melangkah mendekat, lalu membungkuk begitu melihat Bella di kursi penumpang. "Nona Bella." "Buka gerbangnya," ucap Bella. Pen

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 410 Harga Seorang Istri

    Siang itu, Toko Antik Cahaya Lestari sepi pengunjung. Bella berdiri di balik meja kayu panjang, menatap Joko yang baru melangkah masuk dengan alis terangkat. "Kamu meneleponku pagi-pagi cuma untuk minta dipertemukan dengan istri orang," ucapnya. "Kamu tahu itu kedengarannya seperti apa?" "Seperti urusan bisnis," jawab Joko santai. "Seperti urusan ranjang," balas Bella sambil terkikik. Lalu dia melirik perban di pipi Joko, dan senyumnya memudar sedikit. "Dia sudah di atas. Datang lima menit lalu, katanya mau melihat koleksi giok." "Terima kasih, Bella." "Jangan terima kasih dulu." Bella keluar dari balik meja, lalu berjalan di depan Joko menuju tangga. "Setelah ini, aku juga mau bicara sama kamu." Ada sesuatu di nada suaranya. Joko menatap punggungnya, tapi Bella tidak menoleh. === Ruang pribadi di lantai dua toko itu masih sama seperti saat Joko tera

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 409 Rekaman Seorang Pengkhianat

    Bila meletakkan cangkir kopinya di pagar teras dengan bunyi keras. "Ngapain dia di sini?" Suaranya tidak keras. Tapi dinginnya membuat Feli yang baru turun dari mobil langsung berhenti melangkah. "Bila..." Feli menggenggam ujung jaket Joko di bahunya. "Aku..." "Aku gak tanya kamu." Bila menatap Joko. "Kak Jo. Ngapain dia di sini?" Joko menutup pintu mobil pelan. "Dia kabur dari Rico. Orang-orang Rico mengejarnya semalam." "Terus?" Bila tertawa pendek, tawa tanpa humor. "Dulu dia sendiri yang milih ikut Rico. Di kafe itu. Di depan mataku sama Rinda. Kami bilang jangan, dia tetap pergi." "Aku tahu." "Kak Jo tahu, tapi tetap bawa dia ke rumah kita?" Pintu depan vila terbuka. Rinda muncul di ambang pintu dengan rambut berantakan dan piyama, jelas baru terbangun karena suara di luar. Matanya menyipit melihat Bila, lalu bergeser ke arah mobil.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status