Compartir

Bab 21

Autor: Addarayuli
last update Fecha de publicación: 2026-05-14 19:43:25

Adrian dan Meysa berjalan melewati Lorong mansion Lysander menuju kamar utama, tangan Adrian tak pernah melepaskan genggaman pada tangan kecil istrinya. Sampai di kamar mereka, Adrian lekas duduk di ranjang sambil menghela nafas panjang.

Meysa pun membantu suaminya melepaskan jas yang dipakainya lalu meletakkannya ke keranjang pakaian kotor. Rasa lelah membuat Adrian lekas merebahkan dirinya ke Kasur.

Meysa menatap suaminya yang saat ini sedang memejamkan matanya, dia ragu untuk bertanya apakah
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 53

    "Hari ini kamu istirahat dulu di rumah, tidak perlu ke rumah sakit.""Tapi ibu bagaimana Adrian?""Ada suster Rini, Maya juga pasti akan ke rumah sakit setelah kuliah.""Kamu juga sedang tidak enak badan Mey, lebih baik istirahat saja, Kalau sudah enakan baru ke rumah sakit lagi."Meysa mengangguk mengiyakan ucapan suaminya, tubuhnya memang terasa pegal dan miliknya juga masih terasa sakit."Baiklah."Sampai di ruang makan, Meysa melihat Oma Rosa sedang menunggu mereka bersama Nora dan Bagas. Dia sempat menahan napasnya sejenak ketika melihat Nora dan Bagas, dia masih ingat bagaimana perlakuan Nora semalam padanya di depan seluruh keluarga Lysander.Meysa merasakan elusan lembut pada pinggangnya, dia menatap Adrian yang terlihat tersenyum lalu mengangguk padanya."Kamu baik-baik saja?""Aku baik-baik saja Adrian," jawab Meysa sambil tersenyum.Mereka kembali melanjutkan langkah pelan mereka menuju meja makan, Meysa melihat jelas bagaimana tatapan tak suka yang Nora berikan padanya."S

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 52

    "Sialan, bagaimana bisa Celine melakukan hal sebodoh ini?"Nora membanting ponselnya ke ranjang lalu terduduk di tepi ranjang dengan wajah frustasi, dia menjambak rambutnya sendiri dengan kasar sambil merutuki kecerobohan sahabatnya. Harusnya pagi ini, berita tentang masa lalu ayah angkat Meysa sudah memenuhi beranda berbagai platform berita namun sampai sekarang tak ada satupun berita yang muncul.Kedua tangan Nora terkepal erat, rahangnya mengetat dengan sorot mata yang menajam. Dia tak bisa membiarkan Meysa terus-terusan berada di mansion Lysander dan berkeliaran bebas. Kehadiran Meysa akan menjadi ancaman bagi dirinya dan sang suami, terlebih Adrian sudah memberikan saham perusahaan yang mana pendapat Meysa juga akan di pertimbangkan."Aku nggak bisa seperti ini terus, wanita miskin itu cepat atau lambat pasti akan mendepak aku dan mas Bagas dari perusahaan."Ceklek.Pintu kamar Nora terbuka dari luar, Bagas masuk ke dalam sambil membawa berkas di tanganya. Dia mengerutkan kening

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 51

    Sepasang mata mengerjap pelan ketika cahaya matahari menembus masuk melewati celah gorden kamar apartemen. Selimut tebal masih membungkus tubuh wanita yang hanya berbalut baju tidur tipis, jam dinding masih menunjukkan pukul enam pagi."Engh..."Perlahan matanya terbuka, tubuhnya mengeliat pelan di atas ranjang queen size. "Sudah pagi?" Celine menyibak selimutnya kemudian bangkit dari ranjang, dia segera mencari keberadaan ponselnya kemudian mencari platform berita semalam. Namun, ada sesuatu yang aneh sedang terjadi. Keningnya berkerut dalam sambil tangannya terus bergerak mencari beritanya."Loh, kenapa beritanya tidak ada?"Celine bangkit dari duduknya saking terkejutnya, dia menggigit ujung kukunya ketika platform dan beberapa portal berita yang lain bersih dari berita yang seharusnya di update pagi ini."Sialan, apa mereka membohongi aku?" geram Celine.Celine menyugar rambutnya ke belakang dengan kasar, raut wajahnya jelas menampilkan kekhawatiran dan rasa kesal. Dia sudah men

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 50

    Suara ketikan keyboard laptop terdengar nyaring di dalam sebuah ruangan yang sepi, seorang pria dengan garis rahang yang tegas nampak memfokuskan tatapannya ke layar laptopnya yang menyala. Kacamata bertengger di hidungnya yang mancung, seketika sorot matanya yang datar berubah menajam dengan kening yang mulai berkerut.Dia mengangkat jemarinya dari atas keyboard, tangan kanannya dia gunakan sebagai tumpuan pada meja. Matanya bergerak ke sana kemari mangamati sebuah platform berita yang sedang ramai di perbincangkan, dia merasa ada yang aneh dengan platform itu dimana berita yang sempat viral mulai meredam dan hilang bak di telan bumi.Evan, dia menegakkan tubuhnya dan mulai mencari pada portal berita lain yang ternayta juga sama. Berita-berita itu tiba-tiba hilang dari linimasa semua portal berita."Ada apa ini?"Evan yang saat ini sedang bertugas untuk mengamati siklus saham perusahaan Lysander tiba-tiba dikejutkan dengan hilangnya semua berita dari peredaran."Kenapa semua beritany

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 49

    Adrian kembali mencium bibir Meysa dengan tempo sedikit menuntut meninggalkan jejak kehangatan membuat Meysa mengerang pelan. Dia menindih tubuh Meysa hingga kulit mereka saling bersentuhan dan bergesekan membuat gelenyar aneh yang mulai mereka rasakan, bak sengatan listrik yang membuat bulu kuduk meremang.Satu persatu sisa pakaian di tubuh keduanya mulai Adrian lepaskan dan tercecer begitu saja di lantai kamar, kini tubuh keduanya sudah tak halangi sehelai benang pun. Rasa malu yang Meysa rasakan tadi mulai digantikan dengan perasaan mengebu, seperti ada tarikan magnet, dia mulai mengingkinkan lebih.Kamar yang luas itu begitu sunyi, hanya terdengar suara detik jarum jam dan suara decapan ciuman Meysa dan Adrian yang semakin lama semakin intes. Deru napas keduanya mulai memburu, keringat muncul ditubuh mereka membuat tubuh yang menempel itu terasa lengket.Adrian melepaskan ciumannya, dia bangkit dari posisinya lalu bergerak ke arah saklar lampu yang berada tak jauh dari sisi ranjan

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 48

    Sentuhan pertama itu lembut, sebuah ketukan pelan di bibir seolah meminta izin. Tapi begitu tautan itu mengunci, segalanya berubah menjadi intens dan mendesak.Tangan Adrian bergerak cepat ke tengkuk Meysa, jemarinya tenggelam di antara helai rambutnya, menahan kepala Meysa agar tidak menjauh satu milimeter pun. Meysa membalasnya dengan cara yang sama, jemarinya meremas kemeja Adrian, menarik pria itu semakin rapat hingga tak ada lagi udara yang tersisa di antara dada mereka.Ciuman itu dalam, penuh tuntutan, dan sarat akan emosi yang selama ini mereka pendam. Setiap pagutan terasa seperti pembuktian bahwa mereka akhirnya benar-benar ada di sini, bersama. Napas mereka memburu, berkejaran dengan detak jantung yang berdentum bertalu-talu di balik rusuk. Adrian memiringkan kepalanya, memperdalam pautan, mengecap rasa manis yang selalu membuatnya hilang kendali, sementara Meysa melepaskan desahan pelan yang langsung tertelan di bibir Adrian.Waktu seolah melambat, tapi sensasi di sekitar

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status