Share

Bab 5

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-03-06 17:54:56

Marvel sedang bicara dengan Daddy-nya, dia juga memberikan beberapa file untuk di baca oleh Digo.

"Apa ini Marvel?"

"Daddy baca saja, setelahnya silahkan jika ingin bertanya. Aku tak akan menutupi apapun dari Daddy dan Mommy, jadi jika ada masalah di kemudian hari aku tak akan membuat Mommy sama Daddy malu."

Digo melihat berkas itu sambil mengerutkan keningnya. Dia paham apa yang di katakan Marvel kepadanya. Mengingat pernikahan Marvel sebelumnya tak sesuai apa yang mereka harapkan. Pernikahan perjodohan karena bisnis membuat Marvel mengalami banyak hal. Awalnya Marvel menerima perjodohan itu dengan lapang dada tapi pada kenyataannya setelah pernikahan nya berjalan memasuki tahun kedua, istrinya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Pada saat itu Marvel masih muda dan belum bisa mengontrol emosinya. Tapi insiden yang terjadi tak sesuai dengan rumor yang beredar. Semua hanya Marvel dan keluarganya simpan rapat untuk orang terdekatnya. Begitu juga beberapa bukti perselingkuhan itu.

Marvel yang saat itu terpuruk karena mulai mengenal namanya jatuh cinta akhirnya menjadi seperti sekarang.

Digo membaca berkas itu dengan teliti yang ternyata isinya adalah data dari Lucia Amara yang baru saja dibawa Marvel pulang ke rumah. Digo sempat terkejut tapi dia juga tak habis pikir dengan Marvel jika dia harus menikahi gadis itu dengan terburu buru.

"Kau sudah yakin Marvel? Apa kau tak terlalu tergesa gesa?"

Marvel diam sepersekian detik, tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan.

"Anggap saja aku menolongnya keluar dari rumah terkutuk itu Dad," jawab Marvel pelan.

Digo menghela napas panjang, jika hanya itu alasan Marvel rasanya tak masuk akal sekali.

Tapi melihat Marvel kembali diam Digo tak akan memaksanya.

"Jadi dia di jual paman dan bibinya untuk menebus uang yang mereka gelapkan? Dan harusnya yang kau ambil putrinya tapi malah keponakan nya yang di berikan?"

Marvel mengangguk, entah kenapa saat melihat Lucia hatinya rasanya berbeda. Ada rasa tak biasa yang Marvel rasakan.

Terlebih ketika tubuh Lucia penuh luka.

"Kau ingat adikmu?"

Tubuh Marvel membeku, tebakan Digo benar. Dari awal Digo melihat Lucia sudah bisa di tebak jika itu salah satu alasan Marvel menerima tanpa banyak pertimbangan panjang.

"Kalau kau merasa dia mirip adikmu, kau tak bisa menyentuhnya Marvel."

Jleb....

Mata Marvel membola, dia lalu menatap tajam ke arah Digo.

"Dad, dia istriku!"

Digo terkekeh, dia tahu bagaimana Marvel.

"Disini tertulis kau akan bercerai setelah tiga tahun menikah, apa kau rela? Daddy tak yakin jika kau menikahinya hanya alasan ini, selain tuntutan dewan direksi tentunya. Dan juga tuntutan para penjilat itu?"

Digo berhasil menyentuh titik batas Marvel dan dia melihat wajah gusar Marvel saat ini.

Digo tertawa, senang rasanya melihat ekspresi putranya yang seperti ini. Sudah lama sekali Digo tak menikmati wajah Marvel yang sedikit panik.

"Berengsek kau Dad!"

Marvel mengumpat Daddy nya ketika dia sadar jika dia dikerjai sang Daddy.

Sedangkan Digo masih tertawa dengan kerasnya melihat Marvel kesal kepadanya.

"Sudahlah kau pergi keluar sana, lihat Mommy mu sudah selesai masak apa belum."

Marvel mengangguk, saat dia ingin melangkah pergi keluar kembali suara Digo terdengar tapi kali ini suara itu terdengar serius.

"Kalau mau serius, kau bisa menjaganya dengan baik. Jangan biarkan dia kembali dengan keluarga itu apapun alasannya. Jadikan dia wanita yang lebih baik dari sebelumnya."

Tanpa menoleh lagi ke belakang dia mengangguk .

Setelah itu, Marvel pergi ke dapur mencari istrinya.

Digo yang melihat Marvel pergi melanjutkan membaca berkas itu lebih teliti lagi.

Dia tak ingin pengalaman yang dulu sampai membuat Marvel kembali terpuruk. Usia Marvel sudah tak muda lagi, jadi jangan sampai ada apa apa dengan putranya itu.

Marvel melangkah ke arah dapur dimana terdengar celotehan dari Hanabi sang Mommy. Sesekali Lucia tersenyum dengan candaan Hanabi kepadanya.

Tak sadar Marvel yang melihat itu tersenyum tipis.

"Nyonya muda cantik ya tuan?"

"Iya cantik."

Reflek Marvel menjawab pertanyaan itu tanpa bisa di cegah. Detik berikutnya matanya melotot karena sadar dengan apa yang di ucapkannya. Seketika Marvel menoleh dan melihat ada Kenzo yang tengah menahan geli ke arahnya.

"Kau mau mati Kenzo?"

Teriakan Marvel yang keras membuat Lucia dan Hanabi terkejut. Terlebih Lucia yang berjingkat dan gelas yang sedang di pegangnya jatuh tanpa bisa di cegah.

Pyar....

Fokus Marvel kembali ke dalam dapur dimana dia mendengar suara gelas yang pecah. Terlihat Lucia langsung menunduk dengan tubuh yang gemetar.

"Ma-maafkan aku, tadi aku tak sengaja. Aku akan menggantinya."

Bahkan terdengar nada bicara Lucia juga gemetar ketakutan.

Dengan langkah yang lebar Marvel mendekati Lucia yang ingin mengambil beberapa pecahan gelas itu.

"Jangan di sentuh, nanti kau terluka."

Tangan Marvel meraih tangan Lucia dan membawa Lucia menjauh dari sana. Hanabi yang tersadar langsung memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan gelas itu. Lalu Hanabi beralih kembali pada Marvel yang sedang menenangkan Lucia.

"Marvel, bawa istri mu naik ke atas. Biar dia istirahat sebentar. Jika makan malam sudah siap, mommy panggil kalian nanti."

Marvel mengangguk, tapi Lucia masih meremas kedua tangannya karena takut.

Karena gemas, Marvel langsung menggendong Lucia ala bridal style.

"Tu-tuan, apa yang kau lakukan? Aku bisa berjalan sendiri. Turunkan aku tuan. "

Lucia berusaha memberontak tapi Marvel tuli dengan semua itu.

"Kalau kau berteriak di dekat telingaku lagi, ku lempar kau dari lantai atas. "

Ancaman Marvel berhasil, Lucia langsung diam tak berani lagi. Dia tangannya langsung berpegangan kuat pada leher Marvel karena dia takut terjatuh.

Hanabi yang melihat keadaan Lucia sedikit merasa aneh karena hanya memecahkan satu buah gelas saja Lucia menjadi seperti itu.

"Kenzo, apa. yang terjadi sebenarnya pada gadis itu?"

Kenzo menggaruk tengkuknya bingung mau menjelaskan seperti apa.

Lalu dia menceritakan garis besarnya pada Hanabi.

Hanabi yang mendengar itu menutup mulutnya menahan tangis. Dia terkejut karena ternyata Lucia mempunyai history hidup yang menyakitkan.

"Jadi alasan Marvel langsung menikahinya hanya karena kasihan?" tanya Hanabi sekali lagi.

Tapi Kenzo langsung menggeleng.

"Nyonya besar, aku tak tahu hal pastinya. Hanya tuan Marvel yang bisa menjelaskan. Tapi melihat bagaimana dari tadi tuan memperlakukan nyonya muda seperti itu, aku rasa tak sesederhana yang aku pikirkan."

Hanabi mengangguk mengerti, tapi sebagai ibu

Hanabi bisa menilai bagaimana gadis seperti Lucia.

"Kenzo, tolong jaga mereka berdua. Jangan sampai hal yang seperti dulu terulang lagi. Jika Marvel mempunyai rencana lain aku harap itu yang terbaik untuk mereka berdua. Lucia gadis yang baik, apa yang dia lakukan juga bukan kepura puraan."

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 66

    Sebelum masuk ke dalam ruangannya, Marvel mengambil napas panjang lalu menghembuskannya cepat. Dia tahu jika Lucia juga terganggu dengan ucapan beberapa orang yang mengatakan hal setara dalam sebuah hubungan. Meskipun Lucia sudah berusaha sebaik mungkin dia pasti akan memikirkan asal mula dia dan Marvel bersama. "Sayang ..." Marvel mengusap puncak kepala Lucia lembut, tak lupa dia mencium puncak kepala itu lama. Lucia langsung memeluk pinggang Marvel yang membuat Marvel semakin merasakan kesakitan yang juga di rasakan Lucia. "Jangan di pikirkan lagi ya?" Pinta Marvel lembut. Ia benci ketika sudah berusaha membuat Lucia bahagia tapi orang lain yang menghancurkan. Lucia masih memeluk pinggang Marvel erat. Sementara Marvel memilih membiarkan apapun yang Lucia ingin lakukan. Rasanya dia tak sanggup melihat Lucia dalam keadaan seperti itu. Setelah beberapa saat, Lucia melepaskan pelukannya pada Marvel. Dia mengangkat kepalanya lalu melihat Marvel dengan wajah yang semb

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 65

    Karyawan itu menunduk ketakutan di depan Marvel dan Lucia. Tapi Lucia tak peduli dengan hal itu. Terlebih ketika mereka menganggap pernikahan itu harus setara dalam hal asal usul. "Istri Kenzo tak bisa memilih dia lahir dimana dan akan besar dimana. Jika takdirnya dia harus tinggal di panti asuhan, apa sebelumnya dia akan tahu jika dia akan di titipkan di panti asuhan lh orang tuanya?" Karyawan itu masih terus menunduk, tubuhnya menggigil gemetaran karena semua perkataan Lucia. Terlebih ketika Lucia tahu dia hanya karyawan di sana. "Secara tidak langsung kau juga menyalahkan takdir yang di jalan Kanza. Ah, tak hanya Kanza, aku juga hanya orang biasa. Namun, aku berusaha sebisa mungkin agar aku setara dengan Marvel dan pantas berdiri disisi Marvel bukan di belakang Marvel. Dan jika kau ingin menghina seseorang hanya karena statusnya, kau bisa menghina ku lebih dahulu. Kanza masih melewati pendidikan formalnya sampai selesai bahkan juga bisa ke jenjang kuliah, berbeda dengan ku y

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 64

    Di depan perusahaan Marvel mendadak heboh ketika ada seorang perempuan memaksa masuk dengan keadaan yang mengenaskan. Petugas keamanan sudah mengamankannya sejak tadi. Beberapa karyawan yang melihatnya tentu saja jijik dengan keadaan perempuan itu. "Cepat telfon Tuan Marvel dan Tuan Kenzo, katakan pada mereka apa yang harus dilakukan!" Beberapa orang menyuruh resepsionis untuk menghubungi Marvel juga Kenzo. Namun belum sempat mereka menghubungi, sebuah mobil yang mereka kenali tiba di lobi perusahaan. Marvel dan Lucia yang juga ikut ke kantor pun saling pandang. Lucia sudah ingin turun tapi Marvel menahannya. "Tunggu sayang, kau di sini saja tak usah turun. Biar aku yang urus. Sepertinya aku tahu dia siapa." "Hah?" Lucia menatap bingung pada Marvel yang matanya sudah menatap nyalang wanita yang terus berteriak itu. Lucia pun sampai di buat heran , kenapa banyak sekali wanita wanita yang gila yang ada di dekat Marvel. "Marvel, aku kesal. Kenapa selalu banyak wanit

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 63

    Satu jam berlalu, akhirnya baik Marvel dan Lucia mendapatkan pelepasan mereka. Napas yang tersengal masih terdengar di kamar itu. Cup.... "Kuat bangun?" tanya Marvel. Lucia mengulurkan kedua tangannya ke arah Marvel yang tandanya dia minta di gendong oleh Marvel. Marvel tersenyum, dia meraih tubuh Lucia lalu membawanya ke kamar mandi. Mereka sekedar membersihkan diri mereka karena hari sudah larut. Marvel pun tak mau jika Lucia sampai sakit nantinya. "Tidur sayang, biar badannya beristirahat." Lucia mengangguk pelan karena dia sudah tak punya tenaga lagi untuk menjawab. Perlahan matanya tertutup. Marvel yang melihat itu mengeratkan pelukannya pada Lucia. Sesekali dia mencium puncak kepala Lucia sampai wanita itu benar benar terlelap. "Tidur yang nyenyak sayang." Perlahan Marvel juga ikut memejamkan matanya setelah memastikan jika Lucia sudah terlelap dan tidur dengan nyaman. # Sementara itu, di paviliun belakang. Terlihat dua orang yang duduk dengan canggu

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 62

    Denisa masih berusaha untuk pergi dari sana dengan berjalan tertatih. Dia melewati jalan gelap dengan keadaan yang mengenaskan. Dengan menahan semua kesakitan yang ada di sekujur tubuhnya, Denisa memaksa kan dirinya untuk mencari bantuan. Tapi setelah berjalan berjam jam, tak ada kendaraan atau orang yang lewat di area sana. Sampai dia menemukan sebuah warung remang remang yang kecil. Disana ada sebuah televisi jaman dahulu khas milik orang yang sudah tua. Di sana di siarkan berita pernikahan Kenzo juga Kanza yang meriah. Di beritakan juga jika upacara itu khusus untuk beberapa tamu undangan. Barulah mereka mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan pernikahannya. Denisa menggelengkan kepalanya kuat. Dia marah karena lagi lagi dia kalah dengan Kanza. "Kenapa harus dia yang mendapatkan kebahagiaan? Kenapa bukan aku? Padahal aku lebih dari segalanya. Tidak, ini semua tidak benar. Jadi Kanza menikah dengan Kenzo karena Lucia? Wanita itu yang mengurus semuanya?" Denisa menjauh dari

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 61

    Pernikahan Kenzo dan Kanza disiarkan di beberapa media sosial. Banyak orang yang terkejut tapi mereka ikut bahagia karena selama ini banyak sekali yang mengenal Kenzo karena Marvel. Dan tak ada yang bermasalah dengan Kenzo tentunya. Melihat Kanza, istri Kenzo yang juga cantik banyak sekali yang memberikan respon positif. Pernikahan sederhana yang di adakan di rumah baru Marvel dan Lucia tapi di siarkan langsung di beberapa media khusus. "Akhirnya, kalian sah menikah. Dan ini hadiah untuk kalian berdua." Pasangan pengantin itu saling tatap bingung, tapi mereka tetap membuka hadiah yang di berikan Marvel kepada mereka. "Ini apa?" Marvel mendengus kesal karena Kenzo malah bertanya ketika sudah melihat barang yang di berikan Marvel kepadanya. "Kau jadi bodoh sepertinya. Sudah tahu itu kunci, kenapa malah bertanya lagi? Apa semenjak jadi seorang suami, otakmu sudah kau gadaikan?" omel Marvel panjang lebar. Kenzo menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia lalu meringis saa

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 1

    "Lucia, kenapa semua pakaian milikku belum siap? Kau tahu aku harus berangkat kuliah hari ini!" Teriakan menggema di seluruh rumah itu. Terlihat dari arah belakang rumah seorang gadis tergesa gesa membawa beberapa baju untuk naik ke lantai atas. "Maaf Nadia, semua bajumu baru selesai ku rapik

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 7

    Tanpa mengatakan apapun lagi, Lucia berlari keluar dengan cepat. Sementara Marvel terus menatap punggung istrinya itu sampai menghilang di balik pintu. Marvel pun dengan cepat mengambil pakaian miliknya sampai terdengar ponselnya berbunyi. Dia melihat nama Kenzo yang sedang menghubunginya.

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 3

    "Kau tak apa apa?" Kenzo melongo saat mendengar Marvel yang tiba tiba perhatian pada Lucia. Karena Lucia tak langsung menjawab, Marvel langsung menatap ke depan. "Kenzo, kau mau mati hah? Kenapa mengerem mendadak?" bentak Marvel. Lucia yang ada disebelahnya gemetar ketakutan, dia semaki

  • Pengantin Pengganti Yang Dimanja   Bab 2

    Adika bertemu dengan Marvel dengan rasa takut yang luar biasa. "Tu-tuan Marvel maafkan aku. Tolong ampuni aku!" Adika memohon pada Marvel agar mau mengampuni kesalahannya. Marvel hanya melihat Adika dengan wajah muak nya. "Lalu dimana wanita yang kau janjikan kepadaku?" Kau menawarkan pu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status