หน้าหลัก / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 956. Aidit yang gemar membuat sesuatu

แชร์

956. Aidit yang gemar membuat sesuatu

ผู้เขียน: Rendi OP
last update วันที่เผยแพร่: 2025-07-21 11:18:43

Aidit meminta izin Martis untuk menyentuh baju tempur itu. Dan saat ia memperhatikannya dengan detail, Aidit kepikiran sesuatu. "Guru, bahan karbon pada baju tempur ini apakah bisa dibuat?" tanya Aidit.

"Kalau untuk membuatnya, jujur saja aku juga tidak tahu bagaimana caranya. Tapi setahuku, untuk membuat bahan karbon ini butuh proses yang cukup rumit."

"Guru, sebenarnya aku memiliki beberapa bongkahan bahan karbon di rumahku. Hanya saja, aku tidak tahu kalau ternyata bahan karbon bisa digu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengendali Sistem Terkuat   1075. PENYESALAN DENGAN RASA DUKA

    Di atas bukit batu gersang di luar goa, angin sore berembus sangat kencang dan liar, menyapu debu-debu hitam serta membawa aroma belerang yang menyengat. Uap panas yang keluar dari tubuh Martis membakar udara di sekitarnya, membuat pandangan di sekeliling tebing tampak membias bergelombang. Martis melayang tenang di angkasa, dipeluk oleh pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang berpendar kian pekat dan pekat. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai megah ditiup angin, memancarkan aura penumpasan mutlak yang tak terbatasi oleh hukum bumi. Di bawah kakinya, Torgar sang Penghisap Jiwa terbaring mengerang di atas tanah hitam gersang. Seluruh raga Torgar telah hancur total. Tulang dadanya remuk miring, wajah parutnya bersimbah darah hitam kental yang berbau busuk, dan urat-urat jiwanya bergetar hebat akibat pendaran api suci Martis yang merusak sistem sihir hitamnya. Pria yang tadinya begitu sombong, kejam, dan meremehkan nyawa anak-anak kecil kini hanya bisa merayap bagaika

  • Pengendali Sistem Terkuat   1074. MURKA

    Ujung pisau ritual berukir tengkorak itu tinggal berjarak seujung kuku dari dada Lina kecil. Torgar sang Penghisap Jiwa tertawa melengking keji, matanya yang merah menyala memancarkan kegilaan mutlak saat membayangkan esensi Yin-Yang murni meletup keluar untuk diserapnya. "Mati kau, Bocah!" jerit Torgar penuh nafsu membunuh! "JANGAAAANN! JANGAN SENTUH ADIKKU!" teriak Rian histeris seraya memaksakan raga kecilnya bergerak, namun rantai hitam menahannya tanpa ampun. "Hahaha! Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian!" gelak Torgar kian menjadi-jadi. Namun, tepat pada detik terakhir yang teramat kritis itu— BOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMM!!! Dinding batu goa bagian depan mendadak hancur berkeping-keping dalam satu ledakan dahsyat yang teramat mengerikan. Serpihan batu raksasa beterbangan bagaikan peluru, memotong arus mantra empat kultivator sesat secara mendadak. Kepulan debu batu dan uap panas membumbung tinggi, menyelimuti seisi ruangan goa. Sebelum Torgar sempat mereaksikan matan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1073. RITUAL KELAM DI LEMBAH BAYANGAN

    Jaringan benang hitam dari Jala Penghisap Jiwa mengerat semakin kuat, meremas raga kecil Rian dan Lina tanpa ampun. Setiap kali benang-benang sihir itu bergetar, hawa dingin yang amat beracun merayap menembus pori-pori kulit, menusuk meridian, dan membakar saluran daya batin mereka dari dalam. Rian berusaha memaksakan matanya tetap terbuka. Jemari tangannya yang gemetar dan bersimbah darah dingin mencengkeram erat benang jala yang mengiris kulitnya, mencoba sekuat tenaga menahan beban sihir agar tidak mengenai Lina yang mendekap erat di dadanya. "L-Lina... Bertahanlah, Adikku... Kakak... Kakak ada di sini..." bisik Rian dengan suara parau yang amat tipis. Napasnya tersengal-sengal, dadanya naik turun menahan rasa sakit luar biasa. "Kak Rian... Sakit sekali..." tangis Lina kecil sesenggukan. Suaranya kian melemah, bibir kecilnya membiru hebat akibat terpaan racun jiwa. "Hahaha! Jangan membuang-buang tenagamu, Bocah!" gelak salah seorang anak buah Torgar seraya menarik tali jala

  • Pengendali Sistem Terkuat   1072. PERANGKAP HITAM

    Dua komet cahaya Hitam Onyx dan Putih Mutiara membelah angkasa Desa Lembah Asri dengan kecepatan yang teramat dahsyat. Di atas punggung raksasa Duo Naga Lele Purba, Rian dan Lina menggenggam erat sisik-sisik naga guru mereka, mata mereka yang tajam menatap lurus ke arah gerbang kayu utama desa. Namun, saat kedua naga lele mendarat melayang di udara tepat di atas gerbang, pemandangan mengerikan di bawah sana seketika membuat Rian dan Lina terperanjat horor! Brakas terbaring kaku di atas tanah berdebu. Kulit perunggu merahnya kini hampir seluruhnya berubah menjadi hitam pekat akibat racun mematikan yang merayap cepat menyiksa meridiannya. Napas raksasa itu bertiup sangat tipis dan parau. Di dekatnya, burung Phoenix ajaib milik Martis, Ignis yang terkulai bersimbah darah. Bulu-bulu emasnya yang biasa berpendar megah kini redup dan dipenuhi jarum-jarum racun hitam. Ignis tidak dapat bergerak bebas saat bertarung karena dipaksa harus berdiri pasang badan dan membentengi raga Brakas

  • Pengendali Sistem Terkuat   1071. PERTEMPURAN DI GERBANG

    Estias berlari kencang membelah jalanan Desa Lembah Asri. Langkah kakinya yang berat memicu guncangan gempa kecil di sepanjang rumah-rumah warga. Air mata amarah bercampur cemas mengucur deras melintasi wajah batunya yang retak-retak. Bayangan tubuh Brakas yang terkulai bersimbah racun hitam serta Ignis yang terhempas demi membentengi adiknya terus membayangi benak raksasa Dominion tersebut. "MARTIS! MARTIS, TOLONG!" jerit Estias histeris saat mendarat keras di halaman depan rumah kayu. Namun, suasana halaman rumah terasa lengang. Pintu depan terbuka pelan, tetapi sosok Martis dan Mia sama sekali tidak terlihat di sana. Rupanya, pagi itu Martis dan Mia sedang pergi ke wilayah bukit utara untuk mengambil pasokan kayu purba dan herbal langka. Pintu rumah mendadak terbuka lebar. Rafaela melangkah keluar bersama Rian dan Lina. Melihat kondisi Estias yang bersimbah peluh, dengan zirah batu emas retak-retak dan bercak darah di tangannya, raut wajah anggun Rafaela seketika berubah ce

  • Pengendali Sistem Terkuat   1070. SERANGAN

    Keesokan harinya, sinar mentari pagi membias hangat di sekeliling kawasan hutan rimba yang tak jauh dari Desa Lembah Asri. Suasana hutan terasa sejuk oleh embusan angin segar dan gemericik air sungai. Estias dan Brakas melangkah santai menyusuri rimbunnya pepohonan purba seraya membawa kapak pemburu dan tali tambang. Dua raksasa Dominion itu sedang berburu hewan buruan untuk menambah pasokan bahan makanan pesta desa. Di pinggang mereka, dua kendi giok yang kini telah menjadi milik Rian dan Lina tak lagi tergantung, membuat Estias dan Brakas berjalan lebih bebas. Namun, di tengah perjalanan mereka, lima sosok berjubahkan kain abu-abu seperti bayangan busuk mendadak muncul dari balik semak-semak lebat, itu adalah Torgar sang Penghisap Jiwa beserta empat pengembara sesatnya. Awalnya, Estias dan Brakas sama sekali tidak menghiraukan kehadiran kelima pengembara asing tersebut. Dua raksasa setinggi tiga setengah meter itu hanya menganggap mereka sebagai pengelana biasa yang tersesat

  • Pengendali Sistem Terkuat   849. Huruf D

    Pertemuan Martis dengan Raja Garza sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dari Martis, ia merasa untung karena akhirnya mendapatkan tempat yang sangat cocok untuknya betlatih meningkatkan kekuatannya. Sedangkan dari Kerajaan Garza, mereka merasa untung karena sejak kabar berita tentang Marti

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   808. Kutukan

    Hari ini adalah hari di mana hati dan pikiran Martis dipenuhi tanda tanya. Namun, untuk saat ini Martis tidak mau terlalu pusing dengan keadaan dan situasi saat ini. Pikirnya, yang terpenting setidaknya ia dapat menghilangkan rasa rindunya pada keluarga kecil yang amat dicintainya. Setelah mereka s

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   827. Makhluk aneh

    Si Topi Merah sangat yakin bahwa kali ini ia berhasil menghabisi Martis. Namun keyakinannya itu runtuh setelah ia melihat bahwa yang ia hantam hanyalah lantai, tanpa ada tubuh Martis di sana. "Ke mana dia...?" Si Topeng Merah melihat ke sekelilingnya guna menemukan keberadaan Martis. Akan tetapi s

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   783. Suku Senyap

    Martis yang terus ditatap oleh Mona dengan cara tidak biasa akhirnya merasakan tatapan itu. "Ada apa, Mona? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Martis secara langsung, ia justru mendekatkan wajahnya pada Mona. Mona yang tersadar langsung terkejut. "Eh, anu, itu, aku..., tidak, tidak! Tidak ad

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status