Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 76 Balik Di Hajar

Share

Bab 76 Balik Di Hajar

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 12:11:00

"Mana, mana orang yang mengganggumu?" teriak paman Dion.

"Itu, paman!" ucap Dion, sambil menunjuk kepada Joko. "Habisi, dia paman!"

Saat pria yang menjadi pamannya Dion menatap ke arah Joko, wajah pria itu seketika memucat.

"Bang... Bang Joko! Kenapa... ke-kenapa anda?" ucap pria itu dengan nada terbata.

"Eh, ternyata kamu, Bang Gofar," ucap Joko dengan nada santai.

Ternyata mereka saling mengenal.

Melihat pamannya yang malah bersap
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 295 Keberanian

    Keributan itu menjadi perhatian para pengunjung. Bahkan, sudah banyak pengunjung yang mendekat untuk menonton. "Bocah itu pasti habis! Berani sekali dia menentang Tuan Muda Fendi. Di Kota ini, Tuan Muda Fendi sangat terkenal dengan kekejamannya, bocah itu sudah pasti menderita!" ucap salah satu pengunjung. "Benar! Kalau aku... pasti sudah menyerahkan dua wanita itu. Dari pada harus mentang Tuan Muda Fendi," sahut pengujung lainnya. Ternyata, banyak pengujung di sana yang mengenal Tuan Muda Fendi. Dari perkataan para pengunjung itu, membuat semua teman-teman Joko lebih khawatir. "Bagus... sangat bagus! Kau mau menentangku, aku ingin lihat... apa kau mampu menanggungnya," ucap Tuan Muda Fendi dengan ekspresi kejam. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menelepon sebuah nomor. Rian menghampiri Joko. "Jo... Jo... mending kita pergi saja! Jangan sampai masalah ini semakin besar!" ucapnya. "Iya Jo. Dia seperti memang sangat berkuasa!" ucap Dori. "Jo, ayo pergi saja! Kita pulang

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 294 Joko Datang

    Sumi mengibaskan lengannya sampai lengan Dita terlepas. Dia menatap Dita dengan marah. "Kamu... kamu juga malah mendorong ku. Kamu sama Yeni ternyata sama saja yah..." "Bukan begitu, aku cuma gak mau melihatmu menyia-nyiakan kesempatan ini! Kapan lagi coba bisa dapat keuntungan besar!" ucap Dita."Dita... aku gak nyangka kamu cuma orang yang gila harta. Jangan-jangan alasan kamu ingin mendaki Joko... karena kamu mengincar keuntungan darinya," ucap Sumi.Dita terdiam dengan kepala sedikit tertunduk. Perkataan Sumi memang bena, dan niatnya sekarang ingin Sumi menjalin hubungan dengan Tuan Muda Fendi pun karena dia ingin mencari ruang agar bisa mendapatkan keuntungan dari Tuan Muda Fendi.Pria berambut pirang menatap Dita dan Yeni. "Kalian berdua juga lumayan. Kalau kalian mau, aku akan kasih kalian kesempatan untuk menemaniku!" "Jangan serakah! Aku mau mereka!" ucap pria bertubuh agak besar.Mata Yeni dan Dita seketika berbinar terang, mereka berdua saling menatap satu sama lain."Ya

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 293 Merebut Wanita

    Di tempat teman-teman Joko berada... Mereka semua sedang berkumpul dan mengobrol. Wajah mereka semua tampak sangat serius. "Apa dia pulang ke vila?" "Kalau dia pulang ke vila, pasti dia kasih tahu kita dulu!" Mereka sedang membahas Joko. Mereka semua mencari Joko dan karena tidak menemukannya, mereka menjadi sedikit cemas. "Kita tunggu saja sebentar lagi. Mungkin dia lagi ke toilet. Kalau sampai matahari tenggelam dia gak ada, kita cari ke vila," ucap Rian. Semua orang mengangguk. Mereka semua pergi ke tempat duduk yang tadi di duduki Joko. Mereka gak pergi ke tempat lain, karena takutnya nanti Joko sulit mencari mereka. Apalagi, kalau matahari sudah tenggelam. Saat mereka sedang bersantai, ada tiga pria muda tampan yang datang menghampiri Sumi. "Nona, saya Fendi. Tuan Muda dari Keluarga Resi. Apa saya boleh tahu nama Nona?" Pria muda yang memiliki wajah yang cukup tampan, menyapa Sumi dengan sopan. Namun, dari ekspresi wajahnya ~ jelas kalau pria itu merupakan pria nakal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 292 Ternyata Seorang Ahli Beladiri

    Joko tersadar dari lamunan. "Sudah lah. Nanti saja aku tanyakan. Nanggung kalau nanya sekarang," gumamnya di dalam hati.Joko meraih semangka wanita itu, lalu meremasnya dengan keras. Sementara pinggang mulai di gerakkan maju mundur. Nyonya Desi menutup matanya, seakan-akan dia ingin fokus menikmati sensasi gempuran Joko."Ahhh... ahh..." desahan nikmat keluar dari keduanya.Gempuran Joko semakin lama semakin keras, yang membuat suara benturan kulit tercipta sangat jelas. Menyatu dengan suara desahan, suara-suara itu menjadi melodi indah yang sangat membangkitkan gairah."Ahh... ahh, enak banget ahh... ternyata seperti ini rasanya di tusuk batang besar," ucap Nyonya Desi sambil memasang ekspresi yang sangat nakal."Punyamu juga enak banget. Gak kalah enak dari wanita muda," balas Joko."Lebih keras lagi sedikit!" pinta Nyonya Desi.Joko langsung melakukan apa yang ingin wanita itu. Setelah itu, dia menyerang leher wanita itu dengan bibirnya ~ mendaratkan kecupan dan jilatan di sana.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 291 Gairah Bersama Pemilik Warung

    Nyonya Desi mengacungkan jadinya telunjuknya. "Satu juta. Kasih aku satu juta, aku akan layani kamu sampai kamu puas!" Tanpa ragu Joko langsung mengangguk setuju. Uang segitu, baginya sekarang ~ bukan lah sesuatu yang perlu di perhitungan. Mata Nyonya Desi berbinar terang. Dia melingkarkan tangannya di leher Joko, lalu berkata dengan genit. "Apa aku perlu mandi dulu? Aku keringatan banget nih." Joko meraih dada wanita itu, lalu meremasnya dengan keras. "Ahhh..." Desahan manja keluar dari mulut Nyonya Desi dengan tubuh yang sedikit menegang. "Gak perlu mandi. Aku gak punya banyak waktu!" ucap Joko. Dia tidak bisa berlama-lama, kalau tidak ~ teman-temannya pasti mencarinya. "Baiklah. Maaf kalau tubuhku bau keringat!" ucap Nyonya Desi sambil bergerak cepat melepaskan pakaiannya. Setelah pakaian terlepas, tubuh yang sangat menggoda Joko itu, terpampang sepenuhnya. Buah semangka besar mengantung di sanggah Bra renda hitam. Meski ukurannya besar, tapi terlihat masih sangat bulat

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 290 Mau, Tapi Takut Gak Bersih

    Joko sedikit terkejut dengan ajakan wanita itu. "Ngajak ke dalam? Jangan-jangan apa yang aku pikirkan benar?" batinnya."Aku kebetulan sudah mau tutup. Kalau mau ngobrol ~ aku tutup sekarang warungnya," ucap wanita itu kembali.Joko menatap wajah terus turun ke dada besar wanita itu, lalu kembali menatap wajahnya. "Terima dulu saja deh."Joko bangkit berdiri. "Kalau gitu, aku gak sungkan yah," ucapnya.Wanita itu buru-buru bangkit, lalu membuka pintu warung. Joko melirik kanan dan ke kiri, setelah memastikan tidak ada yang melihat ~ dia masuk ke dalam warung."Tuan Muda hati-hati banget. Santai saja, walau ada yang lihat ~ mereka gak akan peduli kok," ucap wanita itu dengan nada genit sambil menutup kembali pintu warung.Joko terkekeh dengan wajah sedikit kaku."Duduk dulu. Aku mau tutup warung dulu!" ucap wanita itu sambil menunjuk ke kursi yang tadi di dudukinya. "Mau di bantu?" Joko menawarkan."Gak perlu, ini gampang kok," balas wanita itu sambil menarik ke samping pintu lipat.S

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status