MasukSetelah kematian suaminya, Layla merawat ibu mertuanya dengan sepenuh hati. Namanya Bu Lastri, beliau sudah renta, memiliki penglihatan dan pendengaran buruk sebab usianya. Suatu hari, ibu mertuanya dijebloskan ke penjara dikarenakan terbukti telah meracuni anak majikan. Tak berdaya dan merasa putus asa, Layla meminta bantuan pada teman suaminya yang seorang pengacara yaitu Hansen Harrison. Hansen yang mengenal Layla dan terpesona akan kecantikannya bersedia membantu, asal dengan syarat, wanita itu harus bersedia menjadi teman tidurnya. Terjerat dalam cinta dan benci, keputusasaan serta harapan, mampukah keduanya mengalah dan menerima kenyataan akan perasaan mereka yang sesungguhnya?
Lihat lebih banyakLayla menemani ibu mertuanya selama setengah hari. Dan saat waktunya untuk pergi bertemu dengan Hansen, ia jadi bingung bagaimana harus berbicara padanya. Seolah menyadari kegundahan hati menantuanya, Bu Lastri mengelus punggung tangan Layla yang sedang memijat betisnya. "Kamu melamun, Nak. Ada apa?""Ya? Oh... ini, temanku mengajakku pergi, Bu." "Teman yang mana?""Ini teman baruku di pabrik. Aku belum memberitahumu jika aku sekarang mulai bekerja di pabrik sepatu. Setelah Nyonya mengusir kita, aku langsung meminta bantuan Yasmin agar mencarikan aku pekerjaan. Apa ibu masih ingat dengan Yasmin?""Yasmin?" Bu Lastri menggelengkan kepalanya seolah tak ingat."Dia teman Mas Erwin,"Mendengar bahwa Yasmin berkaitan dengan putranya, Bu Lastri lantas tersenyum sumringah. "Jadi masih temannya Erwin. Lalu, kenapa kamu tidak pergi, Nak?"Layla menunduk, bibirnya ia gigit pelan saat satu kalimat bohong kembali terlonta
Waktu yang dinantikan akhirnya tiba. Didampingi oleh pengacaranya; Jordan, Layla memasuki ruang sidang. Setelah melakukan serangkaian penyidikan, Jordan memiliki kepercayaan diri dapat menang dalam sidang ini. Ia membawa bukti yang telah dikumpulkan untuk membebaskan ibu mertua Layla dari tuduhan keji itu.Saat Layla melihat ibu mertuanya, sepasang matanya berubah berkaca-kaca. Sejak terakhir kali dia datang berkunjung, Ibunya terlihat semakin kurusan. Dikarenakan Hansen menjadi lengket padanya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menyenangkan pria itu. Setelah terjaga sepanjang malam dan kurang tidur, ia kembali ambruk dan baru lah saat sidang hampir di depan mata, Hansen baru menarik dirinya dan tidak mengganggunya lagi. Mengingat keintiman mereka yang mirip hewan sedang kawin, pipinya merona panas dan ia merasa malu luar biasa. Untungnya, pria itu tidak ikut. Andai Hansen datang kemari juga, ia tidak tahu harus memandangnya bagaimana. Mengingat, tadi pagi mereka ma
"Bodoh! Dasar wanita bodoh!" Tuan Angga mengumpat keras. "Kenapa kamu tidak menutup pintunya, wanita sialan!"Keduanya bergegas pergi ke luar namun tidak ada apa pun di sana kecuali tas mewah yang kini tergeletak di lantai. Melihat pada tas mewah itu, pria tua itu mendesah frustasi dan suara tamparan terdengar menggema di lorong tersebut. Lina jatuh berlutut dengan sakit mendera pipi. Tangis kesedihan mengalir deras dari kedua matanya tatkala pria yang ia damba pergi meninggalkannya. Tuan Angga tak memedulikan rintihan serta tangis di belakangnya. Ia dengan langkah cepat pergi ke sisi jendela dan membukanya. Di luar, dia menemukan satu mobil bewarna putih keluar. Mobil milik sang istri. Tuan Angga yang tahu bahwa rahasianya telah ditemukan oleh pasangannya pun segera melakukan panggilan pada seseorang. "Istriku baru saja pergi. Dia keluar menggunakan mobil putih dengan plat nomor ini. Kamu uruslah dia."Orang di seberang sana bertanya mengurus istrinya itu dengan cara apa. Tuan An
Proses sidangnya begitu rumit, meski begitu semuanya berjalan lancar. Seperti yang dikatakan oleh Jordan pada Layla, wanita itu tak perlu khawatir. Dia hanya harus mendengarkan dan menuruti baik-baik semua perkataan si pengacaranya. Meskipun semua bukti telah menunjukkan bahwa Bu Lastri merupakan tersangka utama, namun dari hasil penyidikan yang terbaru ditemukan kalau ternyata terdapat sidik jari lain serta bukti tambahan yang kini ditemukan. Setelah Jordan dan Layla pulang dari menghadiri sidang, mereka berdua bersama-sama pulang untuk menemui Hansen yang kini berada di kantornya Jordan. Setibanya mereka di gedung AMKA, banyak pasang mata melirik ke arah keduanya. Namun Jordan yang tampaknya telah terbiasa menjadi pusat perhatian cuma menunjukkan sikap acuh tak acuh dan terus menyuruh Layla agar berjalan terus. Usai masuk ke dalam lift, dan naik menuju ke lantai dimana kantor Jordan berada, mereka berdua langsung disambut oleh asisten Jordan yang bernama Stefanie. "Pak, Pak Harr












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.