LOGINMelihat serangan Joko, preman itu hendak menghindar, namun serangan itu datang sangat cepat.
"Lambat!" teriak Joko. BUGHH! Tendangannya mengenai dada preman itu dengan telak, sampai preman itu terlempar ke belakang beberapa meter. BRUAKK! Tubuh preman itu berhenti, saat tubuhnya menabrak meja pedagang. "Arghh... arghh..." ringisan menyakitkan keluar dari mulut preman berkepala botak itu.<Ekspresi Joko sedikit berubah, lalu dia melirik tisu yang berserakan di tempat tidur dan sisa cairan miliknya dan milik Rani yang tercecer di lantai. Sumi naik ke tempat tidur, lalu dia naik ke pangkuan Joko dan duduk di sana. "Gimana, enak gak apem punya tunangan temen sendiri?" tanya Sumi sambil memeluk leher Joko."Enak, sangat enak, gak kalah enak dari punya kamu," balas Joko dengan santai.Sumi cukup terkejut dengan reaksi Joko. Pria itu sangat tenang, seperti tidak terjadi hal apapun."Kamu gak panik ~ ketahuan sama aku?" tanyanya.Joko mematikan rokoknya, lalu menatap wajah wanita itu. "Ngapain harus panik, aku yakin kamu akan jaga rahasia ini.""Kamu se percaya itu sama aku?" tanya Sumi dengan nada genit sambil bergelayut manja."Aku cuma berusaha percaya saja. Lagi pula sudah terlanjur ketahuan. Kalau kamu bocorkan rahasia ini, anggap saja aku lagi gak beruntung," balas Joko."Tenang saja, aku ini sangat pandai jaga rahasia kok," ucap Sumi.Kesan Joko kepada Sumi semakin ba
Di sisi teman-teman Joko....Mereka semua tampak sedang bermain jet ski. Area jet ski cukup dekat dengan Yacht. Jaraknya paling banyak 20 meter. Dari jarak sejauh itu, pemandangan luar Yacht cukup jelas terlihat. Sumi menatap ke arah Yacht. "Joko sama Rani ke mana? Kok gak ada di luar yah?" batinnya. "Apa mungkin mereka istirahat di dalam?"Pikiran liar menyerbu otaknya. Namun, Sumi dengan cepat menepis pikiran itu. "Gak mungkin, masa Joko sama Rani punya hubungan gelap. Tapi... dengan sifat pria itu yang gampang tergoda, gak menutup kemungkinan juga. Rani punya wajah cantik, tubuhnya juga gak kalah bagus dari aku."Karena rasa penasarannya, Sumi memutuskan untuk pergi melihat kondisi di Yacht setelah waktu main Jet ski selesai.===Di kamar...Joko masih menggempur keras Kak Rani dengan posisi berdiri dan Kak Rani membelakanginya. Keduanya tenggelam dalam hasrat, tak sedikit pun berpikir takut ada menyadari perbuatan mereka."Ahh... Jo, aku mau keluar lagi Jo," teriak Kak Rani samb
Kak Rani menyeringai genit, lalu meraih batang besar itu. Lidahnya menjulur, lalu dia mulai menjilatinya dengan tarian lidah yang sangat lincah. "Uhhh..." Joko melenguh nikmat merasakan sensasi dari jilatan wanita itu. Jari Joko yang berada di apem Kak Rani menari semakin liar. Hal itu membuat Kak Rani mendapatkan kenikmatan juga. Kak Rani memasukkan batang Joko ke dalam mulutnya, lalu mengulumnya. Saking ganasnya, suara-suara becek di hasilkan dari sana. Joko pun memberi permainan lebih jauh. Dia menusukkan jarinya ke dalam apem Kak Rani, lalu memaju mundurkannya. Karena sensasi yang di rasakan semakin hebat, membuat ekspresi wajah Kak Rani semakin kacau. Matanya terus merem melek mengikuti setiap tusukan nikmat jari Joko. Tak lama kemudian, Joko menarik keluar batangnya, lalu dia melebarkan kaki Kak Rani dan mengambil posisi di tengahnya. "Punyaku sudah cukup keras. Punya kakak juga sudah basah banget! Aku masukin yah," ucapnya dengan nada main-main. Kak Rani mengangguk den
Setelah turun dari Yacht, Joko pergi mencari teman-temannya. Dia sempat kebingungan mencari, apalagi di sana sangatlah ramai. Namun, terdengar suara panggilan dari arah samping, tepatnya di tempat naik banana bot. "Jo, di sini!" Joko menoleh, lalu dia pun langsung berlari ke sana. "Aku kira kalian di mana," ucapnya. "Kamu lama banget sih, aku kira kamu tidur," ucap Sumi sambil memeluk tangan Joko. Tubuh wanita itu sudah basah kuyup, seperti sudah beberapa kali naik wahana pantai. "Jo, ayo naik banana bot! Seru lho!" ajak Bang Ari. "Hehe, ayo... ayo!" Joko langsung setuju. "Bayar berapa?" tanyanya. "Gak bayar! Semuanya gratis!" balas Bang Ari. Joko mengangkat alisnya. "Gratis? Masa sih gratis?" "Iya benaran gratis! Petugasnya bilang, rombongan kita bisa sepuasnya baik wahana di sini! Dia bilang, ini sudah fasilitas buat pengguna Luxury Yacht!" Bang Ari menjelaskan. Akhirnya Joko pun paham. "Ternyata begitu. Ya sudah, ayo naik!" Joko dan semua teman-temannya pergi bersenan
Yacht kembali melaju ke suatu arah. Tujuan berikutnya adalah pulau. Di pulau itu, para pengunjung bisa bersantai dan bermain berbagai wahana pantai. Melihat Yacht mewah mendekat, para pengunjung di pulau itu menjadi heboh. Jelas, mereka ingin tahu orang kaya ma yang sedang berlibur. Setelah Yacht berlabuh, dan kelompok Joko turun dari Yacht, ada beberapa orang yang mengenali. "Itu teman-teman Tuan yang kemarin berantem sama Tuan Muda Fendi.""Awas, jangan ada yang ganggu mereka! Tuan Muda Giri pun takut sama Tuan itu!" ucap seorang pria sambil menatap semua orang di dekatnya.Semua orang itu mengangguk paham.===Joko tidak ikut turun, dia beralasan ingin ke toilet dulu. Namun, dia buka pergi ke toilet, malah pergi ke kamar.Setelah menutup pintu, Joko mengambil ponselnya yang di letakkan di kasur kamar itu, lalu dia menelepon Nadya.Telepon tersambung."Halo, ada apa? Aku lagi sibuk nih," ucap Nadya dengan nada malas."Cantik, aku nemu barang bagus lho. Tapi gak tahu berharga apa
Beberapa saat berlayar, akhirnya sampai di tujuan pertama. Lokasi itu merupakan tempat untuk menikmati pemandangan terumbu karang. "Jo, ayo turun!" ajak Sumi. "Kamu bisa berenang?" tanya Joko. "Bisa dong," balas Sumi dengan bangga. "Kalau gitu ayo!" ucap Joko dengan antusias. "Aku mau pakai pelampung saja, aku gak bisa berenang," ucap Rara dengan wajah cemberut. "Hehe, gak apa-apa, masih bisa lihat terumbu karang kok!" balas Sumi. Semua orang yang bisa berenang pergi memakai alat selam. Setelah itu, mereka melompat turun dan menyelam. Sementara yang gak bisa, memakai bantuan pelampung untuk menikmati keindahan bawah air. Joko dan Sumi menyelam berdampingan. Melihat banyak ikan yang berenang di sela terumbu karang, Joko malah tertarik untuk menangkapnya.Hanya mengandalkan tangan kosong dan dorongan energi spiritual, Joko menangkap ikan yang berenang lincah itu dengan mudah.Sumi yang melihat tindakan Joko itu sangat terkejut dan tidak percaya. Jika dia tidak memakai tabung ok
Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me
Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa
Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in
"Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia







