LOGINSetelah terlahir kembali, aku sendiri mengatur setiap kesempatan agar aku selalu melewatkan pertemuan dengan orang tua kandungku. Saat mereka hendak membawa adik angkatku untuk foto keluarga, aku sengaja mandi air dingin agar diriku demam. Saat mereka menyewa feri di luar negeri untuk merayakan ulang tahun adik angkatku, aku sengaja mendaftar lebih awal ke sebuah proyek rahasia, sehingga aku tidak bisa pergi ke luar negeri. Saat mereka mendirikan perusahaan untuk adik angkatku, aku bergegas mengajukan mutasi kerja ke Kota Noran yang berjarak ribuan kilometer, demi menunjukkan bahwa aku tidak akan pernah lagi memperebutkan apa pun. Semua ini kulakukan hanya karena di kehidupan sebelumnya, aku menghabiskan puluhan tahun memperebutkan cinta orang tua dengan adik angkatku, tetapi hanya berakhir dengan aku dicap sebagai orang yang "penuh tipu daya" dan "licik". Semua orang lebih menyukai adik angkatku yang lugu dan ceria, serta muak kepadaku yang pendiam dan jarang bicara. Bahkan, suamiku dan anakku sendiri tidak bisa memahami penderitaanku. "Kita semua ini keluarga, nggak bisakah kamu diam barang beberapa hari saja? Setiap kali pulang, kamu selalu memancing pertengkaran, bikin semua orang nggak tenang. Kamu benar-benar harus introspeksi diri!" Aku pun mati dalam kesepian di atas ranjang rumah sakit. Namun, saat kembali membuka mata, tak disangka aku kembali ke masa ketika aku baru saja diakui dan pulang ke rumah keluarga kandungku. Kali ini, aku tidak ingin berebut lagi. Aku ingin hidup untuk diriku sendiri.
View MoreSetelah hari itu, orang tuaku tidak pernah lagi melakukan kunjungan mendadak seperti itu, juga tidak pernah lagi bertanya kapan aku punya waktu luang untuk pulang.Hubungan di antara kami menjadi begitu hambar, hingga jika mereka tidak menghubungiku, aku juga tidak akan ingat pada mereka.Namun, sesekali Ibu mengirimkan pesan singkat. Jika aku sedang senggang, aku akan membukanya untuk sekadar melihatnya.Ibu mengatakan kepadaku bahwa setelah pulang hari itu, mereka sudah banyak berpikir.Mereka mengakui bahwa mereka terlalu serakah. Mereka tidak bisa melepaskan putri angkat yang sudah mereka sayangi selama lebih dari 20 tahun, tetapi mereka juga tidak rela melepaskanku, putri kandung yang sudah terlalu banyak mereka kecewakan ini, pergi begitu saja. Pada akhirnya, semua itu justru membuat mereka makin merasa bersalah kepadaku.Ibu berkata, Ayah sudah lama menyesali kata-kata kasar yang dulu pernah dia ucapkan. Di rumah, Ayah berkali-kali mengatakan bahwa seharusnya dia tidak bersikap
Sudah satu setengah tahun berlalu sejak aku memutuskan untuk merantau ke selatan.Saat pulang kerja dan melihat mereka berdiri di depan gerbang kantor, aku nyaris berbalik dan langsung pergi.Ibu pun buru-buru meneriakiku."Vera, jangan pergi!"Baru setelah itu, aku pun berbalik dengan enggan.Seingatku, di kehidupan sebelumnya, bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka mencariku dan itu pun hampir selalu demi melampiaskan amarah Ella.Sekarang, saat mereka tiba-tiba muncul tanpa diundang, aku hanya merasa kesal."Kenapa kalian tiba-tiba datang ke sini?"Mendengar nada bicaraku yang tidak sabar, ekspresi Ibu sempat membeku untuk sesaat, sebelum akhirnya dia menjawab sambil tersenyum, "Sudah lama nggak ketemu kamu. Kami cuma mengkhawatirkan keadaanmu.""Vera, apa kamu nggak makan dengan benar selama kerja? Kamu kurusan. Kenapa pakaianmu juga kumal begini? Ibu antar beli baju baru ya?"Ibu mengulurkan tangan, seolah ingin menggandeng lenganku.Akan tetapi, aku secara refleks menghinda
Telepon itu berakhir dengan Ayah yang merasa marah dan malu, lalu bertanya padaku, "Kenapa kamu harus selalu membanding-bandingkan dirimu dengan adikmu?"Aku menjawab bahwa aku sedang sibuk, lalu menutup teleponnya.Aku tidak bohong. Aku memang sedang bersiap-siap untuk pindah tugas.Di kehidupan sebelumnya, aku selalu menghabiskan waktu untuk menjadi asisten Ella. Setelah menikah pun, aku tetap terperangkap di kota ini oleh suami dan anakku.Terkadang aku berpikir, sosok Vera kecil yang dahulu sangat iri melihat kebahagiaan keluarga orang lain, pasti tidak akan pernah menyangka saat dewasa nanti, keluarga yang begitu dia dambakan justru akan menjadi penjara yang mengurungnya.Lalu sekarang, burung di dalam sangkar itu akhirnya memiliki sayap untuk terbang jauh.Panggilan telepon yang kuterima tadi benar-benar menyadarkanku sepenuhnya.Aku memang masih secara tidak sadar membandingkan diriku dengan Ella.Rasa sakit yang menemaniku sepanjang hidupku di kehidupan sebelumnya, rupanya meng
"Vera!"Mendengar keraguan dalam suaraku, Ibu pun memanggil namaku dengan sedikit kesal.Akan tetapi, Ibu menarik napas dalam-dalam dan berusaha menahan amarahnya."Vera, kita ini keluarga. Kalau kamu berpikir begitu, Ibu benar-benar sedih!""Soal kejadian sebelumnya, Ibu dan Ayah sudah memikirkannya. Kami sadar, kalau kami kurang perhatian padamu.""Kami sudah buatkan kartu ATM untukmu. Uang saku juga sudah ditransfer di situ. Pinnya adalah tanggal lahirmu. Peganglah ini dan jaga dirimu baik-baik."Hatiku yang sudah lama mati rasa, mendadak tergetar oleh kalimat sederhana itu.Mungkin karena seorang anak tidak akan pernah bisa benar-benar berhenti mencintai orang tuanya, atau mungkin karena di lubuk hati yang paling dalam, aku masih mendambakan sedikit cinta dari mereka.Nada bicaraku pun menjadi lebih lembut."Terima kasih, Bu."Ibu pun merasa lega."Ibu pikir, kamu akan terus memusuhi keluarga seumur hidupmu. Oh ya Vera, kapan proyekmu ini selesai?"Aku tidak tahu mengapa mereka men






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.