Home / Zaman Kuno / Pengantin Pengganti sang Duke Kejam / 77. Pertanyaan Serius Roderick

Share

77. Pertanyaan Serius Roderick

Author: CeliiCaaca
last update publish date: 2026-03-14 00:05:19

Pasar malam di pinggiran Ibu Kota Utara adalah kontras yang tajam bagi kesunyian Kastil Drakenhoff.

Di sini, udara dipenuhi aroma daging panggang yang gurih, kayu manis dari kue gandum, dan tawa riuh para penduduk yang tidak peduli pada intrik politik para bangsawan.

Elara berdiri di tengah kerumunan, matanya berbinar melihat deretan lampion kertas yang bergoyang ditiup angin.

“Coba ini,” Roderick menyodorkan sebuah tusukan berisi potongan apel yang dilapisi karamel panas. “Hati-hati, masih san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   122. Kedatangan Pasukan Puncak Hitam

    Cahaya lilin di ruang kerja Valerius mulai meredup saat jam menunjukkan pukul tiga pagi. Elara masih terjaga, tengah membacakan laporan logistik gandum dengan suara yang mulai serak.Valerius duduk di sampingnya, matanya tidak fokus pada angka-angka di atas meja, melainkan pada gerakan bibir Elara.Keheningan yang sempat terasa manis itu hancur seketika saat suara lonceng peringatan dari menara utara berdentang keras tiga kali.Valerius berdiri dengan sentakan yang membuat kursi kayunya terguling. “Hans! Lapor!” raungnya ke arah pintu.Pintu terbuka lebar. Hans masuk dengan napas tersenggal, zirah ringannya masih basah oleh embun malam.“Lord, mereka tiba. Bukan satu orang utusan, melainkan satu pleton kavaleri berat dari Puncak Hitam. Mereka sudah berada di depan jembatan angkat.”“Siapa yang memimpin?” tanya Valerius sambil menyambar pedang panjangnya dari dinding.“Komandan Silas. Dia membawa panji pribadi Lord Alistair,” jawab Hans dengan wajah pucatnya.Valerius menatap Elara sej

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   121. Gangguan Duke yang Cemburu

    Lampu minyak di koridor Kastil Drakenhoff berderak pelan saat Elara melangkah terburu-buru menuju bangsal medis darurat.Di tangannya terdapat nampan berisi botol-botol penawar baru yang ia racik bersama Lyra.Namun, langkahnya terhenti saat sesosok tubuh tinggi tegap menghadang jalannya di persimpangan aula. Hans berdiri di sana, namun wajahnya tampak canggung, tidak seperti biasanya.“Duchess, mohon maaf. Duke meminta Anda segera ke kamarnya,” ucap Hans sambil menunduk dalam.Elara mengernyit lalu melirik jam pasir di dinding. “Sekarang? Aku harus mengantarkan ini ke barak bawah. Hans, bisakah kau saja yang membawakan botol-botol ini ke Lyra? Dia sedang menungguku.”“Saya bisa membantunya, My Lady,” jawab Hans sambil mengulurkan tangan untuk mengambil nampan tersebut.Tepat saat jemari Hans menyentuh pinggiran nampan, suara langkah sepatu bot yang berat bergema dari arah tangga.Valerius muncul dengan jubah tidur hitam yang sedikit berantakan. Matanya yang abu-abu menatap tajam ke a

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   120. Pengakuan yang Membuat Elara Terkejut

    Di dalam tenda medis yang temaram, uap dari tungku kecil beradu dengan aroma tajam alkohol dan herba yang mulai mengendap.Elara duduk di atas kursi kayu pendek, jemarinya yang lecet perlahan menyeka noda darah kering di pergelangan tangannya.Di seberangnya, Valerius duduk dengan punggung bersandar pada tiang penyangga tenda. Ia telah melepas jubah kebesarannya, hanya menyisakan kemeja linen hitam yang kusut di bagian bahu.“Kau tidak seharusnya melihat semua ini, Elara. Bau kematian di barak ini bukan sesuatu yang bisa kau lupakan dengan mudah,” ucap Valerius dengan parau.Elara mendongak dan menatap mata abu-abu suaminya yang tampak lebih gelap di bawah cahaya lampu minyak.“Aku sudah melihat yang lebih buruk di Selatan saat musim paceklik. Tapi kau benar, Drakenhoff memiliki cara yang berbeda untuk menguji ketahanan seseorang.”Valerius terdiam sejenak, lalu matanya menatap kosong ke arah api tungku yang menari kecil.“Kau tahu, banyak orang di luar sana yang menyebutku sebagai mo

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   119. Cahaya dari Selatan

    Uap herbal dari rebusan akar Valerian bercampur dengan bau apak tenda pengungsian di kaki bukit Drakenhoff.Elara berlutut di atas jerami kering yang dilapisi kain linen tipis, tangannya dengan cekatan mengompres dahi seorang anak kecil yang terus menggigil.Di sekelilingnya, puluhan warga desa terbaring dengan napas berat.Kehadiran Elara di barak itu memicu kepanikan awal, namun perlahan berubah menjadi ketenangan saat para warga melihat sang Duchess tidak ragu menyentuh kulit mereka yang kotor dan berkeringat.Master Kael, tabib istana yang baru saja tiba bersama rombongan medis resmi, menghampiri Elara dengan membawa nampan berisi botol-botol kaca kosong.“Duchess, biarkan saya yang mengambil alih anak ini. Anda sudah berada di sini sejak fajar. Anda perlu istirahat,” bisik Master Kael.“Dosisnya harus tepat setiap tiga jam, Master Kael. Anak ini baru saja melewati masa kritisnya. Jika panasnya naik lagi, jantungnya tidak akan kuat,” jawab Elara tanpa mengalihkan pandangan dari pa

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   118. Wabah Pucat Drakenhoff

    Uap herba yang menyengat memenuhi laboratorium kebun obat, menyamarkan aroma salju yang masuk dari celah jendela.Elara mengaduk kuali kecil berisi ekstrak akar Lunar dan daun Peppermint dengan gerakan mekanis.Di sampingnya, Lyra sedang menumbuk biji-biji kering hingga menjadi bubuk halus. Wajah mereka berdua kusam, tertutup debu herba dan bayang-bayang kelelahan setelah tiga puluh enam jam tanpa tidur.“Berapa banyak botol yang sudah siap?” tanya Elara tanpa mengalihkan pandangan dari kuali.“Hanya lima puluh, El. Itu tidak akan cukup untuk satu desa, apalagi jika virus ini sudah mencapai barak pengungsian di kaki bukit,” Lyra menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju yang kotor.“Kita butuh lebih banyak pasokan akar Valerian. Hans bilang suhu tubuh para pasien naik begitu cepat hingga mereka berhalusinasi. Jika jantung mereka tidak kuat, mereka akan mati dalam hitungan jam.”Pintu laboratorium terbuka dengan bantingan keras, membiarkan udara dingin menerobos masuk dan mengacau

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   117. Penyerahan yang Tulus

    Kegelapan di dalam kamar utama Kastil Drakenhoff terasa lebih pekat, namun tidak lagi mencekam.Suara perapian yang mengonsumsi kayu ek menjadi satu-satunya latar belakang saat Valerius membimbing Elara menuju tempat tidur besar yang selama berbulan-bulan menjadi medan perang dingin di antara mereka.Tidak ada lagi gaun tidur sutra pemberian Lyra; yang ada hanyalah kulit yang bertemu kulit di bawah selimut bulu tebal yang hangat.Valerius menumpu tubuhnya di atas Elara, menatap wajah istrinya dengan intensitas yang membuat napas Elara tertahan.Tangan besar pria itu, yang biasanya menggenggam pedang atau pena dengan kaku, kini menyusuri lekuk pinggang Elara dengan gerakan yang sangat pelan, seolah sedang menghafal setiap jengkal wilayah yang baru saja ia taklukkan.“Kau gemetar,” bisik Valerius dengan suara parau dan rendah di dekat telinga Elara.“Dinginnya Utara selalu menang, bukan?” jawab Elara, mencoba melucu meski suaranya bergetar hebat.“Bukan karena dingin, Elara. Aku bisa me

  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   9. Malangnya Nasib sang Duchess

    Jam dinding besar di sudut ruangan berdentang dua belas kali, suaranya menggema berat di tengah kesunyian malam yang membeku.Elara memejamkan matanya sejenak, merasakan denyut nyeri yang menjalar dari leher hingga ke tulang punggungnya.Cahaya lilin yang mulai memendek menari-nari di atas perkamen

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   47. Puncak Dinginnya Elara

    Sejak Lady Isolde mengumumkan kedatangan Lady Selena, calon istri “asli” yang berdarah murni, Elara seolah menarik dirinya ke dalam cangkang es yang tak tertembus.Dia duduk dengan tegak, sambil memotong rotinya dengan presisi yang menakutkan, tanpa sedikit pun menoleh ke arah Valerius.Valerius, d

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   50. Kabar yang Sangat Valerius Tunggu

    Master Kael baru saja selesai melakukan pemeriksaan kedua yang lebih mendalam setelah ketegangan di ruang kerja mereda.Valerius berdiri mematung di kaki ranjang, matanya yang abu-abu tidak sedetik pun lepas dari wajah istrinya yang tampak sangat rapuh di balik selimut bulu tebal.“Katakan padaku,

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Pengantin Pengganti sang Duke Kejam   46. Kehadiran Isolde (Kembali)

    Dua minggu telah berlalu dengan keheningan yang menyesatkan di Kastil Drakenhoff. Salju di luar jendela kian menebal, namun ketenangan itu hancur berkeping-keping saat pintu aula utama terbuka lebar.Lady Isolde melangkah masuk dengan jubah bulu rubah perak yang menyapu lantai, memancarkan aura oto

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status