Teilen

Bab 6

last update Veröffentlichungsdatum: 03.04.2026 00:15:13

Marvel membawa Lucia naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya. Dia meletakkan Lucia di pinggir ranjang sementara Marvel mengambil kotak obat. Lucia menggigit bibir bawahnya karena tiba tiba merasa tak nyaman di kamar itu.

Tubuhnya sedikit tersentak ketika tiba tiba Marvel meraih tangannya.

"Tu-tuan, aku bisa sendiri."

Lucia berusaha menarik tangan nya dari genggaman Marvel. Tapi Marvel tak langsung melepaskannya.

"Diam lah!"

Tak ada nada suara keras, hanya terdengar datar. Lucia langsung diam tak berani berkata apapun. Dia melirik Marvel yang sedang mengobati jari jarinya. Bahkan Marvel juga meniup jari Lucia yang tak sengaja terkena pecahan gelas.

"Kenapa kau tak hati hati? Apa kau terbiasa ceroboh seperti ini?"

Lucia mengigit bibir bawahnya takut, sementara Marvel yang tak mendapat jawaban mengangkat wajahnya. Di depannya terlihat wajah Lucia yang ketakutan. Marvel sendiri tak menyangka jika hanya dengan memecahkan satu gelas membuat Lucia ketakutan seperti itu.

"Bicara lah, aku tak akan memarahi mu hanya kau memecahkan gelas tadi. Aku bisa membelinya lagi besok."

Lucia berusaha bernapas dengan benar setelah sejak tadi dia menahan diri karena takut jika Marvel akan menghukumnya dan memintanya untuk mengganti gelas itu.

"Maaf tuan." ucap Lucia lirih.

Mata Marvel melebar ketika Lucia masih terus memanggilnya dengan sebutan tuan.

"Aku bukan tuan mu, aku suamimu jika kau lupa." sahut Marvel cepat.

Rasanya dia tiba tiba kesal karena sejak tadi Lucia memanggilnya dengan tuan dan juga terlihat ketakutan saat di dekatnya.

"Padahal saat dia bersama Mommy dia tak takut. Tapi kenapa saat bersama ku dia menjadi takut begini?" batin Marvel.

Marvel yang semakin kesal akhirnya memilih pergi ke kamar mandi. Tepat sebelum Marvel masuk ke dalam kamar mandi, dia berhenti.

"Siapkan pakaian gantiku, hari ini aku akan di rumah dan tak kembali ke kantor. Nanti akan ada orang yang kirim pakaian baru untukmu."

Tanpa mendengar jawaban Lucia, Marvel masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Lucia bingung dimana letak pakaian Marvel. Tapi mengingat saat ini dia ada di kamar Marvel, pasti pakaian milik Marvel ada disana.

Langkahnya membawa Lucia menuju sebuah pintu geser, lalu di bukanya pintu itu. Mulutnya menganga ketika melihat semua pakaian milik Marvel tersusun rapi disana.

Lucia sampai bingung harus mengambil pakaian yang mana yang biasa di kenakan oleh Marvel. Sampai dia tak sadar jika Marvel sudah selesai berganti pakaian.

Marvel berjalan pelan ke arah Lucia dan berdiri di belakangnya.

"Kenapa kau lama sekali memilih pakaianku?"

Lucia yang kaget reflek memutar tubuhnya, tapi naasnya dia tak berdiri dengan benar yang membuat tubuhnya limbung. Marvel yang melihat Lucia akan jatuh menarik tangan Lucia sampai tubuh nya menabrak dada bidang milik Marvel.

"Tu, ah... Marvel.... maaf." cicit Lucia pelan.

Dia berusaha melepaskan diri karena dia berada dalam posisi yang tak nyaman saat ini.

Tapi entah kenapa Marvel betah menahan Lucia di dalam pelukannya. Apa karena dia tak pernah menyentuh wanita jadi ada rasa berbeda saat ini.

Lucia gugup setengah mati, di tambah Marvel yang belum mengenakan pakaiannya.

Lucia menahan tubuh Marvel dengan kedua tangannya.

"Baru saja aku mengatakan kalau kau ceroboh, tapi kenapa sekarang malah kau akan terjatuh lagi? Apa yang ada di otakmu sebenarnya?"

Marvel terus mengoceh tanpa henti. Sementara Lucia terus menunduk tak berani menatap Marvel sama sekali.

Marvel berdecak kesal ketika Lucia terus menundukkan kepalanya.

Marvel mengangkat dagu Lucia agar dia bisa melihat wajah Lucia.

"Jawab, jangan diam saja. Kau tak bisu Lucia!"

Mata Lucia sedikit membola ketika Marvel memanggil namanya kali ini.

"Tidak, aku hanya kaget karena tiba tiba kau ada di belakang ku." sahut Lucia pelan.

Marvel tersenyum samar ketika Lucia berani menjawabnya. Meskipun harus dia paksa untuk menjawab.

Lucia ingin mendorong tubuh Marvel, tapi tangan Marvel menahan pinggang Lucia.

"Mau kemana hmm? Kau tak lupa bukan jika malam ini malam pertama kita?"

Lucia yang sejak tadi menunduk seketika mendongak.

Duk....

"Aw..... "

Marvel meringis, karena gerakan Lucia yang tiba tiba kepala Lucia mengenai dagu Marvel.

Lucia panik saat melihat Marvel kesakitan.

"Kau gila Lucia.... Argh..... sshh.... "

Marvel terus meringis memegangi dagu nya yang ngilu karena Lucia.

Lucia yang panik meraih tangan Marvel lalu melihat dagu Marvel merah.

"Tunggu disini!"

Lucia segera keluar dari ruangan itu untuk mengambil kompresan. Tak lama dia kembali membawa kompres dingin untuk Marvel.

"Lepaskan tanganmu, biar aku kompres sebentar."

Marvel menurut, karena kejadian yang tak sengaja tadi benar benar membuat dagunya terasa sakit. Wajah panik Lucia tak bisa di sembunyikan. Marvel terus mengamati wajah istrinya yang polos tanpa polesan make up itu. Meskipun terlihat tirus dan pucat tapi Marvel mengakui jika Lucia cukup cantik.

Tiba tiba mata Marvel terpaku pada bibir Lucia yang sesekali di gigitnya karena cemas.

Dia mendekat ke arah Lucia, tapi saat sudah lebih dekat terdengar ketukan dari luar kamar Marvel.

"Tuan muda, nyonya muda. Makan malam sudah siap."

Lucia berdiri tegak kembali, dan tak sengaja mata mereka saling bertemu. Beberapa menit berlalu mereka masih saling menatap.

Sampai sebuah suara membuat adegan itu terhenti.

Kruyuk.....

Lucia menutup wajahnya, dia sangat malu karena perutnya berbunyi dengan keras. Sementara Marvel tersenyum simpul melihat Lucia yang tengah malu.

"Turunlah dulu, aku akan ganti pakaian."

to be continued

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 55

    Marvel yang mendengar gerutuan istrinya terkekeh, dia lalu memeluk Lucia dan mencium kening Lucia dalam. "Biarkan saja mereka merencanakan apapun kepada ku. Aku tak tertarik sama sekali dengan mereka. Jadi jangan mengomel lagi, hemm?" Lucia mengangguk meskipun dia masih kesal. Ingin sekali rasanya dia mengacak acak keluarga Denisa saat ini juga. Tapi mengingat rencananya, Lucia memendam semuanya. Meskipun dia kesal, tapi dia yakin Marvel tak akan menanggapinya sama sekali. "Bisa bisanya tua bangka itu bilang aku gila? Dia pikir dia siapa? Aku yang akan bikin dia gila nantinya!" gerutu Lucia lagi. Marvel pun sama tak terimanya dengan semua perkataan Tomo tentang istri nya. Dia lalu mengirim pesan singkat pada Digo agar membantu menekan perusahaan Tomo secara perlahan. Digo juga mendapat kiriman suara dari Marvel tentang apa yang dilakukan Tomo juga Denisa. Tentu saja hal itu membuat Digo geram. Dia meminta Asistennya untuk menekan perusahaan Tomo dan membuat kehebo

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 54

    "Jadi kita menjebak Denisa?" tanya Marvel memastikan. "Bisa di bilang begitu, lagi pula dia yang ingin bertemu dengan Kanza. Jika dia memang seniat itu dia pasti akan datang. Jadi kita harus menyambutnya bukan?" Marvel mengusap kepala Lucia lembut. Malam itu, hanya Kenzo yang menjaga Kanza di rumah sakit. Tapi tetap saja Marvel memberikan penjagaan di sekitar rumah sakit dan juga ruangan Kanza. Sementara Denisa yang tak mendapatkan kabar dari orang suruhannya mulai gelisah. Dia tak tahu jika semua orang suruhannya sudah di tangkap oleh Marvel. "Kenapa mereka tak memberitahuku apa apa? Di hubungi juga tak bisa. Benar benar sialan. Mau uangnya tapi tak becus mengurusi pekerjaan biasa saja." Sejak tiba di bandara dia terus menggerutu karena orang orang nya tak bisa di hubungi sama sekali. Tak lama dia mencari taxi untuk pergi ke tempat seseorang yang sudah menunggunya. Tanpa Denisa tidak tahu jika sejak tadi ada seseorang yang juga sedang mengawasinya. Marvel mendapat

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 53

    Kanza di larikan ke rumah sakit oleh Kenzo. Ketika tiba di rumah sakit, Kanza langsung mendapat perawatan. Bugh..... Kenzo meninju dinding yang ada di sisinya. "Bagaimana bisa kecolongan?" "Kita cuma manusia biasa Ken, kita sudah berusaha tapi jika takdir memang bilang kalau Kanza harus terluka dulu kita tak bicara mencegahnya." Kenzo menoleh, terlihat Marvel dan Lucia baru saja tiba disana. Marvel menepuk pelan pundak Kenzo untuk menenangkan laki laki itu. Mereka menunggu Kanza selesai di periksa. Dan tak lama dokter yang memeriksa Kanza pun keluar. "Bagaimana keadaannya?" "Pasien baik baik saja, lukanya sudah di obati. Dia hanya sedikit syok karena mengalami kekerasan dan penyerangan seperti ini. Kami akan melihat nya nanti setelah dia sadar. Jika butuh penangan khusus kami akan mendatangkan dokter khusus untuknya. Sementara waktu dia harus di rawat, paling lama dua hari." Setelah mengatakan itu, dokter itu pergi berbarengan dengan Kanza yang juga di bawa ke

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 52

    Setelah perdebatan panas itu, Lucia tetap ikut kemana pun Marvel pergi karena Marvel memaksanya. "Marvel, aku mendapat info jika wanita itu sudah berangkat kemari." Marvel yang sejak tadi fokus dengan file di ponselnya bingung ketika Kenzo mengajaknya bicara. Terlebih Kenzo membicarakan wanita lain selain Lucia. "Wanita? Wanita siapa yang kau maksud? Wanita ku cuma Lucia dan dia ada disini sekarang." Lucia menepuk pelan keningnya sementara Kenzo menghela napas panjang karena dia lupa jika dunia Marvel akan berputar pada Lucia. "Ck, kau lupa jika kemarin kita berencana pindah ke rumah biasa karena teman satu panti Kanza." Marvel sempat berpikir lalu mengingat apa yang menjadi rencana mereka. "Lah iya ya, aku lupa sungguh. Jadi sampai dimana wanita itu? Apa rumahnya sudah siap? Dan juga bagaimana dengan Kanza?" Kenzo menceritakan semua info yang dia dapatkan. Lucia juga memberitahu Marvel jika Ibu panti dan adik adik Kanza sudah di pindahkan ke tempat yang aman. D

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 51

    Denisa yang mendengar jika Kanza akak menikah pun meradang. Dia mengamuk di panti. "Bagaimana bisa malah dia menikah dengan orang kaya. Aku yang berusaha semuanya tapi malah tak mendapatkan apa apa!" teriak Denisa keras. Ibu panti sudah menduga akan seperti ini. Jadi dia sudah mengungsikan anak anak panti yang lainnya menjauh dari Denisa. "Tak bisa, aku harus pergi kesana. Aku akan meminta Kanza membatalkan pernikahan nya. Harus aku yang lebih dahulu menikah di banding dengan dirinya." Denisa keluar mencari Ibu panti. Terdengar perdebatan sampai bentakan dari Denisa pada Ibu Panti. "Akhirnya aku dapat alamatnya Kanza. Dia tak boleh lebih bahagia dari pada aku." Denisa segera mengemas barang barangnya untuk berangkat menyusul Kanza. Tanpa tahu jika sebenarnya semua itu hanya akan sia sia. Ibu Panti yang memang sudah mendapat pesan dari Lucia segera memberitahu Lucia jika Denisa sudah berangkat. "Kanza sudah lama hidup menderita karena keserakahan Denisa. Kali ini semoga di

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 50

    Lucia mengajak Kanza kembali ke dalam. Terlebih semua pembicaraan mereka juga sudah selesai. Lucia memang sengaja mengajak Kanza berbicara agar masalah yang selama ini di pendam Kanza menemukan titik terangnya langsung. Kanza segera kembali ke kamarnya sendiri setelah berpamitan pada Lucia dan juga kedua orang tua Marvel. Sementara dia tak melihat keberadaan Kenzo disana. "Sayang....." Marvel memanggil Lucia yang sudah lebih dahulu kembali ke kamarnya. "Kenapa? Kau sudah selesai dengan Kenzo?" Marvel memeluk tubuh Lucia dan menghirup bau sabun mandi yang tersisa di badan Lucia. Marvel mengangguk dalam pelukan itu. Dia lalu meminta Lucia duduk di depan kaca riasnya. Sementara Marvel mengeringkan rambut Lucia. "Jadi dimana Kenzo?" Lucia penasaran sekali dengan apa yang akan di lakukan Kenzo saat ini. "Sedang mencari tahu rencana perempuan itu. Tapi seperti nya tak lama juga perempuan itu akan menyusul kesini. Terlebih kau langsung membawanya pulang kemari. Pasti dia ak

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status