共有

Bab 65 :

作者: Backin_parade
last update 公開日: 2026-06-15 00:21:16

Pagi itu, sesuai rencana sebelumnya bahwa Fang Jianglan akan membawa Bai Yuxuan berkeliling Ibukota sebelum kembali lagi ke Istana sembari menunggu lukanya sembuh total.

Setelah berjalan cukup jauh dari rumah, Jianglan membimbing langkah Yuxuan mengelilingi perumahan di mana para menteri tinggal dan tentu saja tangannya yang masih setia menggandeng lengan Yuxuan yang tak merasa risih lagi jika gadis itu menggandengnya sepanjang hari. Asal Jianglan bisa mengendalikan mulutnya saja saat berucap.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 66 : Jenderal Zhao Jin'an, Jangan Mengganggu!

    Menjelang siang hari, kedua anak muda itu berbaur bersama para bangsawan di tempat yang mungkin bisa disebut dengan pasar karena di saat malam hari sering di adakan festival pasar malam di sana. Terlihat begitu banyak penjual di sisi jalan dan jangan lupakan kedai makanan bertingkat dua yang selalu sesak oleh pengunjung. Bai Yuxuan tak lagi asing dengan tempat itu karena sebelumnya dia pernah membuat keributan di sana, lebih tepatnya di dalam kedai berlantai dua tersebut. Saat itu dia kehabisan uang dan terpaksa mengikuti perjudian di sana dengan mempertaruhkan kepalanya sebagai pengganti uang, namun naas justru kekalahan yang ia dapat. Tapi bukannya menyerahkan kepalanya kepada para penjudi tersebut, dia justru meraup beberapa koin dan segera melarikan diri hingga pada akhirnya dia yang harus berakhir duduk di bebatuan aliran sungai yang kemudian mempertemukannya dengan Putri Dinasti Xia yang begitu kejam menurutnya. Kenangan yang baru kemarin dan tak mungkin ia lupakan, dan hal

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 65 :

    Pagi itu, sesuai rencana sebelumnya bahwa Fang Jianglan akan membawa Bai Yuxuan berkeliling Ibukota sebelum kembali lagi ke Istana sembari menunggu lukanya sembuh total. Setelah berjalan cukup jauh dari rumah, Jianglan membimbing langkah Yuxuan mengelilingi perumahan di mana para menteri tinggal dan tentu saja tangannya yang masih setia menggandeng lengan Yuxuan yang tak merasa risih lagi jika gadis itu menggandengnya sepanjang hari. Asal Jianglan bisa mengendalikan mulutnya saja saat berucap. Jianglan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan secara otomatis Yuxuan pun ikut berhenti. Jianglan kemudian memutar kakinya dan membuat keduanya menghadap salah satu pagar rumah di sana. "Ini adalah rumah dari Menteri Zhang," ucap Jianglan sembari menunjuk papan di atas gerbang rumah. "Aku dengar dari ayah jika Kakak Xuan buta huruf," lanjut Jianglan. Sudut bibir Yuxuan tersungging. Dia memalingkan wajahnya dan bergumam, "Pak tua itu selalu bicara seenaknya." "Tidak masalah, lain kali aku a

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 64 : Keluarga Baru Si Kambing Liar

    Bai Yuxuan terlihat duduk manis di anak tangga yang berada tepat di depan kamar Daxian yang sekarang sudah resmi menjadi kamarnya karena sejak kepergiannya dua hari yang lalu, Daxian sama sekali belum menampakkan diri di hadapannya. Dan sejak dua hari itu pula, kehidupan Yuxuan tidak pernah terlepas dari gadis muda bernama Fang Jianglan yang selalu mengekorinya bahkan di saat ia ingin pergi ke kamar mandi sekalipun. "Aku bisa gila jika dia terus mengekoriku," gumam Yuxuan di saat ia menggunakan tangan kirinya untuk menyangga dagunya, sedangkan tangan kanannya masih terikat seperti sebelumnya. "Kakak Xuan ..." Seketika mata Yuxuan terpejam untuk beberapa saat, berharap matanya tidak akan terbuka lagi sebelum pemilik dari suara itu menghilang dari hadapannya. Baru satu detik dia mengeluh dan gadis itu muncul secara tiba-tiba dari dalam kamarnya sendiri. Helaan napas beratnya yang kemudian mengiringi langkah gadis itu untuk menghampirinya dan duduk tepat di sampingnya di saat mat

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 63 : Mereka Sudah Berbaikan

    "Kakak Bai..." "Kakak Bai...." "Kakak Xuan............" Suara yang terus mengikuti langkah Bai Yuxuan bagaikan sebuah bayangan sejak pagi tadi dan pemilik suara itu tidak lain adalah Fang Jianglan. Entah apa yang telah terjadi pada gadis itu. Yuxuan bahkan bergidik ketika gadis itu terus menempel padanya, terlebih mengingat insiden pagi tadi. Bukannya merasa senang karena perubahan sikap Jianglan yang tiba-tiba terlampau baik padanya, dia justru merasa ngeri. Bagaimana gadis sekejam itu bisa berubah hanya ditinggal selama dua hari. Dan yang paling membuat Yuxuan merasa risih adalah ketika melihat Jianglan tersenyum manis padanya dengan sesekali menggandeng lengannya yang tak terluka. Hingga hembusan napas beratnya yang menyapu ruangan kosong di saat ia kembali terduduk di kamar Fang Daxian, dengan tangan kanan yang di ikat di depan tubuhnya menggunakan kain yang di kalungkan di lehernya. Merasa lega setelah gadis sinting itu tidak mengikutinya lagi. Namun semua itu segera ber

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 62 : Percikan Asmara Di Kediaman Fang

    Fang Jianglan dan Guozhi duduk berdampingan dengan kepala yang sedikit menunduk di saat Daxian sendiri duduk di samping Yuxuan yang juga dalam posisi duduk dan mengarahkan tatapan kesalnya kepada dua orang yang sudah membuat onar di kamarnya, atau lebih tepatnya kamar milik Daxian. "Apa yang sebenarnya kalian lakukan di sini?" Daxian membuka suara dan membuat Jianglan serta Guozhi saling bertukar pandang. "Yuxuan sedang sakit, akan lebih baik jika kalian bisa bersikap lebih tenang sedikit." Daxian kemudian beranjak dari duduknya dan menarik perhatian ketiganya. "Kakak ingin ke mana?" celetuk Jianglan yang membuat pandangan Daxian jatuh padanya. "Aku akan melihat keadaan di istana, aku mungkin tidak pulang untuk beberapa hari. Pastikan kalian tidak menyulitkannya." Daxian pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan tepat setelah pintu itu tertutup dari luar, keduanya segera mendekati Yuxuan dengan cara merangkak dan membuat Yuxuan sedikit menarik mundur kepalanya. Menatap heran ke

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 61 : Musuh Bebuyutan Di Kediaman Fang

    Malam yang sempat datang telah berlalu, pagi itu Fang Jianglan melangkahkan kakinya dengan hati-hati setelah melihat Daxian keluar dari kamarnya sendiri dan tepat saat Daxian menghilang di ujung teras, dia keluar dari kamarnya lalu kemudian berjalan menuju kamar sang kakak yang berada di sebelah kamarnya. Perlahan Jianglan membuka pintu di hadapannya. Mula-mula dia melongokkan kepalanya terlebih dulu, mencoba mengecek keadaan di dalam kamar sang kakak dan sebelah alisnya terangkat ketika melihat Bai Yuxuan masih dalam posisi yang sama sejak kemarin. Dia pun melangkahkan kakinya masuk dan menutup pintu dari dalam dengan pelan sebelum akhirnya mendekati Yuxuan dengan langkah yang terlihat begitu berhati-hati. Jianglan menghentikan langkahnya tepat di samping tubuh Yuxuan, sejenak memperhatikan Yuxuan dengan matanya yang tiba-tiba memicing. "Apa dia belum sadar dari kemarin?" monolog Jianglan yang juga menyiratkan rasa penasarannya karena sepertinya Yuxuan memang belum sadarkan dir

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 60 : Kambing Liar Dan Keluarga Barunya

    Berjalan menjauhi sisa keributan di dalam Istana, Fang Daxian membawa Bai Yuxuan di punggungnya untuk kembali ke kediaman keluarga Fang. Dan semua begitu hening sejak mereka meninggalkan istana, ketika hanya deru napas berat Yuxuan yang menyapa pendengaran Daxian. "Kakak..." Sebuah gumaman yang k

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 59 : Bertemu Naga Yang Ditakdirkan

    "Sudah berakhir," ujar Putra Mahkota yang menghunuskan pedangnya ke leher Liu Fengxian yang seketika mematung di tempat, sedangkan orang yang melerai Xing Guanyi dan juga Wu Yuehai adalah Fang Daxian. Liu Fengxian dan Wu Yuehai segera menurunkan pedang mereka, begitupun dengan Xing Guanyi yang ba

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 58 : Bunga Yang Mekar Di Aula Kematian, Kambing Liar Mendapatkan Sekutu

    Suasana yang semakin memanas membuat beberapa orang tampak kehilangan kesabarannya dan beberapa kali melontarkan perkataan kasar yang semakin memancing kemarahan Yuxuan, di saat dia harus setengah mati menahan rasa sakit pada lengannya. Jika dia tidak ada di arena pertarungan, bisa saja ia mengguna

  • Pendekar Titisan Naga Langit   Bab 55 : Kambing Liar Mengguncang Istana

    "Lepaskan aku, keparat!" geram orang yang kini kesulitan untuk melepaskan diri dari Yuxuan. Sedangkan Yuxuan mendengus sebal ke arahnya sebelum akhirnya menatap jauh ke depan, tepatnya ke arah Xing Guanyi yang sedari tadi mengamatinya. Jika dilihat-lihat kembali, Yuxuan menyadari bahwa sepertinya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status