공유

160. Bagian 10

last update 게시일: 2024-06-10 01:03:47

"Jangan...!" desis Sabit Maut dan Cangkul Sakti, hampir bersamaan. Baraka menghentikan langkahnya seraya berkata, "Aku masih mau memberi kesempatan kepada kalian untuk menghirup udara segar. Jadilah orang baik-baik. Tapi, ingat! Lain kali kalau aku masih melihat kalian berbuat jahat, tak akan ada ampunan lagi! Pergilah...!"

Di ujung kalimatnya, Pendekar Kera Sakti mengibaskan Suling Krishna. Gelombang angin pukulan yang tercipta membuat tubuh Sabit Maut dan Cangkul Sakti terangkat dari

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pendekar Kera Sakti   1609. Part 9

    Ayunda menambah penjelasannya lagi. "Dulu anak itu dibuang bersama ibunya karena anak itu berupa manusia biasa, berbadan kurus, tidak seperti ayahnya. Tapi belakangan ini rupanya Gandapura sadar bahwa anak itu bagaimanapun juga adalah anaknya. Satu-satunya anak lelakinya adalah Ranggu Pura. Karenanya, ia mencari anak itu untuk menurunkan seluruh ilmunya. Jika Ranggu Pura sudah mendapat warisan ilmu dari Gandapura, maka ia pun akan menjadi manusia pemakan daging manusia."Pendekar Kera Sakti tertegun membayangkan wajah Ranggu Pura yang tampan dan punya sikap berjiwa ksatria. Dalam bicaranya pun penuh nada kejantanan dan mampu bersikap lemah lembut. Dalam hati Pendekar Kera Sakti pun berkata, "Jika Ranggu Pura mendapat warisan ilmunya Gandapura, maka sudah pasti dia akan menjadi manusia terkutuk dan membahayakan bagi keselamatan orang banyak, ia harus dimusnahkan jika sampai kembali kepada ayah kandungnya, sebab itu berarti dia sudah menerima warisan ilmu sang Ayah."Ayunda memecah kesu

  • Pendekar Kera Sakti   1608. Part 8

    "Kusarankan, batalkan niatmu datang ke Pulau Jelaga, Kisanak. Sebab orang-orang yang mengungsi kemari menceritakan kengerian yang terjadi di sana.""Kengerian apa itu, Paman?" tanya Baraka dengan dahi berkerut."Apakah kau belum mendengar kabar bahwa Penguasa Pantai Ajal yang bernama Gandapura itu sekarang ada di Pulau Jelaga!""Gandapura...!" Baraka menggumam lirih, kemudian teringat keterangan Putri Malu tentang Gandapura, manusia titisan raksasa yang gemar memakan daging manusia itu."Maksud Paman, Gandapura si pemakan manusia itu?" tanya Baraka minta dipertegas lagi."Benar, Anak muda! Gandapura sekarang sedang berusaha menguasai Pulau Jelaga, karena ia ingin mengambil alih pulau itu untuk pusat kekuasaannya. Kira-kira begitu cerita yang kuterima dari para pengungsi itu."Pendekar Kera Sakti jadi termenung memikirkan hal itu. Ia biarkan nelayan itu menurunkan barang-barang dari atas perahunya. Diamnya Baraka bukan berarti ia menuruti sar

  • Pendekar Kera Sakti   1607. Part 7

    "Begitulah aku meninggalkan dia," kata Baraka mengakhiri kisahnya kepada Ranggu Pura. Agaknya rasa sakit Ranggu Pura telah lenyap dan luka di bagian lambungnya telah sembuh. Ranggu Pura mampu berdiri dengan tegak, badannya terasa lebih segar dari sebelumnya."Jadi dia bersama Kunta Aji? Hmmm... kukira bersama pria lain.""Siapa Kunta Aji itu? Apakah kekasihnya?""Dia kakak seperguruannya.""O, jadi Kunta Aji juga murid Ki Buyut Gerang?""Benar. Kismi kurang akur dengan Kunta Aji. Sesekali mereka sering cekcok, tapi kadang-kadang kelihatan akur juga."Baraka menggumam dan manggut-manggut. Setelah itu ia bertanya kepada Ranggu Pura."Lantas, mengapa Ki Buyut Gerang menyangka kau yang membawa lari Cumbu Bayangan, muridnya itu?""Karena hubunganku dengan Kismi tidak direstui."Pendekar Kera Sakti sedikit kerutkan dahinya. "Kau dan Kismi ada hubungan cinta?""Benar. Kami saling jatuh cinta. Tapi guru kami tidak saling

  • Pendekar Kera Sakti   1606. Part 6

    "Kalau tidak memakan korban nyawa, apakah aku harus memakan dia bulat-bulat!" ketus Buyut Gerang."Percayalah, aku akan mengusahakan muridmu kembali," bujuk Baraka dengan tetap tenang. "Terserah apa maumu! Yang jelas aku menunggu sampai batas matahari tenggelam. Kalau muridku belum dikembalikan, kucari dia dan kuhancurkan perguruannya!"Setelah berkata begitu, Buyut Gerang melesat pergi bagaikan angin berhembus. Weesss...!Baraka hanya geleng-geleng kepala dan bicara pelan pada diri sendiri, "Galak juga orangtua itu! Ilmunya cukup tinggi, tapi menahan amarah masih belum bisa."Setelah mendekati Ranggu Pura, Baraka menggunakan hawa ‘Kristal Bening’ miliknya untuk mengobatinya.Setelah selesai mengobati Ranggu Pura, Baraka bertanya kepada Ranggu Pura sambil masih jongkok di depannya, "Siapa nama murid Ki Buyut Gerang itu?""Kismi, atau sering disebut Cumbu Bayangan?""Ooo...," Baraka manggut-manggut sambil berdiri,

  • Pendekar Kera Sakti   1605. Part 5

    Puiih...!Wuuuss...!Angin kencang terlepas dari mulutnya. Hembusannya begitu besar dan membadai. Tubuh yang dihembus angin kencang itu adalah tubuh Ranggu Pura. Dan anak muda yang terbakar itu terhempas dalam keadaan api birunya padam seketika.Blabb...!Baraka ingin lakukan sesuatu, namun gerakannya tertahan karena ia melihat keadaan Ranggu Pura sudah tak terbungkus api. Bahkan kulitnya tidak mengalami luka bakar sedikit pun. Pendekar Kera Sakti segera menyadari bahwa Buyut Gerang tadi melakukan penyelamatan dengan semburan napas dari mulutnya.Namun keadaan Ranggu Pura masih tak bisa berdiri karena luka tendangan tadi. Kini si jubah abu-abu memandang Baraka dengan wajah garang karena masih memendam kemarahan kepada Ranggu Pura."Apa maksudmu mencampuri urusanku, Pendekar Kera Sakti!""Kakek tahu namaku, rupanya?""rajah naga yang ada dipunggung lenganmu menjadi ciri dari nama dan gelarmu sebagai Pendekar Kera Sakti. Bagiku t

  • Pendekar Kera Sakti   1604. Part 4

    "Tentu. Tapi suling bukan sembarang suling. Harus suling mustika. Jadi jika kau ingin bisa begitu, kau harus punya suling mustika seperti yang kumiliki ini."Baraka berkata begitu sambil menunjukkan suling mustikanya yang dipegangnya. Dan pada saat itulah seberkas sinar merah melesat dari balik sebuah pohon di belakang Cumbu Bayangan. Sinar itu tidak ditujukan untuk Cumbu Bayangan, namun ada seseorang yang dengan sengaja ingin menghantam Baraka menggunakan sinar merahnya itu.Weeess...!Tentu saja Pendekar Kera Sakti mudah menangkisnya karena saat itu sedang memegang Suling Naga Krishna. Dengan badan sedikit melompat seperti kera, suling mustika itu digunakan untuk menangkis sinar merah tersebut.Deeb...!Wwuusss...! Sinar merah itu membalik arah dengan lebih cepat dan lebih besar. Akibatnya sebuah pohon menjadi sasaran sinar merah besar itu.Blegeerr...!Pohon itu hancur lebur menjadi serpihan-serpihan kecil. Sampai akarnya pun tak t

  • Pendekar Kera Sakti   1344. Part 19

    Dalam hati Angin Betina kagum dengan kecerdasan Baraka. "Biar sinting tapi otaknya encer juga!" katanya membatin sambil ia duduk di atas pohon berdaun rindang.Sementara itu Baraka sedang memancing Perawan Tanpa Tanding agar memasuki gua tersebut. Angin Betina masih bisa pandangi pertemuan

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Pendekar Kera Sakti   1356. Part 11

    Manggut-manggutnya kian jelas lagi."Kebimbanganku semakin jelas. Tapi sulit dipercaya oleh pihak lain”“Memang. Karenanya saya sengaja tidak banyak membantah kepada Dewi Angora. Perbantahan saya tadi sempat menggunakan alasan akar keramat yang terlangkahi, saya lupa seg

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Pendekar Kera Sakti   1371. Part 4

    Bukit Rongga Bumi merupakan anak dari gunung Tonggak Jagat. Ada gugusan tanah membentuk tebing dilereng Gunung Tonggak Jagat. Dari tebing itu terlihat kesibukan orang-orang di Bukit Rongga Bumi. Ditepi tebing itulah berdiri sesosok tubuh berjubah hitam lengan panjang. Kain jubahnya sampai menyent

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Pendekar Kera Sakti   1393. Part 2

    Sraangng...!Pesona Indah cabut pedang lebih dulu.Sraang...!Sumbaruni juga mencabut pedangnya. Sementara itu Jelita Bule masih belum menghunus pedangnya, tapi tangan sudah menggenggam gagang pedang. la mundur dua langkah seakan berikan tempat buat Pesona Indah untuk lakukan

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status