Share

Bab 228 Selamat Datang

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-05-20 20:21:58

Marcus menegang di tempatnya berdiri. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Marcus langsung menekan tombol interkom pada earpiece yang terpasang di telinganya.

"Tuan! Saya sudah menemukan Serafina di basemen," lapor Marcus.

Di lobi utama gedung apartemen The Regent, Adriel sedang berdiri dengan rahang mengeras, dikelilingi oleh beberapa anggota polisi yang bersiaga. Mendengar suara Marcus, Adriel langsung menekan earpiece-nya. "Di mana Aira?!"

"Nyonya Aira dan Selena ada di Penthouse 01, Tuan," ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 410 Tikus Kecil

    Roda-roda pesawat jet pribadi Varmadeo Group mencicit halus di atas landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.Pintu tangga hidrolik jet pribadi terdorong turun.Di luar sana, di bawah sorotan lampu landasan pacu, tiga unit mobil SUV hitam milik tim pengamanan Varmadeo Group sudah berjejer rapi dengan mesin menyala.Aira melangkah turun menaiki anak tangga pesawat dengan langkah kaki yang gemetar. Di belakangnya, Nora dan Serafina berjalan membuntuti.Namun sebelum kaki Aira sempat menyentuh pelataran, Adriel melangkah cepat memotong barikade pengawal."Aira," panggil Adriel.Aira mendongak. “Adriel?"Tanpa membuang waktu, Adriel melangkah lebih cepat, lalu merengkuh tubuh Aira ke dalam pelukannya.Aira menahan napas sejenak sewaktu mencium aroma khas suaminya yang maskulin. Aroma yang selalu menjadi tempat paling aman. Aira melingkarkan kedua tangannya di pinggang suaminya."Aku takut," bisik Aira. Isak tangis yang ditahannya sepanjang penerbangan seketika meledak di

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 409 Terlelap Tenang

    Di dalam rumah, Aira sedang duduk di ruang tengah bersama si kecil EJ yang terlelap di pangkuannya. Di sampingnya, Nora sedang merapikan lipatan pakaian bayi, sementara Serafina duduk di dekat pintu teras.Brak!Pintu depan terbuka secara mendadak.Marcus melangkah masuk dengan cepat dan terburu-buru.Aira tersentak pelan, memeluk EJ lebih erat. Sementara Serafina secara refleks memegang gagang senjata api di pinggangnya."Marcus?" gumam Aira, matanya membelalak kaget. "Ada apa? Kenapa kamu datang ke sini mendadak begini?"Marcus menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan Aira, membungkukkan tubuhnya sedikit."Nyonya Aira, mohon maaf yang sebesar-besarnya jika saya mengejutkan Nyonya," ucap Marcus dengan napas yang memburu kencang. "Saya membawa instruksi langsung dari Tuan Adriel."Serafina melangkah maju. "Ada masalah apa di Jakarta? Kenapa Tuan Adriel menyuruhmu datang tanpa memberi tahu aku lebih dulu?"Marcus tidak menoleh ke arah Serafina, sepasang matanya tetap terkunci pada

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 408 Rasa Jijik

    Di ambang pintu unit apartemen, Dimitri berdiri tegap. Wajah tampannya telah kembali tanpa ekspresi sedikit pun, seolah amukan yang dilontarkannya tadi tidak pernah terjadi.Di seberang ruangan, Valerie berdiri mematung di samping sofa kulit. Ia menatap Dimitri dengan cemas.Dimitri memutar tubuh, menatap Valerie."Aku harus pergi sebentar," ucap Dimitri.Valerie menelan ludah, melangkah mendekati meja tengah. "K-Kamu mau ke mana? Kenapa tidak menungguku sampai besok pagi?""Aku harus menemui dan berkoordinasi langsung dengan tim hukumku di luar—" Tiba-tiba Dimitri diam, menyunggingkan senyum dingin. "Kita harus merancang dokumen proteksi tambahan sebelum pihak Polda melayangkan surat pemanggilan resmi besok."Valerie menatap mata Dimitri, mencoba mencari kejujuran di balik binar dingin pria itu. Valerie menganggukkan kepalanya. "Baik, serahkan semuanya padaku. Jangan biarkan orang-orang tua dari yayasan itu merusak posisi kita."Dimitri menyunggingkan ssenyum. Pria itu melangkah maj

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 407 Buktikan Padaku

    Valerie Collins berbaring menyamping di atas kasur. Kepala Valerie bersandar di atas lengan Dimitri, sementara salah satu tangannya melingkar di pinggang pria itu.Valerie mengelus pelan dada Dimitri yang sudah terbuka. Ia mendongakkan kepalanya sedikit, menatap garis rahang dan paras tampan blasteran milik pemuda di sampingnya."Dimitri," panggil Valerie.Dimitri tidak langsung berpaling. Tangannya mengusap helai-helai rambut Valerie secara teratur, namun tatapan matanya terasa teramat dingin."Hm?" sahut Dimitri.Valerie menyunggingkan senyum tipis, merapatkan wajahnya ke leher Dimitri untuk menghirup wangi cologne maskulin yang melekat di kulit pria itu."Kamu sungguh tidak sedang berbohong padaku, kan, Sayang?" bisik Valerie pelan. "Kamu janji kita akan menikmati seluruh hasil pengalihan aset itu bersama setelah situasi mereda?""Apakah setelah semua perlindungan yang kuberikan padamu, kamu masih meragukan kata-kataku?" balas Dimitri tanpa menoleh. "Aku sudah menyusun seluruh lang

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 406 Amat Rapi

    Valerie berlari kecil mendekati Dimitri yang sedang berdiri bersedekap dada. Ekspresinya tampak mengeras. "Apa-apaan maksudmu? Kenapa kamu mengubah kode akses pintu apartemenmu tiba-tiba?" "Aku terpaksa melakukannya," sahut Valerie. "Kamu tahu betul bagaimana gencarnya tim Varmadeo Group mengintai pergerakan kita belakangan ini. Aku hanya ingin memastikan apartemenku tetap aman." "Benarkah?" Dimitri mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatap lurus mata Valerie. "Atau kamu sengaja agar aku tidak bisa masuk, hm?" Jantung Valerie seketika berdegup kencang. Ia teringat email anonim yang diterimanya tadi pagi. Dokumen yang membocorkan bahwa Dimitri berniat melimpahkan seluruh tuduhan skandal lima puluh miliar rupiah kepadanya sebagai tersangka tunggal.Namun, Valerie dengan cepat menepis keraguan di hatinya. Ia melangkah lebih dekat, mengulurkan kedua tangan untuk mengusap pelan kemeja Dimitri."Kenapa kamu harus berpikir sejauh itu, Sayang?" bisik Valerie lembut. "Aku ini mil

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 405 Semua Berdosa

    Di dalam kabin belakang ambulans yang melaju kencang, Guntur Ragendra terbaring lemah di atas brankar. Sebuah masker oksigen mengungkung wajahnya yang pucat pasi bagaikan kertas. Beberapa kabel indikator detak jantung menempel di balik kemeja, menghubungkan tubuh itu ke layar monitor portabel yang memancarkan grafik detak nadi.Dua orang dokter spesialis jantung bersama satu perawat berjuang melakukan stabilisasi darurat di sepanjang jalan.Prabu duduk berlutut di kabin ambulans yang sempit, menggenggam tangan kiri Guntur yang terasa dingin. "Tuan Besar... bertahanlah, Tuan..." gumam Prabu. "Jangan tinggalkan kami dalam situasi seperti ini. Saya mohon, Tuan Besar."Dokter spesialis di sampingnya menatap layar monitor dengan raut tegang. "Tekanan darahnya terus merosot di bawah angka delapan puluh! Kita harus mengamankan sirkulasi darah ke otak sebelum tiba di rumah sakit!""Baik, Dokter!" sahut perawat cepat, menyuntikkan cairan obat ke dalam selang infus Guntur.Ciiit!Ban mobil amb

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 3 Keluarga Varmadeo

    Pagi itu Aira dibawa Marcus ke sebuah suite megah di hotel bintang lima. Di sana, tim perias terbaik negeri ini sudah menunggu.Aira terpaku. Ia mengenali mereka. Mereka adalah perias selebritas, desainer pemenangpenghargaan, dan hairstylist yang biasa muncul di acara penghargaan besar.Seorang pr

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 2 Pilihan Sederhana

    Setelah pertemuan singkat tapi menegangkan dengan asisten Sir V, Aira pulang.Berhadapan dengan asistennya saja sudah begitu menakutkan, apalagi Sir V langsung.Aira membuka pintu ruang kerja ayahnya dan melihat Adrian duduk dengan wajah penuh tekanan. Marissa dan Bianca juga ada di sana.“Bagaiman

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 1 Lebih Berguna

    Di depan rumah, sebuah mobil hitam panjang dengan kaca gelap sudah menunggu. Marissa dan Bianca, ibu tiri dan saudari tiri Aira, memperhatikannya dari teras, seolah ini hiburan terbaik mereka dalam setahun terakhir.Sementara Aira menelan ludah, lalu membuka pintu mobil dengan tangan gemetar.“Sela

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status