LOGIN“Apa maksudnya? Jangan-jangan selama ini dia hanya berpura-pura tidak tahu?” Sosok di balik semua itu langsung terkejut, meski tidak mendengar suara Xiao chen tapi dari gerak-gerik bibir saja sudah dapat dia pahami maksud Xiao Chen. Tapi dia tidak percaya kalau Xiao Chen benar-benar mengetahui apa yang telah dia lakukan, karena dia sudah melakukan semua dengan sangat hati-hati. Melihat xiao Chen masih menatap langit, sosok itu akhirnya memilih untuk mengeluarkan Xiao Chen dari zaman tersebut dan membawa ke tempatnya. Sosok Xiao Chen yang tadinya berada pada tempat seperti itu, sekarang dia berada dalam ruangan kosong serba putih dan disana dia tidak melihat ada siapapun. Hanya ada ruang kosong yang tidak ada isinya, Xiao Chen juga mencoba untuk memanggil serigala putih tapi tidak ada jawaban sama sekali.“Ruang terpisah iya? Sebenarnya apa yang sedang kamu cari dariku?” Xiao chen yakin kalau sosok yang ada dibelakang kejadian sebelumnya ada disana. karena itulah dia berharap ada jawa
Xiao Chen yang saat ini berada di dunia lain terlihat sangat tenang dan dia tidak melakukan apapun selain menyatu dengan semua kehidupan disana. Menjadi manusia purba sama, hidup di dalam hutan tanpa menggunakan kultivasinya dan bahkan mencari tahu bagaimana cara hidup manusia purba pada masanya. Semakin lama Xiao Chen tinggal disana, semakin Xiao Chen memahami kalau kehidupan di zaman purba memang tidak semudah terlihat. Meski para manusia bisa hidup beradaptasi tapi ada hal yang bahkan tidak bisa dibandingkan, semakin dia merasakan sesuatu yang berbeda dari tempat tersebut dan dia bisa merasakan kalau kehidupan purba ini membuatnya jauh lebih santai.Awu? (Apa kita tidak akan mencari jalan keluar tuan?)Serigala putih yang ikut dengan Xiao Chen bertanya, mereka sudah beberapa tahun disini dan Xiao Chen benar-benar tertarik untuk hidup seperti manusia biasa. Bukankah mereka masih punya urusan yang belum selesai? Tapi Xiao chen hanya membalas dengan senyuman dan mengatakan kalau sekar
“Ternyata benar ini ulah si kecil itu!” Kata-kata master sekte Dao sudah dapat dipastikan kalau dia sadar kemana Xiao Chen pergi dan apa yang telah terjadi sampai keturunannya yang sudah menyiapkan semua dengan matang masih saja gagal mencapai pulau ini.“Apa dia akan baik-baik saja? Aku takutnya …”“Tidak perlu takut, jika dia terpilih maka sudah pasti si kecil tertarik dengan Chen’er dan jika memang berhasil… Kita sekali lagi punya masa depan untuk menyatukan alam dewa kembali ke tempat asalnya. Juga, batasan yang sudah lama tidak bisa dilewati ini juga akan bisa kita lewati!” Kata-kata dari Master sekte Dao tidak dibantah oleh master sekte Heaven, malah dia terlihat sangat tertarik dengan yang akan terjadi jika benar Xiao Chen berhasil lolos dari masalah kali ini. Kali ini mereka memang berhasil memusnahkan semua musuh yang membuat masalah tapi juga mendapatkan kesempatan untuk melihat berjalannya alam dewa di jalur yang baru. Mereka tertawa dan tidak sabar untuk melihat bagaimana
BOOOOMMMM!Tebasan menghancurkan pulau di bawah kaki Hun Tiandi, dia benar-benar marah dan membenci master sekte Dao. Dan dia juga sangat tidak senang karena sekarang tempat dimana dia susah payah sembunyikan malah diketahui oleh seluruh kehidupan di alam dewa. Entah bagaimana caranya master sekte Dao mencari tahu lokasinya tapi yang jelas hal ini tidak bisa dilakukan dengan mudah. Apalagi masuk ke badai gelap, dia saja hampir tidak dapat bertahan pada saat itu tapi master sekte Dao benar-benar dapat bertahan dan bahkan bergerak seperti biasanya. “Sialan, puf!” Dia tidak bisa melawan karena lukanya belum pulih, lalu formasi yang seharusnya dia gunakan untuk mengambil nutrisi dari para tahanan di hancurkan secara tidak langsung oleh Hun Tiandi. Ini membuatnya benar-benar jatuh dalam ketidakberdayaan, tidak dapat melawan dan tidak dapat melakukan apapun kepada master sekte Dao.Lukanya makin parah dan master sekte Dao tetap menggila saat melihatnya yang terbaring. Serangan setiap seran
Xiao Chen menepuk pundak Huan, pemuda ini memang memiliki sifat yang baik dan juga berbakti. Entah kenapa dia menjadi sangat tertarik dengan pemuda ini sekarang, setelah dia pikir … umurnya juga sudah sangat tua kalau di banding dengan manusia atau pun generasi muda lain. Jadi setelah Xiao Chen pikir, tidak ada salahnya dia sedikit memberi bantuan kepada pemuda ini. Xiao Chen diam sesaat lalu dia meminta Huan menatap ke arah samudra yang luas di depan mereka sekarang. Dengan nada tenang, dia bertanya kepada Huan akan apa yang dilakukan setelah ini? “Apa kamu punya tujuan setelah ini? Ibumu sudah pergi dengan bahagia, harusnya sekarang kamu memilih tujuan hidupmu sendiri bukan?” Pertanyaan Xiao Chen terdengar mudah di jawab jika orang itu memang sudah punya tujuan tapi sekarang Huan sudah tidak punya tujuan lagi. Jika di tanya tujuannya sendiri, Huan benar-benar belum bisa menjawab dan dia memang punya tapi itu dulu….Karena sekarang dia yakin tujuan itu tidak akan bisa terlaksana lag
“Ha? Itu ….” Xiao Chen melihat ke arah yang ditunjuk oleh Huan, dia melihat di sana ada dua monster terbang sedang bertarung. Dan salah satu monster terbang itu tampak ada yang berdiri di atasnya, saat Xiao Chen perhatikan lagi …. Itu adalah manusia dengan pakaian purba, dan yang dilihat oleh Xiao Chen sekarang adalah seorang pria dengan tombak. Tombak pria itu sangat biasa tapi seolah mereka bertarung seperti pasangan, monster terbang membantu menyerang dan menyeimbangkan diri agar manusia di atasnya tidak jatuh. Lalu si manusia berusaha membunuh monster terbang lain, koordinasi keduanya benar-benar seolah mereka satu hati. Dan Xiao Chen pun sangat terkejut melihat betapa luar biasanya kerjasama mereka dalam pertarungan udara. Serigala putih melihat monster terbang itu meneteskan air liurnya, dia mencium bau yang sangat enak dari monster tersebut. memicu nafsu makan kuat dari serigala putih yang memang senang dengan binatang iblis.“Tahan nafsumu kawan, mereka bukan makananmu … Tapi
“Kamu meragukan aku? Apa kamu pikir karena kakakmu selalu bersikap seperti itu aku jadi tidak mau membantunya? Iya … aku juga memang memiliki beberapa wanita tapi bukan berarti aku akan memperlakukan mereka buruk. Dasar …..!” Xiao Chen tampak sedikit kesal karena Yang Zuan berpikir kalau dia bersik
Xiao Chen benar-benar mengejek orang-orang yang menaikan harga tanpa tahu barang yang mereka beli. Dan ini cukup untuk membuat Xiao Chen menertawakan mereka, tapi memang pedang yang sedang di lelang memiliki sedikit niat pedang dari seorang dewa tingkat tinggi. Dan bagi mereka yang berada dalam jal
“Huaaaa! Akhirnya bangun, ini benar-benar melelahkan. Eh? Kenapa dia disini?”Xiao Chen yang baru saja bangun, melihat sosok Mu Biyu yang bersandar di sebelah kasurnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dan manis saat dipandang seperti itu, Xiao Chen yang melihatnya pun benar-benar terpesona akan k
BOOOOOMMM…. BOOOOOMMM….“Apakah akhirnya datang?” Sosok pria paruh baya yang berdiri paling depan di atas tembok sebuah kota memandang langit yang tidak pernah berubah selama sepuluh tahun.Langit malam dan penuh dengan aura menakutkan itu benar-benar tidak pernah berubah, malah setiap harinya akan







