分享

Bab 61 Joss Mia

作者: Tristar
last update publish date: 2026-04-27 12:07:00

"Nona... ternyata... apemmu ini... sangat tembem, yah," ucap Joko sambil mengelus sisi apem itu dengan jarinya.

"Ahhh... indah, kan?" tanya Tania, sambil mendesah."Indah mana sama punya Tania?" Mia ingin membandingkan.

"Sangat indah!" tegas Joko. "Punya Nona sama punya Nona Tania... sama-sama indah! Punya kelebihan masing-masing," lanjutnya.

"Kakak nyari aman aja, ya kan? Jadi gak mau ngebandingin," gerutu Mia.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 132 Jilatan Maut Joko

    Tanpa mengeringkan tubuh terlebih dahulu, Joko langsung saja membaringkan tubuh Dea, lalu menekan tubuh wanita itu di bawahnya. "Kak... cium aku!" pinta Dea sambil melingkarkan tangannya di leher Joko. Joko menyeringai tipis, lalu dia melumat ganas bibir wanita itu. Mendapatkan ciuman ganas itu, Dea langsung menanggapinya ~ tak kalah ganas. Tangan Joko hinggap di buah semangka gadis itu, lalu meremasnya dengan keras. Sampai wanita itu, mengeluarkan suara desahan, walau yang keluar hanya suara desahan tertahan, karena bibirnya yang tersegel oleh bibir Joko. "Mmm... Mmm..." Setelah puas berciuman, bibir Joko turun ke leher putih mulus wanita itu, lalu kecupan dan jilatan dia daratkan di sana. "Ahhh.... ahh... Kak," Dea mendesah indah, dengan ekspresi yang tampak sangat menikmati. Kecupan dan jilatan Joko terus turun ke bawah, akhirnya berhenti di buah semangka gadis itu. "Ahhh... kak, isap putingku!" pinta Dea. Joko tidak langsung mengisapnya, dia menjilati permukaan buah seman

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 131 Mandi Bareng

    Setelah pintu kamar di kunci, Dea meletakkan tas nya, lali dengan cepat dia melepaskan pakaian sekolahnya. Saat pakaian bagian atas terlepas, tubuh berlekuk indah itu masuk ke pandangan Joko. Bagian yang paling menarik perhatian, tentu saja bagian buah semangka wanita itu yang masih tertutup oleh Bra hitam. Terlihat, buah semangka itu sangat penuh di dalam Bra. Walau ukuran milik Dea tak sebesar Tania, tapi ukurannya hampir sama seperti milik Mia. Melihat Joko yang terpana menatapnya, Dea dengan sengaja menampilkan pose menggoda. "Jangan natap aku terus dong! Kakak juga cepetan buka pakaian!" ucap Dea dengan nada menggoda. Tanpa basa basi, Joko melepaskan pakaiannya. Melihat tubuh kokok Joko yang berotot, membuat Dea merasa sangat terpesona. Dia mendekati Joko, lalu meletakkan jari tangannya di dada pria itu. "Tubuh kakak... sangat bagus!" ucap Dea dengan nada memuji. Setelah itu, dia menggigit bibirnya. Karena dia merasakan, hasrat di dalam tubuhnya semakin bergejolak.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 130 Dea Dikasih Tahu Mia

    Joko kembali ke warung Sinta, sementara Darto dan bawahannya pergi ke rumah sakit. Tadinya... Joko ingin ikut bersama mereka, tapi mereka tidak memperbolehkannya. Setibanya di warung, Sinta langsung menghampiri Joko dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran. "Jo, kamu gak apa-apa, kan?" tanya Sinta sambil terus memandangi sekujur tubuh Joko. "Aku baik-baik saja! Cuma baju aku kotor," balas Joko sambil membolak balik tubuhnya. "Syukurlah, kalau kamu baik-baik saja," Sinta tampak lega setelah memastikan pria itu dalam kondisi baik, tak ada sedikitpun lecet. "Terus... para sampah itu gimana sekarang? Kamu pasti berantem hebat kan? Sama mereka," tanya Sinta dengan penuh rasa penasaran. Joko duduk di kursi, lalu dia mulai menceritakan kejadian tadi. Dia tak mengurangi dan melebih-lebih kan sedikitpun cerita. Sinta sangat terpana saat mendengar cerita itu. Dia memercayai 100% cerita Joko, karena selama ini Joko tak pernah membohonginya. Tak ada untungnya juga Joko membohonginya tentang

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 129 Kekejaman Joko

    Joko menepuk-nepuk tangannya, seperti sedang membersihkannya dari debu. Saat matanya melihat ke arah pakaiannya yang kini sudah kotor karena debu dan keringat, dia tanpa sadar menghela nafas."Huh... pakaian baru ku, udah kotor lagi!" ucap Joko.Meski begitu, Joko tak memiliki jejak luka karena senjata tajam. Bahkan, lebam pun tidak ada.Joko menatap Darto dan yang lainnya. "Kalian, gak apa-apa?" tanya Joko.Mereka semua menggelengkan kepalanya."Gak apa-apa, Bang! Aman... aman! Cuma luka kecil saja," balas Darto."Pulang dari sini, kalian ke rumah sakit! Bawa mereka yang lukanya agak parah, buat di obati!" perintah Joko. "Masalah biaya, aku yang bayar nanti!""Gak... gak perlu Bang! Kita juga punya uang kok! Mengobati luka kecil gini sama sekali gak mahal," balas Seno.Karena Joko tahu mereka tak akan menerima, akhirnya dia hanya menganggukkan kepalanya.Joko berbalik, lalu melangkah menghampiri Bima s

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 128 Semakin Sengit

    Namun, tak ada satu pun orang yang melakukan perintah dari Bima itu. "Dasar pengecut! Kalau kalian takut bertarung tangan kosong! Ambil pisau! Hajar dia dengan pisau!" perintah Bima.Mendengar itu, semua bawahan Bima kembali bersemangat. Mereka dengan cepat berlari ke tempat senjata berada.Ekspresi Joko menjadi sangat dingin. "Kau... benar-benar ingin habis!" ucap Joko. Dia sudah memberi belas kasihan kepada Bima, namun sepertinya Bima tidak akan menyerah sebelum tumbang sepenuhnya.Darto dan bawahannya menjadi waspada."Kalian, hati-hati! Jangan sampai lengah!" Darto memperingatkan para bawahannya itu.Semua bawahan Darto mengangguk. Ekspresi mereka sangat serius. Meskipun yang akan mereka hadapi adalah senjata tajam, mereka tak terlihat takut sama sekali.Melihat mental Darto dan bawahannya, membuat Joko merasa puas. Bahkan dia diam-diam berjanji, dia akan melatih orang-orang itu menjadi petarung yang kuat.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 127 Hajar Sampai Tak Berdaya

    Joko tersenyum, tampak tidak gentar sama sekali, saat di tatap ganas oleh Bima dan anak buahnya. "Kalian semua pertimbangan dulu perkataanku. Jangan sampai kalian menyesal!" ucap Joko dengan nada santai. "Gak perlu di pertimbangkan! Pemimpin ini, gak akan sudi menyetujui keinginan kau!" teriak Bima. "Oh... kalau gitu," Joko melangkah dua langkah lagi ke depan, "Aku hanya bisa memaksa kalian!" Ucapan Joko itu sudah bisa di sebut genderang perang, di mana ~ peperangan sudah pasti akan terjadi. "Sialan! Apa kau kira pemimpin ini takut?" teriak Bima sambil melangkah lebih dekat dengan Joko. "Bang, biar aku saja yang menghadapinya!" Darto menawarkan. Joko mengangkat tangannya. "Biar aku saja!" Mendengar itu, Darto mengangguk patuh. Pada akhirnya, Darto dan semua bawahannya membidik para anak buah Bima. Jika anak buah Bima menyerang, mereka pun akan menyerang. "Maju!" Joko mengaitkan jari telunj

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status