Short
Penyesalan Ayah dan Ibu, Saat Kupergi

Penyesalan Ayah dan Ibu, Saat Kupergi

By:  MakjosCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
114views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah terlahir kembali, aku sendiri mengatur setiap kesempatan agar aku selalu melewatkan pertemuan dengan orang tua kandungku. Saat mereka hendak membawa adik angkatku untuk foto keluarga, aku sengaja mandi air dingin agar diriku demam. Saat mereka menyewa feri di luar negeri untuk merayakan ulang tahun adik angkatku, aku sengaja mendaftar lebih awal ke sebuah proyek rahasia, sehingga aku tidak bisa pergi ke luar negeri. Saat mereka mendirikan perusahaan untuk adik angkatku, aku bergegas mengajukan mutasi kerja ke Kota Noran yang berjarak ribuan kilometer, demi menunjukkan bahwa aku tidak akan pernah lagi memperebutkan apa pun. Semua ini kulakukan hanya karena di kehidupan sebelumnya, aku menghabiskan puluhan tahun memperebutkan cinta orang tua dengan adik angkatku, tetapi hanya berakhir dengan aku dicap sebagai orang yang "penuh tipu daya" dan "licik". Semua orang lebih menyukai adik angkatku yang lugu dan ceria, serta muak kepadaku yang pendiam dan jarang bicara. Bahkan, suamiku dan anakku sendiri tidak bisa memahami penderitaanku. "Kita semua ini keluarga, nggak bisakah kamu diam barang beberapa hari saja? Setiap kali pulang, kamu selalu memancing pertengkaran, bikin semua orang nggak tenang. Kamu benar-benar harus introspeksi diri!" Aku pun mati dalam kesepian di atas ranjang rumah sakit. Namun, saat kembali membuka mata, tak disangka aku kembali ke masa ketika aku baru saja diakui dan pulang ke rumah keluarga kandungku. Kali ini, aku tidak ingin berebut lagi. Aku ingin hidup untuk diriku sendiri.

View More

Chapter 1

Bab 1

Begitu keluar dari kamar mandi, seluruh tubuhku gemetar hebat karena kedinginan.

Aku sengaja mandi air dingin. Asal besok aku demam, aku punya alasan untuk tidak ikut foto keluarga.

Melihat bayanganku di cermin yang puluhan tahun lebih muda dan melihat formulir pendaftaran proyek di atas meja yang dahulu pernah kulepaskan, tatapan mataku menjadi makin yakin.

Di kehidupan sebelumnya, adik angkatku, Ella Raditya, tiba-tiba mendapat ide untuk mengajak fotografer terkenal di internet guna mengambil foto keluarga.

Itu juga seharusnya menjadi momen pertama kalinya aku foto keluarga bersama mereka setelah aku dijemput kembali ke rumah ini.

Aku sudah menantikannya begitu lama, bahkan mengenakan pakaian termahal yang kubawa dari panti asuhan, pakaian yang paling tidak tega untuk kupakai.

Namun, saat foto-fotonya dicetak, sosokku yang berdiri di sudut justru dihapus bersih dengan menggunakan Photoshop.

Itu semua hanya karena Ella berkata, "Aura Kakak nggak cocok sama anggota keluarga kita yang lain. Foto keluarganya jadi kelihatan aneh."

Saat itu, aku masih belum tahu diri dan mencoba membela diri. Akan tetapi, aku justru dicap tidak punya selera seni dan dituduh mempermalukan Keluarga Raditya.

Setelah mati sekali, barulah aku menyadari semuanya dengan jelas.

Sama seperti foto keluarga tanpa diriku itu, di dalam rumah ini pun memang tidak pernah ada tempat untuk diriku.

Lalu, untuk apa aku bersusah payah datang hanya demi mempermalukan diri sendiri?

Kali ini, aku memutuskan untuk tidak ikut foto sekalian.

Sesuai dugaanku, saat bangun keesokan harinya, aku demam tinggi hingga tidak punya tenaga, walau hanya untuk beranjak dari tempat tidur.

Saat kepalaku terasa pening dan berat, sayup-sayup terdengar seseorang mendorong pintu kamar tidurku.

Ibu mengerutkan kening. "Sudah berkali-kali dipanggil, kenapa nggak juga turun untuk makan?"

"Hari ini kita harus pergi mengambil foto keluarga, jangan cuma gara-gara kamu, urusan seluruh keluarga jadi terhambat!"

Aku terbatuk-batuk dengan lemah.

"Bu, aku nggak enak badan."

Baru pada saat itulah Ibu menyadari bahwa wajahku yang berbaring di tempat tidur itu tampak merah tidak wajar. Begitu Ibu mengulurkan tangan untuk memeriksa dahiku, terasa begitu panas.

"Kemarin baik-baik saja, kenapa tiba-tiba bisa demam?"

"Padahal adikmu sudah susah payah membuat janji dengan fotografer itu!"

Di sampingnya, Ella berpura-pura merasa menyesal. "Bu, jangan salahkan Kakak. Kakak juga pasti nggak sengaja."

"Gimana kalau kita ganti hari saja? Kita nggak mungkin pergi foto keluarga tanpa membawa Kakak …."

Aku memotong perkataan Ella dengan tenang, "Nggak apa-apa, nggak usah memedulikanku. Kalian pergi foto saja."

Ibu terpaku untuk sesaat, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Bukankah selama ini kamu sangat menantikan sesi foto keluarga ini?"

Aku menatap wajah Ibu yang mirip denganku itu dan hanya bisa merasa lucu.

Ternyata dia juga tahu bahwa selama ini aku sangat menantikan untuk foto keluarga.

Lalu, mengapa di kehidupan sebelumnya, saat aku marah karena fotoku dihapus, dia justru menyebutku picik?

Itu semua hanya karena dia tidak mencintaiku, jadi dia sama sekali tidak peduli dengan perasaanku.

Aku mengulangi kembali kata-kataku yang tadi.

"Nggak apa-apa, nggak usah memedulikanku. Kalian pergi foto saja."

Akan tetapi, Ibu tiba-tiba terlihat agak gusar.

"Baik, kamu sendiri yang bilang. Jangan marah setelah kami selesai foto nanti!"

Ibu pun menarik Ella pergi. Dari awal hingga akhir, tidak ada satu pun kata perhatian yang dia tujukan kepadaku.

Aku berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar yang putih bersih dan kembali teringat saat-saat sebelum kematianku di kehidupan sebelumnya. Saat itu, aku juga merasa kesepian seperti ini, terbaring sendirian di ranjang rumah sakit.

Bahkan, meski aku sudah menemukan orang tua kandungku, meski aku sudah menikah dan melahirkan anak, aku tetaplah Vera Raditya yang memalukan dan tidak dicintai oleh siapa pun.

Jadi, Ayah, Ibu … di kehidupan kali ini, aku tidak akan merajuk lagi.

Aku akan membiarkan kalian bertiga hidup bahagia sebagai satu keluarga, bagaimana?
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status