Share

02. Tugas pertama

Author: Rendi OP
last update publish date: 2023-01-12 17:44:58

"Martis..., coba kamu cerita pelan-pelan," ujar Marta.

"Benar Nak, coba pelan-pelan. Siapa tahu Ayah akan mengerti maksudmu," ucap Marten.

"Kalau tidak, kau bersihkan dan keringkan dulu tubuhmu. Ibu akan menyiapkan minuman dan sup hangat untukmu," ucap Marta.

"Kalau begitu baiklah, Ibu," jawab Martis.

Kemudian ketika di dalam kamar mandi, Martis memikirkan sesuatu.

"Apakah sistem tidak bisa diperlihatkan oleh orang lain?" gumam Martis sambil menatap kedua telapak tangannya.

"Sistem, tunjukkan kemampuan apa saja yang dapat aku gunakan?" ucap Martis.

"Dimengerti. Silahkan lihat semuanya," jawab sistem.

Martis yang berendam di bak air hangat membaca perlahan tulisan yang ada di depannya.

"Eh...? Banyak sekali? Aku malah jadi bingung sendiri. Apakah semua ini dapat aku lakukan? Atau..., ah aku coba saja," gumam Martis.

Cetrek!

"Berhasil! Ini berhasil! Bagus, bagus sekali! Hahaha...!" Martis kegirangan.

Rupanya ia menjentikkan jarinya lalu ada api yang menyala di bagian ujung jarinya. Tadi Martis membaca kalau ada sebuah kemampuan yaitu dapat mengontrol api. Dan di sana juga tertulis bagaimana cara melakukannya. Yang tidak Martis duga adalah caranya itu sangatlah mudah!

"Apakah ini sihir? Eh..., ini bukan sihir. Ini adalah sistem. Baiklah, aku akan tunjukkan kemampuan kecil ini pada Ayah dan Ibu!" gumam Martis. Kemudian Martis buru-buru menyelesaikan mandinya.

Ayah dan Ibu Martis telah menunggunya di meja makan.

"Martis, cepat habiskan ini. Nanti tubuhmu bisa terkena demam. Kau tadi malah hujan-hujanan seperti itu," ucap Marta.

"Iya Ibu. Oh iya, aku akan memperlihatkan sesuatu pada Ayah dan Ibu," ucap Martis.

Marta dan Marten saling menatap.

Kemudian Marten menyadari sesuatu di tangan Martis.

"Martis, dari mana kau mendapatkan jam tangan itu? Kalau dari tampilannya, itu terlihat seperti jam tangan yang sangat mahal. Kamu..., em..., kamu tidak...," ucap Marten.

"Tidak ayah! Aku tidak akan mencuri barang seperti ini. Ini adalah hadiah pertamaku dari sistem," jawab Martis.

Tak lama kemudian Martis selesai menghabiskan hidangan hangat yang Marta sediakan tadi.

"Lalu, apa maksudmu jam tangan mewah itu yang mau kau tunjukkan pada kami?" tanya Marten.

"Eh...? Tentu saja bukan, Ayah. Tapi jujur saja, aku juga merasa kalau jam tangan ini memiliki kemampuan. Karena sistem menyebut namanya adalah jam spesial," jawab Martis.

"Ceritakan lah pada kami, Nak," ucap Marta. Marta mengelus lembut kepala Martis.

Cetrek!

Martis menjentikkan jarinya dan di ujung jari Martis ada api kecil.

"Lihatlah ini Ayah, Ibu!" ucap Martis. Di raut wajah Martis tercetak jelas kalau ia merasa bahagia.

"I-ini..., ini...? Martis, bagaimana bisa kau melakukannya?" ucap Marta yang terkejut.

"Coba kau lepas semua pakaianmu, Martis," ucap Marten.

"Eh...? Ayah, kenapa begitu?" tanya Martis heran. Tentu saja ia malu. Karena usianya bukanlah anak kecil lagi. Yah..., walaupun usianya sudah mulai masuk dewasa, tapi kedua orang tuanya masih memperlakukannya seperti anak kecil. Itu karena kedua orang tua Martis sangat mencintainya.

"Sudahlah, lakukan saja apa kata Ayah," jawab Marten.

Akhirnya Martis melepaskan semua pakaiannya tanpa tersisa.

Marten hanya ingin memastikan apakah ada sebuah tanda di tubuh Martis. Namun nyatanya, tidak ada tanda apapun di tubuh Martis.

"Ini..., bagaimana ini bisa? Kau tidak memiliki tanda apapun di tubuhmu, Martis. Tapi..., bukankah tadi yang kau tunjukkan adalah bukti kalau kekuatanmu sudah bangkit?" ucap Marten.

"Entahlah Ayah. Aku pikir, Ayah tahu tentang sistem," jawab Martis.

"Nah, aku juga penasaran dengan maksudmu tentang sistem-sistem itu. Ayah tidak mengerti Martis," ucap Marten.

Kemudian mereka membicarakan hal aneh yang terjadi pada Martis.

Martis juga tidak hanya menunjukkan satu kemampuan saja. Martis membaca sistem sejenak kemudian langsung menggunakan kemampuan-kemampuan lainnya.

Air, angin, tanah, besi, dan banyak lagi lainnya. Martis memiliki banyak sekali kemampuan.

"I-ini..., ini gila! Tidak! Ini bagus! Bagus sekali Anakku!" Marten memeluk tubuh Martis sambil menangis karena terharu. Begitu juga dengan Marta. Mereka bertiga saling berpelukan dan menangis bahagia. Suasana menjadi terasa hangat.

Beberapa jam kemudian, barulah mereka kembali seperti semula.

"Ngomong-ngomong, mana belanjaan kamu?" tanya Marten.

"Astaga..., Ayah! Maafkan aku. Aku sampai lupa." Martis menepuk jidatnya sendiri.

Kemudian Martis menceritakannya kepada Marten apa yang terjadi tadi.

"Ternyata mereka lagi ya. Martis, kalau lain hari mereka masih mengganggumu, kau gunakan saja kekuatan sistem milikmu itu. Tapi ingat, jangan berlebihan. Entah kenapa, aku merasa kalau kekuatan yang kau miliki itu tiada taranya," ucap Marten.

"Baiklah Ayah. Tapi Ayah, jujur saja aku masih belum mengerti semua tentang sistem ini. Dan lagi, sistem ini sebenarnya dapat berbicara. Tapi aku yakin kalau suara itu hanya bisa didengar olehku saja," jawab Martis.

"Yah..., kau harus banyak-banyak mempelajarinya Nak. Ayah akan membantumu bila kau membutuhkannya," ucap Marten.

"Tapi Suamiku, aku rasa mungkin sebaiknya kita harus merahasiakan tentang kekuatan Anak kita ini. Entah kenapa, aku memiliki firasat buruk jika ini diketahui banyak orang," ucap Marta.

"Benar juga apa katamu. Martis, rahasiakan ini semua ya? Jangan kau ceritakan pada siapapun. Aku rasa ini yang terbaik untukmu," ucap Marten.

"Baik Ayah. Kalau begitu, aku mau ke kamar dulu ya Ayah, Ibu. Aku mau membaca untuk mempelajari sistem terlebih dahulu. Siapa tahu saja ada hal lain yang bisa aku lakukan," ucap Martis.

Marta dan Marten pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"Kalau lapar, katakan pada Ibu ya Nak," ucap Marta yang mengelus kepala Martis dengan lembut. Kemudian Marta juga mengecup kening Martis.

"Baik, Ibu. Tenang saja."

Saat di dalam kamar, Martis fokus dengan membaca banyak informasi yang ada pada sistem.

"Apa ini? Tugas? Tugas apa maksudnya?" gumam Martis.

Martis membuka bagian tugas. Di sana tertulis banyak sekali tulisan-tulisan.

"Ternyata ada juga hal seperti ini. Jika aku mampu menyelesaikan tugasnya, aku akan mendapat hadiah? Hem..., dan tugas-tugas ini juga memiliki banyak tahapan dan tingkatan ternyata. Statusku masih pemula, berarti aku hanya dapat mengambil tugas-tugas ringan saja. Kalau levelku sudah meningkat, akan ada banyak tugas yang dapat aku selesaikan. Oke, aku lakukan yang ini saja dulu," gumam Martis.

Martis menekan tugas yaitu latihan olahraga. Dan tugas itu ada cukup banyak. Martis pun memilih push-up seratus kali.

"Kalau ini, mungkin aku bisa melakukannya," ucap Martis.

Beberapa puluh menit kemudian, Martis akhirnya menyelesaikan latihannya yaitu push-up seratus kali. Martis merasa cukup kelelahan.

Tring...!

"Selamat! Tugas pertama telah Martis selesaikan. Silahkan terima hadiahnya."

Tring...!

Di hadapan Martis, ada sebuah kotak lagi. Itu sama persis dengan saat ia menerima jam tangan yaitu hadiah pertamanya.

Kemudian ia membuka kotak hadiah yang ada di hadapannya.
"Apa ini?" 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Rendi OP
Terima kasih kak atas pujiannya.
goodnovel comment avatar
Rendi OP
hai kak! Semoga suka sama cerita fantasy ya kak.
goodnovel comment avatar
Heru Priyono
ngawur ceritannya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   983. Percakapan suami istri

    Saat pembicaraan mereka sudah mulai keluar jalur, Mia sengaja mengalihkan kembali pembicaraan mereka tentang peperangan yang saat ini masih terus berlanjut. Mia sengaja mencari dalam ingatannya, apa yang harus ia bicarakan selanjutnya agar menarik. "Oh iya, Martis, apakah kau tau? Airen baru saja membuat tawaran yang mengejutkan dunia." Martis mulai kembali berpikir akan peperangan. "Apa itu?" tanyanya menyahuti Mia. Mia menjawab, kali ini dengan nada yang lebih serius, "Negara itu menawarkan jalur minyak gratis bagi negara mana pun yang mengusir duta besar Mamarika Surikat dan Isriwil...!" Mia masih terus lanjut berbicara, "Bukan dengan rudal. Bukan dengan drone. Kali ini Airen menggunakan senjata yang berbeda, tekanan diplomatik dan ekonomi yang memaksa negara-negara di dunia untuk memilih pihak dengan cepat." ucap Mia dengan tegas. Kemudian Mia terus berbicara pada Martis, guna memberikan informasi yang terjadi saat ini di dunia mereka. "Akan tetapi Negara tetangga ada yang

  • Pengendali Sistem Terkuat   982. Berkata lain

    Setelah membaca banyak informasi yang akurat, Lancelot kemudian mencoba berpikir dan menghitung pasukan Mamarika saat ini. "Tepat pada saat ini, jika aku tidak salah hitung, total dua ribu lima ratus delapan puluh satu tentara Mamarika telah tewas dalam serangan balik dari tentara Airen ke beberapa pangakalan Mamarika yg berada di beberapa negara timur tengah." Lancelot sedikit memiringkan kepalanya dan melihat ke atas, "Dan aku juga baca sesuai data, bahwa ada total seribu empat ratus rakyat Isriwil dan petinggi IDF serta petinggi Isriwil turut tewas dalam rentetan serangan ke haifa." Pikiran Lancelot akan peperangan ini semakin dalam. Dia bahkan sampai menghitung semua pasukan kedua belah pihak yang gugur dan yang masih tersisa. Lancelot lanjut dengan pikirannya, "Lalu kemarin Airen sudah meluncurkan tiga ratus rudal fatah dan rudal seijil serta lima ratus pesawat tanpa awak untuk dikirim ke tol ivav. Yang aku tau, amunisi nya itu gak main-main! Seberat tiga ton dan..., bum...

  • Pengendali Sistem Terkuat   981. RAKYAT ISRIWIL DAN RAKYAT AIREN

    Selepasnya bertemu dengan jendral Valdo, kemudian Lancelot kembali ke kediamannya. Di sana, ternyata ada seorang Gadis yang telah menunggunya. Padahal, mereka berdua belum menikah, akan tetapi mereka memang sudah bertunangan. Walaupun demikian, sebenarnya Lancelot masih belum ingin tinggal bersama dengannya. Namun, Gadis cantik yang kelihatannya galak, jutek, rewel, dan bandel di mata orang itu, sepertinya sudah ingin cepat-cepat ke pelaminan. Sehingga membuatnya akhir-akhir ini terus mendatangi kediaman Lancelot.Dan saat Lancelot masuk ke rumahnya sendiri, ia kembali dibuat terkejut. Karena melihat isi rumah yang biasanya ia tata dengan rapih, kini tengah menjadi pemandangan yang tidak biasa ia lihat dengan kedua matanya."Astaga ...! Apa yang kau lakukan?" Lancelot menarik tubuh seorang Gadis. Dan tanpa sengaja, saat ia menariknya, Gadis itu justru bersemayam dengan nyaman di dadanya yang bidang dan kekar itu."UPS...! Sorry ...!" ucap Gadis itu, yang kemudian ia mulai memainkan a

  • Pengendali Sistem Terkuat   980. Rindu Ayah

    Keesokan harinya Lancelot kembali mendapatkan kabar bahwa, Otoritas Airen, kembali melakukan serangan telak terhadap Mamarika dan Zionajis Isriwil. Setelah melakukan serangan militer secara telak ke wilayah Isriwil dan sejumlah pangkalan militer Mamarika di Timur Tengah, kini Airen melakukan serangan ekonomi dan politik telak pada Mamarika dan zionajis Isriwil dengan menerapkan protokol pelintasan selat Hormouz. Airen, telah memberikan syarat mengusir Dubes Mamarika dan Isriwil bagi Negara-negara yang menginginkan kapalnya bisa melewati selat tersebut. Sebagaimana diketahui, selat Hormouz merupakan jalur pelayaran paling sibuk di dunia, dimana 20 % suplai cadangan minyak dunia melalui jalur ini. Airen telah menerapkan blokade dan memberikan syarat bagi negara-negara yang ingin melintasi jalur strategis tersebut. Airen menyatakan bahwa negara-negara (terutama Arap dan Eroba) yang mengusir duta besar (dubes) Mamarika dan Isriwil dari wilayah mereka, akan diizinkan melintasi Selat Ho

  • Pengendali Sistem Terkuat   979. Intelejen

    Keesokan harinya, Lancelot mendapat kabar dari pasukan Airen kembali melontarkan pernyataan provokatif yang menyasar jantung pertahanan Isriwil. Penasihat senior pemimpin tertinggi Airen, Mayjen YaYa Rohim Sapavi, mengeklaim bahwa pihaknya memiliki data intelijen yang sangat presisi. Data intelijen itu mencakup lokasi persis di mana Perdana Menteri Isriwil Benjamin Setanyahu menggelar pertemuan-pertemuannya. Lancelot pun melamun sejenak, namun dalam benak pikirnya ia terus memikirkan bagaimana caranya membantu mereka yang sedang dijajah...? Lalu Lancelot teringat bahwa dia pernah melihat sebuah wawancara televisi pada Selasa (3/3/2026), Safavi menegaskan bahwa serangan udara yang dilancarkan Mamarika dan Isriwil belakangan ini tidak memberikan dampak signifikan bagi pertahanan Negeri Airen. Brak...! Tak sengaja, Lancelot justru membuat minuman yang ada di mejanya tumpah, tangannya mengepal erat, dan dalam hati berkata, 'Sial...! Aku telat! Bahkan tanpa bantuan dari kami pun Airen

  • Pengendali Sistem Terkuat   978. Mencari informasi

    Dan beberapa hari kemudian, setelah semua yang diucapkan oleh Ali Larijani kepada Lancelot telah disampaikan ke seluruh penjuru, Lancelot pun mendapat laporan mengejutkan datang dari surat kabar Isriwil. "Apa-apaan ini?" tanya Lancelot seraya membaca berita dari salah satu media Internasional. "Kenapa sekarang pemerintahan Dunald Trompet secara resmi telah mengajukan proposal gencatan senjata kepada pihak Airen?" Lancelot semakin serius membaca kabar berita itu. "Langkah diplomasi yang terkesan mendadak ini mengejutkan banyak pihak, mengingat retorika agresif yang sebelumnya dilontarkan oleh pihak Mamarika. Namun, upaya damai ini sepertinya justru menemui jalan buntu setelah pihak Airen secara tegas menolak tawaran tersebut dan memilih untuk terus melanjutkan konfrontasi militer di berbagai kawasan." Lancelot semakin merasa salut kepada pasukan Airen setelah membaca berita yang menghebohkan Dunia itu. Dan ternyata, setelah Lancelot selidiki lebih lanjut, alasan di balik pengajuan

  • Pengendali Sistem Terkuat   352. Trinitas of Artefak

    Karena Martis berhasil menggabungkan kekuatan dua artefak, Orb Kehancuran dan Batu Takdir, serta teknik menghilang yang ia kuasai, ia menjadi semakin kuat dan mampu mengendalikan kekuatan yang lebih besar.Martis memanfaatkan teknik menghilangnya untuk menghindari serangan terakhir Evelina dan langsu

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Pengendali Sistem Terkuat   346. Licik

    "Terima kasih, Martis," balas Evelina dengan senyum sinis. "Tapi jangan berharap aku akan memberimu kelonggaran."Martis, yang juga memiliki keahlian bertarung yang hebat, tidak terintimidasi oleh serangan awal Evelina. Dia menghindari serangannya dengan gerakan yang gesit dan lincah, menunjukkan kel

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pengendali Sistem Terkuat   323. Misi pertama Zara

    Setelah 3 hari bergabung dengan Herupa, Zara Cipher menerima panggilan darurat. Ternyata, sistem keamanan pusat data Herupa sedang diserang oleh hacker misterius. Hacker ini mencoba mencuri data penting dan merusak sistem, yang bisa mengancam keberadaan Herupa dan misi-misi mereka.Zara, dengan keahl

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pengendali Sistem Terkuat   301. Martis kembali berduel!

    Satu Minggu kemudian, tiba-tiba suasana menjadi sangat tegang. Tharos, Raja Iblis dari Utara, akhirnya tiba di markas Herupa, tempat Martis dan teman-temannya berada. Wajah Tharos yang menakutkan dan aura kegelapan yang dia pancarkan membuat semua orang di markas merasa tidak nyaman.Martis langsung

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status