ログインKubah cahaya keemasan yang membawa Martis, Mia, Rian, Lina, dan Duo Naga Lele Purba mendarat mulus di atas hamparan tebing batu hijau di dasar Lembah Jurang Kabut Purba. Lembah ini terisolasi secara sempurna oleh dinding-dinding tebing terjal setinggi ratusan meter yang menjulang menggapai angkasa. Kabut tebal berwarna perak melayang lambat di udara, membiaskan energi alam yang teramat murni dan dingin. Suasana di dalam lembah terasa begitu tenang, hanya diiringi oleh gemericik air terjun purba yang meluncur deras menghantam danau batu di dasar jurang. [Aktivasi Sistem Pahlawan Api] [Kategori: Toko Perlengkapan & Kebutuhan Logistik] Martis mengibaskan tangan kanannya ke arah pelataran rumput yang luas di dekat danau. FLASH-SZZZZT! Dari balik pendaran cahaya sistem, bermunculan sejumlah perlengkapan kemah tingkat tinggi. Sebuah tenda kain sutra purba berukuran besar yang dilengkapi dengan perisai penghangat otomatis terbentang tegap di atas tanah. Di sebelahnya, bermunculan
Esok harinya, Sinar mentari pagi membias hangat di atas teras rumah kayu Desa Lembah Asri. Angin sejuk berembus lembut menyapu dedaunan pohon purba, membawa aroma harum teh herbal yang diseduh oleh Mia dan Rafaela. Meskipun kedamaian menyelimuti desa, keputusan Martis untuk menjinakkan potensi fusi destruktif dari energi Yin dan Yang milik Rian dan Lina telah bulat. Di halaman depan, seluruh anggota keluarga besar Pahlawan Api telah berkumpul. Martis berdiri tegap dengan jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai lambat ditiup angin. Di sisinya, Mia berdiri anggun seraya mengusap rambut Rian dan Lina yang telah mengenakan pakaian latihan lengkap. Martis menatap lurus ke arah dua raksasa Dominion, Estias dan Brakas yang berdiri tegak dengan zirah batu dan perunggu merah mereka yang kokoh. "Estias, Brakas..." panggil Martis dengan suara berat yang mantap dan sarat akan wibawa pelindung. "Energi Yin dan Yang yang bergejolak di dalam raga Rian dan Lina membutuhkan tempat lati
Gelak tawa yang semula bergema riang di tepi Danau Lembah Asri mendadak terhenti. Udara sore yang sejuk dan damai mendadak terasa berat, dipenuhi oleh getaran gelombang frekuensi tinggi yang memicu suara dengung halus di dalam benak Martis. Tring! [Aktivasi Otomatis: Peringatan Darurat Sistem Pahlawan Api!] [Tingkat Bahaya: Bencana Skala Nasional / Bencana Mutlak] [Objek Analisis: Resonansi Esensi Jiwa Rian & Lina + Duo Naga Lele Purba] Layar transparan berwarna merah darah meletup muncul di hadapan pandangan Martis. Garis-garis pola energi bergelombang rumit menari cepat, menampilkan kalkulasi daya batin yang tersembunyi di dalam raga dua anak angkatnya. Martis menghentikan langkah kakinya, raut wajahnya yang semula santai seketika berubah menjadi amat serius dan penuh kewaspadaan. Mia yang berjalan di sampingnya menangkap perubahan aura suaminya dan langsung memegang lengan Martis dengan cemas. "Martis? Ada apa?" bisik Mia pelan, menatap lurus ke mata keemasan suaminya.
Pagi yang cerah menaungi kawasan pelataran rumput di tepi Danau Lembah Asri. Embusan angin pegunungan bertiup sejuk, menggoyangkan dedaunan pohon purba dan menciptakan riak-riak kecil di atas permukaan air danau yang jernih. Hari ini, Rian dan Lina kembali bersiap menjalankan sesi latihan beladiri harian mereka. Rian tampak sigap menggenggam Belati Naga Perak Yin di tangan kanannya, sementara Lina kecil dengan anggun memegang Tongkat Sihir Kecil Bintang Murni. Di udara, Duo Naga Lele Purba Yin-Yang melayang-layang penuh semangat. Ikan Lele Hitam mengibaskan kumis naga kegelapannya seraya mengamati gerakan Rian, sedangkan Ikan Lele Putih mengepakkan sirip peraknya di dekat Lina. Martis dan Mia duduk santai di bangku kayu tepi lapangan, menemani Rafaela yang sedang menyesap teh herbal. Namun, kedamaian pagi itu mendadak terganggu oleh suara langkah kaki yang teramat berat hingga membuat tanah pelataran bergetar hebat. BAM! BAM! BAM! Dua raksasa Dominion setinggi tiga setengah
Sinar mentari pagi membiaskan cahaya keemasan yang hangat di atas pelataran rumput Desa Lembah Asri. Embusan angin pegunungan bertiup lembut, menggoyangkan dedaunan hijau dan membawa aroma wangi bunga teratai purba dari tepi danau. Suasana desa telah kembali damai, namun kewaspadaan di dalam dada Martis sama sekali tidak meredup pasca insiden penyergapan Torgar. Di teras rumah kayu, Rian dan Lina sedang duduk berdampingan menikmati teh hangat buatan Mia. Meskipun trauma mereka telah memudar, Martis tahu bahwa di dunia cultivation yang keras ini, kekuatan diri adalah perisai paling sejati. Martis melangkah ke sudut pelataran yang sepi, melipat kedua tangannya di dada seraya memejamkan mata. [Aktivasi Antarmuka Sistem Pahlawan Api] [Akses: Modul Rekomendasi Pertumbuhan & Ekosistem Senjata] Tring! Layar transparan bergelombang emas muncul di balik benak Martis, menampilkan data analisis menyeluruh mengenai raga dan jiwa kedua anak angkatnya. [Analisis Subjek 1: Rian] [Tipe
Di atas bukit batu gersang di luar goa, angin sore berembus sangat kencang dan liar, menyapu debu-debu hitam serta membawa aroma belerang yang menyengat. Uap panas yang keluar dari tubuh Martis membakar udara di sekitarnya, membuat pandangan di sekeliling tebing tampak membias bergelombang. Martis melayang tenang di angkasa, dipeluk oleh pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang berpendar kian pekat dan pekat. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai megah ditiup angin, memancarkan aura penumpasan mutlak yang tak terbatasi oleh hukum bumi. Di bawah kakinya, Torgar sang Penghisap Jiwa terbaring mengerang di atas tanah hitam gersang. Seluruh raga Torgar telah hancur total. Tulang dadanya remuk miring, wajah parutnya bersimbah darah hitam kental yang berbau busuk, dan urat-urat jiwanya bergetar hebat akibat pendaran api suci Martis yang merusak sistem sihir hitamnya. Pria yang tadinya begitu sombong, kejam, dan meremehkan nyawa anak-anak kecil kini hanya bisa merayap bagaika
Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od
Jeritan minta tolong itu menggema di tengah derasnya hujan dan gemuruh petir. Martis berlari sekencang mungkin ke arah sumber suara dengan jantungnya yang berdebar-debar. Saat Martis tiba, ia melihat tenda Aidit sudah porak-poranda, kainnya terkoyak dan tercabik-cabik oleh tubuh raksasa anaconda it
Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk
Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada







