Share

Pengganti untuk Mafia yang telah Mati
Pengganti untuk Mafia yang telah Mati
Author: Almannie

Prologue

Author: Almannie
last update publish date: 2026-07-17 14:28:44

Berdiri di tanah seluas 8000 meter, sebuah rumah mewah bergaya minimalist modern. Rumah ini berwarna putih, hampir keseluruhannya dipenuhi dengan kaca, kolam renang pada bagian belakang rumah, dan garasi mobil bawah tanah yang memungkinkan bagi sang pemilik rumah untuk memiliki beberapa koleksi mobil.

Apakah ini mansion? Bukan, rumah ini hanyalah rumah mewah kelas atas biasa, mansion kecil yang tidak ada apa-apanya dengan mansion dari keluarga konglomerat lainnya.

Suasana tenang nan sunyi di malam hari, lampu-lampu sudah dimatikan. Namun, terdapat sebuah pergerakan dari salah satu kamar. Dia adalah seorang perempuan, berambut sebahu, mengenakan tanktop dan hotpans, menengok kanan dan kiri, sebelum kemudian berjinjitㅡmengendap-endap. Setelahnya ia menutup pintu, dan menggeret koper.

Dari lantai dua, seorang perempuan berambut hitam panjang, bersandar pada balkon. Mata hazelnya tidak pernah meninggalkan setiap pergerakan yang dilakukan oleh perempuan yang baru saja meninggalkan pekarangan rumah, hingga menghilang dibalik pagar putih yang menjuntai tinggi.

"...."

Dia adalah Leiara Easterwood. Perempuan bermata hazel ini hanya memberikan tatapan datar, sebelum mengela napas.

Entah mengapa, perginya perempuan itu dari rumah ini sungguh tidak sedikitpun membuat hatinya lega. Justru sebaliknya, dia merasa akan ada badai yang datang menerjang.

"Clara," bisiknya pada angin, "apa yang kau rencanakan?"

▪︎▪︎▪︎

Pagi hari adalah tanda dari semua makhluk hidup untuk melakukan aktivitas. Mereka yang terlelap, mau tidak mau harus memaksakan tubuh demi mencari pundi-pundi uang agar bisa melanjutkan kehidupan. Sebagian lainnya lebih memilih bersantai sejenak, menikmati pagi dengan sarapan dan berolahraga, baru kemudian berangkat ke kantor.

Rumah ini di dominansi oleh warna putih gading. Interior di dalamnya terdapat warna gold yang memberikan tempramen elegan. Namun, dari itu semua, di meja makan, suasana agak tidak terlalu menyenangkan.

Kepala keluarga Easterwood menatap satu persatu orang yang ada di meja makan. "Di mana Clara?"

Bungkam.

Tidak ada satupun dari mereka yang mau membuka suara.

Pada ujung meja makan, seorang gadis tetap menyantap sarapannya tanpa perlu repot untuk menggubris. Namun lainnya, berusaha keras untuk membuat pria yang berstatus sebagai kepala keluarga untuk tenang.

"Kakek, jangan cemaskan Clara." Adalah Louis Easterwood, saudara bungsu. Usianya sekitar 20 tahun, baru akan memasuki masa skripsiㅡusia yang tidak begitu jauh dari perempuan yang masih menyantap makananya di ujung sana.

Nyonya Easterwood mengangguk. "Mertua, jangan cemas, saya yakin Clara pergi bersama temannya." Wanita itu menginjak kaki sang suami yang sejak awal terdiam. Matanya melotot, memberikan isyarat agar suamianya membantu.

Tuan Easterwood mengelap sisa-sisa minyak yang ada dimulut dengan menggunakan tisu. "Dia tidak akan lari dari tanggung jawab. Bagaimanapun juga tanggal pernikahan sudah ditentukanㅡkeluarga Lantsov akan datang menjemput dua minggu lagi."

Kakek tampak tidak senang dengan pengaturan keluarga yang terlihat protektif, tapi tidak pada tempatnya. Sejak muda, kakek di kenal sebagai seorang diktator perusahaan yang mendiri dan tegas. Sehingga kesalahan sedikit saja akan berakibat sangat fatal dalam pandangannya.

"Kalau begitu, buka cctv. Mari kita lihat ke mana Clara pergi." Matanya menangkap seorang perempuan yang baru saja mengambil minumnya, sarapan yang disantap, sudah hilang masuk ke dalam perutnya.

Kakek Easterwood berdecak. "Kau," tegurnya, "Tidak bisakah kau melihat keadaan?" Matanya memancarkan sinar kebencian yang jelas.

Dia adalah cucunya yang lain, cucu haram yang dibawa pulang oleh putranya yang tidak berguna. Kakek tidak suka dengan keberadaan anggota keluarga tidak resmi. Baginya, itu adalah aib keluarga yang semua orang tidak boleh tahuㅡapalagi orang luar. Mau taro di mana wajahnya nanti?

"Kakek, mau akuㅡ"

"Jangan panggil aku kakek dengan mulut kotor mu!"

Perempuam itu terdiam sejenak. Kalimat ini, sejak ia kecil sering sekali mendengarnya, bahkan mungkin kalimat ini sama sekali tidak sedalam dan semenusuk yang lainnya. Akan tetapi, entah mengapa, dia selalu merasa sakit.

Ikatan keluarga itu ... sebenarnya seperti apa?

Sejak kecil, ia tidak pernah mendapatkan hal tersebut.

Jangan salahkan dirinya apabila ia terkadang iri dengan yang lain.

Atau apakah semua keluarga kaya raya seperti ini?

Entahlah, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Perempuan itu menelan ludah, "Tuan Xenof, menurut anda, saya harus bagaimana menanggapinya?"

Bukankah kau belum tidur pada malam hari?"

Kalimat ini jelas mengejutkan perempuan berambut hitam. "Oh, apakah kau memperhatikan ku, tuan Xenof?"

Kakek, "...."

Louis menberikan tatapan dinginnya. "Leiara, jaga ucapan mu."

Perempuan itu mengangkat bahu, "Aku tidak bisa menjaga ucapan ku, Louis, jangan bercanda."

"Apa orang tua mu tidak mengajari mu sama sekali, hah?!" Louis menggertakkan gigi. Pemuda itu memandang perempuan yang lebih muda darinya dengan tatapan jijik. "Sungguh anak buangan!"

Leiara menatap lekat sosok pria di sana. Tatapan ini membuat Louis tidak nyaman. Pria itu melotot, "Apa?" Nadanya sinis.

"Tidak," jawab Leaiara tenang, "Aku memang tidak diajarkan oleh ayah ku sopan santun, jika kau lupa, Louis." Pernyataan ini sangatlah sarkastik. Melempar rasa bersalah pada sisi Louis alih-alih tenggelam dalam perasaan sedih yang tak kunjung habis.

Louis tercekat, "Kauㅡ" Secara tidak langsung, Leiara mengatakan bahwa dia sedang mengkritisi sang ayah. Pria itu menatap pada ayahnya dengan takut-takut, "Ayah, aku ... bukan maksud ku begitu."

Nyonya Easterwood menggebrak meja makan, membuat suara kelontang antar sendok garpu yang beradu dengan piring. "Jaga mulut mu, Leiara. Kau menghina suami ku."

Leiara menggelengkan kepala. Perempuan itu tanpa sadar memilili kebiasaan yang sama dengan tuan Easterwood; mengelap sisa minyak yang ada di mulut dengan tisu, lalu beranjak dari meja makan. "Lakukan sesuka mu."

"Leiara!" panggil nyonya Easterwood dengan emosi, "Leiara, berhenti di sana!"

Tuan Easterwood melirik melalui ujung mata, "Sudahlah, biarkan saja anak itu."

Nyonya Easterwood mendengus. Dia merasa sarapan pagi ini sungguh tidak nikmat. Putri sulungnya, Clara, pergi entah kemana, sementara anak haram di rumah ini berkeliaran bebas yang membuatnya muak.

Kakek yang menyaksikan kejadian ini hanya bisa menenangkan dirinya sendiri. "Lihat anak haram yang kau bawa," ucapnya disertai dengan dengusan penuh amarah, "Jika dia tidak ada, mungkin Clara tidak akan pergi dan menghindar dari perjodohan ini."

Tuan Easterwood tidak lagi banyak bicara. Pria itu menyelesaikan minumannya, sebelum pergi menuju kantor. Dia menatap sang putra, "Kuliah dengan benar. Beberapa terakhir ini, papa dengar dari sekretaris bahwa dosen berusaha menghubungi mu terkait nilai."

"...." Louis rasanya ingin menggali kubur. "Maafkan aku pa, dosen satu ini sulit sekali dihubungi, sehingga akuㅡ"

"Sulit sekali dihubungi, atau kau yang sama sekali tidak bisa dihubungi?" Pertanyaan ini membuat Louis terdiam. Ia kembali mendengar ayahnya mengatakan, "Semua itu hanya kau sendiri yang mengetahuinya." Setelah itu, barulah tuan Easterwood pergi dari rumah menuju kantor.

Kantor yang ia kelola ini belum lama berdiri, dia adalah generasi kedua yang mewarisi perusahaan. Tidak heran sebenarnya mengapa keluarga Easterwood, walau terlihat memiliki banyak uang, masih belum bisa membangun mansion mewah di Beverly Hiils, salah satu hunian mewah di Loss Angeles, Amerika Serikat.

Kakek menatap menantunya, dia masih dipenuhi amarah. "Urusi anak perempuan mu dengan baik, Amanda. Aku tidak peduli dia pergi ke mana, sebelum dua minggu, dia harus sudah ada di rumah. Jika tidak, tidak hanya Clara, tapi perusahaan bisa terancam."

Nyonya Easterwood menggertakkan giginya. Dia tidak menyangka aksi kecilnya dan sang putri akan menjadi boomerang bagi keluarga. "Baik, ayah mertua."

Sial, ke mana dia harus mencari putrinya?

Nyonya Easterwood memandang putranya, "Louis, apa kau ada ide ke mana kakak mu pergi?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pengganti untuk Mafia yang telah Mati   Siapa kau?

    Cahaya lampu samar di malam hari akibat pergerakan mobil yang konstan, menjadikan sebuah pemandangan tersendiri. Gemelut dalam pikiran, rasanya tidak lagi terasakan ketika melihatnya. Di depan, sosok Sergev menyetir. Dia melirik melalui spion di dalam, "Apakah anda tidak ingin mengungkapkan diri di depan madam dan nyonya, tuan muda kedua?""Nah," jawab Theodore. "The situation right now is queit dengerous, don't you think so?""I think it's depend on the person." Theodore tidak lagi menjawab. Beberapa hari terakhir ini, Leiara tidak pernah ke Apartemen. Sepertinya perempuan itu terlalu takut dengan beberapa 'kejutan' yang ia berikan. Membuatnya mau tidak mau harus pulang ke mansion. "Kita pergi dulu ke toko kue."Sergev menatap melalui kaca dengan pandangan bingung, "Maaf?" "Madam mu sepertinya belakangan ini mulai jarang merasakan craving." Sergev tidak tahu harus menjawab apa. Pria itu belum menikah, dan

  • Pengganti untuk Mafia yang telah Mati   Bagaimana dengan mu?

    Sudah hampir seminggu Clara berlalu lalang di daerah Connecticut dan Yale University. Kedatangannya kali ini adalah atas paksaan kakek Easterwood yang meminta nya untuk menghubungi Leiara dan meminta maaf. Bonusnya, dia bisa berbicara soal keuangan $5 juta yang sepat disinggung. Akan tetapi, dia sama sekali tidak menemukan. Masalahnya terletak pada dia sendiri tidak tahu di mana Leiara tinggal, dan jam berapa biasanya perempuan itu ke kampus. Sehingga, tidak mengherankan apabila dia seperti orang kebingungan di daerah ini. Darren Smith sesekali menemani. Sejak kejadian kebocoran produk, Clara tidak memiliki banyak waktu bersama sang kekasih. Pria itu sibuk ikut membantu perusahaan. "Bagaimana, apakah sudah bertemu dengan saudara tiri mu?" Clara menggelengkan kepala, "Tidak." Mengembuskan napas, "Aku lupa untuk menanyakan alamat dan jadwal kelas dia ke kakek." Darren tidak mengatakan apapun. Pria itu memiliki gerak gerik yang s

  • Pengganti untuk Mafia yang telah Mati   Hickney

    Ketika cahaya mentari memasuki celah-celah tirai, Leiara yang tertidur larut di malam hari, mulai terganggu. Perempuan itu menggeliatkan badan, melakukan pereganggan sejenak, sebelum kemudian duduk di atas ranjang. Dia menunduk, menatap perutnya, lalu menyentuh. “Good morning, babies. Apakah tadi malam kalian tidur dengan nyenyak.” Seolah teringat dengan sesuatu, dia mengeluas perlahan. “Oh, tadi malam … apakah kalian menendang?” Leiara tertawa kecil ketika tangannya merasakan satu pergerakan di dalam perutnya. Sepertinya tadi malam ia tidak mimpi. Merasakan tendangan aktif dari kedua anaknya, samar-samar dia bisa merasakan. Tetapi sepertinya, Leiara tidak tahu bahwa di sisi ranjang lainnya, pemilik kamar telah kembali. Hari ini dia ada deadline untuk mengumpukan tugas kuliah. Sehingga, ia akan pergi ke café untuk mengerjakan semua tugasnya. Berjalan ke kamar mandi, Leiara dengan kondisi masih setengah terpejam, menggoso

  • Pengganti untuk Mafia yang telah Mati   You Cannot Run

    Malam semakin larut, tetapi deburan ombak menjadi iringan nada ditengah keseunyian. Lee membawa Leiara menuju sebuah batu besar yang letaknya skeitar 100-meter dari tempat pavilion di mana Nyonya Lantsov biasa minum the. Pria itu menekan sesuatu yang tidak terlihat oleh Leiara. Lalu, bebatuan di depan mereka terbuka perlahan. Leiara merasa takjub melihat kejadian di depannya. “Maafkan atas ketidaknyamanan anda, pintu ini dibuat untuk keamanan Nyonya.” “Tidak masalah,” ucapn Leiara, “Kau tidak perlu meminta maaf pada siapapun, Lee.” Lee tidak membalas, pria itu hanya tersenyum kecil. Lalu, mereka menuruni anak tangga yang tidak ada habisnya, sementara pada sisi tembok, terdapat penerangan cahaya dari lampu kuning. Sekitar 10 menit kemudian, barulah mereka sampai di ruang bawah tanah. “Kau sudah datang, Lee.” Suara yang Leiara dengar memang benar adalah suara Nyonya Lantsov. Akan tetapi, pembawaann

  • Pengganti untuk Mafia yang telah Mati   Perkenalan Madam

    Suara dock di bagian belakang mansion terdengar hingga ke dalam. Leiara yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang mengusak rambut panjangnya, berjalan mendekat ke arah balkon. Dia membuka sedikit tirai kamar, lalu mengamati banyaknya orang yang berlalu lalang dilengkapi dengan persenjataan lengkap. Kening perempuan itu mengerenyit, ada apa ini? Sejak kapan bodyguard keluarga Lantsov memiliki persenjataan lengkap, oh, tidak—apakah mereka adalah para mafia yang sering disebut oleh kebanyakan orang?Jika iya, maka jujur saja, ini pertama kalinya Leiara melihat para mafia ini secara langsung. Alih-alih diisi oleh preman berwajah seram, kebanyakan dari anggota mafia di sini cukup tampan, beberapa di antara mereka memang terlihat seperti preman di luar sana, tetapi dalam jumlah yang bisa dihitung jari. Perempuan itu segera menutup tirai. Mencoba mengingat apa yang belakangan ini sedang terjadi. Namun sayang, tidak ada dari ingatan percakapannya perihal sesuatu terjadi di

  • Pengganti untuk Mafia yang telah Mati   Alert!

    "Bagaimana kuliah mu?""I think I'm doing good," jawab perempuan berambut hitam. Keduanya saat ini sedang berada di ruang keluar menikmati tayangan drama di televisi. "But recently I tend to be forgetful." Nyonya Lantsov membalas dengan tawa ringan. Wanita itu memberikan potongan buah apel yang biji bagian dalamnya sudah dibersihkan pada sosok perempuan keturunan Asia - Amerika disampingnya. "Hahaha, pregnancy brain memang seperti itu." Menyantuh perut Leiara, "Artinya anak-anak mu secara maksimal mengumpulkan nutrisi mereka. Remember, kecerdasan otak anak-anak kita menurun dari seorang Ibuㅡtidak memungkinkan juga faktor ekstenal seperti ayah, menjadi salah satu diantaranya. You don't have to be worried."Leiara bergumam mengiayakan. Dia terus mengambil buah-buahan yang dikupas oleh mertuanya. Kepalanya mendongak kala sesuatu yang ada ditangan, direnggut begitu saja oleh seseorang. "Sebastian!""What?" jawab pria yang tiba-tiba datang mengambil buah apel di tangan Leiara. "Can't I

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status