بيت / Rumah Tangga / Penjara Cinta Tuan Melvin / Bab. 1 Menolak Perjodohan

مشاركة

Penjara Cinta Tuan Melvin
Penjara Cinta Tuan Melvin
مؤلف: Luna Panumbra

Bab. 1 Menolak Perjodohan

مؤلف: Luna Panumbra
last update تاريخ النشر: 2026-07-29 21:34:22

“Erin, ada yang ingin Dad sampaikan,” ujar Rio memulai.

Rio memulai pembicaraanya setelah melirik ke arah istrinya untuk meminta persetujuan. Erin yang mendengar ucapan sang Dad langsung meletakkan sendoknya. Dia paham jika sesuatu yang penting akan disampaikan kepadannya.

“Dad ingin mengatakan apa?” tanyanya dengan raut wajah penasaran.

“Kamu ingat dengan Melvin? Anak Uncle Bima?” lanjut Rio.

Erin mengangguk pelan. Tentu saja dia ingat, dia tidak mungkin lupa dengan orang yang bernama Melvin. Kenang buruk yang diberikan anak sahabat kedua orang tuannya.

“Dia akan segerah menikah,” lanjut Rio lagi.

“Oh.” Erin tersenyum tipis. “Kasihan sekali yang akan menjadi istrinya, dia kan orangnya menyebalkan,” batinya mengumpati.“Selamat untuk mereka,” ujar Erin. “Haa aku pikir Dad akan mengatakan apa,” bantinya lagi.

Wajahnya sudah serius. Ternyata hanya sebuah informasi yang tidak ada manfaatnya dan juga tidak penting untuk dia ketahui. Erin kembali meraih sendok yang tadi ia letakkan untuk melanjtkan makan malamnya.

“Bukan mereka Erin, tapi kamu.”

“Dag!”

“Apa!” sendok yang tadi Erin ambil kembali ketempatnya semula. Jatuh dengan dentingan piring bersamaan dengan suara teriaknnya.

Erin tidak sadar beteriak. Dia kaget dengan apa yang baru dia dengar. Bahkan secara spontan Erin berdiri saking kagetnya dengan ucapan yang baru saja disampaikan oleh Daddynya.

“Tidak mungkin! Dad pasti bercanda, kan?” Setelah mengucapkannya, Erin mengalihkan tatapannya menuju sang Mommy Bianca, meminta persetujuan jika apa yang baru dikatakan oleh Dadnya hanya sebuah candaan.

“Dad mu benar sayang. Kami akan menjodohkanmu dengan Melvin.”

Mendengar jawaban sang Mommy, membuat kedua netra Erin seketika memanas dan tidak menunggu waktu lama, cairan bening sudah jatuh dari kedua netranya membasahi pipinya. Antara marah dan bingung, itu yang dirasakana oleh Erin saat ini, kenapa tiba-tiba kedua orang tuannya mengingkan dia menikah dengan Melvin, laki-laki yang paling tidak dia sukai.

“Dad, Erin tidak mau,” tolak Erin dengan suara bergetar.

Rio tidak tega, melihat apa yang terjadi dengan putrinya, tapi dia harus melakukan ini, demi kebaikan putrinya sendiri. Laki-laki itu beranjak dari tempatnya, lalu mendekat ke arah putrinya. Rio meraih tangan Erin dan mengajaknya duduk kembali.

"Erin." Suara itu keluar dari mulut Rio sambil membelai rambut panjang putrinya.

Erin seketika menatap laki-laki yang begitu ia sayangi di dunia ini. Lelehen air matanya membasahi kedua pipi putinya yang sudah memarah, dia ingin mengusap, tapi Dadnya lebih dulu melakukannya. Bukannya berhenti, tapi justru cairan bening itu soal berlomba keluar dari netranya.

"Maafkan Dad," ucap Rio dengan nada rasa bersalah, "Dad terpaksa melakukan ini," lanjutnya lagi.

Erin, gadis itu menampilkan raut wajah bingung. Tentu saja dia begitu, pasalnya kalimat terakhir Dadnya adalah terpaksa. Kenapa? Ia penasaran dengan alasa kata terpaksa dari lak-laki di depannya ini.

"Moonlight Hotel..." Rio menahan kalimat yang ingin keluar dari mulutnya.

Dia menatap dalam wajah sedih putrinya. Berusaha memilih kalimat tepat yang bisa dipahami oleh Erin dan menerima keputusannya nanti, tapi sebelum Rio kembali bicara Erin memilih bertanya. Erin penasaran sebenarnya ada apa, kenapa Dadnya tiba-tiba membicarakan tentang Moonlight Hotel, apa terjadi sesuatu.

"Ada apa Dad? Kenapa dengan Moonlight Hotel?" tanya Erin penasaran bercampur cemas. Apalagi raut wajah Dadnya semakin menambah kecemasannya.

"Sebelum kita ke sini, para pemegang saham mengadakan pertemuan," Rio memulai, Erin menyimak setiap kata yang diucapkan oleh Rio.

Erin meremas gaun yang ada di pahannya mendengar setiap kata yang diucap Daddnya. Ia tertunduk dalam, indra pendengaranya berusaha memahami dan berfikir. Benar, dia memang harus melakukannya dan tidak ada pilihan untuk menolak. Dia tidak menyangka malam ulang tahunnya dia harus memutuskan untuk menikah dengan Melvin Nathaniel.

“Baik Dad, aku bersediah menikah dengan Melvin.”

“Tapi Dad, apa Erin bisa meminta syarat dalam pernikahan ini? tanya Erin dengan nada ragu, tapi meskipun begitu dia memang harus mengajukan syarat ini agar kedepannya dia bisa mengambil langkah yang bisa menyelamatkannya. Entah apa, tapi yang jelas hanya dia yang tau.

“Apa? Rio balik bertanya dengan kening mengerut.

***

“Erin!” suara itu membuat Erin tersentak dan membuatnya kembali tersadar setelah melamun beberapa saat, dan lebih kaget lagi saat dia menyadari jika di depannya sudah ada Melvin yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Laki-laki itu menatapnya dalam, entah apa yang dia pikirkan Erin tidak tahu.

“Saya ulangi lagi, Erin apa kamu sudah siap mengucapkan janji pernikahanmu?”

“Janji pernikahan? Apa benar aku harus menikah dengan laki-laki ini?” batin Erin seolah masih tidak terima. Erin masih berusaha mencerna situasi yang dia alami saat ini. Menerima fakta jika dia akan menjadi istri dari Melvin.

Melvin yang juga dari tadi menunggu apa yang diperintahkan untuk Erin telihat mulai jengah, karena mulai kesal karena Erin tak kunjung mengucapkan jani pernikahan, Melvin mendekat dengan pelan lalu menunduk mendekati indra pendegaran Erin, lalu berbisik.

“Apa kamu bisu!”

Mata Erin seketika membelalak dengan penampilkan raut wajah kesal dengan satu kalimat dari Melvin, dia sudah merabah akan bagaimana rumah tangganya nanti. Dia menikah dengan laki-laki yang dari dulu sampai sekarang menyebalkan di hidupnya.

“Aku ingin mencakar wajahnya,” batin Erin kesal.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Penjara Cinta Tuan Melvin    Bab 7. Adu Mulut

    "Erin Ferdinand, menendang wajah suaminya... Kira-kira apa yang akan dikatakan oleh Daddy mu jika aku mengatakannya em? " Erin tidak menjawab, dia hanya duduk diam mendengarkan Melvin menyampaikan kejahatan yang baru beberapa saat dia lakukan. "Tidak menjawab? " Sepertinya Melvin menunggu Erin memberikan tanggapan atas apa yang baru dia katakan. Duduk saling berhadapan di meja makan dan hanya di batasi oleh meja makan. Melvin seolah sedang melakukan persidangan dan Erin adalah terdakwa. Entah hukuman jenis apa yang akan dia dapatkan di malam selarut ini. "Kenapa juga kamu tiba-tiba tidur di sampingku, itu kan membuat orang kaget, " Ujar Erin dengan suara pelan mungkin hanya dia yang bisa mendengar ucapanya sendiri. Itu harapannya. "Kamu mengatakan sesuatu?" tanya Melvin menatap dengan picingan mata. "Tidak!" Sangkal Erin cepat. Secepat dia menarik nafas. "Ahhh dia dengar, padahal suaraku pelan sekali. Dia tidak mungkin mengar apa yang aku ucapkan dalam hati kan? " bantin Erin m

  • Penjara Cinta Tuan Melvin    Bab. 6 Kekesalan Erin

    "Tapi kak aku... " kalimat Erin tertahan saat melihat Melvin dan sekertaris yang baru saja menyuruhnya datang secepat mungkin di sini lewat dan sepertinya mereka akan kaluar. "Rasanya aku ingin langsung menangkap kecoa itu dan langsung aku lempar ke wajahnya. Dua orang yang menyebalkan hari ini, " pekik Erin kesal dalam hati melihat dua orang sama mengesalkannya dalam hidupnya. "Hai kenapa berhenti ayo jalan!" Perintah penghuni kamar yang memilih masalah kecoa pada Erin dia sudah berjalan mendahului Erin yang terhenti tadi saat melihat Melvin dan Lev. Tiba di depan kamar, penghuni itu langsung membuka pintu kamarnaya dan memerintahkan Erin untuk mencari kecoa yang tadi mengangungnya. "Katanya hotel terbaik tapi kok ada serangga, " Gerututnya. "Benar aku juga ingin mengatakan itu, ini hotel apaan, Moonlight Hotel lebih baik dari ini ," ujar Erin membenarkan dalam hati. "Sekarang kamu masuk dan cari kecoa itu, aku tidak ingi

  • Penjara Cinta Tuan Melvin    Bab. 5 Hari Pertama Kuliah dan Bekerja

    “Maksud kamu, aku harus turun di sini?”ulang Erin tidak percaya dengan kata yang barusan dia dengar. “Apa dia bercanda, dia ingin meninggalkan kan aku di tengah jalan,” batinya, masih tidak percaya. “Jarak Faradise Hotel dari sini tidak lebih dari seratus meter dan tempat kamu kuliah tidak jauh dari gedung Paradise Hotel.” “Lalu? Apa hubungannya dengan kamu menyuruhku turun di sini?” tanya Erin kebingungan dengan nada sedikit kesal. Wajarkan dia bereaksi seperti itu. Dia diusir dari dalam mobil dengan alasan yang membuatnya bingung. Sebelum memberi jawaban pada Erin, pemilik Paradise Hotel itu terlihat menarik sudut bibirnya lalu menatap ke arah Erin. “Aku bersedia menikah dengan Melvin dengan syarat, aku tidak ingin siapapun tahu pernikahan ini … kamu ingat perminat itu, aku yakin kamu tidak melupakan permintaan itu Erin Aurora Caroline Ferdinad!” “Haaa,” Erin menghembuskan nafasnya jengah. Rasanya Melvin terlalu berbelit-belit memberinya penjelasan yang membuatnya tambah kesal

  • Penjara Cinta Tuan Melvin    Bab. 4 Kembali ke Rumah Mertua

    Erin terlihat ketakutan melihat orang asing yang tiba-tiba masuk ke dalam aparteman, kenapa bisa. Pertanyaan yang ada di benak Erin saat ini. “Saya Lev, sekertaris Tuan Melvin, Maaf sudah membuat anda kaget,” ucap Lev. Dia datang ke sini atas permintaan Melvin dan keberadaan Erin di aparteman ini tentu saja sudah diketahui oleh sekertaris tersebut. Raut wajah ketakutan Erin langsung menghilang di wajah cantiknya saat mendengar penjelasan Lev, berganti dengan tatapan mengamati. “Ah iya kenapa aku tidak sadar, dia kan juga ada di pernikahan aku dengan Melvin,”batin Erin menyadari jika laki-laki yang ada di hadapanya sudah pernah ia lihat saat di hotel. ‘Maaf Nona saya datang kesini ingin mengambil berkas di meja kerja Tuan Melvin dan juga menyampaikan jika Tuan Melvin akan berada di kantor untuk waktu yang lama, jadi saya akan mengantar anda ke rumah orang tua Tuan Melvin. Erin sedikit kaget mendengar informasi yang disampaikan oleh sekertaris suaminya ini, apa sesibuk itu suamin

  • Penjara Cinta Tuan Melvin    Bab. 3 Tinggal Bersama

    “Sakit!” keluh Erin sambil mengusap dahinya yang baru saja disentil oleh Melvin. “Iiihh kenapa kamu menyentil ku, sakit tahu!” pekiknya kesal dengan raut wajah merah padam. “Itu cara supaya isi kepalamu kembali normal,” Balas Melvin seolah bisa menebak apa yang sementara dipikirkan oleh Erin. “Memang apa isi kepalaku, memang kamu tahu?” tentang Erin, meminta Melvin mengatakan apa yang dia pikirkan sampai Melvin seenaknya mengatakan seperti itu padannya, tangannya masih terus mengusap dahinya untuk menghilangkan rasa sakit akibat ulah Melvin. Melvin tersenyum miring, lalu dengan pelan kembali mendekati Erin sambil menundukkan kepalanya menatap wajah kesal wanita yang sudah menjadi istrinya. “Ingin aku realisasikan saja apa yang tadi kamu pikirkan. em?”. Erin seketika panik dan menggeleng cepat, paham maksud dari ucapan Melvin “Tidak!”. “Kalau begitu cepat ganti bajumu dan tidur, besok pagi kita akan kembali ke partemanku”. “Apartemen? Maksudnya kita berdua. Eh tunggu, aku tidak

  • Penjara Cinta Tuan Melvin    Bab. 2 Malam Pertama

    Sesuai permintaannya pernikahannya dengan laki-laki yang saat ini berjalan di sampingnya, terlaksana dengan tertutup. Tak ada media dan tak ada rekan bisnis dari kedua yang hadir. Hanya keluarga inti, itu adalah syarat yang di inginkan Erin saat mengiyakan pernikahannya. "Ini serius aku sudah menjadi istri orang menyebalkan ini?" batin Erin sambil menatap punggung lebar di depannya. Ah dia tidak akan lupa kalimat pertama yang dikeluarkan Melvin tadi, mengatakan jika dia bisu. Erin meremas gaunnya. Iya kembali kesal saat mengingat ucapan Melvin tadi. "Aku sungguh ingin mencakar wajahnya. Tidak, aku ingin mengigit lehernya" batinya kesal. Sambil menatap tajam leher putih bersih milik suaminya. “Tiin” Suara pintu lift terbuka. Erin Langsung mengubur rencana balas dendamnya, dan tanpa saling bicara, Melvin bergeser sedikit menjauh seolah memberi isyarat agar Erin masuk lebih dulu ke dalam lift. Malam ini, sesuai dengan agenda pernikahan mereka, Erin dan Melvin akan menghabiskan m

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status